
David sangat berterimakasih kepada Dani yang sudah mau menolongnya.
"Iya sama-sama,"Kata Dani.
"Ya sudah ka,aku sebaiknya pergi dulu."Kata David yang ingin pergi.
"Ettss tunggu sebentar,kamu mau kemana.?Tanya Dani.
"Aku mau cari tempat tinggal kak,"Jawab David.
"Emang kamu mau tinggal dimana,"Tanya Dani.
David hanya terdiam,dan Dani mengerti.
"Kamu tinggal aja dulu disini, selesaikan dulu masalah kamu."Kata Dani.
Sebenarnya Dani sudah tahu masalah David,dariku tapi aku menyuruhnya untuk menampung anak sialan itu dulu dirumahnya.Aku ingin tahu,bagaimana dia bertanggung jawab dengan masalahnya.
"Tapi saya gak enak kak,"Kata David lagi yang tidak enakan.
"Tidak usah sungkan,anggap saja ini rumah kamu.Lagian saya juga jarang ada dirumah ini,karena sibuk dengan pekerjaan saya."Kata Dani.
David akhirnya menerima tawaran itu,dia sangat berterimakasih.
"Terimakasih kak Dani,sudah membantuku."Kata David dengan tulus,"Baik sekali orang ini,andai aja gue punya abang pasti bakalan seru."Batin David.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi yang cerah ini,aku dirumah hanya baring-baring saja.Aku mencoba untuk jalan-jalan dirumah saja,karena ingin meregangkan otot-otot yang pada kaku semuanya.
"Sayang,kamu lagi ngapain."Tanya Abila.
"Lagi olahraga aja mam,badan Naawa semua rasa kaku."Kataku pada mami.
"Tapi jangan terlalu lama,habis itu istirahat.Dan mandi pakai air hangat,mami udah siapin obat dikamar kamu."Jelas mami yang sangat deatil.
"Iya mam,"Sahutku.
"Ya sudah mami berangkat kerja dulu yah,"Kata mami.
Setelah mami pergi,Lili pun datang.
"Pagi Wa,"Sapa Lili.
"Pagi juga Li,"Sapaku kembali.
Lili aku suruh duduk.
"Kapan lo sekolah lagi Wa,"Tanya Lili.
"Kalau aku sudah benar-benar sembuh,"Kataku pada Lili.
"Yahhh,lama dong."Kata Lili mengerucutkan bibirnya yang **** itu.
"Bibir kamu **** juga yah Li,"Godaku pada Lili.
"Ishhh,apaan sih lo Wa."Sebal Lili.
Aku hanya tertawa kecil.
"Ouh iya Wa aku lupa,"Kata Lili sambil memberikan keranjang buah yang segar lagi besar.
"Buat lo,biar cepat sembuh."Kata Lili lagi.
"Ya ampun Li,kamu gak usah repot-repot bawain buah-buahan segala."Kataku dengan Lili.
"Ya gak papa kali Wa,sekali-kali gue pengen bermakna dimata lo."Kata Lili.
"Hehe,"Aku tertawa kecil.Lalu menunjukkan ke arah dimana buah pemberian kak Ara dan om Taufan,serta teman-teman kolega bisnis mami.
"Bukan itu maksudku,itu aja yang dikasih mereka semua masih numpuk belum aku makan."Kataku pada Lili.
Lili pun melihat ke arah yang aku tunjuk,betapa terkejutnya dia.
"Ya ampun Wa,ini serius pemberian orang yang jenguk lo."Kata Lili.
"Iya,"Jawabku.
"Gila,sumpah ini banyak banget dah kayak toko buah tau gak kamar lo."Kata Lili.
"Hehehe."Aku terkekeh mendengar kata Lili.
__ADS_1
Aku melihat jam di dinding.
"Kamu gak berangkat sekolah Li,"Kataku mengingatkan Lili.
"Emang sudah jam berapa."Sahut Lili enteng.
"Itu,"Tunjukku pada jam dinding.
Ting ...
Jam itu menunjukkan pukul 07.05.
"Astaga..."Teriak Lili.
Aku yang melihat pun kaget.
"Kamu kenapa?"
"Gue telat Wa,hari ini ada latihan matematika aduhh mana guru matematikanya killer lagi."Kata Lili panik.
"Ya udah sekolah lo berangkat gih, daripada telat nanti."Kataku yang sedikit menakuti Lili.
"Ihhh apaan si Wa,ya udah aku berangkat dulu yahh."Kata Lili yang kemudian pergi.
"Bye Wa,dadachhh."Kata Lili melambaikan tangannya lalu pergi.
"Daaaachhh,"Balasku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Awan yang ditolong oleh Luna pun akhirnya sadar juga.
"Mas akhirnya sadar juga,"Kata suster yang menjaga Awan.
"Saya ada dimana,?"Kata Awan.
"Mas ada dirumah sakit,tadi dokter Luna yang bawa mas kesini."Jelas suster itu.
"Dokter Luna,"Gumam Awan pelan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disekolah seperti biasa,Dito dan Denis saling bertemu.
"Gue ada banyak urusan,"Jawab Denis.Yang pergi begitu saja.
"Kenapa lo berubah Den,gua kayak gak kenal lo lagi."Batin Dito.
Sedangkan Denis yang masih jalan terus merasa salah pada Dito.
"Maafin gue Dito,gua gak ada maksud buat cuekin lo.Tapi gue kecewa ama lo,karena lo sudah bela David."Batin Denis.
Vania dan Foni menghindari Sinta,karena berita yang kemarin.
"Hay kalian berdua,"Sapa Sinta.
Namun Foni dan Vania malah berlalu gitu aja tanpa membalas sapaan Sinta.
"Kenapa mereka berdua begitu padaku,"Kata Sinta sedih.
Saat Sinta berjalan, tiba-tiba ada murid lain yang menabrak pundak Sinta tanpa sengaja.
"Aawww,hati-hati dong kalau jalan."Kata Sinta.
"Ehhh maaf yah,gue gak sengaja sekali lagi gue minta ma.Ouhh ternyata lo,anak pembunuh."Kata murid itu,yang awalnya ingin minta maaf,Seketika menghina Sinta karena berita viral tentang papa kandungnya.
"Lo ngomong apa tadi,"Kata Sinta yang tidak suka dengan ejekan anak pembunuh.
"Ouhh kurang keras tadi yahh,upss maaf anak pembunuh."Ejek murid itu.
Plak,satu tamparan mendarat di pipi mulus murid itu.
"Lo,"Kata murid itu seraya menunjuk Sinta dengan emosi.
"Apa,"Sahut Sinta yang puas menampar murid itu.
"Awas aja lo yahh,gue bakalan bikin lo tersiksa disekolah ini."Ancam murid itu,lalu pergi.
Sinta masih menahan emosinya, menghembuskan nafas naik turun secara kasar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Besok gue harus sekolah,gue harus ngomong ke Denis langsung dan jelaskan semuanya."Batin David.
David keluar dari rumah,dan melihat deretan motor mewah yang berjajar di garasi.David memutuskan untuk memakai motor milik kak Dani,David memilih motor yang warna merah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku merasa bosan di rumah,aku ingin jalan-jalan.
"Pak Dadang,"Panggilku.
Pak Dadang pun datang,setelah ku panggil.
"Iya ada apa Non,"Sahut Pak Dadang.
"Saya mau jalan-jalan pak Dadang,bosen saya dirumah terus suntuk."Kataku.
"Ya sudah Non Muda,pak Dadang siapkan dulu mobilnya."Kata Pak Dadang,ramah dan sopan.
"Iya,"Sahutku.
Pak Dadang menyiapkan mobilnya di garasi,aku pun turun.
"Maaf Pak Dadang,untuk jalan-jalan saya ingin mobil Bentley aja."Kataku.
Mobil Bentley.
"Benarkah Non Muda,ya sudah saya ambil dulu mobilnya yah."Sahut Pak Dadang.
Pak Dadang pun memasukkan mobil Lamborghini ke dalam Garasi.
"Silahkan Nona Muda,"Kata Pak Dadang yang membukakan pintu mobil untukku.
"Terimakasih Pak Dadang,"Kataku sambil tersenyum.
"Senyum Non Muda ternyata manis juga,"Batin Pak Dadang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kantor Abila sangat sibuk dengan tumpukan berkas-berkas yang ada dimejanya.
"Banyak sekali pekerjaan hari ini,ahh tidak mungkin sampai bulan depan."Gumam Abila pelan.
"Ouhh iya aku belum kasih kabar sama Naawa,"Kata Abila yang menelpon Naawa.
Tut...
Tut...
Tut...
Tut...
Handphone ku berdering,aku ambil hape dan ku lihat ternyata mama lagi nelpon.
"Halo mam,ada apa?" Tanyaku pada mami.
"Halo sayang,kamu lagi apa?Tanya mami.
"Naawa lagi dijalan mam,"Balasku.
"Sama siapa kamu dijalan sayang?Tanya Abila.
"Naawa sama Pak Dadang mam,Naawa bosen dirumah makanya Naawa minta Pak Dadang buat temani Naawa jalan-jalan."Kataku.
"Ouhh gitu,ya sudah tapi kamu harus janji sama mami yah jangan terlalu capek jangan jauh-jauh juga jalannya."Kata mami panjang lebar.
"Iya mam,Naawa tau kok yang penting sekarang mami juga jangan terlalu capek kerjanya yahh."Kataku pada mami.
"Iya sayang,mami pasti istirahat kalau capek."Kata mami.
"Ya sudah mam,Naawa mau lanjut jalan-jalan lagi,"Kataku.
"Iya sayang,ya sudah kamu lanjutin jalan-jalannya yah jangan sampai capek.Daachhh sayang see you."Kata mami.
"Dachhh mami,"Balasku.
__ADS_1
Bersambung...