
1.Kalau kalian ingin tahu siapa itu Naawa Alastar atau Rhumi Ranoya.
Sudah lihatkan,dia itu sangat cantik lagi cerdas.
2.Dan untuk maminya yang sangat mencintainya, juga tidak kalah cantik dengan anaknya.
Sini tengok.
Abila itu sangat tegas tapi lembut pada anaknya.Pengusaha sukses lagi,siapa sih yang gak terpikat tapi sayangnya Abila ini sangat mencintai almarhum suaminya hehehe.
3.Dan tuan Taufan sendiri juga sangat tampan dan gagah.Mau lihat gak,tuan Taufan Alastar.
Sini manis kita lihat sama-sama.
Ganteng gak tuan Taufan.
4.Terus Sahara juga sangat cantik orangnya,dia juga sangat baik pada adik sepupunya walaupun sering bertengkar kecil sihh.Mau lihat gak,yuk kita intip sama-sama.
Cantikkan Sahara.
5.Tuan Qaza juga tidak kalah gagah dan perkasa.
Sangat mencintai istrinya.
6.Dila juga sangat cantik apalagi kalau sedang tersenyum.
Dila itu dulu hanya orang biasa ,saat dia masih sendiri.
7.David tengil dan sombong .
8.Denis baik dan humoris.
8.Dito orangnya lucu dan usil tapi juga bisa bersikap dewasa.
9.Sinta anaknya cukup baik, tapi sayang malah bergabung bersama Foni dan Vania yang sombong.
10.Foni Malwafa anak yang sombong tapi bodoh dan polos.
11.Vania bersahabat dengan Sinta dan Foni,sifatnya 11/12 dengan Foni.
12.ka Eza
13.ka Hila
Zora.
15.Sima.
16.Dani Artaya.
17.Feli.
18.Eru.
19.Jhon.
__ADS_1
20.Awan.
21.Luna.
22.Ranu Atmaja.
23 Haris Malwafa.
24.Qila.
25.Ilham Renaldi
Tuan Qaza pun menceritakan semuanya pada tuan Taufan.
"Begitulah ceritanya tuan Taufan,saya kira dia baik selama ini ternyata dia tidak lebih dari ular yang berbisa."Ucap tuan Qaza.
"Saya juga tidak menyangka,ternyata anda menghadapi masalah yang pelik."Ucap tuan Taufan simpati.
"Ahh ngomong-ngomong tuan Taufan, kenapa bisa ada di hutan ini."Tanya tuan Qaza.
"Saya kesini bersama anak dan adik saya, untuk mencari keponakan saya."Ucap tuan Taufan.
"Memang keponakan tuan kenapa.?Tanya tuan Qaza.
"Anak saya diculik oleh musuh , terakhir ada dihutan ini."Sahut Abila.
"Benarkah,itu pasti sangat sulit untuk anda."Ucap tuan Qaza.
"Lalu sekarang kita harus bagaimana."Ucap Lili.
"Iya ,kita harus bagaimana?dari tadi banyak musuh.Kita gak bisa diam aja,harus ada yang siap melawan kalau kemungkinan ada musuh nanti."Sahut Denis juga.
"Eeeeee....maaf sebelumnya kalau kurang sopan,mas Qaza dari kemaren kita belum makan kan.Sebaiknya,kita cari makan dulu aku sudah sangat lapar mungkin yang lain juga."Sela Dila.
"Iya pa,dari tadi Ara juga lapar."Sahut Ara.
"Sebaiknya kita sama-sama cari bekal makanan,nanti selanjutnya kita saling bantu untuk masalah yang akan datang."Usul tuan Qaza.
"Saya setuju,bagaimana dengan kalian semua."Ucap tuan Taufan.
"Aku sih setuju aja mas."Ucap Abila.
"Aku juga setuju."Ucap Ara.
"Ngikut ajalah."Sahut Lili.
"Aku juga."Ucap Denis.
"Ya sudah kalau semuanya setuju,mending kita berpencar cari buah-buahan yang bisa dimakan."Ucap tuan Qaza.
Mereka semua pun berpencar mencari makanan,namun tuan Qaza dan Dila memperingatkan.
"Sebaiknya jangan ke arah sana."Tunjuk tuan Qaza.
"Emang kenapa om."Tanya Lili penasaran.
"Kemaren kami habis dari sana,dan dikejar harimau."Ucap tuan Qaza.
"Apaaaa ..."Teriak Lili kaget.
"Suuuut." Ucap tuan Qaza menyuruh diam.
"Maaf om gak sengaja."Sahut Lili.
"Kalian harus hati-hati."Ucap tuan Qaza sekali lagi.
...----------------...
Aku menyuruh anggota untuk menangkap Araf dan anak buahnya.
"Tangkap mereka semua."Perintahku pada mereka.
"Baik sang Queen."Sahut mereka.
"Aku harus siap,kemungkinan terburuknya."Batinku.
"Apa yang sedang anda pikirkan sang Queen."Batin Eru.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dani dan Feli menemui Zora dan Sima.
"Zora apa benar,sang Queen ingin menghabisi si kepar*t itu sendirian."Tanya Dani.
__ADS_1
"Iya,memangnya ada apa.?Sahut Zora.
"Kamu bilang ada apa,ya jelaslah aku khawatir dengan keselamatan sang Queen."Ucap Dani ,"Apa kamu gak khawatir Zor."Ucap Dani lagi.
"Aku juga khawatir,tapi ini kemauannya sendiri."Sahut Zora sedih.
"Tapi aku khawatir sama dia."Ucap Feli.
"Gak kamu aja Fel yang khawatir,aku juga"Sahut Sima.
"Terus kita harus bagaimana."Tanya Feli lagi.
"Kita disuruh berkumpul dimarkas utama."Sahut Zora.
"Ya sudah tunggu apa lagi,ayo kita kesana."Ucap Dani.
"Iya,aku siap-siap dulu."Ucap Zora.
"Aku juga."Ucap Sima.
Saat mereka semua siap mau ke markas utama.
"Tunggu." Ucap suara lelaki di belakang.
Mereka semua menoleh kebelakang.
"Kau-."Ucap Zora.
"Kamu kenal dia Zor."Tanya Dani.
"Iya, ada apa kalian berdua datang kesini ka Eza ka Hila."Kata Zora.
Iya yang datang itu adalah Eza dan Hila,saudara angkat sang Queen juga.
"Kami kesini hanya ingin memastikan keselamatan kalian."Ucap Eza.
"Iya terimakasih ka Eza."Sahut Zora.
"Eeee...mereka berdua ini siapa Zor."Tanya Dani yang tidak tahu.
Zora hanya tersenyum lalu kemudian menjawab.
"Mereka berdua ini sama seperti kita,orang yang ditolong sang Queen.Mereka ada orang pertama yang di angkat jadi saudara oleh sang Queen."Jelas Zora yang membuat Sima,Feli,dan Dani terkejut tak percaya.
"Waaahhhh ...kok aku gak tau yahh,salam kenal kak Eza kak Hila aku Dani."Ucap Dani dengan sopan.
"Iya saya Eza."Sahut Eza.
"Saya Hila.Ucap Hila.
"Aku Sima kak."Ucap Sima.
"Eza."Sahut Eza.
" Sima." Salam Sima pada Hila.
"Hila."Sahut Hila.
"Kalau aku Feli,senang bertemu dengan kak Eza dan Kak Hila."Ucap Feli sopan.
"Iya sama-sama."Sahut Eza yang juga di anggukkan oleh Hila.
"Ya sudah kak Eza kita pergi dulu yahh."Ucap Zora.
"Iya,ingat yahh hati-hati dan lindungi sang Queen."Ucap Eza.
Akhirnya mereka pergi.
......................
Araf dan yang lainnya yang sudah lepas dari jebakan pun berjalan terbirit-birit.
"Bos ,nasib kita ini sial sekali." Ucap anak buahnya.
" Diam kau Jaka."Sahut Araf emosi.
"Ya maaf bos."Sahut Jaka.
"Terus misi kita bagaimana bos."Ucap anak buah Araf yang satunya lagi.
"Ya kita cari lagi mereka, mau bagaimana lagi ini keinginan tuan Agie."Ucap Araf.
Saat mereka berjalan langsung dikepung oleh anggota.
"Aaaaaa,siapa kalian."Kata Araf dengan lantang.
Tapi anggota tidak ada yang menjawab.
"Bagaimana ini bos."Tanya Jaka.
"Diam,ini gue juga lagi mikir."Sahut Araf,"Dari pakaian mereka sepertinya aku kenal."Batin Araf.
"Jangan-jangan..."Ucap Araf.
"Duar..."Enam tembakan bersamaan.
Belum selesai bicara mereka semua sudah pingsan karena ditembak obat bius.
__ADS_1