
Anggota sudah mengepung tempat persembunyian Agie dan Dea.
"Aaaaaaaaaa."Teriak Dea.
Agie yang mendengar teriakan istrinya,bergegas untuk menolong.
"Lepaskan istri saya."Ucap Agie.
"Haha kalau bisa."Orang itu pergi lewat jendela.
Agie mengejar anggota yang menculik Dea.
Duar...anggota yang menembak ke arah kaki Agie,anggota sengaja tidak mengenai kaki Agie karena hanya ingin membuat peringatan.
"Aaakhhh si*l."Ucap Agie yang memeriksa kakinya, ternyata hanya meleset.
"Jangan ikuti kami si*lan."Ucapnya lalu pergi begitu saja.
"Kalian pikir,saya takut heh."Batin Agie.
Secara diam-diam Agie mengikuti langkah anggota, walaupun sebenarnya anggota sidah tahu bahwa Agie mengikuti dari belakang.
"Dia mengikutinya."Batin anggota itu.
"Aaaaww sakit tau gak."Bentak Dea.
Dea terus ditarik tanpa ampun.
...----------------...
Aku menyuruh anggota untuk meletakkan bangkai mobil.
"Kalian letakkan bangkai mobil itu di markas yang satunya,dan pancing mereka untuk datang.Buat mereka tidak bisa keluar,lalu aku akan datang kesana."Ucapku.
"Baik sang Queen."Sahut mereka lalu pergi meninggalkanku.
......................
Sudah cukup lama tuan Taufan dan yang lainnya berjalan menyusuri hutan.
"Apa tidak ada petunjuk sama sekali,yang bisa membuat kita menemukan sesuatu."Ucap Abila.
"Iya pa,dari tadi kita jalan gak menemukan apapun."Sahut Ara.
"Maaf nyonya Abila,memang putri nyonya waktu terakhir memakai baju apa."Tanya tuan Qaza.
"Anak saya waktu itu masih dirumah sakit,dan dia itu polos tapi sialnya ada orang yang ngaku sebagai teman saya.Dia membawa anak saya pergi,dan sampai sekarang saya gak tau anak saya ada dimana."Kata Abila yang air matanya mulai jatuh karena sedih.
"Tante sudah."Tenang Ara pada tantenya.
"Saat saya ditahan sama mereka,saya sering mendengar percakapan mereka dengan pemimpinnya.Saya yakin disekitar sini ada markas mereka yang lain,karena mering sering ngomong tentang markas di hutan."Kata tuan Qaza.
"Itu artinya kita masih memiliki kesempatan dong om,untuk menemukan Naawa."Kata Lili.
"Iya, tapi kita harus hati-hati.Karena mereka itu bukan orang sembarangan.Bisa dilihat dari pakaian mereka,jelas mereka mafia yanh ditakuti."Kata tuan Taufan.
"Apa kita berpencar saja,untuk mencari markas mereka."usul Denis.
"Sebaiknya jangan,disini sangat berbahaya.Kita yang bergabung aja mungkin bisa kewalahan,apalagi ini hutan pasti banyak binatang buas."Kata tuan Qaza.
"Iya,saya setuju."Kata tuan Taufa.
__ADS_1
Mereka semua pun akhirnya bersama-sama mencari markas anggota mafia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kembali dalam sebuah ruangan yang gelap,dan sempit ada sosok yang terkurung disana.Dia berteriak minta tolong,dan memohon untuk dilepaskan.
"Tolong,tolong lepaskan saya woy."Teriak orang itu tanpa henti.
"Tolong lepaskan saya mohon,saya tidak kuat disini tolong kalian jangan gila oi."Teriaknya lagi.
Namun tidak ada sahutan atau jawaban sama sekali dari arah luar.
"Oi saya pastikan kalian akan menyesal nanti,karena sudah memperlakukan saya seperti ini.Oiii kalian jangan pura-pura budek,denger gak kalian sialan."Teriaknya lagi.
Masih tidak ada sahutan dan sama sekali tidak berubah.
"Hiks...hiks ...hiks ...ya allah apa salah saya ya allah,saya sudah tidak tahan lagi."Katanya sambil menangis pilu karena keadaan dirinya yang sangat memprihatikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lepaskan saya."Kata Dea yang ingin memberontak.
Dengan cepat anggota mengikat tangannya dengan lakban.
"Kalian mau ngapain."Kata Dea ketus.
"Sebaiknya anda diam,kalau ingin selamat."Kata anggota dibalik topengnya.
"Kalian semua itu hanya berani sembunyi dibalik topeng tau gak,kalau kalian berani ayo tunjukin wajah kalian."Kata Dea yang mulai memprovokasi anggota.
Namun sayang trik Dea itu sudah kuno,dsn tidak dipakai lagi zaman sekarang.
"Sebaiknya anda diam."Kata anggota lalu memukul untuk membuatnya pingsan.
"Membosankan sekali."Kata anggota.
"Hahah,yahh karena dia adalah istri dari musuh utama sang Queen."Sahut anggota yang satunya lagi.
"Ya sudah,suruh yang lain mengawasi nenek sihir ini."Kata anggota.
"Ayolah hahahah."Mereka akhirnya tertawa bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku dan beberapa anggota keluar dari markas,untuk latihan sebagian dari rencana juga.
"Apa kalian sudah siap."Tanyaku pada mereka.
"Kami sudah siap sang Queen."Sahut mereka.
"Bagus,ayo kita pergi."Kataku yang sudah siap dan rapi dengan pakaian kebanggaan mafia Galaxi.
"Sang Queen disini terlihat sangat berwibawa."Batin anggotan 1.
"Hmmm,sang Queen benar-benar orang yang sangat berbeda dari pemimpin mafia lainnya."Batin anggota 2.
"Aku jadi penasaran,siapa ya nanti yang akan menjadi pasangannya sang Quee.Sungguh beruntung orang itu nanti,akan ku pastikan dia layak atau tidak."Batin anggota 3.
Anggota mafia Galaxi,mereka semua sangat patuh pada pemimpinnya yaitu sang Queen. Jadi tidak heran,jika mereka melindungi satu sama lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Entah kenapa Dito sangat penasaran dengan tidak adanya Denis dan Lili.
"Bahkan Denis dan Lili juga tidak ada."Batin Dito yang sedang santai di sebuah cafe.
Dito memandang ke arah luar,dia begitu rindu masa bersama David dan Denis yang kini terpisah entah kenapa.
"Kalian berdua sebenarnya ada dimana."Batin Dito lagi yang masih meminum jus alpukat.
Televisi yang ada di cafe itu menyiarkan.
🖥️Selamat sore pemirsa,kabar kali ini adalah atas hilangnya keluarga Alastar.Tempo kemaren mereka ingin mencari anaknya yang hilang,tapi untuk saat ini malah mereka yang juga ikut menghilang.Kini kita beralih ke keluarga Ranoya yang rumahnya disita,bahkan keberadaan keluarga Ranoya juga belum diketahui.Menghilangnya orang terpandang,membuat sebagian pengusaha yang lainnya bertanya,mereka khawatir atas pekerjaan dan saham yang mereka tanam akan melonjak turun karena masing-masing ceo dari perusahaan mereka menghilang secara tiba-tiba.Untuk saat PT.Nawastar bergerak dengan cepat, entah apa yang terjadi.Pengusaha lain mengklaim bahwa PT.Nawastar Official,sedang ingin mengepakkan sayapnya dibidang perindustrian dengan lebih dalam.Dan pengusaha lain juga berbondong-bondong,untuk bekerja sama dengan mereka.Akankan keluarga Alastar dan Ranoya kembali,kita tunggu kabar mereka selanjutnya terimakasih.
Dito yang mendengar berita itu sangat prihatin.
"Naawa masih belum ditemukan,tapi siapa pelaku kejahatan ini."Kata Dito.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sinta dari tadi sedih dan berusaha mencari kakaknya Awan.
"Gue harus cari tau ada apa sebenarnya ini semua,kak Awan gak ada pasti ada yang gak beres."Batin Sinta.
Sinta pergi ke apartemen Awan.
"Kak Awan dengar sinta gak,kak rumah disita kak."Kata Sinta yang berusaha menggedor pintu kamar Awan.
"Kak Awan kemana sih,dari tadi Sinta nyariin kak."Kata monolog Sinta yang frustasi atas hilangnya anggota keluarganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirumah Foni,Vania menginap beberapa hari ini karena orang tuanya pergi ke luar negeri.
"Fon,lo merasa aneh gak sih tentang rumah orang tua angkatnya Sinta yang di sita."Kata Vania memulai pembicaraan sambil memakan ciki-cikian.
"Iya gue ngerasa aneh aja,soalnya kata bokap gue perusahaan keluarga Ranoya bergabung sama perusahaan sahabatnya."Kata Foni.
"Anjirrr,emang sahabat tuan Qaza siapa yahh."Tanya Vania.
"Ya ampun Van,emang lo gak tau itu si... orang tua kadung Sinta."Kata Foni.
"Serius lo Fon."Sahut Vania yang masih gak percaya.
"Iyalah gue serius,sejak kapan gue cabe-cabean."Sahut Foni ketus.
"Emang lo tau darimana."Tanya Vania.
"Gue tau dari bokap gue,aishhh lo ya Van banyak tanya tau gak.Gue lagi fokus ngelukis nih."Kata Foni.
"Ehhh anjayyyy lo,sejak kapan lo berani kayak gini biasanya otak lo lemot."Ledek Vania.
"Enak aja,kalau masalah pelajaran emang iya tapi kalau masalah seni apalagi melukis jangan salah gue juaranya "Kata Foni memuji dirinya sendiri.
"Aaaahhh lo emang narsis."Kata Vania yang melempar Foni pakai bantal.
"Apaan sih lo Van,awas nih lukisan gue."Kata Foni yang tidak suka karya seninya yang belum selesai rusak.
"Alahhh lukisan doang."Kata Vania yang tidak mau kalah.
"Lo yahh di kasih tau,ada aja alasannya."Kata Foni lagi.
"Hehehehe."Kata Vania sambil tertawa.
__ADS_1
Bersambung...