MAFIA GIRL MISTERIUS

MAFIA GIRL MISTERIUS
Part 25


__ADS_3

~SELAMAT MALAM MY FRIENDS~


πŸ’“πŸ’“πŸ’“


**


" Periksa semua rumah ini cepat " Perintah Abila.


Semua memeriksa rumah Marina tapi tidak ada satu pun yang dapat, Abila tidak menyerah.


"Sialaaan, kemana kamu Mar." Umpat Abila.


Disisi lain David berteriak minta dilepaskan.


" Lepasin gue sialan." Namun tidak di gubris.


" Lepasin gue woy." David sambil menendang-nendang pintu.


**


Sedangkan Marina baru sadar dari pingsannya tadi di hutan.


" Hah aku dimana?"


Marina mengingat kejadian sebelumnya.


" Anak sialan itu, kemana dia." Marina tidak tau kalau dia sedang dikurung.


" Ini dimana? Kok sepi yahh."


**


Naawa berada di markas.


" Tawanan ada dibawah tanah Sang Queen."


" Bagus, siksa dia dan cari tau dimana dia menyembunyikan mayat. Kalau aku yang turun tangan, aku tidak suka menyiksa tapi langsung ku bunuh."


" Lalu bagaimana dengan tawanan yang satunya."


" Biar aku yang urus dia, yang terpenting kalian harus korek informasi sedalam-dalamnya dari wanita itu."


**


Naawa menemui David dengan jubah kebesarannya.


" Buka woy, buka sialan." Teriak David.


Saat David berteriak seperti anak-anak yang merengek, tiba-tiba pintu terbuka...?


Bugh..


Tendangan mengarah Ke David dengan kencang, hingga David terpental.


" Akhhhhhh uhuk, siapa lo?"


Naawa tidak menjawab, tapi malah mendekati David dan menarik kerah baju David dan kembali menghajar David.


Naawa sangat kesal saat David berusaha melukai Lili sahabatnya, makanya dia meluapkan amarahnya pada David saat ini juga.


Anggota yang melihat kebengisan Naawa bergidik ngeri, dan tak berani ikut campur.


David terluka parah akibat bogeman dan tonjokan Naawa sampai David tersungkur.


David menahan sakit ditubuhnya.


" Siapa lo dan apa mau lo."


" Saya akan lepaskan kamu, asalkan kamu harus memperbaiki semuanya termasuk cewek yang udah lo tinggalin di hutan."


Betapa kagetnya David bagaimana rahasia yang selama ini ia simpan.


" Sebenarnya lo siapa, kenapa lo tau soal sini."


" Saya siapa itu gak penting, yang jelas kalau ingin selamat lakukan seperti yang saya perintah. Kamu aman!"


Aku langsung pergi dari situ, karena masih banyak yang harus ku urus.


**


Lili dan Denis berada di kost.

__ADS_1


" Jadi Kak Eza benar-benar gak tau kemana Naawa." Ucap Lili.


" Kabar Naawa masuk rumah sakit saja, baru dari kamu." Sahut Eza.


" Gimana ya Den, gue takut terjadi apa-apa sama Naawa." Lili mulai cemas.


" Udah lo tenang aja, nanti kita usaha cari sama-sama yahh dan kita nanti gabung sama keluarganya tuk nyari Naawa."


Lili mengangguk.


" Ya udah kalau gitu Kak, kita berdua pamit dulu" Ucap Denis.


" Ya udah hati-hati yahh " Kata Eza.


Lili dan Denis pergi dari situ.


**


Sedangkan Eza rasa tak percaya dengan cerita Lili bahwa Naawa di culik Langsung nelpon Naawa.


" Kok gak aktif yahhhm" Telpon Eza pada Naawa.


Atau mungkin dia lagi dimarkas, mungkin aku bisa nelpon dia pikir Eza.


πŸ“±" Halo Ra, apa Sang Queen ada di markas."


πŸ“±" Iya Sang Queen ada dimarkas, ada apa?"


πŸ“±" Tadi dua temannya datang ke saya menceritakan semuanya, tentang penculikan Naawa apa itu benar." Tanya Eza.


πŸ“±" Itu hanya pengalih perhatian saja, Sang Queen baik-baik saja."


Eza mematikan handphone-nya.


" Sudah aku duga hmm.. " Kata Eza.


**


Abila bener-bener stres kehilangan Naawa, dia mengamuk tempat-tempat yang berhubungan dengan Marina.


" Balikin anak saya sialaan." Teriak menggelegar Abila.


Taufan dan Sahara melapor pada kepolisian atas penculikan, lalu mencetak kertas sebagai sayembara pencarian orang hilang.


**


" Ini Naawa yang disekolah kita kan." Tanya Foni.


" Iya bener Fon, coba dehh lihat." Vania membacakan isi kertas.


" Naawa Alastar anak tunggal dan sebagai pewaris satu-satunya PT.Abila menghilang dirumah sakit, bagi siapa saja yang menemukannya akan mendapat hadiah bernilai satu triliun."


" Gila gak, ini banyak banget Fon." Ucap Vania.


" Van, bukannya selama ini kita ganggu Naawa yahh di sekolahhh." Gugup Foni.


Vania yang mendengar pun seketika menjadi ciut.


" Lo bener Fon, gimana nanti kalau Naawa ketemu dia cerita semuanya sama Maminya terus kita dipenjara."


" Aduh jangan sampai deh Van, gue gak mau muda dipenjara." Sahut Foni.


" Gue juga gak mau ******." Kesal Vania.


**


Marina terus di siksa sampai ia mengatakan dimana menyimpan mayat, tapi Marina bersikukuh untuk tidak memberi tahu.


" Cepat kasih tau dimana anda meletakkan mayat itu." Bentak Zora.


Tapi Marina tetap bungkam dan itu membuat Sima kesal.


" Ouhh jadi anda tidak mau bicara yahhh." Ucap Sima dengan datar.


Sima mengambil sambal cabek yang sudah digiling dan tidak dibumbui lalu memperlihatkannya pada Marina.


" Anda lihat ini." Ucap Sima.


Marina menggeleng.


" Sebaiknya anda bicara sebelum sambal ulek ini menyerang mata anda." Ancam Sima.

__ADS_1


" Sampai kapan pun saya tidak akan bicara." Tegas Marina.


" Waahh.. hebat sekali Anda." Ucap Sima.


Tidak suka dengan jawaban Marina, Sima langsung mengoleskan sambal itu ke mata Marina dengan santai.


" Aaa.. brengsek kalian, sini lawan saya aaakhhhhhhh." Marina kepedasan.


" Ini baru tahap awal dan selanjutnya akan lebih menyakitkan kalau anda tetap bungkam." Ucap Sima dengan aura yang mencekam.


Sedangkan Zora yang melihat tadi hanya tersenyum tipis.


" Ayo Sima kita pergi." Ajak Zora.


" Kurang ajar kalian." Teriak Marina dengan kepergian Zora dan Sima.


**


Sedangkan Naawa dan 5 anggota Mafia keluar untuk mencari anak buah Marina, Naawa ingin turun tangan langsung untuk mengetahui kebenarannya.


Naawa menuju sebuah tempat.


Bughh krakkk...


Hiaa tes tes brak...


Naawa menghajar anak buah Marina tanpa ampun. Habis dihajar Naawa tempat ini, dia pindah ke tempat lain tapi sebelumnya.


" Kalian urus mayat-mayat ini, jika ada yang masih hidup lakukan seperti biasa." Perintah Naawa.


Begitu seterusnya Naawa mencari anak buah Marina.


**


David tidak bisa berfikir dengan jernih.


" Kenapa gue ada disini, Mama sama Papa pasti khawatir sama gue." Batin David.


Marina masih kesakitan dengan matanya dan menginjak-injak kaki ke lantai.


" Aakh.. sialan, siapa mereka sebenarnya?"


**


Awan di jalan di begal.


" Serahkan yang lo miliki." Ucap begal.


" Kalau saya tidak mau." Tantang Awan.


" Ouhhhhhhh berani lo yahh, semuanya serang." Ucap begal itu.


Hiyaa bugh..


Krak..


Suara tulang begal yang dipatah Awan, tapi begal yang dibelakang Awan langsung menendang Awan.


Bughh krakk..


Brakkk..


Preman itu membanting Awan.


" Akhhhhh." Rintih Awan.


" Rasain lo, ambil semuanya termasuk mobilnya." Perintah bos mereka.


" Mana kuncinya, sini!" Begal itu merampas kunci ditangan Awan yang sudah jatuh.


Awan kesakitan dan akhirnya pingsan, sedangkan Dila dirumah perasaannya tak enak.


" Ada apa ini kok perasaan aku gak enak."Ucap Dila.


**


Lagi tahap revisi tanda baca dan mempercantik tata letak baca hehe.


~BERSAMBUNG~


πŸ’“πŸ’“πŸ’“

__ADS_1


🌹BERSAMBUNG🌹


Like yahhh...πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°***


__ADS_2