MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 56


__ADS_3

Pagi ini Lili di jemput,dan dia di kamar sedang dandan sedikit ada makeupnya biar cantik gitu heheheh.Tapi tetap sopan ya guys, kan masih sekolah.


Lili breakfast bersama keluarganya.



Lili menyudahi makannya,dan bersiap untuk berangkat.


"Kamu sudahan Li makannya, biar Kakak antar yah."Ajak Luna.


"Gak usah, sudah ada yang jemput."Balas Lili.


Luna yang mendengar jawaban Lili seketika langsung berubah wajahnya, yang awalnya gembira menjadi sedih.


Ranu yang melihat sikap Lili,yang sedikit kurang ajar menurutnya sangat tidak sopan.


"Kamu itu seorang adik, seharusnya lebih sopan sama kakaknya."Kata Tuan Ranu Atmaja.


"Pa sudah,cukup ahh."Kata Qila yang tidak mau ada keributan di pagi yang cerah ini.


Ranu pun menghentikan kegiatannya,lalu berangkat ke kantor.


"Aku berangkat dulu,"Kata Ranu.


"Hati-hati pa,"Kata Luna yang mencium punggung tangan papanya itu bergantian dengan mamanya.


Lili sudah menunggu Denia di teras,kemudian datanglah Denis.


"Pagi Li, masuk yuk."Kata Denis.


"Pagi juga Den, iya."Balas Lili.


Lili masuk ke mobil Denis.


"Papa sama mama lo ada gak di rumah, kalau ada sekalian gue minta izin."Kata Denis.


"Gak ada di rumah Den, udah kita langsung aja."Kata Lili yang berbohong.


"Ya udah klo gitu,"Kata Denis.


Mobil Denis pun pergi dari pandangan Ranu Atmaja.


"Lili, kenapa kamu keras kepala.Apa Papa harus gunakan jalan lain, supaya kamu menurut sama Papa."Batin Ranu yang kemudian masuk ke mobilnya untuk berangkat ke kantor.


"Ini pertama kalinya gue ajak Lili ke sekolah, kalau waktu yang memungkinkan gue bakalan tembak Lili."Batin Denis sambil menyetir mobilnya.


Biasanya Denis memakai motor, tapi karena dia ada janji buat jemput Lili.Makanya dia pakai mobil, biar gak ayang gak kepanasan.🤣🤣🤣🤣


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Mami, Naawa berangkat yahh."Kataku sambil turun dari tangga.


"Makan dulu sayang,"Kata mami sambil menyiapkan makanan.


"Nanti aja Mam disekolah, ini udah mau telat."Kataku.


"Tapi kamu belum makan sayang,"Kata Mami sedikit khawatir.


"Tenang aja Mam, Naawa bawa bekal."Kataku yang tidak ingin mengkhawatirkan Mami.


"Emang kamu bawa bekal apa sayang,"Tanya Mami.


"Aku dah siapin sendiri nih,"Aku memperlihatkan bekal yang ku bawa pada Mami.



"Ouhh ya udah kalau gitu, dimakan ya sayang harus dihabisin."Kata Mami.


"Iya Mam, Naawa berangkat dulu yah daachhh."Aku mencium punggung tangan Mami, lalu cipika-cipiki dan pergi.


"Iya sayang, hati-hati."Kata Mami sambil melambaikan tangan putihnya.


Aku masuk mobil Lamborghini yang biru.


"Jalan Pak Dadang,"Kataku.

__ADS_1


"Baik Non Muda,"Kata Pak Dadang.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Seperti biasa, Dito pergi dengan motor kesayangannya.



Tidak sengaja Dito lihat Sinta lagi menunggu angkot.Dito memberanikan diri, untuk memboncengnya.


"Hay Sin, mau ikut gue gak."Ajak Dito.


Sebenarnya ini sudah hampir telat, kalau angkot tidak lewat.Tapi Sinta juga tau diri, kalau dia gak mungkin ikut Dito dengan statusnya sekarang.


"Gak mungkin gue ikut Dito, yang ada nanti gue di cemoh."Batin Sinta.


"Gak usah Dit, gue nunggu angkot aja."Kata Sinta menolak.


"Yakin, kayaknya angkot bakalan lama deh lewat Sini.Daripada lo telat, mending lo ikut gue."Kata Dito yang tidak hilang akal.


Sinta merasa benar apa yang dikatakan Dito, tapi dia juga takut kalau ketahuan sama yang lain.


"Gimana nih, ikut gak yah."Batin Sinta Dilema.


"Ya udah gue ikut, tapi ingat yahh turunin gue depan gerbang aja."Pinta Sinta.


"Beres,"Kata Dito mengacungkan jempolnya.


Sinta pun naik ke motornya Dito.


"Pegangan dong, ntar jatuh lagi."Kata Dito yang mulai keluar playboynya.😝


"Apaan si, gak bakalan jatuh kali kalau lo bawanya pelan."Kata Sinta kesal.


"Ahhh masaa, ya ampun Sinta lo pengertian banget sih jadi pacar tau aja gue pengen lama-lama boncengan ama lo."God Dito.


"Ini jadi gak berangkatnya, kalau tetap gombal gue berangkat naik angkot aja."Ancam Sinta.


"Etshhh jadi dong sayang, eh maksud gue Sinta heheheh."Kata Dito cengengesan.


Bremmmmm...motor Dito pun pergi.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Vania terkejut melihat Denis sama Lili, datang dengan satu mobil.


"What, Denis sama Lili."Kata Vania yang langsung menepuk pundaknya Foni.


"Apaan sih Van, sakit tau."Kata Foni.


"Ini serius, coba Lihat."Tunjuk Vania ke arah Denis sama Lili.


"Haaaahhhh, Denis sama Lili pergi bareng ke sekolah.Vania, sejak kapan mereka deket."Kata Foni shock.


"Ya mana gue tau, emang gue emak mereka."Sahut Vania.


"Haishhh Vania, gue serius."Kata Foni jengekel.


"Iya gue dua rius, mana gue tau."Kata Vania.


"Haaaaaaaaaaa...kok bisa sihhh mereka satu mobil, Lili kan cupu cantikan juga gue."Kata Foni yang merengek layaknya anak kecil.


"Ehhhh, ni anak kesambet apa."Kata Vania yang jijik dengar Foni memuji dirinya sendiri.


Mereka baru aja terkejut dengan kedatangan Denis sama Lili, sekarang mereka juga bikin kaget karena kedatangan Sinta dan Juga Dito.


"Dito juga, sama Sinta."Kata Vania.


"Iiiiiihhh, kesel tau gak."Kata Foni yang tidak suka melihat kedekatan Lili dan Denis, ditambah lagi Dito dengan Sinta.


"Dit lo apaan si, gue kan bilang turuni gue depan gerbang."Kata Sinta sebal.


"Ya maaf Sin, kelupaan."Kata Dito.


"Hah Dito sama Sinta, sejak kapan mereka akrab."Batin Denis yang juga melihat kedatangan Dito dan Sinta.

__ADS_1


Tidak lama kemudian datang lah satu mobil Lamborghini dan satu motor.


"Ehh siapa lagi tuhh yang datang,"Kata Foni dan Vania.


David membawa motor Yamaha MT 07 yang berwarna hitam merah-merah.



David membuka helmnya,dan segera pergi.


"Itu kan Davis Fon, gila makin hari dia makin cakep aja."Kata Vania yang terpesona melihat ketampanan David.


"Iya sihh, makin hari makin ganteng."Tambah Foni lagi.


"David, kok gue gak suka yah lihat David."Batin Denis.


"Itukan David, ntar gue tanyain deh kemana aja dia selama ini."Batin Dito.


"Terus yang pake mobil mewah itu siapa yah, baru pertama gue lihat tuh mobil."Kata Vania.


"Ia mana mewah banget lagi mobilnya,"Kata Foni.


"Kek kenal nih mobil,"Batin Lili.


Akhirnya aku keluar dari mobil, dengan style yang sedikit berbeda.Memakai rok yang tidak pendek yang bisa menutup lutut,sama rambut yang di smoting sedikit,dan kacamata yang menutupi bola mataku yang biru agar semua orang gak lihat dengan bola mata langkaku.


"Naawa,"Kata mereka bersamaan.


Aku sedikiti kaget dengan panggilan mereka yang sedikit keras.


"Astaga Li, jangan teriak-teriak."Kataku pada Lili.


"Gimana gue gak teriak-teriak, lo masuk sekolah baru aja kemarin lo ngomong ama gue."Kata Lili tanpa spasi.


Murid yang lain terpana melihat Naawa yang sekarang.


"Aduhh cantiknya, kalah nih si Chloe."Kata sakah satu murid yang duduk di kursi taman.


"Ya ampun itu kan Naawa, gila cantik banget."Kata murid yang satunya lagi.


"Iyalah, kan sekarang identitasnya terbongkar.Dia kan anak Nyonya Besar Abila Alastar, siapa sih yang gak tau sama Nyonya Besar Abila."Kata mereka berbisik.


"Gila Fon, saingan berat ini mahh."Kata Vania lesu.


"Iya Vania, gue ngerasa kayak orang yang habis jatuh dari lantai 33 tau gak."Kata Foni.


Vania menggandeng tangan Foni.


"Ya udah deh Fon, kita pergi aja mumpung dia belum lihat kita.Sebelumnya, kan kita bully dia."Kata Vania.


"Iya Vania, yuk kita pergi."Kata Foni.


Foni dan Vania pun pergi.


Sinta melihatku, tapi anehnya dia mencuri pandang denganku.


"Mending gue menghindar dulu dari Naawa."Batin Sinta, Sinta pun pergi meninggalkan Dito.


"Dito makasih yah,"Kata Sinta yang sudah pergi.


"Ehh Sin, tungguin."Kata Dito yang mengejar Sinta.


"Ya ampun Naawa, gue seneng banget lo sekolah."Kata Lili.


"Iya aku juga senang, bisa sekolah lagi."Kataku.


"Ehemmmm,"Denis berdehem.


"Udah nih kangen-kangenannya,"Kata Denis menyela."


"Ehh Denis,heheheh."Lili tertawa kecil.


"Ya udah,kita masuk kelas sekarang."Ajakku pada yang lainnya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2