
~ Selamat malam pembaca bijak tapi cerewet ~
π Jangan marah ahhh...π
ππ
Silahkan baca kalau suka yahh,
πππ
**
Awan mulai menyadari kesalahan dirinya, dan telah membuat banyak orang sakit hati.
" Bodoh sekali kamu Awan, lihat sekarang jadi apa kamu hah? Mama sudah mengusir aku, adik aku juga sudah aku sakiti, bahkan tunangan aku sudah aku kecewakan, ini benar-benar menyakitkan Aaahhh..." Ucap Awan lalu berteriak miris di akhir kalimatnya.
" Saya lelaki bodoh, pecundang, yang tidak bisa melindungi siapapun. Hiks hiks.. maafin Awan Ma, maafin." Ucap Awan histeris.
Awan sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, semua orang menjauhinya bagai virus. Bahkan teman yang sering dia bantu saat dia susah, kini menolak untuk menolongnya dan itu membuat Awan membludak emosi.
" Anj*ng kalian semua... brengs*k, ta*k! " Ucap Awan dengan teriakan emosi yang meluap-luap.
" Aahhhhh...?" Awan kembali berteriak ditepi danau.
Ada seseorang yang mengintip Awan, lalu memotretnya.
**
" Bagaimana, apa kalian berhasil mengambil barang saya." Tanya Nyonya Dila.
" Maaf Nyonya, Suami anda itu temperamen dikit-dikit ngamok gak jelas." Ucap Yayan, orang suruhan Dila.
" Ouhh begitu yahh, silahkan keluar." Sahut Dila, Yayan pun keluar.
Dila menopang dagunya dengan tangan kanan, sikapnya sekarang membuat para karyawan kantor terhipnotis.
" Tidak ada cara lain, aku harus melakukan itu." Batin Dila, kemudian dia menelpon seseorang.
Tut tut tut...
" Halo, Pak Saga bisa di siapkan berkas-berkasnya yah." Ucap Dila ditelponnya kemudian mematikannya kembali.
" Sudah cukup Mas Qaza, sudah cukup semua kebohongan kamu." Ucap Dila.
***
Rhumi mengetahui jika Naawa-lah yang menolongnya, dia tidak habis pikir jika dirinya ditolong.
" Apa yang dia inginkan sebenarnya, benar-benar merepotkan." Ucap Rhumi.
Tiba-tiba ponsel Rhumi berdering, dan tertera nama Kak Dani.
" Kak Dani, tumben nelpon angkat ajalah." Ucap Rhumi kemudian mengangkat telponnya.
" Halo." Ucap Rhumi.
" Halo Dek, kamu sibuk gak?" Tanya Dani.
" Gak, emang kenapa?" Sahut Rhumi.
" Eee.. sebenarnya Kakak mau mengundang kamu, tapi acaranya minggu depan."
" Hmm.. acara apa?"
" Ee.. sebenarnya, Kakak sama Feli mau nikah." Ucap Dani pelan namun masih bisa didengar.
" Haahh.. Kak Dani mau nikah sama Kak Feli." Ucap Rhumi.
" Iya Dek, kenapa?"
" Gak papa, ya baguslah Kak Dani sudah ketemu jodohnya."
" Hmm.. iya Dek makasih yahh, nanti Kakak kasih alamatnya yahh."
" Iya."
" Ya sudah itu aja kok, yang mau Kakak kasih tau. Ini Kakak ada urusan yahh, sudah dulu." Ucap Dani.
" Iya Kak, bye..?"
__ADS_1
" Bye." Sahut Dani.
Tut tut tut..
" Ha....hhhhhh... huh Kak Dani mau nikah ternyata, ehehe.. gak nyangka aja jodohnya disitu-situ aja." Ucap Rhumi.
Kemudian Rhumi membuka laptopnya, dan memeriksa semua file kantor yang sudah menumpuk kaya gunung uhud.
ππππ
***
Iya Dani mau menikahi Feli, pada malam itu Dani melamar Feli dirumahnya. Karena Ibunya Feli juga ingin cucu, makanya keluarga besar Feli menerima lamaran Dani.
Saat ini Dani sudah tidak memiliki keluarga lagi, yang dia punya hanyalah Rhumi sebagai adik angkatnya.
Dani sangat menyayangi Rhumi, karena itu Dani akan selalu melindungi Rhumi sama halnya dengan Zora dan Sima.
Prewedding mereka nanti di adakan di hotel Al-Kafa, sebuah hotel milik perusahaan Abila yang sangat mewah.
" Semoga acara ini berjalan lancar, aku sudah tidak sabar membina rumah tangga degan Feli." Batin Dani sambil tersenyum.
***
Sedangkan Feli dia sudah dipermak habis oleh keluarganya, dan masih banyak larangan bagi calon manten.
" Alhamdulillah ya Fel, kamu sudah dilamar." Ucap Ibunya Feli.
" Iya Bu, Feli aja gak nyangka kalau Dani melamarnya." Sahut Feli.
" Hmm.. jodohlah itu namanya." Ucap Ibunya Feli.
" Hehe.." Feli hanya tersenyum tipis.
" Aku bahagia banget ya allah." Batin Feli.
**
Chloe yang sedikit mengilang kini muncul dengan membawa dendam, dia ingin melenyapkan Naawa.
" Gara-gara Naawa, hidup aku hancur." Ucap Chloe kemudian memanggil preman yang dia sewa sendiri.
" Ada apa?" Sahut Jagau.
" Nihh, apa lo sama anak buah bisa bikin orang ini celaka." Ucap Chloe sambil memperlihatkan foto Naawa.
" Hmm.. tergantung bayarannya sih bos."
" Masalah bayaran, kalian tenang aja pasti saya bayar asalkan kalian bisa bikin orang ini menderita." Ucap Chloe.
" Oo.. baik-baik, kita akan lakuin! Guys, cabut."
Setelah mereka pergi, Chloe dengan senyuman yang menyeringai.
" Kali ini, gue pastikan lo habis." Ucap Chloe percaya diri.
**
Sahara bertemu lagi dengan Dokter Jauhar, Sahara tidak tahu jika Dokter Jauhar adalah anak kecil yang dulu pernah dia tolong.
" Sahara, kamu adalah pahlawan aku." Batin Dokter Jauhar.
Sahara yang melihat Dokter Jauhar yang terus melihatnya merasa risih, dia tidak suka dipandang seperti itu.
" Kenapa dengan Dokter itu, dari tadi memandang saya." Batin Ara.
" Maaf Dok, itu matanya kenapa?" Tanya Ara langsung.
" Seperti biasa, kamu memang berani pahlawanku." Batin
" Ahh, mungkin saya melihat wanita cantik makanya saya terpesona." Ucap Dokter Jauhar jujur.
" Gombal." Dengus Sahara kemudian pergi, Ara baru saja memeriksakan psikisnya yang akhir-akhir ini terganggu.
Melihat Ara pergi, Dokter Jauhar pun mengikuti Ara.
" Aku tidak ingin kehilangan kamu lagi Ara, aku bakalan jagain kamu selamanya." Ucap batin Dokter Jauhar.
" Kenapa Dokter itu malah mengikutiku." Batin Ara, karena takut Ara mempercepat langkah kakinya.
__ADS_1
" Hah, kok dia makin cepat jalannya." Ucap Dokter Jauhar.
" Tunggu." Panggil Dokter Jauhar.
Karena takut, akhirnya Ara lari dan bersembunyi dia ingin menghajar Dokter jahat itu.
" Kemana dia? Cepat sekali larinya, perempuan itu tidak hentinya buat aku kagum." Batin Dokter Jauhar.
" Pas sekali, akan ku pukul dia." Batin Ara yang sudah siap dari belakang memegang sepotong kayu.
Hiaa .. Bugh...
" Aakhh.. aww sakit, hey hentikan Ara." Ucap Dokter Jauhar spontan.
***
Rajo mendapat kabar jika Kakak angkat Rhumi mau mengadakan resepsi pernikahan di hotel Al-Kafa, ini kesempatan bagus baginya untuk menghancurkan Rhumi.
" Bagus, pada waktu yang tepat kita akan buat para pengantin terkapar tak bernyawa." Ucap Rajo dengan senyum devilnya.
" Memang, rencana Bos apa?" Tanya anak buahnya.
" Sini, aku bisikkan kalian." Ucap Rajo, mereka akhirnya saling berdekatan.
" Jadi rencananya ini......?"
" Ok Bos, ini pasti berhasil."
" Rencana yang bagus."
**
Saat Luna menyetir, tiba-tiba ada orang didepan dengan berani memberhentikan mobilnya Luna sangat marah.
Sitt...
" Mas, mau mati ya." Bentak Luna.
" Maaf Mbak, boleh saya minta tolong?" Ucap orang itu sambil memohon.
" Minta tolong apa?"
" Ini Mbak, ada korban kecelakaan." Tunjuk orang itu.
Luna melihat korban kecelakaan itu, lukanya sedikit parah.
" Ya sudah Pak, bawa ke mobil saya yahh... anda juga ikut."
" Baik Mbak."
**
" Aww.. sakit Ara, kamu lupa sama aku." Ucap Jauhar.
" Kok kamu tahu nama aku, kamu nguntit yahh iiihh.. dasar penguntit nyebelin." Ara memukul Jauhara.
" Aduh aduh, Ara! Iya kali aku yang ganteng ini penguntit hah, gak ada cirinya tau gak emang kamu lupa sama aku. Kamu dulu ngatain aku gabus hitam lohh, lupa kamu." Ucap Jauhar.
" Hah, gabus hitam."
" Iya buntal." Sahut Jauhar.
" Buntal." Ulang Ara yang tiba-tiba ingat masa lalu.
π Flashback π
Jadi dulu.....?
Cie nungguin ceritanya masa lalunya yahh, ahai nanti yahh di eps 99 wkwkwk...
**
π ***Bersambung π
πππ
πΉSelamat membaca novel iniπΉ
Semoga kalian tidak kecewa dengan alur cerita yang amburadul ini yahh, kadang nyambung kadang gak... Asal komentar kalian nyambung yahh.
__ADS_1
πππππππ***