
‼️ Himbauan ‼️
Wajib baca, habis buka puasa!!!🙏🙏🙏
Rania terbangun dari tidurnya akibat udara dingin menggerogoti tubuhnya yang hanya beralaskan sajadah di atas lantai keramik.
"Aku ke tiduran di atas sajadah ini."
Rania bergegas mengumpulkan kesadarannya lalu bangkit untuk membereskan peralatan sholatnya. Setelah selesai, dia pun melangkah ke kamar mandi untuk bersih-bersih, cuci muka, gosok gigi dan memakai krim wajah pemberian Adelia, maklum dirinya baru bangun tidur.
Setelah itu, dia akan berencana membaca kembali buku pemberian Adelia untuk dipelajari dan akan kembali melanjutkan tidurnya jika rasa kantuk menyerangnya.
Belum sempat mengolesi krim wajah di seluruh permukaan wajahnya. Tiba-tiba Rania mendengar suara gedoran pintu yang begitu keras dan berakibat membangunkan tidur penghuni rumah lainnya.
"Siapa sih yang menggedor-gedor pintu kamar di larut malam begini" gumamnya.
Padahal jelas sekali yang menggedor-gedor pintu kamar itu adalah pemilik kamar yang sesungguhnya.
Dengan langkah ragu, Rania segera membuka pintu kamar nya dan mendapati suaminya berdiri di ambang pintu dengan raut wajah memerah yang sepertinya menahan amarah.
Rania terkejut melihat penampilan Adelio, lalu segera memberinya jalan. Setelah itu, dia pun kembali mengunci pintu kamarnya. Belum selesai mengunci pintu, entah apa yang merasuki Adelio hingga langsung mengurung tubuhnya di pintu.
Rania terkejut dengan sikap Adelio, lebih lagi ucapan Adelio yang terdengar marah, ditambah raut wajah Adelio sangat menakutkan saat ini, membuat dirinya di rundung ketakutan.
Menjawab ucapannya saja membuatnya gugup setengah mati, hingga serangan mendadak dari Adelio membuatnya bungkam, bahkan matanya melotot sempurna saat bibir Adelio menempel di bibirnya dengan sedikit memberi ******* kecil.
Rania langsung mendorong keras tubuh Adelio untuk menghentikan aksinya. Dan benar saja ciuman Adelio terlepas. Rania tidak menyangka ciuman pertamanya jatuh pada suaminya sendiri yang pernah diklaim sebagai musuhnya.
Tanpa sadar, tubuh Rania sudah diangkat paksa dan mulai mendekati tempat tidur.
"Hei turunkan aku" berontak Rania.
Tanpa basa-basi Adelio langsung menghempaskan tubuh Rania di atas tempat tidur.
Adelio semakin keras keinginan untuk meneguk kenikmatan dari Rania, akal dan pikirannya sudah di selimuti hawa nafsu. Minuman tadi membuatnya menjadi hilang kendali.
__ADS_1
Kemejanya sudah tergeletak dilantai dan kembali membuka gesper celananya, membuat Rania yang berada di atas tempat tidur bergegas menjauh darinya.
Rania berlari ke pintu ingin meloloskan diri dari cengkraman Adelio, mengingat perceraiannya esok hari sudah rampung. Namun Adelio langsung mengejar Rania dan kembali menangkap tubuh Rania.
“Tolong.”
"Tolong, jangan seperti ini."
“Tolong lepaskan aku” ucap Rania memohon dengan mata berkaca-kaca. Namun Adelio seolah tuli dengan ucapan istrinya. Adelio kembali mengangkat tubuh Rania layaknya karung bekas dan kembali di hempaskan di atas tempat tidur.
“Jangan lakukan, ku mohon.”ucap Rania dengan wajah memelas.
Rania kembali menggeser tubuhnya yang diselimuti ketakutan. Sedangkan Adelio sudah merangkak mendekatinya. Adelio tidak sanggup menyimpan gelora nyanyian nafsu yang terus menekan hasrat untuk menggauli istrinya.
Tubuh kekarnya mampu menindih Rania, dengan sekuat tenaga Rania terus memberontak untuk lepas, namun tenaga Adelio tak sebanding dengan nya. Rania hanya pasrah, seperti apa nasibnya setelah ini.
Adelio kembali mencium mesra bibir Rania, pengalaman pertama baginya menyentuh seorang wanita namun mampu di terapkan dengan baik karena nafsu birahi sedang menjalar di sekujur tubuhnya.
Satu tangannya mencengkeram kuat kedua tangan Rania, sedangkan tangan satunya mulai masuk di piyama tidur Rania hingga mampu mengelus punggung mulus Rania yang masih berstatus sebagai istrinya.
Air mata Rania sudah membasahi pipinya. Namun gelora nafsu Adelio membutakan segalanya. Adelio berpindah menciumi leher jenjang Rania bahkan memberi gigitan kecil, hingga membuat Rania meringis kesakitan.
"Hentikan, ku mohon.... Kamu bisa mencari wanita yang lebih baik setelah kita bercerai" ucap Rania lirih.
Plakkk
"Kau harus membayar atas apa yang kau lakukan di keluarga ku" bentak Adelio dengan sorot mata tajam.
Rania meringis kesakitan dengan tamparan keras yang dilayangkan Adelio ke pipinya. Air matanya kembali menetes dengan sesak di dada.
Namun Adelio semakin menggila mencium nya. Bibir Adelio kembali bertaut di bibirnya bahkan tak ingin melepaskannya, membuat Rania tersengo-sengol yang sama sekali tak tahu membalas ciuman Adelio. Adelio segera menghentikan ciumannya dan kembali menatap manik mata Rania
“Haah hah hah… tolong bebaskan aku….semua ini tidak benar” ucap Rania ngos-ngosan dengan sorot mata memohon.
Adelio hanya menyeringai dan kembali membungkam bibirnya, tangannya mulai nakal merobek piyama tidur Rania seperti yang lalu-lalu saat berpura-pura melakukan malam 1 dan melemparnya ke sembarang arah. Tampak tubuh Rania setengah polos dan terlihat seksi dengan kulit putih mulus nya.
__ADS_1
“Emphhh…berhenti Adelio.”
Rania kembali memperingatkan Adelio bahkan dengan terang-terangan menyebut nama panggilan Adelio. Adelio kembali melepaskan pangutannya dan kembali menatap Rania dibawah kungkungan nya.
Pria mana yang tidak tergoda melihat kecantikan dan kesexian seperti dihamparan didepan mata, Rania wanita pertama yang mampu meruntuhkan iman nya.
Rania menggelengkan kepalanya, agar Adelio kembali sadar dengan ulahnya. Namun sesuatu hal sudah menutupi kesadaran dan logika ketua mafia The Lion X.
Adelio segera melepas pakaian yang masih tersisa di tubuhnya begitu halnya yang ada di tubuh Rania. Dan merupakan pengalaman pertama bagi pasangan suami istri itu.
Setelah semuanya aman, Adelio kembali melanjutkan aksinya, memberikan tanda merah di leher jenjang Rania dan terus berpindah turun hingga menemukan gunung kembar yang akan membuatnya nyaman. Cukup lama Adelio menjelajahi gunung kembar itu hingga suara ******* mampu keluar dari bibir manis Rania.
Tanpa ingin menunggu lama, Adelio segera memberikan nafkah batin untuk Rania. Namun tak semudah yang dibayangkannya. Adelio kembali mendapatkan rintangan. Dia terlebih dahulu harus membuka pintu harta Karun yang begitu sempit yang tidak bisa dimasukinya.
"Emmm, masih sempit" gumamnya disela-sela aksinya.
Sementara Rania dibawah kungkungan nya mulai histeris kesakitan saat benda pusaka mulai menerobos masuk membuka pintu harta karun nya.
Rania mencengkeram kuat spray dengan air mata kembali berjatuhan. Sedangkan Adelio berusaha mendorong keras pintu harta karun itu menggunakan benda pusaka nya. Dan setelahnya benda pusaka nya bersemayam sempurna di dalam kotak harta karun.
Rania hanya mampu menggigit bibir bawahnya dengan air mata ikut luruh merasakan benda pusaka bersemayam di harta karun nya. Hilang sudah harta karun yang selalu Rania jaga selama 25 tahun ini.
Padahal hanya itu satu-satunya harta yang paling berharga bagi nya. Senakal-nakal nya dirinya, tapi dia masih bisa menjaga harta nya dengan baik.
Sementara Adelio tidak tinggal diam, dia terus menikmati lagi dan lagi harta karun itu sampai dirinya benar-benar puas. Sedangkan pemiliknya sudah kelelahan menuruti keinginannya, bahkan sudah tertidur pulas. Adelio ikut ambruk di samping pemilik harta karun itu. Menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.
Adelio menusuk-nusuk pipi Rania menggunakan telunjuknya yang masih diselimuti nafsu. Namun Adelio sudah tidak ingin melakukannya lagi, karena dirinya pun sudah kelelahan.
"Lunas, kau sudah membayarnya. Beristirahatlah" gumam Adelio lalu menjauhkan telunjuknya dari wajah Rania, hingga ikut terlelap di samping istrinya.
Entah apa yang terjadi esok hari dengan perbuatannya sendiri kepada istrinya.
Bersambung......
Terima kasih atas dukungannya 🙏🙏🙏
__ADS_1
Semoga tak menganggu puasa teman-teman 🙏🙏🙏
Mohon maaf yang sebesar-besarnya, otak polos ku kembali beraksi 😭😭😭