
~SELAMAT SIANG DIHARI YANG PANAS INI~
πππ
π₯HAPPY READINGπ₯
**
Akhirnya Rhumi mau kembali bekerja sama dengan Naawa, dengan syarat tidak tidak merugikan siapapun.
Sebelum memutuskan kembali bekerja sama, terlebih dulu Naawa menolong Rhumi saat berhadapan dengan Mafia Starlight.
Mafia Starlight sangat membenci Mafia Galaxi, terbukti dengan kekejian dan kelicikan mereka saat menghadapi musuh.
King Mafia Starlight adalah Rajo, dia lelaki kejam dan tak berperasaan terlebih lagi pada musuhnya.
Alasan Mafia itu dendam kepada Sang Queen Mafia Galaxi, karena Sang Queen pernah menggagalkan aksi jual beli narkiba dan ganja di pulau minang setahun yang lalu. Itu membuat sebagian anak buah Starlight masuk penjara, sedangkan Rajo melarikan diri.
Sekarang menampakkan diri dihadapan Rhumi, dia main keroyokan dengan membawa teman 4 orang.
Jrakkk...
Sebuah motor ditabrak oleh mobil Rajo, motor itu adalah milik Rhumi.
" Dia." Ucap Rhumi yang melihat orang yang didalam mobil.
Dengan gagah Rajo keluar dari mobil, dia sangat menahan amarah.
" Humph.. tidak ku sangka ternyata kau hanya bocah ingusan, aku sangat ingin sekali membunuh bocah sepertimu.
" Aku hargai pujianmu, ouhh kau membawa ketiga cecungukmu hmm.." Sahut Rhumi tidak kalah badas.
" Dasar bocah ingusan." Teriak Rajo dengan keras.
" Huh."
" Kalian bertiga, habisi dia." Perintah Rajo.
" Baik.. hiaa..." Mereka bertiga maju.
" Haa.." Rhumi juga maju melawan ketiga orang itu.
Bugh Bugh..
Bogeman yang dilakukan mereka berhasil dihindari oleh Rhumi, bahkan pukulan dan tendangan masih bisa di handle oleh Rhumi.
Brak Sreeet..
Rhumi menarik kaki salah satu dari mereka dan memukulnya dengan keras.
Bugh...
" Aakhhh..." Teriak orang itu.
Ksakk...
Dengan enteng Rhumi mematah leher orang itu lalu menendangnya ke samping dengan brutal.
Brakk...
" Kurang ajar." Ucap kedua temannya.
" Sialan." Ucap Rajo yang melihat salah satu anak buahnya yang kalah.
Dengan sigap Rhumi menangkis tonjokan dan membalasnnya seketika.
Sraikkk.. Bugh...
Namun karena banyak pikiran yang mengganggu Rhumi, hingga dia tidak menyadari pukulan Rajo mengarah kepadanya.
Bugh...
__ADS_1
" Aakhh..!" Rhumi terjatuh.
Brakk...
Melihat Rhumi terjatuh, Rajo dengan cepat menendangnya.
Brakk...
" Aakhh.." Rintih Rhumi.
" Haha.. Dasar lemah, sebenarnya aku tidak ingin melukai perempuan tapi pengecualian jika itu menyangkutmu." Ucap Rajo yang siap memukul Rhumi dengan kayu.
" Sial." Batin Rhumi.
Detik-detik kayu hampir mengenai tubuh Rhumi, seketika bisa ditangkis dan Rhumi langsung melompat untuk bangun.
" Hmm.. sepertinya Rhumi lagi banyak pikiran, tidak biasanya dia kalah dengan cecunguk yang tak berguna ini." Batin Rhumi yang ternyata tubuhnya di ambil alih oleh Naawa.
" Hah, kau." Ucap Rajo sedikit kaget dengan gaya Rhumi saat menghindar.
" Bisakah kita mulai sekarang Kakek." Ucap Naawa.
" Kakek kau bilang, dasar kurang ajar." Rajo tidak terima dibilang Kakek.
" Hahah.. Kau bisa marah juga, jangan banyak bacot." Teriak Naawa seketika.
Heaa... Bugh... Krakk.. Sreettt..
" Aakhh..." Rintih Rajo.
Dengan cepat Naawa menghajar kedua cecunguk lainnya, dia sudah melebihi batas.
" Pergi kalian, para pecundang." Ucap Naawa dengan emosi.
" Akhh.. sialan kau, awas saja semuanya cabut." Ucap Rajo dan mengajak yang lainnya pergi, sambil terbirit dan tergopoh mereka masuk mobil.
" Aahh.. Rhumi, sebaiknya aku pulang." Batin Naawa.
**
Abila di kantornya bertemu dengan Tuan Ranu Atmaja, kebetulan Abila memiliki usaha yang bekerja sama dengan Tuan Ranu.
" Tuan Ranu." Sapa Abila.
" Nyonya Abila, ahh ini suatu kehormatan di sapa oleh Ceo Pt.Abila." Ucap Tuan Ranu.
" Ahh bisa saja." Ucap Abila.
" Ya sudah Nyonya, saya permisi dulu." Ucap Tuan Ranu.
" Iya." Sahut Abila.
Abila kemudian melanjutkan jalannya, saat ini dia tahu bahwa anaknya disekolah sering dibully.
" Kali ini akan aku buat sekolah itu jadi milikku." Ucap Abila dalam hatinya.
**
Perlahan-lahan, Reani mulai menunjukkan kewarasannya dia menyadari bahwa kesedihan tidak boleh terlalu lama disimpan.
" Ya allah, maafkan hambamu ini yang telah lupa dengan takdir." Ucap Reani yang memandang foto anaknya Si David.
" Syukurlah, Reani menunjukkan reaksi yang bagus. Saya tidak boleh banyak menuntut, biarkan dia berdamai dengan hatinya." Ucap batin Kusuma yang ternyata mengintip dari luar pintu.
Kusuma kemudian pergi ke balkon, disana dia meratapi nasib keluarganya.
" Harta memang penting, tapi kenapa rasanya sangat hampa." Batin Kusuma lagi dilema.
" David, apa kamu tahu setelah kamu nak Mama sama Papa berjuang mati-matian untuk bisa menerima kenyataan ini." Ucap batin kusuma lagi.
" Semoga saja Reani bisa berdamai dengan hatinya, Reani kamu harus bisa siapa lagi yang akan menemaniku." Ucap Kusuma.
__ADS_1
Tut tut tut... ponsel Kusuma berbunyi dan tertera nama Sekretaris Naya.
" Halo." Kusuma mengangkat telpon dari Sekretarisnya.
" Ouhh begitu yah, nanti adakan pertemuan rapat dengan beliau." Ucap Kusuma di telponnya, kemudian mematikan ponselnya.
Tut tut tut...
**
Dokter Luna mau pulang karena dapat pesan dari pelayan dirumah, kalau sakit Mama Qila kumat.
" Dokter Luna mau pulang." Tanya Dokter Jauhar.
" Ee.. Iya Dok, saya ada urusan sebentar permisi." Ucap Dokter Luna lalu pergi.
" Dokter Luna, akhir-akhir ini dia sering pulang cepat ada apa yahh." Ucap Dokter Jauhar.
Sesampainya di rumah, Luna langsung masuk kamar Mamanya.
" Mama, ya ampun." Ucap Luna khawatir lalu menyemprotkan ke mulut Mamanya.
Iya, Qila menderita asma setelah Lili pergi dari rumah.
" Ahhh hahh.. leganya." Ucap Qila bisa bernafas lagi.
" Mama gak papa." Tanya Luna.
" Mama gak papa Lun, maafin Mama yahh gara-gara Mama kamu harus pulang cepat." Ucap Qila dengan rasa bersalahnya.
" Sss... ahh sudahlah Ma jangan merasa bersalah begitu, Luna seneng kok bisa rawat Mama." Sahut Luna.
" Papa belum pulang yah Ma?" Tanya Luna.
" Belum, sepertinya Papa kamu sedikit sibuk itupun pagi tadi Papa kamu gak makan." Ucap Qila.
" Ya ampun Papa, sudah ya Ma mendingan Mama istirahat dulu yahh." Ucap Luna yang membantu Mamanya berbaring.
Luna sudah melupakan Awan, kini dia ingin fokus merawat Mamanya dan berusaha mencari Lili.
**
Rhumi kemudian sadar, dia sedikit terkejut tiba-tiba ada dikamarnya seingat dia sedang berkelahi dengan Rajo.
" Kenapa aku bisa disini, anehh siapa yang membawaku." Ucap Rhumi.
Naawa yang menolong hanya nampak di kejauhan, dia tidak ingin Rhumi mengetahui bahwa dialah yang menolong.
" Semoga dengan begini, kamu bisa memamaafkanku Rhumi." Ucap Naawa kemudian menghilang.
" Astaga." Rhumi langsung nepuk jidat.
" Aku lupa mengatur pertemuan di markas, aku harus beritahu Kak Zora." Rhumi mengambil ponselnya, dan menelpon Zora.
Tut tut tut..
" Halo." Ucap Zora.
" Halo Kak, nanti malam adakan pertemuan rahasia di markas ada yang ingin aku bicarakan jangan lupa anggota inti ya." Ucap Rhumi.
" Iya." Sahut Zora singkat.
**
β₯ Selamat membaca cantik β₯
π ***Bersambung π
**
Jangan lupa tinggalkan jejak komentar, biar author semangat up yahh.
__ADS_1
Love you πππ***