MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 77


__ADS_3

Malam ini Rhumi menerima video dari anggotanya.


" Kurang ajar kamu Qaza! Berani kamu menyakiti Mama saya." Batin Rhumi memaki sikap Qaza, yang sudah menampar Mamanya.


Rhumi tidak tinggal diam, dia ingin menemui Mamanya.


" Saya harus kesana." Gumam Rhumi lalu beranjak untuk keluar, tapi saat Rhumi keluar tiba-tiba Arwah sialan itu muncul.


" Stop." Arwah Naawa mencegah Rhumi.


" Kau." Ucap Rhumi sedikit kaget dengan kehadiran Naawa.


" Aku kasih tau, sebaiknya jangan." Ucap Arwah Naawa.


" Kenapa melarang saya." Sahut Rhumi.


" Karena aku tidak ingin kau menyakiti Mami, kau bisa mengurus keluargamu kapan saja." Ucap Naawa dengan lantangnya.


" Benarkah, kalau begitu kau mendekatlah padaku."


" Untuk apa?"


" Kemarilah."


Dengan ragu-ragu Arwah Naawa mendekati Rhumi, tapi setelah mendekat Arwah Naawa lega karena Rhumi hanya menyentuh pundaknya."


" Terimakasih, sudah mengingatkan saya." Ucap Rhumi sambil tersenyum hangat.


Crattt..


Sebuah tusukan jarum emas tepat di jantung Arwah Naawa.


" Rhumi, a...apa yang ka..kau lak..ku..kan." Ucap Arwah Rhumi terbata.


" Pergilah sialan." Ucap Rhumi dengan dingin.


Arwah Naawa menghilang tanpa jejak, iya benar sekali? Rhumi telah mengembalikan Arwan Naawa ke dunia nya. Dia mendapatkan jarum emas itu dari kiyai, dia sudah lama ingin lepas dari kutukan Naawa.


" Naawa, aku janji? Tidak akan meninggalkan Mami, tapi aku juga tidak ingin orang yang melahirkanku menderita." Ucap hati yang paling dalam dari Rhumi.


Rhumi mengunci rapat kamarnya, dia tidak ingin kamarnya di masuki pelayan sebelum jam 6 pagi. Dia keluar mengendap di halaman untuk menghindari anak buah Abila, dan menuju rumah Tuan Qaza.


**


Rhumi masuk lewat jendela, dia melihat Dila tidur di kamarnya.


" Mama." Batin Rhumi.


Rhumi mendekati Dila, dia membelai kepala Dila.


" Mama pasti kecapean kan? Rhumi janji akan melindungi Mama, dari laki-laki seperti Tuan Qaza." Ucap Rhumi.


Dila terbangun, karena dia merasa ada yang membelai kepalanya. Saat dia membuka mata, betapa terkejutnya dia melihat perempuan cantik.


" Rhumi." Ucap Dila yang tidak percaya, saking tidak percayanya dia mengucek mata sekali lagi.

__ADS_1


" Ini beneran kan, gak mimpi?" Ucap Dila sekali lagi.


Rhumi hanya tersenyum, dan dia juga menangguk.


" Ini beneran Rhuminya Mama, iya beneran Rhuminya Mama kan." Ucap Dila dengan mata yang berkaca-kaca.


Dila terus memegang pipi Rhumi, dia baru percaya jika ini memang Rhumi anaknya.


" Rhumi anak Mama." Ucap Dila sambil sesenggukan, lalu memeluk erat Rhumi seolah tidak ingin terlepas lagi.


" Mama kangen sayang ya allah, akhirnya kamu kembali nak." Ucap Dila dengan haru, tidak lupa di menciumi pipi Rhumi bertubi-tubi.


" Iya Ma." Sahut Rhumi pelan.


Dalam pelukannya, Rhumi mengetuk sikap Qaza yang telah menampar pipi Mama kesayangannya.


" Rhumi juga kangen sama Mama, maafkan Rhumi yahh kalau selama ini bersembunyi." Ucap Rhumi dalam pelukannya.


" Iya sayang tidak papa, Mama justru senang kamu mau menemui Mama." Sahut Dila.


Rhumi melepas pelukannya, dia memberitahu Dila bahwa ada yang di sembunyikan Qaza dari kita selama ini.


" Ma, Rhumi melihat ada yang di sembunyikan dia dari kita." Ucap Rhumi.


" Dia.. dia siapa?" Tanya Dila yang tidak tahu, bahwa Rhumi jijik memanggil suaminya dengan sebutan Papa.


" Dia, Tuan Qaza." Jawab Rhumi.


" Ouhh, Papa ka.." Ucap Dila terhenti yang langsung di sela oleh Rhumi


" Kenapa?" Dila kebingungan.


" Kalau Mama masih ingin bertemu denganku, tetaplah diam seolah-olah tidak bertemu denganku nanti. Aku tidak sudi menemuinya, apalagi memanggilnya Papa.. itu membuatku jijik." Jelas Rhumi dengan singkat.


Dila paham dengan alasan Rhumi, dia juga tidak ingin berpisah lagi dengan Rhumi. Tidakkah selama ini Qaza tidak pernah berusaha untuk mencari Rhumi, dia sangat pengecut.


" Baiklah kalau itu mau kamu, tapi kamu harus janji sama Mama yah jang pernah tinggalin Mama lagi." Ucap Dila.


" Iya." Ucap Rhumi dengan anggukan yang indah.


" Saya tidak tahu, dia memiliki rahasia apa? Tapi hati saya tidak bisa di bohongi, dia menyembunyikan sesuatu." Batin Rhumi.


Rhumi menemani Dila tidur untuk malam ini, karena dia juga rindu dengan pelukan Mamanya selama ini.


**


Tepat jam 05.30, Rhumi bangun dan dia juga melihat Mamanya masih tertidur pulas.


" Saya harus kembali ke rumah Mami, kalau tidak! Saya bisa ketahuan, Mami Rhumi pergi dulu yahh sekali lagi Rhumi minta maaf." Ucap Rhumi.


Rhumi meninggalkan sepucuk surat, dia meletakkan surat itu pas di genggaman Mamanya.


**


Rhumi masuk kembali ke rumah Abila, dia merasa sangat dingin apalagi perjalanannya pulang hari hujan.

__ADS_1


" Sialan, pagi-pagi begini hujan sebaiknya saya ganti baju lalu lanjut tidur." Gumam Rhumi.


Pagi-pagi Abila sudah bangun saat jam 6, Abila tahu saat hujan begini dengan sangat mudah Naawa masuk angin.


" Aku harus cek Naawa dulu." Ucap Abila.


Abila bisa masuk ke kamar Naawa, karena saat Rhumi kembali dia membuka pintunya lagi.


" Tuhkan masih selimutan dia." Gumam Abila.


" Sayang.. heyy Mami mau oleskan minyak kayu putih dulu, heyy.. ayo bangun sayang."


" Ehmmmmm." Ucap Rhumi dengan menggeliat, saat ini Rhumi benar-benar mengantuk karena tadi malam dia tidak benar-benar tidur sama Mama Dila. Dia memeriksa barang di ruangan Qaza, karena Rhumi yakin pasti ada yang di sembunyikan Tuan Qaza.


Abila terpaksa mengoles minyak itu saat Rhumi tertidur, pada saat membuka baju Rhumi. Abil melihat sedikit goresan di perut Rhumi, goresan dari benda tajam.


" Goresan apa ini sayang." Tanya Abila.


" Hmmm.. itu Mam, kena resleting jaketnya Naawa siang tadi." Sahut Rhumi dengan mata yang masih memejam.


" Ouhhh, Mami kirain tadi kenapa? Ya sudah nanti jaketnya jangan di pakai lagi, bahaya itu." Ucap Abila yang masih mengolesi perut Rhumi, tidak lupa telapak tangan dan kaki.


Rhumi masih ngantuk, dia ingin tidur sebentar.


" Ya sudah lanjut lagi bobonya, Mami mau masak dulu." Ucap Abila.


Sebenarnya Abila hanya memasak untuk Naawa saja, karena dia tidak ingin Naawa makan yang banyak bumbunya karena itu untuk kesehatan Naawa.


**


Qila sangat gelisah, dia tidak tau harus apa?


" Bagaimana ini? Lili gak kabar, aku jadi khawatir sama dia. Ini semua gara-gara kamu mas, awas aja kalau sampai Lili kenapa-kenapa? Kamu tanggung akibatnya, kamu ingat itu baik-baik." Ancam Qila.


Huuuuppp.. Ranu menghela nafas dalam-dalam lalu dikeluarkannya.


" Ancaman Qila bukan main-main, ini tidak baik saya harus cepat menemukan Lili. Kalau tidak, ahh meja hijau bisa beraksi." Batin Ranu mulai gelisah.


Dalam kamarnya, Luna memeriksa ponsel Lili.


" Sebainya aku cek Panggilan Lili, siapa yang paling sering dia hubungi." Gumam Luna.


Nama kontak yang paling sering dia hubungi adalah...


" Naawa." Ucap Luna.


" Apa Naawa itu sahabatnya, pagi ini aku ke sekolah Lili dehh. Biar aku tahu, sama siapa dia paling dekat." Pikir Luna.


**


Pagi-pagi sekali Tuan Qaza menelpon seseorang, tapi dia selalu mengecilkan suaranya saat bertelepon.


" Halo, bagaimana kabarmu? Apa dia baik-baik saja, maaf kalau saya sudah menyakiti kamu." Ucap Tuan Qaza pelan didalam telponnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2