
~ SELAMAT SIANG~
💓💓
**
Rhumi melihat jam di tangannya, dia ingin pulang takut pengawal Maminya curiga.
" Mama, Rhumi pulang dulu yahh." Ucapku pada Mama.
" Sayang.. baru aja sebentar kita bertemu, masa kamu mau pulang." Ucap Mama sedih.
" Ma, bukan begitu? Tapi untuk sekarang, pertemuan kita berdua rahasia. Rhumi janji deh, nanti.. Rhumi cari rumah buat Mama tinggal berdua sama Rhumi." Bujuk Rhumi pada Mamanya.
Awal mulanya Mama Dila keberatan, tapi demi anak dia menyetujui usulan Rhumi.
" Baiklah." Sahut Mama Dila.
Aku mencium pipi Mama, dan memberikan nomor handphone.
" Kalau ada apa-apa, panggil Rhumi yahh." Ucapku sebelum pamit.
Mama Dila mengangguk pelan, dia sebenarnya sangat berat melepaskan Rhumi.
**
Aku menelpon pengawal untuk menjemputku di taman, seperti biasa aku berpura-pura kelelahan. Sebuah mobil hitam datang mendekatiku, mereka menunduk hormat padaku.
" Ayo masuk, Nona Muda." Ucapnya.
" Iya." Sahutku.
Sampai di rumah, aku mandi air hangat dan memakai baju yang aku sukai sebagai Rhumi.
Aku mulai mencari rumah yang dekat dengan sekitar sini, ternyata ada di samping rumah Mami. Aku menghubungi pemilik rumah itu lewat email, dan tersambung.
" Dengan hormat, nama saya Rhumi. Saya tertarik dengan rumah anda, apa anda mau menjual kepada saya." Pesan terkirim lewat email.
Sudah dalam pembicaraan serius, orang itu menjual rumah kepada saya 100 milyar.
" Deal." Pesan terkirim untuk menjawab email.
Setelah lama, akhirnya rumah itu menjadi milikku bahkan pemilik itu nantinya akan memberikan kunci secepatnya. Karena aku membayar rumah itu setelah kunci rumah ada di tanganku.
" Semoga dengan ini, pertemuanku dengan Mama makin mudah." Gumamku pelan.
**
Denis sampai ke rumah, dia meminta maaf telah membuat semuanya kacau.
" Denis." Ilham sedikit kaget dengan kedatangan Denis.
" Papa." Ucap Denis lirih.
__ADS_1
" Darimana aja kamu Denis." Tanya Kamila.
" Banyak yang Denis lalui Ma, Denis gak bisa cerita. Tapi Denis, sedih tentang kematian David." Ucap Denis sedikit ragu tapi dia tetap mengungkapkan kesedihannya.
" Memangnya kamu tau darimana? David meninggal, terus selama ini kamu kemana." Tanya Kamila beruntun.
" Sabar Kamila.." Ilham memperingatkan Kamila, untuk sabar.
" Aku penasaran mas, cepat jelaskan Denis." Pinta Kamila.
Dengan sangat berat, Denis menceritakan semuanya dari awal bertengkar dengan David.
" Aku bertengkar dengan David Pa, Ma, aku benci dia karena itu Denis tidak pernah lagi berhubungan dengan David."
" Karena apa." Tanya orang tua Denis kompak.
" Divanna." Sahut Denis singkat.
" Denis, kenapa harus Divanna." Tanya Kamila sedikit kaget.
" Apa maksudnya ini, Denis." Ucap Ilham yang mulai serius.
Denis menatap wajah orang tuanya yang sudah memasang muka serius, dan menyeramkan.
" Divanna meninggal karena David." Ucap Denis menutup matanya, karena dia takut melihat ekspresi wajah orang tuanya.
" Apa." Teriak mereka bersamaan sambil berdiri.
" Apa yang kamu bicarakan Denis, apa maksudnya ini." Ucap Kamila dengan berteriak.
" Denis juga baru tau, David sendiri yang jujur. Makanya Denis marah sama David, berhari-hari Denis tidak pernah bicara sama David sahabat Denis. Tapi apa? David memilih bunuh diri, saat terakhirnya dia meminta maaf sedalam-dalamnya. Mungkin ini, dia membayar nyawa Divanna dengan nyawanya sendiri. Tapi Denis sadar Ma.. Pa.. itu semua bukan kesalahan David sepenuhnya, tapi itu kecelakaan." Ucap Denis sesegukan.
Ilham dan Kamila hanya diam, mereka berusaha mencerna penjelasan Denis.
**
" Untuk apa kamu kesini." Dengus Mama Dea kepada seseorang.
" Aku hanya ingin tahu kabarmu, setelah kematiannya aku juga berhak tau dimana anakku." Ucap orang itu.
" Cihhh.. setelah kamu menikah dengannya dan punya dua anak, kamu lupa dengan aku. Bahkan kamu membiarkan aku menikah dengan Agie pria yang paling aku benci, tapi dia bisa menjadikan aku ratu meskipun dengan cara yang salah." Sahut Mama Dea.
" Jangan pernah kamu menyebut nama b*jing*n itu lagi, aku mau muntah mendengarnya." Sahut pria itu.
" Kenapa? Kau cemburu, dengan sikap b*ncimu itu kamu cemburu sama aku. Jangan serakah kamu, sampai kapan pun aku dan anakku tidak akan pernah mengharapkan kamu kembali." Ucap Mama Dea dengan lantang.
" Sampai kapanpun kau itu milikku dan juga Sinta, dia membutuhkan aku sebagai Ayahnya.
" Jangan egois kamu!" Ucap Mama Dea.
Pria itu mendekati Dea, dia memeluk Dea dengan paksa.
" Kamu mau ngapain, pria br*ngs*k kamu lepaskan aku." Berontak Dea dengan perlakuan pria itu.
__ADS_1
Pria itu tanpa malu melepaskan jaznya, lalu celananya juga dilepasnya. Melihat itu, Dea mau keluar dari kamar tapi belum sempat Dea keluar dia sudah di tangkap oleh pria itu.
" Lepaskan aku br*ngs*k, jangan macam-macam kamu." Teriak Dea.
Dengan cepat pria itu membungkam mulut Dea dengan mulutnya, tangannya sangat aktif untuk melepas semua baju Dea. Dengan lincah pria itu meremas buah d*d* Dea yang masih mungk*l, Dea terus memberontak.
Tapi apalah daya, Dea hanya perempuan yang tak berdaya. Kekuatannya berbeda dengan pria itu, Dea mulai mendesah karena pria itu mengemut put*ingnya dengan sangat lembut seperti anak kecil.
" Hmmm, apa yang kamu lakukan mas. Gila kamu, ahh." ******* Dea makin terdengar pria itu, lalu makin berani tangannya menelusuri puncak surgawi yang dimiliki seorang wanita.
Dea hampir kehabisan nafas, karena mulutnya dipenuh oleh pria itu. Dengan nafas tersengal, dan hanya pasrah apa yang dilakukan pria itu.
Pria itu mengangkangkan kaki Dea, lalu menjilatinya dengan buas layaknya singa jantan yang kelaparan.
" Hmm..uhhh…" Erang Dea tidak tahan dengan sentuhan surgawinya, apalagi di jilati seperti itu.
Dengan mantap, pria itu memasukkan miliknya.
" Ahhh.. Dea kau sangat mantap, kau harus menjadi milikku hah tidak boleh ada yang memilikimu selain aku." Teriak pria itu.
Dea semakin mengerang nikmat, dia sangat tidak percaya tubuhnya dijamah oleh laki-laki yang memperkosanya dulu.
Mereka berdua kelelahan sampai tertidur tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka, tanpa disadari adegan panas tadi direkam kembali oleh anggota.
**
Reani, kondisinya memburuk bahkan dia tertawa sendiri sesaat kemudian menangis.
" Ahahahahahaha..hiks..hiks.. David hiks.."
Kusuma sudah tidak tahu lagi, harus berbuat apa?
" Apa yang harus saya lakukan, Reani dia kabur dari rumah sakit jiwa. Saya tidak bisa, dia harus sembuh." Batin Kusuma.
Sebenarnya Reani pernah di rawat di rumah sakit jiwa, tapi baru dua hari dia kabur. Banyak anak buah yang di kerahkan Kusuma, untuk mencari Reani. Tapi untunglah, Reani masih bisa ditemukan.
" David, luka yang kau goreskan kepada kami begitu dalam. Kamu lihat sekarang, Mama kesayangan kamu kehilangan akalnya." Batin Kusuma.
**
Malam ini, aku di rumah bersama Mami Abila makan malam.
" Naawa, Mami lihat kamu tidak pernah sekolah lagi. Kenapa? Apa ada yang menggangu kamu, karena tidak biasanya kamu seperti ini." Tanya Abila disela makannya.
Degg..
Jantungku bergetar hebat, tapi aku tidak tau kenapa ini?
" Naawa.." Ucapku gagap.
~SELAMAT MEMBACA~
~BERSAMBUNG~
__ADS_1
💓💓