
David sangat terkejut melihat kedatangan orang bertopeng.
"Kamu, kenapa ada disini."Kata David yang wajahnya sudah ketakutan.
Tapi sayang, orang bertopeng itu langsung pergi.
"Kenapa dia, aneh sekali sepertinya gue harus hati-hati."Kata David.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat pulang sekolah, aku mencoba untuk mendekati Sinta.Kebetulan, dia lagi menunggu angkotan umum di depan gerbang.Aku menawarkan tumpangan untuknya, supaya aku bisa mengorek informasi.
"Ayo naik."Kataku cuek.
Sinta hanya diam, sebab dia bingung kenapa Naawa sangat baik padanya.
"Jangan melamun terus, ayo cepat naik."Kataku.
"I..iya."Jawab Sinta gugup.
Sinta pun dengan terpaksa ikut denganku, kelihatan dari wajahnya dia merasa tidak nyaman.Sedangkan aku bukan orang yang pandai, memulai obrolan.
"Eeeeeee, anu."Kata mereka bersamaan.
"Kamu aja duluan."Kata Sinta.
"Ok, alamat rumah kamu dimana?Biar saya antar."Kataku.
"Jalan Sudirman, Gang Batu Intan."Jawab Sinta.
"Pak Dadang sudah dengar kan."Kataku.
"Iya Non, saya denger kok."Sahut Pak Dadang.
Sesaatnya sampai di rumah Sinta.
"Maaf yahh rumahku agak sempit."Kata Sinta yang sedikit minder.
"Gak papa, jangan merasa rendah semua orang pernah ada di posisi kamu."Kataku santai.
Sinta menyuruhku duduk, dia ingin membuat minuman untukku.
"Naawa kamu duduk dulu yah, ouh ya kamu mau minum apa biar aku bikinin."Kata Sinta.
"Apa aja."Kataku, karena tidak ingin merepotkan Sinta.
"Ya sudah tunggu yahh."Kata Sinta yang pergi ke arah dapur.
Sinta di dapur membuat Es Teh untuk Naawa.
"Siang-siang begini enaknya buat Es Teh."Gumam Sinta.
"Masih ada gak yah, gula sama tehnya."Kata Sinta memeriksa.
Tapi sayang, nasib memang tidak beruntung.
"Yahh habis, aduhh gimana nihh mana aku dah tawarin dia minum lagi."Kata Sinta lagi sambil tepuk jidat.
"Kenapa Sin, habis yah."Kataku yang dari belakang.
"Hah, Naawa kamu kok bisa."Kata Sinta terkejut.
"Maaf yahh, tadi aku ikutin kamu.Tenang aja, aku kesini bukan minta dibuatin minuman kok."Kataku dengan santai.
"Maaf yah Naawa, aku gak tau kalau gula sama tehnya habis."Kata Sinta meminta maaf padaku.
"Duhh aku malu banget."Batin Sinta.
"Udah gak papa, mendingan sekarang kamu ganti baju."Kataku pada Sinta.
"Emang mau ngapain."Kata Sinta yang terlihat bingung.
"Udah ganti aja bajumu."Kataku.
__ADS_1
Karena disuruh, Sinta pun mengganti bajunya.
"Emang mau kemana?Tanya Sinta.
"Udah ikut aja."Kataku singkat.
Sinta masih bingung, dia mau dibawa kemana pikirnya.
"Pak Dadang nanti kita berhenti Di Mall Abila Love yah."Kataku.
"Baik Non."Jawab Pak Dadang.
"Naawa, kalau kamu mau kesana ngapain ajak aku."Kata Sinta yang gugup.
"Aku kesana memang mau ngajak kamu kok, emang kenapa salah yah."Kataku.
"Eeee..gak kok."Kata Sinta yang tangannya sedikit mencengkeram celana dibagian lututnya.
"Sudah, jangan tegang santai aja."Kataku yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik Sinta.
Sinta hanya tersenyum tipis.
"Sebenarnya, lo mau ngapain sih."Batin Sinta.
"Udah sampai Non."Kata Pak Dadang.
"Ouhh iya Pak, ayo Sin kita turun."Ajak aku pada Sinta.
"Iya Naawa."Sahut Sinta.
Aku dan Sinta pun keluar, banyak sepasang mata yang memandang kami berdua.Tak lepas dari gunjingan mereka, khususnya aku sebagai anak tunggal Nyonya Besar Abila.
"Oh ya itu bukannya anak Nyonya Besar yah."Kata salah satu karyawan.
"Anak Nyonya Besar kok sama anak itu sihh."Bisik mereka lagi.
"Wahhh ini harus di kasih tau sama Nyonya besar nih, kalau anaknya berteman sama anak yang gak baik."Masih terdengar bisikan mereka.
"Ihhh dia gak tau malu banget sihh."Bisik mereka pelan.
"Udah biarin aja, soal mereka aku yang urus nanti."Kataku pelan.
Banyak yang ku pilih, terutama bahan dapur dan pakaian serta alat sekolah.
"Mbak ini berapa yah semuanya."Tanyaku pada kasir.
"Semuanya jadi 5 jt Dek."Kata kasirnya itu.
"Ya sudah nih."Kataku sambil memberikan kartu.
"Baik Dek, tunggu sebentar yahh."Kata Kasir itu.
Kasir itu mulai memasukkan kartuku, setelah selesai dia mengembalikan kartuku lagi.
"Ini Dek, jangan lupa datang kesini lagi yah Dek."Kata kasir itu sambil tersenyum.
Karena banyak barang yang ku beli, aku menelpon Pak Dadang.
📱"Halo Pak Dadang, bisa tolong kita gak bawain semua barang ke mobil."
📱"Bisa Non."Sahut Pak Dadang.
Kumatikan telponku.
Tut ..tut ..Pak Dadang pun datang.
"Ini Pak, bawa semuanya yah."Tunjukku.
Aku mengajak Sinta pergi ke Resto, karena perut kami juga sudah lapar dari tadi belum di isi.
"Ayo Sin, kita makan."Kataku yang langsung menarik tangan Sinta.
"Ehhh i..iya."Kata Sinta yang dari tadi bingung dengan sikapku.
__ADS_1
"Mbak."Panggilku pada pelayan itu.
"Iya Dek, pesan apa?Kata pelayan itu memberikan daftar makanannya.
"Saya pilih Spaghetti sama Jus Alpukat yah, terus kamu Sinta pilih yang mana"?Kataku pada Sinta.
"Ee...samain aja."Kata Sinta yang sedikit menunduk.
"Ya udah Mbak, samain aja."Katanya.
Sambil menunggu aku main ponsel, aku sedikit melihat Sinta yang terlihat gusar dan tidak nyaman.
"Sudahlah Sin, santai aja."Kataku yang masih memainkan ponsel.
"Naawa aku gak nyaman duduk sama kamu, kamu anak Nyonya Besar sedangkan aku anak seorang pembu."
"Sudahlah."Potongku segera dengan perkataan Sinta yang ingin menyebutkan kata pembun*h.
"Tapi..."Jawabnya ragu.
"Sampai kapan kamu terus berada di ruang yang gelap, Come on, Sinta, you have to get out of the problem that ensnares you ."Kataku pada Sinta.
Sinta hanya diam.
"Papa kamu Papa kamu, Kamu tetap jadi Kamu kalian adalah orang yang berbeda."Kataku lagi pada Sinta.
Makan yang dipesan sudah datang.
"Makasih yah mbak."Kataku pada pelayan itu.
"Ya udah kita makan siang yuk Sin."Kataku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Abila hari ini sangat sibuk di kantor, bagaiman gak sibuk dia punya saingan baru dengan perusahaannya lain.
"Perusahaannya memang masih muda, baru beberapa tahun dibangun.Tapi investasi dan sahamnya meningkat pesat, siapa sebenarnya Ceo dari perusahaan itu.jadi penasaran aku,"Kata Abila yang melihat pengajuan tender dari PT.Nawastar Official .
Abila pun memanggil Sekretarisnya.
"Kamila."Panggil Abila.
"Iya Bu , ada apa?Kata Kamila.
"Tolong kamu siapkan meeting dengan PT.Nawastar Official yah secepatnya."Kata Abila.
"Baik Bu."Kata Kamila yang kemudian keluar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
David memberi pesan kepada Denis.
📃"Den, lo lagi dimana?"
📃"Di rumah aja, emang napa."
📃"Gue mau ngomong ama lu, tapi ditempat lain."
📃Kenapa harus ditempat lain, kenapa gak langsung aja."
📃"Gue pengin ditempat lain aja, sore ini datang yah.Gue kirim alamatnya."
📃"Ok."
Denis heran kepada David.
"Ngapain tuh anak ngajakin gue."Batin Denis.
Begitu juga dengan David yang berharap pertemuannya kali ini berjalan lancar.
"Moga aja ini awal yang baik."Batin David.
***BERSAMBUNG...
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN KARYAKU YAHHH***...