
David menghilang dari rumah sakit, membuat Kusuma dan Reani panik.
" Suster, anak mana?" Tanya Reani.
Suster itu memeriksa kembali kamar David, dia juga terkejut.
" Tadi masih disini Bu, baru aja saya ganti infusnya." Ucap Suster itu.
" Tapi anak saya tidak ada sus." Ucap Kusuma.
Pihak rumah sakit pun akan bertanggung jawab, dengan hilangnya David.
" Papa David, David kemana?" Rengek Reani.
" Iya..nanti kita cari yahh, sudah kamu tenang dulu " Bujuk Kusuma.
Kusuma kemudian mengerahkan anak buahnya untuk mencari David.
" Kamu cari anak saya David, dia menghilang dari rumah sakit. Cctv yang ada di rumah sakit sedang mengalami kerusakan, kalian cari sampai ketemu." Perintah Kusuma ditelponnya.
Sedangkan Reani dia menangis, karena takut terjadi apa-apa sama David.
" David kamu kemana nak?" Gumam Reani sambil menangis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Denis memikirkan sesuatu, dia merasa salah dengan apa yang dia lakukan sekarang.
" Denis kenapa kamu bodoh sekali, apa dengan menghajar David adik kamu Divanna bisa hidup kembali." Batin Denis.
" Bodoh sekali gue... Lili gue menyakiti Lili, maafin gue Li. Gue udah nyakitin lu." Sesal Denis.
" Apa yang harus gue lakuin sekarang." Pikir Denis.
Tiba-tiba ada yang memukul Denis dari belakang.
Bugh ...
" Aaaakhhh." Teriak Denis dalam kamarnya.
Denis dibawa oleh seseorang, yang entah itu siapa tidak tau.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pernikahan Zora dan Sima di adakan besok, semua sudah di siapkan dengan matang.
" Udah Zor jangan nervous" Goda Dani.
" Aku gak nervous tau." Sahut Zora kesal.
" Hihihi.. tapi ketahuan tuh dari mukanya." Feli juga ikut menggoda Zora.
" Kalian berdua ini, dari tadi menggoda saya terus." Sewot Zora.
" Ahahahaha." Mereka berdua tertawa.
" Tawa aja terus." Kesal Zora.
" Upssa." Ucap Dani menutup mulutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lili tidak mau lagi berurusan dengan Denis, apapun yang terjadi nantinya.
__ADS_1
" Mulai sekarang gue gak boleh lagi mikirin Denis, stop mikirin Denis fokus dan fokus menata diri sendiri." Ucap Lili sambil membuka laptopnya.
" Iya gue harus fokus, gak boleh lagi ada nama Denis yang terlintas." Ucap Lili mantap.
Tok ..tok..
Ada yang mengetuk pintu, Lili pun membukanya.
" Mama." Ucap Lili.
" Mama boleh masuk sayang." Tanya Mamanya Lili.
" Boleh kok Ma." Jawab Lili.
Qila pun masuk ke kamar anaknya itu, lalu mengajak Lili untuk ikut bersama keluarga untuk makan malam bersama orang lain.
" Lili kamu malam ini gak ada acara kemana pun iya kan." Tanya Mama Lili.
" Gak ada Ma, emang kenapa?" Tanya Lili.
" Mama sama Papa ada acara malam ini, sama Kakak kamu juga Luna mau makan malam keluarga." Ucap Mama Lili.
" Makan malam, memang dalam rangka apa Ma?" Bingung Lili.
" Ini ada hubungannya dengan Luna." Ucap Mama Lili.
" Ouhh ya sudah, kalau itu menyangkut Kak Luna." Ucap Lili dengan malas.
" Kamu harus ikut Li." Ajak Mamanya.
" Kenapa Lili harus ikut Ma, bukannya itu acara Kak Luna." Sahut Lili.
" Iya memang ini untuk acara Kak Luna, tapi ini ada hubungannya juga kekeluargaan jadi kamu harus ikut." Jelas Mamanya.
" Tapi Lili gak bis.." Ucap Lili yang langsung dipotong sama Mamanya.
" Ahh Mama kok gitu sih." Kesal Lili.
" Sudahlah, kamu ikut aja daripada nanti Papa kamu marah lagi pusing Mama lihatnya." Keluh Mamanya.
Lili hanya diam dengan ucapan mamanya itu, dia sebenarnya juga lelah bertengkar terus sama Kakak dan Papanya. Tapi mau bagaimana lagi, merekalah yang mulai duluan itulah pemikiran Lili sekarang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Foni dan Vania semakin hari mereka berdua ini tidak ingin lagi jadi orang jahat seperti dulu, yang suka membully.
" Van, gue sebenarnya kepikiran sama alur jalan hidup gue." Ucap Foni yang mengaduk-ngaduk cat airnya.
" Tumben lu drama dan puitis, biasanya juga loading." Ucap Vania yang memainkan handphonenya.
" Ishhh..si ajak serius malah bercanda." Sahut Foni dengan kesal.
" Lahh..memang begitu kan, lu itu dulu loading banget dan maksud lu kepikiran gimana." Jawab Vania
" Gue kepikiran masalah kita yang sering bully murid lain." Jujur Foni.
" Hmmm... kok bisa kepikiran lu, biasanya juga gak." Ucap Vania.
" Gue selalu melihat kehidupannya Sinta sekarang, padahal menurut gue Sinta gak terlalu jahat banget dulu. Tapi apa sekarang, dia dapat balasannya kan padahal yang bikin salah orang tuanya bukan dia tapi malah Sinta yang menjalani karmanya." Jelas Foni panjang lebar dengan anggukan tanda memahami kata-kata sahabatnya ini.
" Gue paham maksud lu Fon." Batin Vania.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Abila dibuat sibuk oleh kantornya, sampai tidak sempat pulang ke rumah.
" Bakalan begadang lagi nih." Ucap Abila menatap jam dinding.
Abila benar-benar menggila akhir-akhir ini dengan pekerjaannya, bagaimana tidak proyek yang ia kerjakan bersama PT.Nawastar Official menguras waktu dan tenaga.
" Saya benar-benar tidak habis pikir, proyek ini sangat menyita waktu. Tapi gak papa, keuntungan yang di dapat juga besar." Batin Abila sambil memijat alisnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sahara juga cukup sibuk membantu Papanya di kantor, Sahara sebenarnya sudah punya pacar yang bekerja sebagai pengusaha. Tapi sayang hubungan itu kandas, sebab Sahara lebih memilih melanjutkan kuliah di Romania.
" Baguslah Ra, saya hanya ingin kamu mengejar cita-cita selama belum terikat. Ngapain kamu ikutin kemauan mantan pacarmu, jadilah dirimu sendiri." Ucap Author gabut.
" Ahh elo Thor, bukannya elo yang bikin cerita." Jawab Sahara.🤔🤔🤔🤔
" Hehehehehe." Author Somplak ini mahh.😂😂😂
" Sahara." Panggil Taufan.
" Iya Pa." Sahut Sahara didepan layar.
" Ini sudah sangat malam, kita gak usah pulang yah nginep di kantor aja." Ucap Taufan.
" Iya Pa, kalau gitu Sahara harus menyelesaikan ini biar cepat istirahat." Ucap Sahara.
" Iya, tapi jangan terlalu memaksa yah." Ucap Taufan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pertemuan keluarga Atmaja dengan keluarga Ranoya, disebuah Restoran yang mewah sedang berlangsung.
" Tuan Qaza, lama sekali kita tidak bertemu dan makan bersama seperti ini." Ucap Tuan Ranu.
" Saya juga Tuan Ranu, sangat tidak menyangka putra putri kita bertemu dalam titik untuk menyambung ikatan yang lebih dalam." Ucap Tuan Qaza.
" Ini sebenernya apaan sihh, apa acara lamaran yah." Batin Lili.
" Ouh ya, Nak Awan tante senang lho? Kamu ternyata yang dekat sama anak saya, senang saya lihatnya." Ucap Qila.
Awan dan Lili saling pandang, lalu tersenyum.
" Ahh tante bisa aja." Jawab Awan malu-malu kucing.
" Heheh, anak saya kayaknya malu deh." Ucap Dila.
" Hahahaha." Mereka semua tertawa ria.
Berbeda dengan Lili yang merasa di acuhkan, Lili sangat kesal.
" Pa, Ma, Lili ke toilet dulu yah." Ucap Lili.
" Ouhh iya sayang, jangan lama-lama yah." Ucap Qila.
Lili pun pergi ke toilet.
" Itu tadi adik kamu yah." Tanya Awan berbisik.
" Iya, Lili namanya." Ucap Luna.
Hampir 15 menit Lili, di toilet tapi belum kembali juga dan itu membuat Qila gelisah.
" Lili kemana yah, kok belum balik." Batin Qila sambil melirik ke arah toilet.
__ADS_1
Bersambung...
Tinggalkan jejak kalau kalian suka ceritanya yahh.