MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 51


__ADS_3

Mami Abila semakin dekat dengan keberadaanku,sedangkan tubuhku sudah makin lemah.Benar kata Naawa,aku akan kembali lemah jika berdekatan dengan mami.


Aku keluar secara perlahan dari pintu,karena memang sangat berat kakiku melangkah.


"Sialan,kenapa nasibku begini."Batinku menggerutu karena tidak suka dengan kondisi tubuhku seperti ini.


"Kenapa si hantu itu masih berkeliaran sihh,bikin repot saja."Batinku kembali merutuki si Naawa asli.


"Jangan menggerutu seperti itu,aku dengar tau."Kata Naawa yang tiba-tiba muncul.


"Aiiihh kau,macam setan aja tiba-tiba muncul."Kataku dengan nada yang kesal,"Astaga kau kan memang setan."Kataku sambil menepuk jidat.


"Enak saja aku setan."Kata Naawa yang tidak terima dia dipanggil setan,lalu kemudian menghilang.


"Setan tidak menerima dirinya setan."Gumamku pelan.


Aku menyandarkan tubuhku pada tembok,karena memang tubuhku sangat lelah.


Sedangkan Abila,perlahan melihat Naawa yang sedang bersandar ditembok.


"Naawa."Kata Abila yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Naawa ya allah itu Naawa,Naawaaaa."Panggil Abila.


Aku menoleh kesamping,dan yang kulihat adalah mami.


Deg...


"Mami."Batinku.


Aku sangat takut saat ini bertemu dengan mami,karena aku sudah membohonginya.Rasanya aku ingin lari,dan menghilang dari pandangannya.


Mami semakin dekat dan merentangkan kedua tangannya,aku sebenarnya ingin tapi aku malu dan akhirnya kakiku bergerak untuk menjauh.Tapi mami sudah sampai duluan,dan menahanku.


"Sayang kamu mau kemana?Mami rindu sama kamu."Kata mami sambil memelukku dengan erat,seakan tak ingin aku pergi lagi darinya.


Mami yang terlalu erat memelukku membuat badanku sakit.


"Mami badanku sakit."Kataku dengan nada yang pelan.


"Maaf sayang,mami gak sengaja.Mana yang sakit nak,hmmm kamu tidak papa kan."Kata mami yang memeriksa tubuhku.


Aku hanya diam,tidak berani menjawab.


Abila yang melihat sikap Naawa seakan tertutup sangat khawatir,lalu kembali memeluk anaknya itu untuk menenangkannya.Abila mengira,Naawa mengalami trauma sampai tidak mau bicara.


Tuan Taufan melihat pemandangan itu,dimana Abila sudah memeluk Naawa.


"Naawa astaga,Naawa sudah ditemukan."Kata tuan Taufan.


"Iya pa,ayo kesana."Ajak Ara.


"Naawa,Abila syukurlah kalian bisa bertemu kembali."Kata tuan Taufan yang senang dengan pertemuan ibu dan anak ini.


"Naawa hiks...hiks ...kamu bikin orang jantungan tau gak."Kata Ara yang menangis karena senang Naawa sudah ditemukan dan sedih melihat Naawa agak kurusan.


"Kamu dah kurus,tapi sekarang kamu malah tambah kurus."Kata Ara lagi.

__ADS_1


Ara makin kencang menangis dan itu didengar oleh Denis dan Lili.


"Den,dengar gak suaranya kak Ara lagi nangis."Kata Lili.


"Ouhh iya benar,ya sudah kita lihat siapa tau ada sesuatu yang terjadi."Kata Denis.


Mereka berdua lari.


"Kak Ara kenapa?Ehh Naawa."Kata Lili yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Li.Kataku yang masih dalam pangkuan mami.


"Wa,ini nyatakan lo benar-benar sudah ada kan."Kata Lili.


"Menurut kamu."Jawabku pada Lili.


"Naawa hiks ...hiks ...gue seneng lo ditemuin,gue kira gak bakalan bisa ketemu sama lo lagi."Kata Lili sambil menangis,dan semuanya pun ikut menangis.


"Syukurlah Wa,lo selamat setidaknya Lili gak kesepian lagi.Gue sedih lihat Lili gak semangat sekolah,dan sekarang lo udah ditemuin gue ikut senang."Batin Denis yang air matanya juga ikut jatuh,walaupun tidak merintih dan terisak.Tapi bisa dilihat,Bahwa Denis juga ikut menangis.


Saat mereka semua tersenyum lepas,disitulah aku melihat Naawa muncul dan tersenyum.Lalu dia memutar badannya dan clingggggg ...seketika dia berubah menjadi diriku yang memakai topeng,dan menghilang begitu saja.


"Naawa,apa yang kau rencanakan."Batinku.


"Ehenmm,apa kita terus duduk disini."Kata tuan Taufan.


"Ya ampun."Kata Abila yang menyeka air matanya kemudian tersenyum.


"Hehe...aku begitu rindu mas sama Naawa,sampai aku lupa kalau kita masih disini."Kata Abila lagi.


"Ya sudah sebaiknya kita keluar."Ajak tuan Taufan.


"Kenapa pa,apa ada yang ketinggalan."Tanya Ara yang heran melihat papanya yang tiba-tiba berhenti.


"Dimana tuan Qaza?Kata tuan Taufan.


"Ouhh iya dari tadi aku lihat,om Qaza gak ada."Kata Lili.


Mereka pun celingak-celinguk melihat disekitar bangunan.


"Nahh itu mereka."Kata Ara,menunjuk ke arah tuan Qaza dan nyonya Dila yang sedang keluar dari bangunan itu.


"Mama,papa..."Batinku.


"Itu mereka mas."Kata Dila.


"Iya,ayo kesana."Ajak tuan Qaza.


"Tuan Qaza darimana saja anda,dari tadi kami lihat gak ada."Tanya tuan Taufan.


"Maaf kami hanya mencari urusan kami,dan...maaf dia siapa?Kata tuan Qaza sambil menunjuk Naawa, ternyata dia tidak mengenali Naawa.


"Ahh ini,dia keponakan saya yang hilang minggu kemaren.Ternyata dia disekap disini,untungnya Abila menemukannya dengan cepat."Jelas tuan Taufan.


"Ouhh syukurlah."Kata tuan Qaza.


Dila dari tadi terus memandang Naawa.

__ADS_1


"Anak nyonya Abila,seperti tidak asing aku melihatnya."Batin Abila.


Degg...jantungku seketika berdetak dengan cepat.


"Sial,kenapa mama memandangku seperti itu."Batinku.


Abila yang dari tadi melihat Naawa,dan merasakan detak jantung Naawa yang berdetak cepat menjadi khawatir.


"Naawa kamu gak papa sayang,dari tadi mami lihat kamu seperti sangat lelah."Tanya Abila.


"Gak papa kok mam,Naawa masih kuat kok."Kataku meyakinkan mami.


Saat aku berjalan dipapah sama mami dan Ara,tiba-tiba Naawa yang asli muncul.


"Hahahah,mau kejutan gak."Tawarnya padaku.


"Apa maksudmu."Balasku didalam hati.


Naawa kemudian menyandung kakiku,hingga aku terjatuh.


"Aaakhhh."Kataku.


"Astaga Naawa,kamu gak papa."Tanya Ara yang khawatir.


"Aku gak papa."Jawabku.


"Mau om gendong Wa,soalnya tadi om lihat tubuh kamu gemetar."Kata om Taufan.


"Naawa gak papa kok om."Jawabku datar.


"Yakin kamu gak papa sayang."Tanya Abila yang nampak dari wajahnya yang khawatir.


"Iya mam."Jawabku.


"Gue yakin lo itu anaknya kuat Wa."Kata Lili menimpali.


"Makasih Li."Kataku lagi.


"Kurang ajar si Naawa,cari masalah dia sama aku."Batinku menggerutu.


"Om kita lewat sana aja om."Kata Denis.


"Kamu yakin Denis."Kata tuan Taufan.


"Yakin om tenang aja."Jawab Denis.


"Darimana kamu yakin,kalau itu jalan yang benar."Kata tuan Qaza.


Denis pun mengambil sesuatu dari kantong bajunya.


"Ini om,ini peta yang Denis dapetin dari bangunan yang tadi.Dalam peta ini tertulis jalan pintas menuju jalan raya,kita ikutin aja peta ini."Kata Denis.


"Kamu yakin gak dijebak lagi kan kita,coba sini aku lihat."Kata Ara yang mengambil peta itu.


"Kebetulan Ara ada disampingku,jadi aku bisa lihat peta itu.


"Hebat juga Denis bisa menemukan peta itu,aku harus hati-hati sama Denis."Batinku.

__ADS_1


Hallo geng sampai disini dulu yah, Author nya lagi mau istirahat karena masih sakit.


BERSAMBUNG


__ADS_2