
Aku sangat marah sama Mami kali ini, aku langsung keluar tanpa menegur Mami.Aku keluar tanpa membawa apapun, dan aku langsung menuju kos Ela.
Tapi sayangnya, baru saja keluar dari pagar udah ditangkap aja sama anak buah Mami.
"Apa-apaan ini, jangan halangi jalan saya."Aku mengatakan itu dengan tegas dan datar
"Mohon maaf Non Muda, sebaiknya anda kembali masuk ke rumah."Kata pengawal itu.
"Apa maksud kalian, jangan memaksa saya."Kataku lagi.
"Nona Muda, tolong anda kembai sebelum Nyonya Besar marah."Kata pengawal itu lagi.
"Itu bukan urusan saya, ayo kalau kalian cari masalah saya ladeni kalian."Kataku sambil memasang kuda-kuda bela diri.
Pengawal saling pandang dan mengangguk.Mereka mulai menangkapku, tapi langsung ku tepis.Dalam sekejap mereka semua kalah, tapi tiba-tiba mataku berkunang-kunang.
"Aakhhh."Kataku, karena mataku agak berat.
"Ini kenapa dengan mataku."Batinku.
Aku tidak tau, tapi perlahan tubuhku dipeluk oleh seseorang dengan pelukan yang begitu hangat.
Aku tidak merasa lagi, aku hanya melihat dan mungkin aku pingsan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kamarnya, Denis menatap sebuah foto gadis cantik dan manis.Sepertinya, gadis itu sangat berarti bagi Denis.
"Div, apa lo baik-baik aja gimana kabar lo."Kata Denis sambil menangis.
"Gue kangen sama lo, kenapa lo ninggalin gue cepat banget sih."Kata Denis lagi.
Denis sangat sedih, Divanna adalah adik kembarnya.Mereka kembar tak seiras, makanya banyak yang kurang tahu kalau mereka itu kembar.
Tapi sayangnya, Divanna tidak berumur panjang.Dia meninggal saat kelas satu Smp, karena dililit ulad piton.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedikit demi sedikit, Sinta merubah kebiasaannya belanja online.Dia lebih memikirkan uang untuk sekolahnya, daripada foya-foya gak jelas.
Mama Dea menanyakan kabar anaknya di sekolah, apa saja yang terjadi dan apa yang dilalui.Walaupun baru pulang dari kerja, Mama Dea ingin tetap memberikan perhatian kepada Sinta.
"Sayang gimana sekolahnya hari ini."Tanya Mama Dea.
"Baik-baik aja kok Ma, aman kok.Kalau Mama gimana, kerjanya hari ini lancar."Kata Sinta mengalihkan pembicaraan.
"Lancar kok sayang, gak ada kendala."Kata Mama Dea.
"Syukurlah Ma, Sinta senang dengarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
David sangat gelisah dengan kejadian tadi siang di sekolah, dia tidak bisa melupakan sikap Denis padanya.
__ADS_1
"Gue harus secepat mungkin memperbaiki ini semua, sebelum melebar kemana-mana."Kata David.
"Maafin gue Den, maafin gue."Kata David dengan penuh penyesalan saat dia sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mama Dila teringat tentang Rhumi yang menolongnya kemarin, Dila sangat yakin kalau Rhumi selamat.
"Kamu kenapa Dil."Tanya Qaza.
"Aku lagi mikirin anak yang kemarin nolong aku mas."Kata Dila.
"Maksud kamu Rhumi."Sahut Qaza.
"Coba kamu ingat-ingat lagi deh mas, wajanya Rhumi anak kita yang memiliki warna bola mata yang biru.Apa kamu tau, Rhumi yang menolong aku semalam punya bola mata warna biru."Kata Dila.
Qaza yang mendengar cerita Dila, sedikit terkejut.
"Kamu yakin Dil."Kata Qaza.
"Aku sangat yakin mas, naluri seorang ibu sangat kuat."Kata Dila.
"Tapi..kan kamu lihat sendiri, Rhumi yang menolong kamu itu diterkam sama harimau waktu dihutan kemarin."Kata Qaza.
"Tapi kan kita gak dengar teriakannya mas."Sahut Dila.
"Bener juga yah, seharusnya ada teriakan saat diterkam tapi semalam malah adem ayem aja."Kata Qaza.
"Mas pokoknya, besok aku mau ke rumah Rhumi buat mastiin."Kata Dila.
"Yang benar mas, kamu gak bohong kan."Kata Dila yang tidak percaya.
"Iya aku gak bohong."Kata Qaza lagi meyakinkan Dila.
"Ahh Mas Qaza makasih, aku senang banget."Kata Dila langsung memeluk suaminya itu.
"Daripada kamu depresi Dil, akan aku lakukan apapun biar kamu senang."Batin Qaza yang masih ragu tentang anaknya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku membuka mataku, sedikit sayup tapi perlahan tapi pasti aku membuka mata.Aku ada ditempat tidur, tapi kamar siapa ini? Dan ini alat apa, kenapa alat ini menempel dikepalaku.
Ceklekkk...bunyi pintu dibuka.
"Mami."Kataku melihat Mami masuk.
Tapi penampilan Mami sangat berbeda, dia bukan Mami yang ku kenal.Mami menyentuh daguku, lalu duduk.
"Bagaimana, apa yang kamu rasakan sekarang."Tanya Mami yang tangannya memegang pundakku.
"Kepala Naawa sangat berat, dan agak pusing."Sahutku.
"Ya sudah, kamu istirahat lagi gih."Kata Mami sambil merebahkan badanku lagi, tapi langsung ku tahan.
__ADS_1
"Ada apa."Kata Mami yang memasang ekspresi wajah yang sulit ditebak.
Aku seperti tidak mengenal Mami, dan rasanya hawa disini berbeda.
"Ini dimana."Tanyaku.
"Dirumah sayang."Kata Mami.
"Dirumah, lalu ini kamar siapa?Naawa gak kenal kamar ini, gak kenal."Kataku sambil menggelengkan kepala pelan.
Mami langsung memelukku, dan membelai begitu lembut.Tapi ini tiba-tiba, aku sangat bingung dengan sikap Mami yang begini.
"Mami jawab Naawa, kita lagi dimana."Tanyaku sekali lagi.
"Kamu terlalu lelah sayang, sampai kamu tidak bisa mengenali tempat ini lagi."Kata Abila.
Aku merasa nyaman dipelukan Mami, entah apa yang terjadi.Mami sangat memanjakanku, tapi tidak hayal dia juga bisa bersikap kasar kepadaku jika aku tidak menurut.
Aku kembali di rebahkan Mami, aku merasa badanku kali ini lemas.Tapi kenapa ? Bukankah sebelumnya, aku baik-baik saja.
"Mami ambilkan makanan untuk kamu dulu ya sayang."Kata Mami lalu pergi.
Aku berusaha mengingat tempat ini, tiba-tiba pandanganku berubah jadi putih lagi.
"Aishhhh, muncul lagi."Kataku dengan kesal, karena dia muncul.
"Halo Rhumi."Sapa Arwannya Naawa.
"Hmmmm."Sahutku.
"Hmmm..hmmmm aja kamu jawabnya, kangen gak sama aku."Kata Naawa.
"Apaan sih, geer tau gak kamu."Sahutku.
"Yeeee, begini-begini aku cantik tau."Katanya dengan cemberut.
"Cantik darimana, wajah pucat mata hitam kaya pantat panci tau gak."Kataku ketus.
"Ishhh Naawa..mulutmu itu yah pedas banget kaya rawet."Kata Naawa.
"Udah deh, sekarang lo mau ngapain muncul lagi hah."Kataku
"Heheh..aku kesini cuma mau ngingetin kamu buat hati-hati sama Mami, soalnya Mami itu sangat menyayangiku jadi dia lakuin apa aja supaya aku nurut sama dia.Sama halnya dengan yang dia lakukan sekarang, mending kamu langsung minta maaf sama Mami.Aku takut Mami lepas kendali Rhumi, cuma kamu yang aku harapkan satu-satunya."Kata Naawa.
"Sebentar, maksud kamu apa sih."Kataku yang belum paham.
"Lebih baik kamu minta maaf sekarang, sebelum Mami marah besar.Kalau Mami marah, itu bahaya."Kata Naawa.
"Kamu tau sesuatu tentang Mami."Kataku.
Bukannya dijawab, Naawa malah menghilang.
"Ishhh dasar hantu rese, main pergi aja."Kataku kesal dengan kelakuan Naawa.
__ADS_1
***BERSAMBUNG...
DUKUNG KARYA AUTHOR BIAR MAKIN SEMANGAT UPDATE YA***...