MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Bab 84


__ADS_3

~SELAMAT PAGI KESAYANGANKU~


💓💓💓


**


Percakapan Rhumi dan anak buahnya, berhasil membuat Dila menangis.


" Apa yang kamu lihat." Ucap Rhumi.


" Saya melihat sendiri Bos."


" Mana buktinya."


" Ada di flashdisk ini."


" Hmm.. bagus, Terus awasi si tua bangka itu saya tidak mau dia terus berbohong dengan Mama saya."


" Baik."


Dila kemudian mencari flashdisk yang dikatakan Rhumi, ternyata flashdisk itu ada di samping laptop. Dengan hati yang berdebar, Dila memasang flashdisk itu untuk mengetahui kebenaran yang ada.


Saat flashdisk itu dibuka, bulir air mata Dila berjatuhan bagai hujan. Bagaimana tidak jatuh, jika yang dilihat adalah adegan panas suaminya yang tengah memperkosa.


" Kamu tega mas, aku pikir kamu suami yang setia. Apa ini alasan Rhumi mengajak aku pergi, kalau memang benar berarti Rhumi.. sudah lama mengawasi kami." Batin Dila menahan tangis.


**


Rhumi melihat Mamanya menangis, dia tidak sanggup dan meminta maaf sebesar-besarnya karena sudah memperlihatkan tontonan yang membuat Mamanya menangis.


" Maafkan Rhumi, seharusnya Rhumi tidak melakukan ini. Tapi Rhumi kesal, Mama masih saja mencintai lelaki kurang ajar seperti Papa." Ucap Rhumi dalam hatinya.


Rhumi mengusap air matanya, dia menangis melihat Mamanya seperti itu. Untuk sekarang, Rhumi akan meminta anak buah yang lainnya untuk mengawasi Mama Dila.


Rhumi menelpon anggota untuk menyuruh anggota biasa.


Tut tut..


Tut tut..


" Halo Sang Queen, ada apa?"


" Suruh anak buah kamu untuk mengawasi Mama saya."


" Baik Sang Queen."


**


Di ruangan guru, mereka membicarakan tentang Naawa yang sering tidak masuk sekolah.


" Bagaimana ini Pak, saya tahu Naawa itu anak Nyonya Abila tapi dia sering tidak masuk sekolah. Saya khawatir nilai dia anjlok, atau murid yang lain iri." Ucap salah satu guru.


" Tapi saya lihat Naawa itu cerdas, dia bisa menjawab pertanyaan dengan mudah padahal dia ketinggalan pelajaran. Saya sudah mengujinya, saya ingin tahu berapa iq yang dia miliki." Sahut Ibu guru.


" Begini saja, kita kasih surat untuk memberitahu Nyonya Abila tentang Naawa di sekolah." Usul guru yang lain."


" Bagaimana Pak Kepala Sekolah." Tanya Pak Rama.


" Baiklah." Sahut Kepala Sekolah.


**


Sinta dan Dito di sekolah terlihat makin akrab, bahkan Sinta juga sering membantu yang lain ketika mereka kesusahan. Berbeda dengan Chloe yang suka menindas murid yang miskin, dia suka membully bahkan sampai menggunakan fisik.


" Kamu mau makan apa Sin." Tanya Dito.


" Nasi goreng aja."


" Minumnya?"

__ADS_1


" Es Teh aja."


" Ouhh ya sudah kalau gitu, mbak.."


" Iya Dek, pesan apa?"


" Eee.. nasi gorengnya 2 sama es teh 2, terus saya minta bikinin jus alpukat 2 yahh."


" Baik Dek, di tunggu yahh pesanannya."


" Kok kamu pesan jus alpukat 2."


" Iya, kan buat aku 1 kamu 1."


" Aku kan gak pesen."


" Justru kamu gak pesen, aku pesenin."


" Tapi aku gak punya banyak u.."


" Sudah, aku yang bayar, semuanya aku yang bayar kami tenang aja. Jajan kamu itu, aku yang tanggung."


" Apaan sihh, aku gak minta tau?"


" Hehehe.. ya habisnya kamu takut banget uang kamu habis, udah tahu pacarnya yang ganteng ini banyak duit malah pusing mikirin gimana bayarnya."


" Hahhh, pacar? Kapan saya pacaran sama kamu."


" Sejak panggilan kita, aku dan kamu."


" Idihhh, kamu jebak aku yahh."


" Hehehe.. habisnya kamu susah banget di ajak jalan-jalan, ya udah aku cari cara supaya kamu mau jadi pacar aku."


" Ihh.. Dito, curang banget sihh."


" Hehehehe." Dito tertawa lepas.


Chloe mendatangi tempat duduk Sinta dan Dito, dia menyindir Sinta.


" Dasar gak tau malu, sudah miskin masih aja gelandutan sama murid yang lebih kaya. Biar apa coba, biar bisa porotin Dito gitu. Gue heran sama lo Dit, bisa-bisanya lo akrab sama dia kalau gue sih ogah."


" Bisa gak mulut lo itu di jahit aja." Sahut Dito dengan ketus, mendengar sahutan Dito membuat para murid yang di kantin tertawa.


" Diam kalian semua, ehh parasit lo apain Si Dito hah."


" Maksud lo apa? Siapa yang parasit disini?" Tanya Sinta.


" Pake nanyak lagi lo, siapa lagi disini kalau bukan lo."


" Maksud lo apa Chloe."


" Hmm.. pake pura-pura polos lagi, lo pake dukun kan biar Dito kepincut ama lo."


Plakk..


Dengan berani Sinta menampar Chloe, itu membuat para murid yang ada di kantin terkejut.


" Jaga omongan lo, gue emang miskin tapi gak serendah yang lo omongin."


" Bedebah.. berani lo nampar gue hah sini rasain." Ucap Chloe yang ingin menampar Sinta.


Huapppp..


Chloe terkejut, tangannya di cekal oleh Dito. Apalagi wajah Dito yang sudah sangat marah.


" Dito." Ucap Sinta.


Chloe masih tertegun dengan sikap Dito, dia pikir Dito tidak pernah marah. Padahal di antara David, Denis, dan Dito, Dito lahh yang paling mengerikan saat marah.

__ADS_1


" Ikut gue." Ucap Dito dengan dingin.


" Lepasin gue." Teriak Chloe memberontak ketika Dito menariknya keluar kantin.


" Dito." Panggil Sinta.


" Dito, lepasin gue." Ucap Chloe yang tangannya terus di tarik oleh Dito.


Dito sama sekali tidak bicara, dia terus menarik tangan Chloe dengan kasar. Sampai Chloe kesakitan, dan hampir menangis saat Dito membawanya ke gudang.


" Lo mau apain gue." Tanya Chloe, yang bibirnya sudah gemetar karena takut.


Brakkk…


Dito mendorong Chloe dengan kasar, Dito mengunci Chloe di gudang.


Aksi Dito tadi, dilihat oleh orang suruhan Naawa, dia adalah Wana.


" Heh, ternyata Dito mengerikan juga kalau dia marah. Aku harus memberitahu Naawa, dia pasti suka berita ini." Batin Naawa.


Saat Dito mau pergi tiba-tiba Sinta bertanya?


" Chloe mana, kamu bawa Chloe kemana?"


" Aku kasih dia pelajaran sedikit aja, aku gak mau dia terus membully orang apalagi kamu aku gak suka."


" Tapi jangan berlebihan yahh, aku gak mau kamu kena masalah gara-gara aku." Ucap Sinta.


" Iya gak papa, ayo kita ke kantin lagi makanannya kan belum sampai."


" Ihh kamu Dito, masih ingat aja kamu sama makanan padahal tadi wajahnya kaya singa." Tutur Sinta.


" Kamu ngatain aku singa, ihh jahat banget sihh."


" Heheh.. ya habisnya tadi saat kamu marah, wajahnya mirip singa wkwkwk." Sinta tertawa puas.


" Nakal yahh kamu." Dito menggelitik pinggang Sinta.


" Ihh aduhh kamu curang ihh." Protes Sinta, lalu kabur.


" Mau kemana kamu."


" Ke kantin mau makan."


Dito dan Sinta pun kejar-kejaran saat mau ke kantin, hmm betapa romantisnya mereka tidak tahulahh seperti apa nasib Authornya yang jomblo akut ini.🤣🤣🤣🤣


**


Tuan Qaza sangat frustasi karena kepergian Dila dari rumah.


" Dila kamu kemana." Kirim pesan Qaza di whatsapp.


Tut tut..


Qaza berusaha menelpon, tidak dapat tersambung.


" Aakhkh.." Teriak Tuan Qaza.


" Kenapa tidak tersambung." Ucap Qaza dengan cemas.


" Dila aku mohon angkat telponnya sayang, aku mau bicara sama kamu." Qaza kembali mengirim pesan untuk Dila.


Qaza tidak tahu bahwa ponsel Dila sudah di retas oleh Rhumi, bahkan pemilik ponselnya juga tidak menyadari jika telah di retas.


Rhumi melihat pesan yang dikirim oleh Papanya sendiri.


" Hmmm.. dasar abg tua, rayuan yang hakiki sangat menjijikkan." Ucap Rhumi dengan tatapan jijik.


~SELAMAT MEMBACA PARA SETIA~

__ADS_1


🌹BERSAMBUNG🌹


__ADS_2