MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 58


__ADS_3

Iya, yang menyiram Chloe adalah aku.


"Lo punya masalah apa sama gue."Kata Chloe.


"Gak ada masalah apa-apa."Jawabku.


"Kalo lo gak ada masalah apa-apa sama gue, ngapain lo nyiram gue hah."Teriak Chloe.


Dengan santai gue jawab Chloe.


"Sorry, saya pikir tadi tempah samp*h."Kataku dengan tanpa dosa.


"Kurang ajar lo yah, jangan mentang-mentang lo anak Nyonya Besar lo seenaknya sama gue."Kata Chloe kesal.


"Nahh itu dia, baru saja saya mau ngomong sama kamu.Jangan mentang-mentang kamu anak Tuan Yato Aslam , kamu seenaknya cari masalah disekolah ini.Saya peringatkan sekali lagi, kalau kamu mengulangi hal yang sama tidak hanya kamu yang hancur keluarga kamu juga hancur."Kataku dengan sedikit ancaman.


Chloe terdiam mendengar ancamanku.


"Naawa, kenapa lo bantuin gue."Batin Sinta.


"Sini."Aku menarik tangan Sinta lalu pergi.


"Iiiiiiihhhhh, awas yah kalian berdua."Teriak Chloe.


"Ini gak bisa dibiarin, Naawa adalah musuh terberat gue.Gue akuin kekayaannya jauh diatas gue ataupun David, yang dikenal sebagai orang paling terpandang Di Indonesia.Gue harus hati-hati, sebisa mungkin gue harus hindarin Naawa dulu."Batin Chloe yang menggerutu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku membawa Sinta ke toilet, dan menyuruhnya untuk berganti pakaian.


"Ganti bajumu."Pintaku pada Sinta, seraya meletakkan seragam ganti di wastafel dan aku memilih pergi.


"Tunggu."Kata Sinta.


"Hmmmm."Sahutku.


"Kenapa bantu saya, seharusnya kamu benci pada saya.Karena saya anak pembunuh, sama dengan yang lainnya membenci saya.Terlebih lagi, hubungan kita tidak terlalu baik."Kata Sinta dengan jujur.


Aku hanya diam, kemudian menjawabnya.


"***Selama kamu tidak mengikuti jejak Papa kamu, kamu layak mendapatkan teman yang tulus."Kataku datar lalu pergi.


Sinta menangis mendengar jawaban Naawa, kemudian tersenyum hangat.


"Pasti, gue gak bakalan seperti Papa."Kata Sinta yang terharu mendengar jawaban Naawa.


Aku yang dari tadi belum pergi, hanya berada diluar pintu pun tersenyum.


"Baguslah, dia tidak sama."Batinku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Awan dijemput sama Tuan Qaza dan Nyonya Dila.


"Pa,Ma."Panggil Awan.

__ADS_1


"Awan, kamu gak papa sayang kok bisa begini nak.Kamu gak ada, kemana aja kamu kita berdua panik nyariin kamu."Kata Mama Dila cemas.


"Awan kira, Mama sama Papa sudah gak ada.Makanya, Awan di usir paksa dari rumah.Awan melawan mereka, tapi Awan malah disekap sama mereka."Kata Awan menceritakan semuanya.


"Sudah tidak papa, yang penting sekarang kamu selamat."Kata Tuan Qaza.


"Iya Pa, Awan diselamatkan sama Dokter Luna."Kata Awan.


"Iya Papa sudah tahu, tadi malam Dokter Luna menghubungi Papa."Kata Tuan Qaza.


Awan pun hanya tersenyum, kemudian suster datang.


"Mohon maaf dengan Saudara Awan, hari ini masnya boleh pulang."Kata Suster itu.


"Benarkah Sus."Kata Awan.


"Iya Mas, soalnya mas hanya mengalami kelelahan jadi bisa pulang dengan cepat."Kata Suster itu.


"Alhamdulillah kalau begitu."Kata Mama Dila seraya mengelus kepala Awan.


"Dokter Luna kemana yah, kok dia gak datang."Batin Awan yang dari tadi mencari Dokter Luna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


PT.Aslam Square milik Tuan Yato Aslam, sedang melakukan proyek besar-besaran.


"Hana, tolong kamu kirimkan file-file yang tadi dikerjakan staf yahh."Kata Tuan Yato ditelpon.


"Baik Pak."Sahut Hana.


"Sudah lama aku mengajuka tender dengan PT.Abila, tapi masih belum diterima.Dan sekarang muncul PT.Nawastar Official, Perusahaan itu memang masih muda tapi sangat berjaya bahkan hampir sama dengan PT.Abila."Kata Tuan Yato dalam monolognya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Eh Li, sejak kapan kamu dekat sama Denis."Tanyaku heran.


"Emmmmmm, gimana ya ngejelasinnya."Kata Lili.


"Emmmmmmehhh, ouhh jadi sekarang lagi kasmaran."Kataku sambil menggoda Lili.


"Apaan sih lo Wa, ya gak lahh gue sama Denis itu cuma teman dekat aja kok."Kata Lili dengan malu-malu.


"Ahhh yang bener, tapi kok pipi kamu merah Li."Godaku sekali lagi.


"Ishhhh apaan sihh Naawa, gak ada tau."Kata Lili dengan sebal, karena digoda terus sama sahabatnya ini***.


Mereka pun tertawa.


"Boleh gabung gak."Tanya Denis yang dibelakang.


"Ahh lo Den."Sahut Lili terkejut.


"Hmmmmm, gimana yahh gue pergi dulu aja deh."Kataku.


"Ehh tunggu Naawa, lo mau kemana."Kata Lili.

__ADS_1


"Ya pergilah, masa disini.Jadi nyamuk dong,"Kataku lagi.


"Ya ampun Wa, gak papa kok gue kesini memang mau ngumpul sama lo berdua aja."Kata Denis.


"Iya nih Wa, jangan pergilah."Kata Lili.


"Hehe, gak kok aku emang lagi ada urusan aja dulu sebentar."Kataku.


"Emang urusan apa Wa,"Tanya Lili.


"Aishhhhh keponya temenku ini."Kataku sambil mencubit pipi tembem Lili.


"Aduhhh Wa, emang pipi gue jelli apa dicubit-cubit sakit tau."Kata Lili mengeluh.


"Hehe maaf, pipi kamu emang kaya jelli.Ya udah aku pergi dulu yahh, daachhhh."Kataku melambaikan tangan.


"Dadachhh Wa."Sahut Lili.


Dito membelikan Sinta makanan.


"Nih makan."Kata Dito menyodorkan pizza.


"Gak usah, lo aja yang makan."Jawab Sinta.


"Sin, gue beli ini buat lo.Tenang aja kok, gue dah makan."Kata Dito lembut.


"Gue gak laper."Kata Sinta.


Krieeeeeeeek, suara cacing dalam perut Sinta kedengaran oleh Dito.Dengan senyum, Dito menggoda Sinta.


"Yakin gak laper."Kata Dito.


Sinta sangat malu, karena ini adalah suara pertama perutnya yang kedengaran oleh orang lain.


"Hadih, kenapa sih ni perut gak bisa kompromi dikit."Batin Sinta menahan malu.


"Udah gak usah sungkan atau malu, gue bakalan lindungin lo apapun yang terjadi.Jadi, gue harap lo makan 🍕 pemberian gue nanti sakit lo gak makan."Kata Dito dengan nada lemah lembut.


Sinta mengambil pizza itu perlahan tapi pasti.


"Makasih ya Dit, lo udah baik ama gue."Kata Sinta.


Ternyata secara diam-diam, ada orang yang memotret mereka berdua.Dia tersenyum tipis, lalu pergi.


"***Dito baik banget sama gue, gue gak boleh nyakitin hatinya.Setidaknya gue jaga hatinya biar gak sakit hati, siapapun yang dipilih Dito nanti gue bakalan jagain cewe itu."Batin Sinta yang terharu dengan kebaikan Dito.


"Sin, apa lo tau.Gue dah lama banget suka sama lo, gue gak tau rasa ini semakin kuat.Dan rasa sayang dan cinta gue, semakin bertambah seiringnya waktu berjalan."Batin Dito yang tidak hentinya memandang Sinta yang lagi makan pizza.


"Sejak kapan mereka dekat."Batin David yang dari tadi ternyata melihat Dito sama Sinta.


"Kamu gak usah bingung sama kedekatan mereka."Kata seseorang yang muncul dari belakang.


David yang mendengarnya pun kaget, David memberanikan diri berbalik badan.David sangat terkejut, karena dia melihat orang bertopeng yanga dulu menghajarnya.


"Dia."Batin David, bergemuruh tidak menentu.

__ADS_1


BERSAMBUNG***.


__ADS_2