
Denis benar-benar tidak berdaya karena dirinya lemah, akibat tidak mau makan. Bukan karena tidak dikasih makan, tapi dirinyalah yang menyiksa sendiri.
" Maafkan Denis Ma, Pa, Denis tau ini salah." Batin Denis.
...----------------...
Anak buah Kusuma memberitahu bahwa David telah menculik Denis sebelumnya, mendengar itu Kusuma ingin bertemu di tempat sepi.
" Cepat katakan, yang kau bilang tadi di telpon." Ucap Kusuma.
" Tuan Muda David sempat menculik Denis Renaldi, sahabatnya sendiri." Ucap anak buah Kusuma.
" Apa motif anak saya menculik Denis." Tanya Kusuma lagi.
" Dari penyelidikan kami, Tuan Muda sepertinya mengakhiri hidupnya didepan mata Denis. Dia ingin membuktikan, bahwa dia tulus minta maaf kepada Denis." Ucap anak buah Kusuma.
" Lalu saat David mau bunuh diri, kenapa Denis tidak mencegahnya." Ucap Kusuma.
" Kami menemukan sebuah tali, kami menyimpulkan bahwa Denis di ikat oleh Tuan Muda David." Ucap Mereka lagi.
" Jadi anak saya, memang benar bunuh diri." Ucap Kusuma sekali lagi.
Mereka hanya mengangguk.
......................
...----------------...
Yato Aslam sangat ingin bekerja sama dengan PT.Abila, Dia berharap pengajuannya kali ini diterima.
" Kali ini harus di terima, apapun caranya." Ucap Yato dengan obsesinya.
Yato sebenarnya ia ingin sekali berkenalan dengan Abila, dia mengagumi Abila karena pekerja keras dan cerdas. Jika dia bisa memilih takdir, dia ingin sekali menikahi Abila.
" Andai aja saya bisa bertemu dengamu, sudah pasti aku akan melamarmu." Ucap Yato memandang profil Abila di laptop.
Yato sangat ingin sekali bisa kencan berdua dengan Abila, dia selalu membayangkan jika dia menjadi suami Abila.
Saking mengagumi Abila, Yato mencari detail tentang Abila. Mulai dari Kesukaan makanan dan minuman, lalu tentang anak tunggalnya.
" Hehh, anak tunggalnya juga cantik. Sekolah dimana dia, jadi penasaran?" Batin Yato.
...----------------...
...****************...
Foni dirumahnya belajar mengaji dengan guru pribadi.
" Maaf ya Fon, karena kamu belum mengenal huruf hijaiyah jadi kita belajar dari awal yahh" Ucap Ustadzah yang bernama Nurul.
" Baik Ustadzah, tidak apa." Ucap Foni dengan sopan.
" Ikuti saya yah, Aa Ba Ta Tsa Ja 'Ha Kha Da Dza Ro Za Sya Sa Sha Dha Tha Zha 'Aa Gha Fa Qa La Ma Na Wa Ha Ya." Ucap Ustadzah Nurul dengan makharijul yang baik.
__ADS_1
Foni mengikuti arahan Ustadzah Nurul, awalnya memang sulit tapi setelah dicoba beberapa kali akhirnya bisa.
Vania melihat Foni belajar dengan gigih dia tersenyum, dan merasa Foni sangat berbeda cantik dan anggun memakai gamis itu.
" Kamu benar-benar cantik Fon, Salut aku sama kamu." Batin Vania.
...----------------...
...****************...
Lili menghilang bak di telan bumi, anak buah Tuan Ranu tidak bisa melacak keberadaan Lili. Ini membuat Rani makin gelisah, bagaimana dia harus menjelaskan kepada Qila.
" Apa yang harus saya katakan pada Qila, Lili belum saya temukan." Batin Ranu.
Luna menelpon Awan untuk membantunya, mencari Lili.
Tut tut..
Tut tut..
" Halo Sayang, ada apa?" Tanya Luna.
" Mas Awan bisa kita ketemu." Ucap Luna.
" Bisa kok sayang, dimana?" Ucap Awan lagi.
Luna menyebutkan dimana mereka bertemu, akhirnya Luna dan Awan bertemu di sebuah Restoran.
" Sudahlah Mas, gak ada waktu buat baper-baperan. Sekarang kamu harus bantuin aku buat cari Lili, adik aku kabur dari rumah." Ucap Luna.
Mbrushhhhh...
Awan tersedak sampai menghembuskan minumannya.
" Ihhh, jorok banget sihh." Ucap Luna mengelap wajahnya.
" Iya maaf, aku kaget tadi denger kamu ngomong Lili kabur dari rumah." Ucap Awan meminta maaf.
" Iya.. tapi jangan kaya gini juga, jorok." Ucap Luna menekan kata jorok.
" Kok adik kamu bisa kabur, kenapa?" Tanya Aawan.
" Ya mana aku tau, kalau aku tau gak bakalan minta tolong sama kamu." Ucap Luna.
" Iya iya.. kamu yaa dari tadi emosi mulu, nanti cantiknya hilang di sedot emosi." Ucap Awan.
" Kamu itu sebenarnya mau bantuin aku gak sihh, kalau mau gombal gak usah biar aku cari sendiri." Ucap Luna kesal lalu beranjak mau pergi.
Tapi tangan Luna dicekal oleh Awan, dia meminta maaf.
" Maaf yahh, kita cari sama-sama." Ucap Awan merasa bersalah karena bercanda tidak tepat pada waktunya.
" Ya sudah, ayo cepat." Ucap Luna.
__ADS_1
Awan dan Luna pun akhirnya pergi untuk mencari Lili.
...----------------...
...****************...
Di tempat Kusuma, Reani terus saja mengigau dalam tidurnya.
" David.. David jangan tinggalin Mama, Mama kangen David." Ucap Reani dalam mimpinya.
" Bagaimana ini? Dari tadi, nyonya terus mengigau sedangan Tuan Kusuma pergi ke kantor." Ucap salah satu pelayan.
" Mau bagaimana lagi, kita hanya pelayan bukan dokter." Sahut teman pelayan itu.
" Apa kita telpon saja Tuan Kusuma." Usul salah satu pelayan.
" Aku gak mau ikut campur yahh, aku masih kesal dengan.." Pelayan itu terhenti.
" Denga.. apa maksudnya? Kamu ada masalah, sama siapa?" Tanya pelayan itu lagi.
" Ahh sudahlah gak penting, tapi aku tidak mau ikut campur yahh. Apapun yang terjadi, tugasku disini hanya bekerja sebatas membersihkan rumah. Jadi, masalah Nyonya Reani aku gak mau ikut campur." Ucap teman pelayan itu, yang di ketahui bernama Lala.
...----------------...
...****************...
Lala adalah salah satu pelayan muda yang bekerja di rumah keluarga Dirga, Lala anaknya baik sebelum bekerja di rumah keluarga Dirga.
Penyebab Lala benci terhadap David adalah kesalahan David sendiri, yang sudah berani merenggut kesucian Lala. Selama ini Lala sudah susah payah menjaga kesuciannya, tetapi malam itu David yang mabuk berat malah memperkosa Lala. Untuk menutup mulut Lala dari orang tuanya, David memberi uang setiap bulan sebagai jaminan hidup Lala bersama keluarganya.
Bahkan saat David di ketahui bunuh diri, Lala tidak peduli. Justru Lala senang, laki-laki bejat macam David sudah mati. Dia merasa tidak bersalah jika tidak menangis atau sedih, atas kematian David. Baginya, David hanyalah hama yang harus di musnahkan.
Dalam beberapa bulan ini, Lala sebenarnya berniat ingin membunuh David dengan mengelabui akan memberikan tubuhnya sekali lagi. Akan tetapi, David lebih dulu memilih bunuh diri. Awalnya Lala menyangkal dan marah mendengar David mati tidak dengan tangannya sendiri, tapi itu juga yang diharapkan Lala tanpa harus mengotori tangannya.
...----------------...
...****************...
Lala diam-diam pergi ke makam David, disana dia bicara sepuasnya.
" Sudah lama aku ingin membuat kuburan atas nama kamu Vid, tapi takdir berkata lain kau mati tidak ditanganku. Akan aku pastikan, ini membuatku senang." Ucap Lala yang tidak bisa berbohong dengan traumanya dulu.
" Kau memang pantas bunuh diri Vid, aku juga tidak akan mencari alasanmu bunuh diri. Tapi kalau aku tau, apa yang membuatmu bunuh diri. Mungkin aku akan membuatmu jauh lebih menderita, dari apa yang bisa kau bayangkan." Ucap Lala penuh dendam.
...----------------...
...****************...
Kakak cantik, Author ada novel baru nihh.
Tolong bantu semangatnya yahh🥰🥰🥰
__ADS_1