MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 101


__ADS_3

⭐ Selamat malam jomblo ngenes ⭐


💕💕💕


Malam yang sunyi, seperti hatiku saat ini semoga pembaca gak yahh.


**


Abila sedang menyiapkan makanan, dan tentu makanan yang sehat untuk Naawa.


" Naawa." Panggil Abila.


" Iya Mami, bentar." Sahut Naawa.


" Ayo makan dulu sayang, nanti gak sempet lho kan kamu sekolah zoom." Ucap Abila.


" Iya...Mami, hari ini Naawa boleh jalan-jalan tapi gak ditemani siapa-siapa." Pinta Naawa.


" Kapan."


" Sorean nanti."


" Boleh, tapi.janhan lama-lama yahh."


" Beneran Mi boleh, makasih yah Mi."


" Iya, sudah habisin dulu makannya."


" Iya."


**


Luna sedang menyiapkan makanan di meja, selama Mamanya sakit Lunalah yang menyiapkan makanan untuk Papanya.


" Papa makan dulu, Luna mau suapin Mama dulu yahh Pa." Ucap Luna.


" Iya sayang." Sahut Ranu.


Ranu sangat sedih, karena keadaan keluarganya cukup memprihatinkan.


" Maafkan Papa Luna, gara-gara Papa kalian menderita." Batin Ranu.


Luna membawakan makanan untuk Mamanya, makanan yang harus dimakan Nyonya Qila tidak boleh berminyak dan micin.


" Pagi Ma, waktunya sarapan." Sapa Luna.


" Ehehe.. kamu gak berangkat kerja Lun." Tanya Qila.


" Nanti Ma, jam setengah sembilan Luna berangkat." Sahut Luna sambil menyendok makanan di piring.


" Mama harus banyak makan, biar cepat sembuh." Ucap Luna lagi.


" Aa..." Ucap Luna.


" Mama masih bisa makan sendiri Lun, kamu berangkat kerja biar gak telat." Ucap Qila.


" Gak kok Ma, udah pokoknya Mama tenang aja semuanya aman yang penting Mama lekas sembuh." Ucap Luna dengan lembut.


Qila hanya diam, dia sebenarnya sangat merindukan Lili.


" Luna tau apa yang Mama pikirkan saat ini, tapi sudah banyak cara biar bisa menemukannya tapi tetap saja tidak ada perkembangan." Batin Luna.


**


Pertemuan Tuan Qaza dan Nyonya Dila di pengadilan agama membuat wartawan gempar.

__ADS_1


" Tuan Qaza kenapa anda dan istri bercerai." Tanya Wartawan laki-laki, akan tetapi Tuan Qaza memilih diam dan terus jalan.


Tidak ada bedanya dengan Tuan Qaza, banyak wartawan yang menanyai Nyonya Dila.


" Mohon penjelasannya Nyonya, kenapa anda menggugat Tuan Qaza." Tanya wartawan perempuan.


" Maaf, no comment." Ucap Nyonya Dila kemudian berlalu masuk dan para wartawan dilarang masuk atau meliput.


" Mohon maaf semuanya, tolong kalian jangan masuk ini atas kenyamanan kita semua." Ucap satpam.


" Yahh gak asih, huuhhh." Ucap para wartawan meneriaki petugas.


**


Dea yang sudah pindah ke kalimantan saat menonton tv, terkejut melihat berita perceraian Qaza dan Dila.


" Ya allah, mereka berdua ternyata...?" Ucap Dea.


" Ternyata mereka berdua cerai, tapi kenapa? Astaghfirullah, aku gak boleh ikut campur masalah orang lain." Sambung Dea sambil beristighfar.


***


" Ada apa, Rhumi. Tidak biasanya kamu mengumpulkan kami, apa ada yang mengganggu." Tanya Zora.


" Ouhh ya, Dani dan Feli tidak ikut." Sahut Sima.


" Tidak apa, mereka sibuk menyiapkan pernikahan mereka jangan dibuat cemas." Sahut Rhumi.


" Lalu... apa yang ingin kamu bicarakan." Tanya Zora.


" Apa kalian masih ingat Mafia Starlight." Tanya Rhumi.


" Starlight, bukankah mereka sudah kita kalahkan." Sahut Zora.


" Seingatku Mafia itu sudah kita kalahkan, memangnya kenapa." Tanya Sima.


" Apahhh." Ucap Zora dan Sima bersamaan.


" Kapan itu terjadi, kenapa kamu tidak memberitahuku." Ucap Zora cemas.


" Iya Rhumi, kenapa kamu tidak memberitahu kami." Sambung Sima.


" Itu sudah berlalu, lupakan saja. Nahh, untuk sekarang ini cukup sulit Rajo berniat menghancurkan pernikah Kak Dani dan Kak Feli." Ucap Rhumi.


" Kurang ajar." Sahut Zora.


" Berani sekali mereka." Ucap Sima juga.


" Yang pasti, makanan para mempelai dan tamu undangan benar-benar di awasi dengan ketat bahkan yang lainnya pun tidak boleh ada yang terlewat sedikit pun." Ucap Rhumi.


" Kalau perlu, kita akan berjaga dan kita harus memeriksa setiap tamu undangan yang datang." Usul Zora.


" Ya, aku setuju." Sahut Sima kepada suaminya.


" Tidak perlu." Ucap Rhumi.


" Kenapa? Apa ada yang salah dengan rencana Kakak, apa kamu punya rencana lain." Tanya balik Zora.


" Aku akan menyuruh para anggota menyamar menjadi beberapa tamu undangan dan pelayanan tamu, itu akan memudahkan kita untuk mencari tahu. Kalau kita memeriksa setiap undangan datang, mereka pasti akan mengubah rencana dan lebih waspada anggap saja mereka tidak tahu jika kita mengetahui rencana mereka." Ucap Rhumi.


" Ouhh, baiklah sepertinya itu ide yang bagus." Ucap Zora.


" Aku setuju." Ucap Sima.


" Tapi apa Dani dan Feli mengetahuinya." Tanya Zora.

__ADS_1


" Mereka berdua tidak tahu, sebaiknya tidak perlu tahu. Aku tidak ingin merusak momen kebahagian mereka, biarkan saja mereka menikmatinya. Ahh kalau perlu, buat sebuah ruangan secara diam-diam di hotel itu." Ucap Rhumi.


" Itu mudah saja, serahkan saja padaku." Sahut Zora.


" Ya sudah, aku tidak bisa lama-lama." Ucap Rhumi yang mau pulang.


Mereka berdua mengangguk.


**


" Sah, tok tok tok." Ucap hakim lalu mengetuk palu 3 kali.


Degg..


" Aku.. aku dan Dila resmi bercerai, aku sudah habis gak punya bukti apa-apa lagi untuk membela." Batin Qaza.


" Hari ini aku resmi menjanda, dan aku tidak ingin disakiti lagi." Batin Dila.


" Sakit banget rasanya harus berpisah seperti ini, aku bahkan belum bertemu anakku Rhumi." Batin Qaza menyesali semuanya, kemudian Qaza memandang Dila.


" Dil, aku gak nyangka sakit hati kamu kamu gerakkan menjadi sebuah perceraian. Aku memang lelaki bodoh dan tidak bersyukur, bisa-bisanya aku mengkhianati istri sebaik kamu." Batin Qaza.


Begitu juga dengan Dila yang memandang Qaza, hatinya sedikit lega karena sudah lepas dari ikatan pernikahan yang menyimpan kebohongan dan pengkhianatan.


" Andai, andai kamu tidak berbohong dan mengkhianati aku mas ini tidak akan terjadi. Laki-laki yang aku kagumi dan hormati yang ku sebut suami, tega main belakang dengan aku." Batin Dila.


" Aku minta maaf Dil, aku minta maaf." Batin Qaza.


" Terlepas dari semua kejadian, aku akan berusaha memaafkanmu mas." Batin Dila.


Mereka berdua saling tatap dan berpaling, sampai batas yang ditakdirkan mereka pulang.


**


Yato tidak menyangka, perusahaan yang dia kelola dengan bangga bahkan uang yang dia investasikan di perusahan F.G mengalami bangkrut.


" Ini, ini tidak mungkin uang yang aku investasikan 950 Milyar ludes." Ucap Yato tidak percaya.


" Kyakkkk..." Teriak Yato sampai melempar benda-benda yang didekatnya, teriakan Yato didengar orang-orang diluar.


" Dia pasti depresi karena sudah bangkrut."


" Itu karma baginya, karena sudah banyak menyakiti orang apalagi anak gadisnya itu sangat sombong."


" Itu memang pantas untuknya."


" Keluarga angkuh macam mereka, aku gak ada kasihan sama sekali."


" Ehh kamu tau gak, pelayan yang dulu kerja di rumah dia sangat menderita bahkan suami pelayannya itu dibunuh sama dia."


" Ihh ngeri, kalau begitu dia pembunuh dong."


Itulah beberapa cibiran orang tentang Yato Aslam.


" Diam kalian semua, kalian pikir Siapa hah." Bentak Yato yang jengah dengan cibiran.


**


💕 *Selamat membaca pembaca yang budiman 💕


💓💓💓


💞 Bersambung 💞


💓💓💓

__ADS_1


#Bye#


💓💓💓*


__ADS_2