
~SELAMAT PAGI ORANG BAIK~
💓💓💓
**
Naawa masih di rumah sakit , dia memberi pesan pada anggota mafia.
📃” Sembunyikan David.”
Itulah perintah sang Queen.
Karena besok Naawa baru boleh pulang, ia memutuskan untuk bermain laptop.
" Hah, kok bisa."Batinku.
” Anehh, aku seperti mengenal kedua orang ini tapi dimana?
" Mereka ini .." Kemudian aku ingat mereka adalah orang yang ada 12 tahun yang lalu, mereka yang sudah membunuh kakek dan mencelakaiku.
" Sial jadi mereka mulai bergerak." Aku mengumpat mereka.
Aku ingat mereka adalah Agi dan Dea, orang tua kandung Sinta.
" Jadi mereka menyuruh anggotaku untuk membunuh Tuan Qaza." Batinku.
Kemudian aku membalas Zora dan yang lainnya.
📃" Tidak usah diterima, masalah dia biar saya yang urus. Kalian hanya menunggu perintahku saja, dan ingat tinggikan harga dengan begitu mereka berdua akan mundur.
Zora dan anggota yang lainnya membaca pesan dari Sang Queen .
" Kalian tau apa yang harus kita lakukan." Ucap Zora
" Iya Tuan." Ucap para anggota, lalu semuanya pergi.
" Zora, kenapa Sang Queen sendiri yang ingin mengurus kedua orang ini." Tanya Sima.
" Entahlah, yang pasti mereka berdua tidak akan selamat jika Sang Queen sendiri yang mengurus."
" Kamu benar."
Naawa tidak habis pikir saat dia dirumah sakit akan banyak masalah, dia harus segera pergi dari rumah sakit ini.
Saat aku ingin melepas semua alat yang menempel di tubuhku, tiba-tiba ceklek pintu terbuka dan melihat sosok seorang wanita yang sebaya dengan Mami tapi kelihatan sangat angkuh.
Wanita itu masuk lalu berkata :
" Apa kamu ingin keluar anak manis." Ucapnya
Aku melihat disekeliling ruangan ternyata ada cctv, aku memanfaatkan cctv untuk mengelabui Mami dan yang lainnya nanti.
Aku mengangguk dan orang itu kembali berkata :
" Mau ikut tante."
" Kemana?"
" Kerumah kamu dong, tante kan teman Mami kamu disuruh jemput katanya."
Aku berpura-pura polos.
" Tapi Mami bilang, aku tetap disini." Sengajaku memancing wanita ini.
" Itu kan tadi, kalau sekarang berubah lagi."
" Tapi...?
" Udah kamu mau ikut atau gak?"
Aku mengangguk, kemudian wanita itu melepas semua alat yang menempel di tubuhku.
Aku terus mengikuti wanita itu, benar dugaanku? Ternyata dia tidak lewat depan rumah sakit, tapi belakang.
Dan saat keluar aku melihat Mami dan Sahara, tapi ternyata wanita ini melihat juga dan dia mempercepat jalannya.
" Tante kok, kita lewat belakang kenapa gak lewat depan aja."
" Mobil tante ada dibelakang, ayo cepat jalannya sedikit."
__ADS_1
" Ouhhhhh." Aku pun menyempatkan mengambil sebuah benda tajam dari rumah sakit.
Aku dan wanita itu masuk mobil, Aku melihat sekeliling.
" Kamu kenapa Naawa."
" Gak papa kok tante."
" Ya udah cepat masuk."
" Iya tante."
**
Mami dan Sahara kemudian masuk ke kamarku dan betapa kagetnya Mami.
" Naawa, dia kemana ? Ucap mami.
" Tante Naawa kemana?" Balik tanya Sahara.
Kemudian Mami memanggil dokter.
" Dokter, dok." Teriak Mami, Dokter pun datang.
" Iya ada apa Bu."
" Anak saya yang di rawat disini mana?" Tanya Abila.
" Lohh bukannya tadi pagi masih ada." Jawab dokter
" Tapi sekarang gak ada dok." Panik Abila.
" Ada apa ini." Tanya seseorang yang tiba-tiba datang.
" Papa." Ucap Sahara.
" Mas Taufan, Naawa mas gak ada." Panik Abila.
" Iya Bill, iya kamu tenang dulu."
Taufan adalah Kakak sulung dari Abila sekaligus Papa dari Sahara.
" Iya Pak, termasuk dalam ruangan anak ibu Abila."
" Kita bisa melihat rekamannya dok."
" Bisa Pak."
Abila, Sahara, dan Taufan ke ruangan untuk melihat rekaman cctv.
" Pak tolong tunjukin rekaman cctv di kamar 75 tadi yahh." Ucap Alastar pada petugas.
" Baik Pak." Petugas itu pun mencari rekaman dan ketemu.
Abila sangat antusias melihat rekaman itu, betapa kagetnya Abila .
" Dia.. " Ucap Abila tidak percaya.
" Wanita itu." Ucap Taufan yang seperti juga mengenalnya.
" Kayaknya aku pernah melihat wanita ini , tapi dimana yahh?" Batin Sahara.
Bagaimana Abila tidak kaget, karena yang datang ke kamar anaknya adalah orang yang telah membunuh suaminya. Farik!
" Aku harus cari Naawa." Ucap Abila yang sudah sangat panik.
" Bil, kamu tenang dulu yahh kita pikirkan sama-sama yahh." Ucap Taufan.
" Gimana aku mau tenang mas, Naawa dibawa sama orang yang udah bunuh Papinya." Ucap Abila dengan lemas.
" Iya-iya mas tau tapi kita juga harus tenang biar bisa mencari Naawa."
Kemudian Abila ingat dia menempelkan penyadap suara ditubuh Naawa tadi pagi.
" Ouhh iya, sebaiknya aku pasang ini." Abila mengambil benda.
" Itu bukannya penyadap suara Pa." Tanya Sahara pada Papanya.
" Iya Ra, tapi untuk apa? Bil kamu mau ngapain."
__ADS_1
Abila memasang speker supaya yang lain juga dengar dan tersambung.
" Sudah tersambung, kamu dimana nak?" Ucap Abila
Alat yang ditempelkan di baju Naawa aktif, dan kini bisa menyadap suara yang sekarang langsung bisa didengar oleh Abila, Sahara, dan Taufan.
**
Ditengah jalan aku lihat tidak mengarah jalan pulang ke rumah Mami, aku pun pura-pura bertanya?
" Tante kayaknya jalannya salah dehh, kalau jalan ke rumah Mami belok kanan bukan kiri."
" Ya ampun Naawa, ternyata Naawa ditipu." Ucap Sahara
" Naawa." Ucap Abila.
Taufan hanya diam karena ingin fokus mendengarkan pembicaraannya.
Dimobil..
Tapi wanita itu tetap diam, aku kembali memancingnya lagi.
" Tante, kayaknya tante beneran salah jalan dehh ini bukan ke arah rumah Mami.
Aku sengaja memancing wanita ini, karena aku tau pagi tadi saat Mami menciumku. Mami meletakkan penyadap suara ditubuhku.
Kemudian wanita itu tiba-tiba berhenti.
" Tante kok berhenti." Tanyaku yang pura-pura polos.
" Kamu diam." Bentak wanita itu.
Aku pura-pura kaget mendengar bentakan wanita itu.
" Tante kenapa? Dan ini dimana?"
" Gak perlu kamu tau ini dimana, sekarang kamu ikut tante."
Wanita itu mencengkeram ku dengan kuat, walaupun aku sudah bisa menahan karena tenagaku sudah kembali menjadi tenaga Rhumi.
Aku pura-pura kesakitan.
" Tante sakit tante, aaww.." Ucapku.
" Manja banget sih."
" Sakit tante, tangan aku sakit." Ucapku yang pura-pura akting, walaupun sebenarnya aku ingin tertawa tapi aku harus melanjutkan dramaku ini.
" Bangun gak, saya gak mungkin gendong kamu."
" Kaki aku sakit tante."
" Kamu ini semuanya dibilang sakit, ayo cepat bangun dan jalan."
" Gak, kaki aku beneran sakit tante.." Ucapku dengan teriak.
" Kamu bisa jalan cepat atau kamu mau tante pukul kaki kamu hahh." Bentak wanita itu.
Diam-diam tanganku mematikan penyadap suara itu.
" Kok mati Pa." Ucap Sahara.
" Ya ampun Naawa, Naawa pasti disakiti sama dia." Ucap Abila.
" Tenang dulu ya Bil."
Namun Abila langsung berlari mencari Naawa, dia tidak ingin Naawa terluka.
**
" Kalau bisa tante." Ucapku yang kemudian berdiri.
" Ouhhh sekarang kamu bisa berdiri yahh, ok kalau begitu kamu ikut tante sekarang."
Tapi aku tidak bodoh, aku dengan cepat memukul wanita itu di punggungnya hingga pingsan.
" Naaahhh gini kan enak, gak berisik." Ucapku dengan sifat mafiaku yang sudah bangkit.
~SELAMAT MEMBACA MANIS~
__ADS_1
💓💓💓