
~SELAMAT PAGI AHLI SURGA~
💓💓💓
**
Abila merasa ada yang disembunyikan Naawa, pasti ada yang tidak beres di sekolahnya.
" Sayang, kamu kenapa? Mami bertanya loh, kok kamu diam aja."
" Gak kok, Emang kenapa Mam?"
" Mami bertanya, kamu malah nanya balik."
" Ya.. kan emang gak ada papa, Naawa baik-baik aja."
" Ya sudah habiskan makannya, langsung masuk kamar nanti."
" Iya."
Aku dan Mami makan malam dengan nikmat, aku bahkan menghabiskan satu porsi ayam goreng buatan Mami sendiri. Karena sudah malam, aku pamit sama Mami mau ke kamar untuk istirahat.
" Naawa mau istirahat dulu yahh Mam."
" Iya."
**
Aku masuk kamar, lalu mengunci pintunya. Karena perut sudah kenyang, aku membuka laptop.
Betapa terkejutnya aku, dengan kiriman anggota yang aku suruh untuk mengawasi Tuan Qaza.
Aku sangat marah, hingga membanting laptop itu. Siapa yang tidak marah melihat Papanya sendiri sedang bercinta dengan orang lain, dengan tekad yang bulat dan mantap aku akan melindungi Mama.
" Eekhhh.. Saya bunuh kamu." Ucapku dengan geram lalu mencengkeram bagian sudut meja belajar.
**
Pagi ini, Dea terbangun. Tidak ada lagi pria yang bernama Qaza Ranoya di sampingnya, sungguh eronis ternyata Qaza masih mengejar dirinya.
" Sialan kamu Qaza, berani sekali kamu menjamah tubuhku." Geram batin Dea, ketika dia ingat semalam Qasa menggerayangi tubuhnya.
Tok tok..
" Mama.. ini sudah pagi, dari semalam Mama gak keluar. Ada apa Ma? Mama baik-baik saja kan didalam, Ma?" Ucap Sinta dari luar, suara Sinta terlihat gemetar karena khawatir.
" Sinta." Gumam Dea.
" Mama." Panggil Sinta sekali lagi.
" Iya sayang, Mama ketiduran karena capek." Jawab Dea.
" Ouhh, ya sudah. Sinta mau berangkat sekolah dulu, sarapan pagi sudah Sinta masak." Ucap Sinta.
" Iya sayang, terimakasih. Kamu sudah repot memasak pagi-pagi, Mama mau mandi dulu yahh."
" Iya."
Sinta keluar dari rumah, mau berangkat sekolah tiba-tiba ada yang datang dengan motor ninjanya.
" Dito, kenapa dia kesini." Gumam Sinta.
" Pagi Sin." Sapa Dito sambil melepaskan helm.
" Lo ngapain ke rumah gue."
" Ya jemput lo lahh, siapa lagi disini coba yang sekolah."
Sinta tersenyum tipis, saat Dito bilang mau menjemput dirinya. Tapi dia akan bersikap biasa saja, karena tidak ingin lemah didepan laki-laki.
" Gue bisa berangkat sendiri, permisi."
Dengan cepat Dito menahan tangan Sinta lalu menariknya, kini wajah mereka saling bertatapan dan sekat sekali.
" Dito, wajah lo deket banget sama gue. Gak bisa, ini gak bisa lama-lama jantung gue bisa copot." Batin Sinta.
" Gue baru sadar, kalau lo itu cantik banget Sin." Batin Dito.
" Ehenmm." Dea yang sudah selesai mandi, melerai keduanya dengan berdehem.
__ADS_1
Dengan cepat Dito dan Sinta melepas pelukannya.
" Tante." Ucap Dito.
" Mama." Ucap Sinta dengan malu.
" Sudah kalian mau mesraan dihalaman rumah, apa mau sekolah."
" Mau sekolah kok Ma, Sinta berangkat dulu yah." Mencium tangan Dea.
" Gue yang nganter Sin, gak sempet waktu kalau lo cari angkot. Tante Dea, Dito antar Sinta dulu yah assalamualaikum."
" Wa alaikumsalam."
**
Pagi ini aku memutuskan untuk masuk sekolah, karena sudah lama libur juga.
" Mami, Naawa berangkat dulu yahh."
" Iya, uang jajan Naawa masih ada gak?"
" Masih ada kok Mam, sisa kemarin."
" Berapa?"
" Emmm.. 4 juta kayaknya."
" Ya sudah, Mami tambahin 6 juta yahh."
" Iya Mam."
" Tapi ingat, jangan beli makanan yang tajam bumbunya. Lagian tadi Mami sudah siapkan bekal kan buat kamu, dihabiskan bekalnya nanti."
" Iya.. Naawa berangkat dulu, Daachhh."
**
Hari ini Denis juga masuk sekolah, setelah beberapa hari dirinya menghilang.
" Bagaimana, di sekolah nanti gue jadi canggung." Batin Denis.
" Dito, makin akrab saja dia dengan Sinta." Gumam Denis.
Dito sampai di parkiran, dia melihat Denis menatapnya.
" Denis, dia hari ini masuk sekolah." Batin Dito.
Sinta turun dari motor Dito dengan cepat, karena dia tidak ingin banyak murid yang melihat kedekatan mereka.
" Pelan-pelan turunnya Sin, nanti lo jatuh gimana?"
" Ini juga pelan-pelan, sudah yah makasih udah nganter gue pergi dulu."
" Iya, eh tunggu."
" Apalagi sihh."
" Emmuaachh."
" Ihhh najis, sejak kapan lo narsis."
" Hahahah."
Sinta pun pergi, Dito juga ingin masuk kelas.
" Tunggu Dit." Panggil Denis.
Dito menoleh sedikit tanpa membalikan badannya.
" Apa."
" Lo apa kabar?"
" Baik."
Ada sedikit kecanggungan antara Denis dan Dito, karena mereka agak lama tidak ngobrol.
" Sudah yah, kalau gak ada lagi yang lo omongin. Gue duluan ke kelas, bye."
__ADS_1
" Tung…gu Dit." Panggil Denis dengan pelan, tanpa didengar oleh Dito.
Denis menghela nafas dengan kasar, dia bingung sekarang.
Naawa dan Chloe, memarkir mobil berdampingan itu membuat Chloe sinis dan iri.
" Dia turun juga ternyata." Batin Chloe.
" Gue yakin, pasti dia panas lihat gue masuk lagi." Batin Rhumi.
Mereka juga turun dari mobil bersamaan, Chloe terus-menerus melirik ke arah Naawa. Dia seperti tidak ingin tersaingi, karena dia tidak suka di abaikan.
" Tunggu." Ucap Chloe.
" Apa."
" Lo bisa gak, pindah sekolah."
" Memang anda siapa? Berani memerintah saya, jaga sikap anda." Ucap Rhumi yang memperlihatkan sifat aslinya.
" Hahah, gue Chloe Aslam kenapa emang? Apa lo gak terima gue suruh pindah, di suruh pindah sama anak keluarga Aslam."
Rhumi hanya menyunggingkan senyuman tipis bagai devil yang mencari mangsa, dia sudah memperlihatkan taringnya di depan Chloe.
" Saya rasa kau dalam masalah besar, jaga dirimu baik-baik." Ucap Rhumi dengan nada yang datar dan dingin, serta mata yang sedikit melotot.
Chloe terdiam melihat sorot mata Naawa yang berbeda dari sebelumnya, dia ketakutan tapi di tutupinya segera.
Vania sekolah sudah sendiri, karena Foni memutuskan untuk hijrah. Dia kesepian, karena tidak ada teman.
**
Saat pelajaran, hanya nama Lili yang tidak menyahut dan hadir. Semua murid berbisik, begitu juga dengan Rhumi yang bingung kemana Lili?
" Ehh kamu tau gak, kemarin Kakaknya Lili datang kesini."
" Ahh yang bener."
" Iya bener, katanya Lili kabur dari rumah."
" Masa sihh, terus dia dimana sekarang masa kabur."
" Itu yang gue denger dari para guru yang sedang rapat kemarin."
" Ya.. semoga aja Lili balik ke rumah."
Itulah pembicaraan murid dengan isu, Lili kabur dari rumah.
" Apa.. Lili kabur dari rumah, dan gue sebagai sahabat tidak tahu." Batin Rhumi yang merasa bersalah.
**
Saat jam istirahat, Denis juga tidak melihat Lili di sekolah.
" Lili kok gak ada ya di sekolah, apa gak masuk dia hari ini." Gumam Denis sambil berjalan.
Tiba-tiba ada adik kelas cewek, yang langsung memeluk Denis.
" Kak Denis." Cewek itu memeluk Denis dengan erat.
" Ehh apaan ini." Kaget Denis.
" Ya ampun Kak Denis, masa lupa sama aku." Ucap Cewek itu.
" Iya.. bukannya lupa? Tapi gak enak aja, dilihat orang." Jawab Denis yang merasa risih dipeluk tiba-tiba.
" Ahh.. Kak Denis mahh kebiasaan, bikin Rini bete aja." Ucap cewek yang bernama Rini itu.
" Bukan git." Belum selesai ngomong, Rini sudah pergi.
**
Rini Daniya, adalah adik kelas Denis. Mereka sudah kenal lama sejak Denis sekolah SMP, tapi Denis tidak tahu jika Rini menaruh hati padanya.
Rini itu anak baik, wajahnya cantik dan juga pintar. Dia juga termasuk anak dari orang tua yang berpengaruh.
🌹BERSAMBUNG🌹
~SELAMAT MEMBACA AHLI IBADAH~
__ADS_1