MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 68


__ADS_3

Perkelahian David dan Denis menghebohkan sekolah, terutama Dito yang sangat tidak suka dengan kekerasan.


Bugh brak...


Jrek Desh...


Pukulan demi pukulan Denis memukul David, tapi David tidak membalas sama sekali.


Lili melihat Denis memukul David membabi buta, dia berusaha melerai keduanya.


" Denis, jangan." Lerai Lili sambil memeganga badan Denis.


Tapi tidak dihiraukan oleh Denis, justru Denis mendorong Lili.


" Aawww." Teriak Lili sakit karena didorong.


Denis tidak peduli dengan rintihan Lili, dia terus memukul David.


Jrengggg bugh ...


Satu tendangan dan tamparan yang dilakukan Dito untuk Denis, Dito memasang wajah marah.


" Gue gak peduli masalah kalian berdua apa ?" Ucap Dito.


" Tapi gue gak suka, melihat cewek di dorong." Ucap Dito lagi.


Sinta yang melihat Lili terluka, langsung menolongnya.


" Ayo Li." Papah Sinta.


" Lo bisa gak jalan." Ucap Sinta lagi.


" Bisa kok." Sahut Lili.


Naawa melihat dari kejauhan, dia menyayangkan keadaan David.


" Denis sepertinya, sudah tahu semuanya makanya dia marah. Dan kamu David, saya akui kamu berani tapi ini belum cukup sampai Denis memaafkan kamu." Batin Naawa.


Chloe melihat Naawa yang dari tadi hanya diam, dan tak berniat membantu Lili yang dibilang sebagai sahabatnya.


" Kenapa Naawa tidak membantu Lili, bukankah Lili itu sahabatnya." Batin Chloe curiga.


" Aduhh ya ampun David, kasian banget." Ucap Vania.


" Iya kasian banget David, tolongin yuk." Ucap Foni.


Lili heran dengan Sinta.


" Kenapa lo nolongin gue." Tanya Lili


" Maaf ya, kalau lo risih gue tolongin." Ucap Sinta sedih.


" Ehh bukan gitu maksudnya." Ucap Lili rasa bersalahnya.


" Terus." Ucap Sinta.


" Ya..lo kok mau nolongin gue, bukannya lo itu dulu suka bully juga." Ucap Lili sedikit ragu.


" Sekarang udah beda Li, gue bukan orang yang pantas membully orang." Ucap Sinta jujur.


" Apa yang buat lo berubah begini." Tanya Lili penasaran.


" Pengalaman hidup Li." Jawab Sinta.


Lili tertegun dengan jawaban Sinta, bagaimana tidak? Sinta berubah total." Pikir Lili.


Naawa datang menghampiri Lili dan Sinta.


" Disini kalian berdua rupanya." Ucap Naawa yang baru saja sampai.

__ADS_1


" Lo darimana aja." Tanya Lili.


" Ada urusan sebentar." Jawab Naawa.


" Kebetulan ada kalian berdua disini, kita kekantin yuk aku yang traktir." Tawar Naawa.


" Beneran Wa, lo mau traktir kita berdua." Ucap Lili senang.


" Ehh kayaknya, kalian berdua aja deh gue gak ikut." Sela Sinta.


" Sudah Sin, gabung aja lagian aku memang mau traktir kalian berdua aja." Ucap Naawa.


" Tapi..." Ucap Sinta yang terhenti karena dipotong oleh Lili.


" Rezeki jangan ditolak Sin." Sela Sinta.


" Ehh i..iya." Ucap Sinta lagi.


Mereka bertiga pun pergi ke kantin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


David dibawa ke rumah sakit, oleh pihak sekolah.


" Tolong tangani murid kami ya dok." Ucap Pak Nara selaku kepala sekolah.


" Baik, kami akan memeriksanya kalian tunggu disini dulu yahh." Ucap salah satu perawat.


" Kita hubungi orang tuanya Pak." Usul salah satu guru.


" Ouhh iya Bu." Ucap Pak Nara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Qaza dan Dila berkunjung ke rumah Abila.


" Baik Bu Dila, sangat baik sekali lalu bagaimana dengan kabar kalian berdua." Tanya Abila kembali.


" Ah kami sudah cukup baik." Sahut Qaza.


" Maaf Bu Abila, bagaimana keadaan anak ibu." Tanya Dila.


" Anak saya sekarang sudah mendingan, ya walaupun kadang imun tubuhnya menurun." Jelas Bu Abila.


" Yah begitulah Bu, namanya juga seorang Ibu pasti akan melakukan yang terbaik untuk anaknya." Ucap Bu Dila.


" Ouhh iya kedatangan kalian kesini, dalam rangka apa yah." Tanya Abila.


" Ini.. kedatangan kami kesini mau minta bantuan." Ucap Qaza dengan hati-hati.


" Bantuan apa yah." Jawab Abila.


" Tapi Bu Abila jangan marah dulu yah." Ucap Qaza lagi dengan sangat hati-hati.


" Iya silahkan, ngomong aja." Ucap Abila.


" Kami berdua mempunyai banyak masalah yang belum diselesaikan, sebenarnya saya punya anak dua. Anak bungsu saya kecelakaan 12 tahun yang lalu, tapi tidak pernah ditemukan mayatnya." Ucap Qaza yang mulai cerita. Lalu pada saat dihutan kemarin, Dila ngomong sama saya kalau dia ditolong sama orang yang namanya sama dengan anak kami bahkan cirinya juga sama." Ucap Qaza yang di angguki Dila.


" Kok bisa, tunggu ini.. apa yah? Dari media saya dengar anak kamu sakit, yang mana yang benar." Bingung Abila.


" Itu hanya menutupi citra keluarga Ranoya." Ucap Qaza dengan sedih.


" Apa..." Kata Abila yang hampir tak percaya.


" Kami sangat menyesal." Ucap Dila kembali.


" Saya tidak tau harus bicara apa? Tapi apa yang kalian lakukan sekarang." Tanya Abila.


" Kami ingin mencari anak kami, kami berharap dia masih hidup." Ucap Qaza.

__ADS_1


" Iya, semoga saja karena mayatnya belum ditemukan iya kan yahh setidaknya masih ada harapan walaupun kecil." Ucap Abila.


" Iya semoga aja Bu, saya sangat berharap." Ucap Dila yang dibarengi isak tangisnya.


Tidak lama kemudian, ada suara orang yang menggema dari luar.


" Mami...malam ini Naawa mau nonton bioskop." Teriak Naawa, ternyata yang teriak tadi adalah Naawa yang baru pulang sekolah.


" Aduhh sayang, kamu jangan teriak-teriak malu ada tamu." Ucap Abila.


" Ishh Mami, Malam ini di bioskop banyak filmnya Mam." Ucap Naawa tanpa memperdulikan kehadiran Qaza dan Dila.


" Anak ini.." Batin Dila.


Abila agak kurang nyaman dengan sikap Naawa begini, dia menyuruh Naawa untuk masuk kamar.


" Iya-iya..mending sekarang kamu naik deh ke atas ganti baju kamu." Ucap Abila sambil menarik Naawa.


" Mami kenapa sihh." Ucap Naawa kesal.


" Naawa itu ada tamu." Ucap Mami pelan.


" Emang kenapa kalau ada tamu." Tanya Naawa pura-pura tidak tahu.


" Ya kamu harus jaga sikap." Ucap Abila.


" Ahh Mami, gak seru." Ucap Naawa pura-pura ngambek.


" Iya nanti kita bicara lagi yahh, untuk sekarang kamu masuk kamar ganti baju dan makan jangan bikin rusuh lagi." Ucap Abila pada anak polosnya ini.


Abila pun kembali ke ruang tamu, maaf yahh Tuan Qaza Nyonya Dila tadi ada iklan sebentar." Ucap Abila sedikit gugup.


" Heheh, gak papa kok Bu namanya juga anak gadis." Ucap Dila.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semua Kakak angkat Naawa berkumpul dirumah keluarga galaxi, mereka membicarakan tentang Naawa.


" Apa yang dia lakukan saat ini." Tanya Sima kepada Zora.


" Entahlah, mungkin dia lagi mengurus urusan pribadinya." Jawab Zora.


" Ouh ya Zor, Rhumi menyuruh gue beli itu sekolah milik keluarga Dirga." Ucap Dani.


" Haaahh, buat apa?" Tanya Zora.


" Gue gak tau, cuma disuruh doang." Kata Dani cuek.


" Kenapa yah." Pikir Zora.


" Ahh sudahlah Zor, gak usah dipikirin. Gue yakin, Rhumi punya cara tersendiri menyelesaikan masalahnya." Ucap Feli.


" Tapi tetap aja gue khawatir." Ucap Zora.


" Kita semua pasti khawatir, tapi ingat Rhumi itu jauh di atas kita pengalaman bertarung." Ucap Dani.


Mendengar ucapan Dani, semuanya pun tertawa.


" Hahahahahah." Tawa mereka.


" Kamu benar Dan." Ucap Zora.


" Hihihi, gue baru sadar." Ucap Feli.


" Iya ya Fel, kita baru sadar sekarang." Tambah Sima.


BERSAMBUNG...


🥰🥰🥰💞💞💞💓💓💓🌷🌷🌷🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2