MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 75


__ADS_3

Luna dan Awan membagikan brosur pencarian Lili.


" Pak boleh nanya." Tanya Luna kepada bapak-bapak yang lewat.


" Iya dek ada apa?" Tanya bapak itu.


" Bapak lihat adik saya yang ini." Ucap Luna menunjukkan brosur yang ada foto Lilinya.


" Wahh maaf dek, saya gak lihat." Sahut bapak itu.


" Ya sudah Pak, terimakasih? Ouh ya Pak, tolong share brosur ini juga yahh." Ucap Luna dengan wajah yang sedih.


" Iya dek." Ucap Bapak itu dengan mengambil brosur di tangan Luna.


Sedangkan Awan masih membantu Luna membagi brosur, Luna berjalan sedikit lesu sudah 2 hari ini Lili tidak bisa di lacak.


" Kita istirahat dulu yahh." Ajak Awan pada Luna.


" Lihat, kamu kecapean." Ucap Awan lagi.


" Tapi Lili belum ketemu." Ucap Luna.


" Kuatkan dulu badan, biar nanti mencari Lili makin mudah." Bujuk Awan yang tidak tega melihat Luna yang sempoyongan berjalan akibat kurang makan dan istirahat.


Luna mengangguk.


" Iya mas." Sahut Luna.


**


Di rumah Abila, Naawa sedang menonton tv malam yang indah tapi sunyi membuat Naawa bosan.


" Bagaimana keadaan perusahaan Kak." Tanya Naawa pada Dani di telpon.


" Lancar-lancar aja Dek, memang kenapa?"


" Kak Dani sibuk gak?"


" Ya iyalah Kakak sibuk, kan Kakak yang ngurus perusahaan kamu. Emang kamu ada apa?"


" Gak papa kok, kalau Kakak sibuk aku gak jadi."


" Eh eh.. emang ada apa? Kakak dengerin kok, ayo cerita ada apa?"


" Apa tidak mengganggu Kakak? "


" Ahh kamu ini, seperti tidak mengenal Kakak kamu yang ini."


" Ahahahah." Naawa tertawa kecil.


" Terus apa, ayo cerita." Bujuk Dani lewat telpon.


" Ya sudah.. kalau Kak Dani maksa mahh."


" Hihi.. harus gitu dong, pokoknya Kakak kamu yang ganteng ini harus tau semua permasalahan kamu? Ok, siap."


" Iya Kak, Naawa ngerti kok."

__ADS_1


" Ayo cerita?"


" Kak Dani ingat sama David."


" David yahh, David coba Kakak ingat dulu. Ouhh ya, David itu kan eee .. yang kamu suruh Kakak buat nolong dan nampung dia. Tumben kamu nanyain dia, memangnya kenapa." Dani masih belum tahu tentang kabar David bunuh diri.


" Dia bunuh diri Kak."


" Hahh." Ucap Dani dengan kaget.


" Ishhh Kak Dani jangan teriak-teriak, deket speaker lagi." Celetuk Naawa.


" I..iya iya Kakak cuma kaget aja, kok bisa dia bunuh diri."


" Kalau Kakak mau tau, nanti ku ceritakan di rumah."


" Kenapa gak sekarang aja sihhh." Rengek Awan.


" Gak bisa Kak, aku lagi ada di rumah."


" Haduhh.. padahal Kakak penasaran lho."


" Ya udah Kak, udahan dulu yahh bye." Putus telpon Naawa.


Tut tut..


" Aishh nih anak, suka banget main matiin aja padahal belum selesai ngomong." Gerutu Dani.


**


Dito tidak pernah menyangka persahabatan yang begitu erat, hanya sampai di sini. Dito masih ingat kenangan mereka yang begitu hangat, sulit untuk dilupakan.


" David, kenapa lo lakuin hal sebodoh itu. Apa lo punya masalah, tapi kenapa lo gak pernah cerita sama gue. Tau gak lo? Gue kesepian gak ada lo, Denis juga gak ada? Gue bingung harus ngapain, lo berdua sahabat gue." Ucap batin Dito, tanpa dia sadari air matanya jatuh.


Dito kemudian membuka lemari kecilnya yang berada di samping tempat tidur, pelan-pelan dia membuka pintu lemari itu.


Dalam lemari itu ada banyak foto yang di simpan Dito, salah satunya foto mereka dengan Divanna.


" Foto ini, foto yang penuh kenangan bahagia dan buruk. Bahagia bisa Camping bareng, dan buruk karena kehilangan seseorang." Ucap Dito sambil memandang foto itu.


Sebenarnya dulu Dito menyukai Divanna, tapi Divanna malah menyukai David. Cinta monyet mereka sangatlah rumit, cinta bertepuk sebelah tangan.


**


" Papa Mama, malam ini Sisil tidur sama kalian berdua yah." Ucap Sisil kepada kramg tuanya.


Eza dan Hila yang mendengar keinginan anaknya itu tersenyum, kemudian Hila menjelaskan.


" Sayang..." Ucap Hila sambil memangku Sisil.


" Sisil sekarang udah mulai besar, jadi harus belajar mandiri salah satunya tidur di kamar Sisil sendiri."


" Tapi Sisil takut Ma."


" Gak papa kok, asal Sisil berdoa sama Allah meminta perlindungan darinya."


" Sisil hapal kan doa mau tidur." Ucap Hila lagi.

__ADS_1


" Hapal dong Ma.. masa gak hapal, kan sudah di ajarin sama Mama." Ucap Sisil.


" Wihh pinternya anak Papa." Sela Eza yang dari tadi memperhatikan anaknya.


" Iya dong, Sisil pasti pinter kan selalu di ajarin sama Mama."


" Nahh gitu dong, Sini Mama dan Papa antar Sisi ke kamar yang cantik dan lucu seperti Sisil." Ucap Hila juga.


Akhirnya Sisil mau ke kamarnya sendiri, itu berkat penjelasan dan kasih sayang orang tua.


Eza dan Hila menutup pintu kamar Sisil yang sudah tidur pulas, mereka pun juga masuk kamar. Di dalam kamar, Hila dan Eza mengobrol santai menunggu tidur.


" Mas, gak terasa yahh kehidupan kita makin hari makin baik aku jadi sangat bersyukur." Ucap Hila memulai obrolan.


" Iya.. aku juga masih tidak menyangka? Kehidupan kita bisa dikatakan jauh lebih baik dari yang dulu, itu berkat Naawa."


" Kalau mendengar nama Naawa, aku tidak ingin ada laki-laki yang menyakitinya. Aku tidak rela mas, Naawa sudah aku anggap sebagai adikku sendiri."


" Iya, mengingat kebaikannya selama ini."


" Ouhh ya, bagaimana kabarnya sekarang? Dia sudah lama tidak berkunjung kesini mas, sama siapa itu temannya yang dulu pernah ikut kita ke mall." Ucap Hila mengingat teman Naawa.


" Siapa yahh, aku juga lupa." Sahut Eza yang juga sudah lupa.


" Ya sudahlah mas, nanti besok kita hubungi Naawa." Ucap Hila.


" Iya ini juga sudah malam, sebaiknya kita tidur."


" Iya."


Mereka berdua pun tidur dalam balutan selimut, yang menyatukan mereka dalam kehangatan yang hakiki.


**


Chloe sangat ingin menghancurkan Naawa, baginya hanya dirinya yang boleh di sanjung di sekolah. Dia sangat haus akan pujian, tidak sedikit dia membuat banyak orang sakit hati karena mulut dan sikapnya.


Mika dan Ibunya, adalah saksi kebengisan dan kejahatan yang dilakukan Chloe. Makanya Chloe dan Ibunya berhenti bekerja, karena tidak tahan.


" Pokoknya gue harus bisa? Gue harus bisa menjatuhkan Naawa, gue gak mau dia merebut semua yang gue miliki gue gak mau." Ucap Chloe di dalam kamarnya mondar-mandir.


" Tapi.. dia kan kaya banget orangnya, pasti banyak pengawal yang jaga dia. Ahhhh, pokoknya gue harus cari cara supaya Naawa tidak lagi sekolah di situ." Ucap Chloe dengan senyum jahatnya.


**


Mika sedang merawat Ibunya di rumah, kalau malam dia menyempatkan untuk merawat Ibunya.


" Mik.. sudah sayang, lebih baik kamu istirahat. Nanti kamu sakit loh, besok kan kerja." Ucap Ibunya Mika yang mengkhawatirkan keadaan anaknya ini.


" Gak papa kok Bu, bos Mika yang sekarang tidak sejahat yang dulu." Sahut Mika yang sambil memijat tubuh Ibunya.


Ibunya pun tersenyum memandang wajah anaknya yang tidak bisa di bohongi karena lelah.


" Sudah sayang.." Ibu itu memegang tangan Mika.


" Ibu.." Pandang Mika ke arah Ibunya ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2