Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Bolpoin


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang begitu besar bernuansa putih dengan furniture yang mewah menghiasai ruangan tersebut. Tampak pemuda sedang bersandar di kursi kebesarannya yang terlihat melamun. Tangannya terulur meraih ponselnya.


Tanpa basa-basi pemuda itu segera menghubungi seseorang.


"Apa kau sudah berangkat?" ucapnya di ujung telepon.


"Assalamualaikum kak Lio, aku masih dalam perjalanan. Para tim ku berkumpul di halaman rumah sakit. Lalu kami akan berangkat bersama-sama menuju desa terpencil itu. Kak Malfin ikut mengawal ku di belakang" ucap seseorang di ujung telepon yang mengucapkan salam terlebih dahulu, dia adalah Adelia.


"Hemm, hati-hati di jalan. Jika terjadi sesuatu, cepat hubungi aku" ucap Pemuda itu dan sama sekali tidak menjawab salam lawan bicaranya dan tidak salah lagi dia adalah Adelio.


"Iya kak Lio, jagain ayah dan bunda ya selama aku pergi" ucap Adelia di ujung telepon.


"Ya, aku selalu menjaga kalian, termasuk kembaran ku. Nikmati saja perjalanan mu, aku bisa memantau mu dari jauh" ucap Adelio lalu mematikan sambungan teleponnya.


Sementara Adelia di ujung telepon hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan perlahan. Tidak ucapin salam, matiin telepon secara sepihak semua itu merupakan kebiasaan kembarannya.


Adelio kembali menghubungi seseorang, ia harus memastikan semuanya aman demi kelancaran perjalanan kembarannya ke desa terpencil tersebut.


"Laksanakan misi kalian, terus awasi gerak-geriknya selama kamu berada di sana" ucap Adelio dingin, lalu mengakhiri panggilan nya secara sepihak.


Adelio kembali melanjutkan pekerjaannya. Setelah selesai memastikan semuanya benar-benar dalam kendalinya.


Tok


Tok


Tok


Pintu ruangannya kembali di ketuk dari luar, membuat Adelio berdengus kesal.


"Masuk"ucapnya kesal.


"Permisi tuan, ini laporan keuangan bulan lalu yang anda minta" ucap karyawan wanita dengan hormat, lalu meletakkan map biru berisi laporan keuangan di atas meja.


"Hemm, nanti aku cek kembali" ucap Adelio yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari layar monitornya.


Adelio kembali mengibaskan tangannya untuk menyuruh karyawan wanita keluar dari ruangannya.


Dengan cepat karyawan wanita itu bergegas keluar dari ruangan atasannya.


"Yeey... aku senang banget bisa melihat wajah tampan tuan Adelio" ucap karyawan wanita itu dengan raut wajah berseri-seri yang baru saja keluar dari ruangan atasannya.


Semua karyawan wanita yang berstatus jomblo berlomba-lomba ingin masuk ke dalam ruangan atasannya. Walaupun atasannya terkenal dengan sikap dingin nya dan super arogan, tak membuat mereka mengurungkan niatnya untuk bisa mendapatkan hati atasannya.


"Beberapa jam lagi tuan Adelio ada meeting penting dengan kliennya, aku ingin mengintip nya Maudy, tolong awasi kepala divisi keuangan ya, aku tidak sabar melihat lelaki pujaan hatiku" ucap karyawan wanita.


"Bukankah kamu baru saja keluar dari ruangan tuan Adelio, mengapa sekarang kamu ingin kembali melihatnya" ucap karyawan yang bernama Maudy yang terlihat muslimah dengan pakaian syar'i nya.


"Seorang Erina tak puas hanya melihat sekali sosok my boy, pokoknya harus berkali-kali Maudy" ucap karyawan bar-bar itu yang bernama Erina.

__ADS_1


"Terserah kamu saja, aku tak bisa menanggung resiko jika nona Fanny memergoki mu" ucap Maudy tersenyum, lalu melanjutkan pekerjaannya.


"Oke sip deh, sudah nasehatin aku ustadzah" ucap Erina cengengesan.


Karyawan wanita itu kembali melanjutkan pekerjaannya. Perusahaan All Manik Group merupakan salah satu perusahaan terbesar di negara A yang bergerak di bidang properti dan market place. Beberapa anak cabang perusahaannya mulai tersebar di berbagai kota negara A hingga ke beberapa negara.


Sekitar 400 ribu orang yang bekerja di perusahaan tersebut yang tersebar di beberapa negara.


Adelio sebagai presiden direktur begitu di seganni oleh seluruh karyawannya namun dicintai oleh seluruh karyawati yang begitu mengidolakannya.


Tampak Adelio berjalan bersama ketiga petinggi perusahaannya yang tengah mengekor di belakangnya menuju ruang meeting. Setelah langkahnya cukup jauh, beberapa karyawati mulai keluar dari persembunyiannya untuk menatap punggung atasannya yang sudah menjauh hingga tak terlihat lagi dari pandangannya.


"Mengapa kalian berkeliaran di jam kerja seperti ini" ucap seseorang dari belakang.


Karyawan wanita itu membulatkan matanya melihat pemuda asing berada di perusahaan tersebut.


"Hei, jangan ikut campur, kamu belum tahu siapa aku" ucap Erina berlagak sok-sokan.


"Memangnya kamu siapa nona?" ucap pemuda itu bertolak pinggang.


"Aku karyawan senior di perusahaan ini, jadi karyawan junior seperti mu jangan macam-macam, apalagi ikut campur!" ucap Erina sambil menunjuk pemuda tersebut.


"Ha ha ha menggelitik, kau sangat lucu nona" ucap pemuda itu diiringi gelak tawa, lalu melenggang pergi.


"Hei tunggu, apanya yang lucu.... berani juga kamu kepada karyawan senior" ucap Erina sambil menarik ujung jas pemuda itu.


Pemuda itu langsung berbalik badan menatapnya.


Erina mengalihkan pandangannya ke arah yang dimaksud pemuda itu.


"Akkhhhh..... TIDAK!!!!!!!" teriak Erina histeris dan langsung berlari kencang meninggalkan pemuda tersebut.


Pemuda itu hanya mampu menertawakan tingkah Erina.


"Nona tadi benar-benar lucu, ternyata karyawan kak Lio masih ada yang gesrek " ucap pemuda itu diselingi gelak tawa, yang tidak lain adalah Morgan.


Morgan cengengesan sambil geleng-geleng kepala, kemudian kembali berjalan menuju ruangan Adelio, ia sudah dua kali salah jalan di perusahaan tersebut.


*****


Sementara di tempat lain.....


Adelia baru saja tiba di lokasi tempat ia berkumpul dengan rombongannya sebelum ke desa terpencil tersebut. Tampak 3 unit minibus sudah terparkir di pinggir jalan.


"Jangan pernah lepaskan pink ini dari hijab mu" ucap Kendrick.


"Ya, aku akan terus memakainya di hijab ku. Jadi tak perlu khawatir Ken" ucap Adelia sambil memukul kecil lengan Kendrick.


"Hemm, semoga perjalanan mu menyenangkan" ucap Kendrick.

__ADS_1


Adelia hanya menggangguk sebagai jawabannya.


"Aku pergi dulu, sampai jumpa lagi" ucap Adelia tersenyum di balik cadarnya.


Adelia bergegas turun dari mobil untuk bergabung dengan panitia lainnya.


"Adelia, hati-hati, ingat pesan ku " ucap Kendrick sambil menodongkan kepalanya menatap ke arah Adelia.


"Iya-iya, aku akan terus mengingatnya Ken" ucap Adelia yang berbalik badan juga menatap ke arahnya.


Kendrick kembali menaikkan jempolnya mendengar ucapan Adelia. Sedangkan Malfin hanya mampu melihat mereka dari dalam mobil.


Anak buah Kendrick mulai menurunkan barang-barang Adelia dari bagasi mobil. Sedangkan Adelia mulai bergabung bersama rekan medisnya.


Malfin terlihat sedang berpikir keras di dalam mobilnya. Setelah merasa yakin, dia pun bergegas turun dari mobil.


"Adelia" teriak Malfin memanggil nama Adelia.


Adelia langsung berbalik badan menatap ke arahnya, begitu halnya dengan rekan medisnya.


"Kak Malfin" ucap Adelia terkejut yang melihat kedatangan Malfin.


Malfin segera menghampirinya sambil melangkah dengan gaya cool nya.


"Aku lupa memberikan bolpoin ini kepadamu" ucap Malfin.


Adelia mengulurkan tangannya mengambil bolpoin tersebut.


"Bolpoin, untuk apa kak Malfin?" tanya Adelia sambil menatap bolpoin tersebut.


"Simpan baik-baik, jika kamu mendapat masalah, pencet bolpoin ini sebanyak tiga kali" ucap Malfin mengingatkan.


"Seperti ini" ucap Adelia sambil mempraktekkannya.


Malfin hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Terima kasih kak Malfin,aku suka bolpoin nya" ucap Adelia tersenyum dibalik cadarnya.


Baguslah, semoga bolpoin itu membantumu nantinya. Batin Malfin.


"Aku pergi dulu, sampai jumpa lagi. Tak perlu khawatirkan aku" ucap Adelia sambil melambaikan tangannya.


"Hemm, jaga dirimu baik-baik" ucap Malfin.


Adelia segera berjalan menuju minibus yang akan membawanya ke desa terpencil. Malfin dan Kendrick hanya mampu menatapnya masuk ke dalam minibus.


Bersambung......


Terima kasih atas dukungannya teman-teman šŸ™šŸ™ šŸ™

__ADS_1


Jangan lupa like, love, komen dan vote yang sebanyak-banyaknya šŸ¤—


__ADS_2