
~SELAMAT SIANG SWEET~
💮💮
**
Denis mencari Lili, sampai dia dapat isu bahwa Lili kabur dari rumah.
" Lo lihat Lili gak?"
" Gak tuh Kak, kami gak lihat Lili."
" Ouhh iya, makasih ya."
Denis menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu, dia bingung harus bertanya kepada siapa lagi.
" Aduhhh, sama siapa lagi gue nanya."
" Tunggu? Naawa kan sahabatnya Lili, dia pasti tau." Pikir Denis lagi, kemudian mencari Naawa.
Naawa di kantin membeli minuman, karena tenggorokannya terasa kering.
" Berapa mbak?"
" 8000 Dek."
" Nihh, ambil aja kembaliannya."
" Makasih yahh dek."
Itulah Rhumi, meskipun cuek dia pasti akan berbagi rezeki sama orang yang lebih membutuhkan.
Gluk gluk.. Naawa meminum minuman itu dengan nikmat, dia sangat kehausan.
" Ahh.. nikmatnya."Â
Denis dari ujung kantin melihat Naawa, lagi duduk sambil minum.
" Nahh itu dia, samperin ahh."
" Heyy." Panggil Denis.
Rhumi menoleh ke arah suara tadi, dia melihat Denis.
" Mau apa anak itu." Batin Rhumi.
" Hay Naawa." Sapa Denis.
" Hmm.."
" Boleh duduk gak?"
" Silahkan."
Denis pun duduk, dia ingin bertanya dengan Naawa tentang Lili.
" Gue mau nanyak sama lo."
" Tanya apa?" Sahut Rhumi tanpa menoleh.
" Ini tentang Lili."
" Astaga, pasti dia mau nanyak ke saya dimana Lili?" Batin Rhumi.
" Terus, kamu mau apa sama saya."
" Lo sahabatnya kan, Lili kenapa gak masuk hari ini."
" Saya aja dari kemaren gak masuk, saya juga gak ada kontak sama Lili."
" Jadi lo juga gak tau."
" Ya."
" Aduhhh ya ampun, terus gimana? Lili ada dimana?"
" Coba nanti kamu tanya sama keluarganya."
" Iya."
" Saya pergi dulu."
**
Vania dalam toilet sedang membersihkan wajahnya, dia hari ini sangat lelah mungkin karena tidak ada Foni. Siapa sangka Si Chloe juga ada disana, sepertinya dia punya rencana licik.
" Lo ada disini juga Vania."Â
" Chloe, emang kenapa?"
" Kemana temen lo, biasanya kalian bareng."
__ADS_1
" Dia pindah."
" Hah, kok pindah? Kenapa lo gak ikut sama dia, gak punya temen nanti."
" Gue pengen cari temen gue sendiri."
" Kenapa lo gak temenan aja sama gue."
" Temenan sama kamu!"
" Iya."
" Chloe kan orangnya jahat, Foni sudah antisipasi sama gue supaya jangan berbuat aneh lagi di sekolah." Batin Vania.
" Gimana?"
" Nanti gue pikir dulu."
" Kenapa harus mikir sih, buat temenan sama gue."
" Karena Vania tidak mau terjangkit virus mematikan sama kamu." Sahut Rhumi yang masuk.
" Naawa." Ucap Vania.
" Lo, ngapain lo kesini."
" Ini kan toilet umum, bebas dong."
" Awas lo yah." Ucap Chloe lalu pergi.
Vania hanya diam, memandang Chloe keluar dari toilet.
" Jangan kecewakan sahabat kamu, Foni."
" Lo tenang aja gue gak bakalan kecewakan Foni."
" Yahh baguslah, kalau emang seandainya lo juga terpengaruh sama Chloe tidak masalah juga. Paling enggak nanti, saya singkirkan." Ucap Rhumi didepan Vania, membuat Vania meneguk salivanya.
**
Chloe dengan perasaan marah, dia sangat marah dengan Naawa.
" Naawa, lo benar-benar kurang ajar."
" Lihat aja nanti, gue bakalan bikin lo pindah dari sekolah ini."Â
Chloe tidak tahu, bahwa dirinya sedang di rekam oleh seseorang.
**
" Maafkan aku semuanya, aku sudah membohongi kalian."
" Dila, maafkan mas sudah menyakiti dan mengkhianati pernikahan kita selama ini."
" Awan maafkan Papa nak, Papa janji akan memperbaiki dan menyembunyikan perselingkuhan ini dari kalian. Supaya kalian tidak tersakiti, selamanya."
" Rhumi anakku, Papa mohon ampun sayang. Kalau kamu memang masih hidup, temui Papa sekarang."
**
Entah kenapa Abila malah bertemu dengan Yato di restoran, itu hal yang menyebalkan bagi Author.
" Ini Nyonya Abila kan." Tanya Yato.
" Anda siapa?"
" Eouhh, perkenalkan nama saya Yato Aslam."
" Hmm.. terus apa mau anda."
" Sebelumnya, boleh saya duduk dulu."
" Silahkan." Sahut Abila dengan dingin.
" Ee.. Nyonya Abila Alastar, saya benar-benar sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan anda."
" Ekhemm.. langsung intinya saja Pak."
" Ouhh iya maaf."Â
" Dingin sekali wanita ini, saya jadi makin tertantang." Batin Yato.
" Yato Aslam, hmmm.. saya harus hati-hati dia lelaki haus jabatan dan uang." Batin Abila.
" Maaf Pak Yato, saya harus pergi banyak yang saya urus."
Abila meninggalkan Pak Yato, karena tidak ingin berlama-lama bersama Pak Yato.
" Hmmm.. Abila, Abila. Anda memang sungguh menantang, saya harus bisa membuatnya nyaman dengan saya." Gumam Yato.
**
__ADS_1
Sahara hari ini dia ingin jalan-jalan, saat dia jala-jalan terpaku karena melihat Awan mantan pacarnya dulu yang telah menyakitinya.
" Awan, sama siapa dia?"
" Ahh, kenapa denganku untuk apa kepo dengan urusan Awan. Dia sudah bukan siapa-siapa aku lagi, hubungan kita sudah berakhir."
Sahara memilih untuk tidak memperdulikan Awan, baginya Awan adalah masa lalu.
**
" Kamu yang sabar yahh, Mas janji nanti bantu buat cari Lili."
" Gimana aku gak kepikiran Mas, Lili itu adik aku satu-satunya. Gimana kalau dia kenapa-kenapa, aku takut."
" Iya, Mas ngerti kok. Sudah, sekarang kamu makan dulu yah." Bujuk Awan.
Iya yang dilihat Sahara tadi adalah Awan dengan Luna.
**
Sebenarnya aku malas sekali di antar oleh sopir, tapi ini semua atas kemauan Mami.
" Ahh sial, kalau begini saya tidak bisa bergerak bebas." Batin Rhumi.
Pak Dadang, sopir yang bekerja di rumah sangatlah baik. Makanya Mami mempercayakan Pak Dadang untuk menjadi sopir pribadiku, sebenarnya aku sedikit keberatan tapi ini ahh sudahlahh tidak perlu dipikirkan.
Â
" Apa hari ini aku harus berpura-pura sakit dan tidak enak badan lagi, aku rasa tidak ada pilihan." Batin Rhumi.
Pak Dadang melihat Nona Muda seperti kelelahan, dia khawatir.
" Nona Muda kenapa dia diam saja, apa dia kelelahan." Batin Pak Dadang.
Sampai di rumah, Rhumi turun dari mobil dan di sambut beberapa pelayan. Tapi kali ini, Rhumi benar-benar tidak mood, karena ingat perselingkuhan Papa kandungnya.
" Siang Nona Muda." Sapa Mika.
Rhumi tidak membalas sapaan Mika, karena yang ada dipikirannya hanya Mama Dila.
" Nona Muda kenapa ya?" Mika bingung dengan sikap Nona Muda.
Mika mencari Pak Dadang, dia ingin bertanya kenapa Nona Muda tadi seperti itu.
" Nahh itu dia, Pak Dadang." Panggil Mika.
" Mika, ada apa?"
" Mika mau tanya sama Pak Dadang, boleh."
" Boleh, ada apa Mik?"
" Tadi Mika sapa Nona Muda, tapi gak di balas. Nona Muda gak papa kan di sekolah, gak ada yang gangguin dia kan."
" Ouhh itu, Pak Dadang juga tidak tau mungkin Nona Muda lagi kecapean."
" Ouhhh gitu."
" Iya, Mika sudah tahu belum tentang Nona Muda."Â
" Tahu apa Pak Dadang, yang saya tahu Nona Muda gak bisa berenang."
" Nona Muda gampang lelah, makanya dia gak pernah di izinkan sekolah waktu itu sama Nyonya Besar."Â
" Oh gitu ya Pak, ya ampun Nona Muda kasihan juga yahh."
Mereka mengangguk tanda paham akan Nona Mudanya.
**
Di dalam kamar, aku sangat lelah hari ini. Aku membuka handphone ku yang satunya, betapa banyak pesan dari Mama Dila.
" Mama." Gumamku kaget.
" Sayang kamu dimana? Mama kangen nak, Mama mau ketemu."
" Mama kangen."
" Kapan kita ketemu lagi."
" Mama rindu nak, ayo ketemu lagi."
Aku membalas pesan Mami.
" Mama, siap-siap yahh. Malam ini Rhumi ingin membawa Mama ke rumah Rhumi, kita pergi secara rahasia."
Aku menghapus pesan Mama Dila di handphone, bahkan nama Mama Dila ku namakan di kontak sebagai guru biar Mami Abila tidak curiga.
~SELAMAT MEMBACA UKHTY~
🌹BERSAMBUNG🌹
__ADS_1