MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 19


__ADS_3

Dr.Nadia datang memeriksaku .


" Udah kan dok udah ga papa lagi . Ucapku yang benar-benar bosan berbaring di kamar


" Apa kamu kesulitan bernafas "


" Udah ga sulit lagi dok , udah enakan " Ucapku lagi yang kemudian di sambung oleh mami


" Tapi dok tolong periksa lagi hidung anak saya , soalnya kemaren anak saya jingkrak-jingkrak . Ucap mami


Hatiku menggerutu


" Apaan sih mami "


Dokter Nadia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mama dan anak .


" Ya sudah saya lepas dulu , nanti kalau ada yang masih sakit bisa hubungi saya lagi dan untuk nona tolong yahh makannya diperhatikan nanti perutnya sakit terus kramm lagi " Jelas dokter Nadia


" Iya dok . Ucapku dengan malas


Karena sudah selesai dokter Nadia pun pulang .


" Mami denger sendiri kan tadi " Ucapku sama mami


" Emangnya kenapa "...?


" Ihhhh mami , auu ahhh " Ucapku yang kesal sama mami


Aku sebenarnya ingin datang ke tempat danau itu karena penasaran dengan bayang orang yang sering muncul dipikiranku bahkan terasa nyata .


Abila melihat Naawa yang bengong pun berfikir .


" Nihh anak lagi mikir apa sihh , kaya serius banget " Batin Abila


Namun kebengongan dua insan ibu dan anak tadi di buyarkan oleh keributan yang diluar .


" Diluar ada apa sihh " Ucapku


" Tidak tau , biar mami periksa dulu kamu tunggu disini "


Tak lama kemudian Abila keluar dan mendekati satpam


" Ada apa pak satpam " Tanya Abila yang kemudian tertuju pada seorang cewe


" Tanteee " Ucap Cewe itu


" Sahara , kamu Sahara " Ucap Abila


" Iya tantee "


" Ya ampun dah gede aja sekarang , eee pak satpam ini keponakan saya dari London , ayo Sahara masuk "


" Iya tante "


Sahara pun masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa


" Ya ampun Ra , tante ga nyangka sekarang kamu udah besar begini , kok kamu ga bilang sama tante mau kesini kan bisa di jemput "


" Ga papa tante biar suprise aja " Ucap Sahara


Aku didalam kamar merasa penasaran apa yang membuat mami lama , tumben pikirku aku langsung dari keluar dari kamar dan turun , aku melihat seorang wanita cantik yang anggun yang berbicara sama mami , tapi siapa dia ?


Wanita itu melihat ke arahku dan aku seperti mengenal wajah orang ini aaaaa , aku ingat


" Looooo " Ucapku yang mengagetkan mami


" Naawa kamu " Ucap mami


" Lo Naawa " Ucap wanita yang tak lain adalah Sahara


" Iya Ra itu Naawa " kata mami lagi


" Jadi loo si arang itu " Ucapku


" Ee ehh siapa yang lo bilang arang "


" Eloo , lo si arang kan " jawabku tanpa dosa


Tiba-tiba telingaku di jewer sama mami


" Aduhhhh , mami " Ucapku


" Kalau sama yang lebih tua itu harus sopan " Kata mami


" Apaan sihh ngapain sopan sama dia , dia sering jahatin Naawa dulu " Ucapku


" Ya itu salah lo sendiri di suruh mandi ga mau " Ucap Sahara


" Mana ada , yang ada lo siram gue "


" Perasaan yang dikatakan Sahara bener deh , kamu kan susah dibangunin tidur kaya kebo " Ucap mami yang tangannya masih ditelingaku


" Apaan sihh mami ikut-ikutan ngatain Naawa "


" Ya udahh , mendingan sekarang Naawa mandi " Melepaskan jewerannya


" Iya " Ucapku yang naik ke atas


" Pake air hangat ya sayang " Teriak mami


Kemudian Abila menyuruh Sahara istirahat


" Sahara kamu pasti capek , mending sekarang kamu istirahat di kamar , nanti kalo makan siangnya udah siap tante panggil "


" Iya tante , makasih "


Sahara pun naik ke atas , kamarnya bersampingan dengan Naawa .


Aku selesai mandi dan memakai baju seperti biasa tangan panjang dan celana pendek . Tak lama kemudian mami memanggilku


Tok...tok...tok ...


" Naawa kamu udah selesai mandi sayang ."


" Udah mam "


" Ya udah , kita makan siang ayo cepat turun"


Aku pun keluar dan mami memanggil si arang itu


" Ra , yuk turun waktunya makan siang "


Sahara pun keluar dan kami turun bersama , saat di meja makan aku melihat makanan enak dan aku memilih ayam geprek , tapi mami malah melarangku


" Eee Naawa kamu makan ini aja " Mami menyodorkan ikan Patin yang di bakar


" Naawa kan mau ayam geprek mam "


" Itu ga bagus buat perut kamu , nanti kram lagi makan-makan yang keras . Udahh , ini aja yang dimakan lembut dagingnya cocok diperut kamu "

__ADS_1


" Mami " Ucapku kesal , aku melihat si arang itu tersenyum puas


" Udah ga usah ngebantah yahh " Ucap mami


Aku pun terpaksa memakan ikan Patin bakar , padahal ayam geprek tadi sudah di piringku .


" Dengerin tuhh apa kata mamihnya " Ucap Sahara


" Diam lo arang " Ucapku dengan ketus


" Naaawa yang sopan " Ucap mami dengan tegas aku sekilas melirik ke arah Sahara yang tersenyum tipis karena aku dimarahi mami


" Apa lo senyum-senyum " Ucapku sambil menatap si arang alias Sahara


" Ga , gue ga senyum " Sahut Sahara yang tanpa dosa


" Awas lo yahh "


" Udah-udah Naawa Sahara cepat makan , ga selesai-selesai dari tadi kalian bertengkarnya apa ga capek "


" Gaaaa " Ucapku barengan sama si arang


" Hah kok bisa kompak yahh " Kata mami


Di rumah sakit , Dila sudah diperbolehkan pulang


" Syukur kamu sudah boleh pulang sayang " Ucap Qaza


" Iya " Jawab Dila


Akhirnya Qaza dan Dila di jemput oleh Awan sendiri saat dalam mobil Qaza bertanya pada Awan


" Bagaimana keadaan perusahaan Wan "


" Baik kok pa , bahkan sekarang perusahaan kita ada proyek besar bersama PT.Nawastar Official yang langsung di sponsori PT.Abila "


" Wahhh itu berita bagus , jarang-jarang dua perusahaan besar bekerja sama dengan kita " Balas Qaza


Dila hanya diam mendengarkan pembicaraan ayah dan anak itu .


Seperti yang diperintahkan Naawa , Zora dan Sima mengatur mafia .


" Maaf tuan , ada tawaran untuk kita " Ucap salah satu anggota


" Apa itu " Jawab Zora yang juga didengar oleh Sima


Anggota itu menjelaskan penawaran


" Ada sepasang suami istri yang menawarkan untuk membunuh seseorang , tuan dengan bayaran 500 Milyar "


" Siapa yang harus dibunuh "


Anggota itu memberikan foto kepada Zora


" Ini tuan "


Zora dan Sima yang melihat foto itu tiba-tiba


" Ini kaaannn " Ucap Zora


" Foto yang ada di ruangan sang Queen " Sambung Sima


" Kamu benar "


Zora dan Sima bingung dengan ini semua ?


"coba kamu telpon sang Queen " Suruh Sima


" Kita kasih pesan aja dulu dan kasih tau tentang foto itu " Ucap Sima


" Kamu benar Sim "


Zora pun mengirim sebuah foto pada Naawa lalu mengirim pesan


" Udah " Tanya Sima


" Udah " Sahut Zora


Sedangkan di PT.Nawastar Official , diruang Dani Artaya yang saat ini sedang menandatangani banyak berkas yang menumpuk yang di bantu oleh Feli


" Ya ampun banyak sekali berkas yang harus ku tandatangani " Keluh Dani


" Iya nihh Dan , aku juga banyak banget yang harus diperiksa " Ucap Feli


" Mana ceo kita sekarang lagi ga enak badan , yang ga enak badan aja jarang banget datang ke perusahaan apalagi ga enak badan " Ucap Dani


Feli yang mendengar pun tertawa kecil


" Hahahahaha "


" Kok kamu ketawa sihh " Ucap Dani


" Enggaaakk , aku cuma lagi mencoba bersyukur aja . Karena sekarang aku selama 24 jam ini disibukkan dengan pekerjaan , beda sama yang dulu selama 24 jam nganggur " Ucap Feli tanpa sadar


Dani yang mendengar pun tiba-tiba juga teringat masa lalunya


" Kamu bener Fel , Naawa itu bener-bener penyelamat bagi aku banyak banget , udah ga kehitung "


" Iya aku juga " Ucap Feli


" Ngomong-ngomong kamu cerita dong , pertama kali ketemu sama Naawa " Ucap Dani


" Pertama kali ketemu sama Naawa yahh " Gumam pelan Sima


Sima mengingat masa lalunya dua tahun yang lalu, Sima ingat betul kejadiannya dimana dia dulu dikejar-kejar oleh rentenir .


" Tolong pak sakit " Rintih Feli yang di jambak rambutnya sama laki-laki


" Makanya kamu bayar hutang-hutang kamu"


" Pasti saya bayar pak , tapi tolong kasih saya waktu untuk bayar hutangnya " Ucap Feli yang memegang rambutnya yang dijambak


" Kamu sudah telat 6 bulan dan sekarang kamu minta waktu lagi , heyyyy { ucap laki-laki itu dengan keras } memang kamu siapa ? Hah , berani kamu mengatur saya hah " Laki-laki itu makin kuat menjambak rambut Feli


" Aduhhh , aaawww sakit pak "


Saat Feli kesakitan di jambak tiba-tiba orang bertopeng datang dan menghajar laki-laki itu ,


" Kamu siapa " Ucap laki-laki itu yang kesakitan karena dihajar orang bertopeng itu


" Berapa yang harus dibayar " Ucap orang bertopeng itu yang tak lain adalah Naawa


" Ouhh apa kamu ingin membayarkan hutang si wanita miskin ini "


Namun Naawa langsung menghajar orang itu lagi setelah mendengar kata wanita miskin ;


" Apa susahnya mengatakan nominalnya , kenapa malah menjelekkan " Ucap Naawa dengan aura yang dingin


" 500 juta " Ucap laki-laki itu yang masih kesakitan

__ADS_1


" Ini , ambillah dan jangan ganggu dia lagi " Naawa sambil melempar ke arah laki-laki itu dan laki-laki itu pun pergi


Feli masih bingung dengan orang bertopeng tadi lalu memberanikan diri bertanya


" Anda siapa , kenapa anda mau menolong saya "


Naawa berbalik dan mendekati Feli , Feli semakin ketakutan karena topeng yang dipakai Naawa sangat menyeramkan .


Feli sangat takut sampai ia berkata


" Tolong jangan sakiti saya , saya bener-bener berterimakasih karena sudah mau melunasi hutang saya , tapi saya mohon tolong jangan sakiti saya "Ucap Feli yang saking takutnya


" Siapa yang mau menyakitimu " Sahut Naawa


Feli pun lega namun tiba-tiba Feli hampir jatuh yang ditahan oleh Naawa


" Kamu kenapa "


Feli masih memegang perutnya


" dari tadi pagi saya belum makan , ditambah lagi tadi saya lari mungkin saya kelelahan " Ucap Feli yang kemudian pingsan.


Sekitar 30 menit Feli pingsan kemudian sadar lagi , tapi saat Feli sadar dia sudah berada dalam kamar


" Dimana aku ? Bingung Feli


Tap...tap...tap...suara langkah dari luar kamar yang menuju arah Feli dan ceklekk suara pintu kamar itu terbuka dan orang bertopeng tadi yang menolongnya sambil membawa makanan .


" Makanlahh "


Feli yang melihat makanan tanpa pikir panjang langsung memakan makanannya dengan lahap tanpa memperhatikan orang bertopeng tadi , selesai makan Feli minum air


" Aahhhhhhh , nikmat sekali " kata Feli


" Sudah selesai"


" Iya sudah, terimakasih ya sudah menolong saya "


Orang bertopeng itu kemudian duduk dikursi dengan gaya yang cool


" Siapa namamu "


" Feli "


"Umur "


" 20 "


" Kenapa anda berhutang "


" Saya terpaksa ,karena ibu saya sakit dan butuh dana yang cukup mahal " Ucap Feli sambil tertunduk


Kemudian orang bertopeng itu melemparkan sebuah kartu atm


" Bawa itu untuk mengobati penyakit ibumu sandinya 239××× "


" Tapi saya tidak mengenal anda , mana mungkin saya bisa menerima- { tiba-tiba handphone Feli berbunyi } 📱Halo ada apa . Apaaa , i-iya saya kesana sekarang "


" Sekarang keputusan ada ditanganmu "


Feli kemudian mengambil atm itu dan mau pergi tapi ia terhenti didepan pintu


" Nama anda siapa "


" Naawa "


" Saya pasti sangat berterimakasih, saya akan membalas kebaikan anda , saya permisi dulu "


Feli pergi ke rumah sakit


" Dokter kenapa ibu saya dok "


" Ibu anda harus dioperasi segera , kebetulan pihak rumah sakit ada stok ginjal untuk ibu anda "


Tanpa pikir panjang Feli menyetujui operasi itu dan dia mengurus administrasi dan ternyata biaya operasi ibunya sangat mahal sekitar 700 juta , Feli memandang kartu atm yang diberikan Naawa mungkin saja cukup , dia pergi ke atm dan memeriksa saldo betapa kagetnya Feli karena saldo atm itu sangat banyak , karena atm itulah ibunya sekarang sembuh , dan Feli berjanji pada dirinya sendiri beserta ibunya untuk memberikan yang terbaik untuk Naawa .


Di kamar Naawa yang ada di meja belajarnya , ia melihat ke arah pesan yang dikirim Zora


" Ini , wahh menarik sekali , tapi aku tidak bisa memeriksanya di handphone ini aku harus mengirim ke laptop pribadiku " Batin Naawa


Naawa pun mengirim file ke laptop pribadinya lalu menghapus file tadi di handphone nya . Lalu lanjut menonton film kesukaannya yaitu drakor .


Ceklek...suara pintu Naawa dibuka dan masuklah si Sahara , Sahara mendekati Naawa


" Lagi ngerjain apa lo " Tanya Sahara


" Ihhh ngapain lo masuk kamar gue , lo dilarang masuk area kamar gue " Ucap Naawa


" Yaa gue bebaslah masuk , lagian ngapain gue harus minta izin sama lo " Ucap Sahara yang tak mau kalah


" Ya haruslah ini kan kamar gue " Ucap Naawa


" Yee ini kamar dibuat pake uang tante Abila , emang lo lupa yahh apa yang dikatakan mami lo sama gue , semua yang ada dirumah ini gue bebas make termasuk looo yang gue awasin " Jelas Sahara


" Helehhh pake acara sok ngawasin gue "


" Udah deh , lo ngerjain apa sihh kek fokus banget gue lihat "


" Kepo lo , udah dehh cepetan keluar sana " Usir Naawa


" Kalau gue ga mau gimana "


" Eeeee " Kesal Naawa


Kemudian dia melanjutkan pr nya yang diberikan guru minggu yang lalu dan Sahara sekilas mengintip


" Ouhhh fisika ,bisa ga "


" Emang gue bodoh apa , ya gue bisalah "


" Awas aja yahh nanti dapet nilai rendah " Ancam Sahara


" Emang lo siapa hah "


" Kakak lo kan "


" Hahaha kakak gue , amit-amit gue punya kaka kaya lo yang ada setiap hari gue di siksa sama lo "


Tiba-tiba Sahara mengambil handphone ku


" Wah-wah nonton apaan nihh "


" Balikin ga " Ucapku


" Suuutt , gue periksa dulu siapa tau di handphone lo ini ada virus yang bikin adek sepupu yang gue sayang ini sekaligus gue siksa ini sering ngebantah maminya " Senyum puas Sahara alias si arang


" Arang lo , bener- bener bikin gue emosi yahh .Balikin sekarang "


" Ga " Sahara menjauhkan hapeku

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2