
Hari ini adalah hari bersejarah untuk Adelia dan Malfin yang sebentar lagi akan terikat dalam janji suci pernikahan. Mereka akan menempuh hidup baru dalam bahtera rumah tangga guna mewujudkan jannah bersama.
Pesta pernikahan mereka di laksanakan di hotel bintang lima yang merupakan hotel milik keluarga Alexander. Termasuk prosesi ijab Kabul juga di laksanakan di hotel tersebut.
Adelia masih berada di dalam kamarnya yang baru saja di bantu bersiap oleh perias pengantin dengan ketiga sekretaris nya. Adelia begitu cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih yang menjuntai ke lantai yang sangat mewah dengan aksen bordir yang bertabur batu permata dan berlian.
Hijabnya bertengger indah di kepalanya. Riasan wajah natural membuatnya tampil berbeda dan semakin cantik saja namun tetap saja tertutupi dengan cadarnya. Sungguh penampilan Adelia sangat memukau di hari bahagianya dengan gaun pengantin muslimah nya.
“Apa kamu sudah siap nak”ucap Ziva yang berdiri di belakang putrinya.
“Insyaallah, aku siap bunda. Terima kasih sudah merawat Lia hingga dewasa. Maaf Lia belum bisa membahagiakan bunda. ”ucap Adelia tersenyum. Kemudian berhambur memeluk ibu nya.
"Kamu sudah menjadi putri kebanggaan bunda dan bunda sangat bahagia bisa memiliki mu nak. Setelah ini, kamu akan menempuh hidup baru bersama suami mu. Jadilah istri yang berbakti kepada suamimu jangan berani-berani membantah ucapannya, karena kunci surga ada padanya" ucap Ziva dengan mata berkaca-kaca.
Setelah itu mereka saling melepaskan pelukan. Ziva segera membawa putrinya keluar kamar. Mereka bersama-sama berjalan menuju lantai dasar.
Tampak keluarga lainnya sudah siap untuk menuju lokasi pesta. Mereka semua berkumpul untuk menunggu kedatangan sang mempelai wanita.
Adelio dan Rania juga ikut menunggu bersama dengan yang lainnya.
"Mempelai wanita sudah datang, sebaiknya kita siap-siap berangkat" ucap Lexa tersenyum.
"Benar kak Lexa, kita harus melakukan iring-iringan untuk pengantin wanita" timpal Rissa.
Sebelum berangkat mereka kembali berdoa bersama. Setelah selesai, mereka semua bergegas masuk ke mobil dengan supir pribadi masing-masing yang siap membawanya ke hotel Alexander.
Adelia menempati mobil Adelio didampingi oleh ibunya yang duduk di kursi belakang. Sementara Rania, duduk di samping kemudi, karena Adelio sendiri yang akan mengemudikan mobilnya.
Setelah semuanya lengkap, mobil melaju menuju lokasi pesta. Rania sesekali melirik ke arah Adelio yang fokus mengemudikan mobilnya.
Mengapa dia semakin tampan sih, rambutnya begitu mengkilap bahkan kuping nya ikut mengkilap. Aduh, membuat ku harus ekstra menjaganya di pesta. Batin Rania.
Adelio memutar bola matanya jengah melihat tingkah Rania yang terus saja menatapnya.
"Ehemm"
Adelio berdehem untuk memperingatkan Rania agar tak menatapnya. Sehingga Rania bergegas memperbaiki posisi duduknya.
Ziva dan Adelia hanya mampu tersenyum melihat tingkah cuek pasangan suami istri itu.
Sementara di hotel Alexander....
Keluarga Malfin baru saja tiba di hotel tersebut dan mulai memasuki ballroom hotel. Darren beserta kerabat lainnya menyambut hangat kedatangan mereka. Para tamu undangan yang merupakan kerabat dan rekan bisnis Darren ikut menyambut keluarga Malfin.
__ADS_1
Malfin berjalan beriringan bersama kedua orang tuanya dan adik kesayangannya menuju tempat ijab kabul. Terlihat Malfin sedikit gugup melewati para tamu undangan. Hingga akhirnya dia pun menempati kursi ijab kabul.
Malfin terlihat berbeda dengan balutan texudo putih dengan tatanan rambut yang tampak rapi, aura ketampanannya semakin terpancar sempurna. Pak penghulu dan para saksi sudah menempati kursi mereka masing-masing dan siap untuk menikahkan Malfin.
Mereka hanya perlu menunggu kedatangan mempelai wanita yang masih dalam perjalanan. Sementara itu terlihat beberapa pelayan yang sedang menjamu tamu undangan mulai mengamati suasana pesta. Salah satu dari mereka mulai memperbaiki erphone yang dipasang telinganya yang sedang mencoba mendengar sinyal.
Tak berselang lama kemudian mempelai wanita dan keluarga lainnya tiba di hotel Alexander. Beberapa bodyguard yang bertugas di hotel mulia membukakan pintu mobil untuk mereka.
Adelia turun dari mobil di bantu oleh ibu nya. Rania juga ikut membantunya memegang ujung gaun nya yang begitu panjang. Kemudian mereka segera masuk ke dalam hotel. Begitu halnya keluarga lainnya.
Tamu undangan dan beberapa kerabat terdekat mulai bersorak riuh melihat kedatangan mempelai wanita berjalan memasuki ballroom hotel tempat diselenggarakannya pesta.
Darren segera menghampiri putrinya lalu menggandeng tangannya menuju tempat ijab Kabul. Adelia tersenyum berjalan bersama ayah tercintanya.
Sedangkan Malfin yang tengah duduk di kursi nya mulai berkeringat dingin mendengar suara-suara tamu undangan yang mengatakan mempelai wanita nya sudah tiba. Dengan pandangan lurus ke depan, Malfin sama sekali tak menyadari bahwa Adelia sudah menempati kursinya.
"Baiklah, ijab kabul nya akan segera dimulai" ucap Pak penghulu yang mulai angkat bicara.
Milan segera meletakkan selendang di atas kepala mempelai pria dan wanita. Malfin tak berani melirik Adelia takutnya gagal fokus dengan ijab kabul nya.
Darren menyerahkan segalanya ke pak penghulu untuk menikahkan putrinya. Setelah semuanya sepakat, pak penghulu siap menikahkan mereka.
“Saya terima nikah dan kawinnya Adelia Alexander Damanik binti Darren Alexander dengan seperangkat alat sholat dan uang tunai 10 M di bayar tunai”ucap Malfin dengan sekali tarikan nafas.
Sah
Seluruh keluarga Alexander begitu bahagia dengan pernikahan putra putrinya, mereka pun saling merangkul bersama. Ziva dan Milan saling berpelukan dengan senyuman bahagia yang terpancar. Sedangkan tuan Alvin dan nyonya Ira hanya mampu bersyukur kepada tuhan dengan mata berkaca-kaca yang sedang diselimuti perasaan haru bisa menyaksikan cucunya menikah.
“Akhirnya kita jadi besanan”ucap Darren dengan penuh haru dan langsung merangkul Fino yang merupakan saudara angkatnya.
Fino tersenyum bahagia dengan mata berkaca-kaca.
Sementara dari kejauhan seseorang misterius mulai saling kode dengan rekannya yang berada di tengah-tengah pesta. Salah satu dari mereka mulai member kode lewat gerakan tangan untuk tenang.
Pak penghulu kembali membacakan doa untuk pasangan pengantin agar menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah. Kemudian Adelia diminta untuk mencium punggung tangan Malfin yang sudah sah menjadi suaminya.
Malfin tersenyum tipis sambil menyodorkan tangganya, Adelia segera mencium punggung tangan suaminya.
Sekarang giliran Malfin yang harus mencium kening Adelia, perlahan Malfin mulai menangkup wajah Adelia, lalu mencium kening Adelia dengan cepat. Keluarga mereka tampak bahagia dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
Prosesi ijab Kabul mereka berjalan lancar. Acara selanjutnya melakukan sungkeman. Adelia dan Malfin melakukan sungkeman kepada orang tua mereka masing-masing.
Adelia memeluk ibu nya dengan tangis pecah, sungguh ia sangat berterima kasih kepada ibunya yang sudah menjadi ibu yang begitu hebat untuknya. Lalu Adelia berpindah memeluk ayahnya dan mulai mengucapkan kata terima kasih kepadanya.
__ADS_1
“Selamat ya sayang atas pernikahan mu, semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah”ucap Darren dengan mata berkaca-kaca.
“Terima kasih ayah”ucap Adelia diiringi Isak tangis dengan perasaan haru, bahagia yang semuanya bercampur menjadi satu.
Malfin juga melakukan hal yang sama, memeluk papanya dan ibu nya. Kemudian Adelia dan Malfin kembali bergantian melakukan sungkeman pada orang tua mereka. Adelio ikut tersenyum tipis melihat kebahagiaan keluarganya. Adelio ikut memberikan selamat untuk kembarannya dan mereka berpelukan bersama.
"Jangan nangis, wajah mu akan jelek jika terus nangis" ucap Adelio tersenyum tipis. Adelia segera melepaskan pelukannya.
"Kak Lio, bisanya membuat ku kesal" ucap Adelia cemberut.
Adelio segera menghapus sisa-sisa air matanya. Entah mengapa Malfin merasa cemburu kepada Adelio yang begitu leluasa nya menyentuh istrinya, namun sekuat tenaga Malfin tidak ingin menunjukkan kecemburuan nya.
Rangkaian acara berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Para kerabat dan tamu undangan tampak menikmati jamuan makanan dan minuman dengan suasana bahagia.
Sementara Rania berdiri di pojokan yang begitu jauh dari keluarga Alexander. Rania mengedarkan pandangannya saat mendengar seseorang menyebut nama nya.
"Rania, Rania ku sayang" ucap seseorang yang sudah berada di belakang nya.
Rania terlonjat kaget dan segera melihat sosok yang mengagetkan nya.
"Alfhat!"
Rania terkejut melihat pria tersebut.
"Iya honey, aku sangat merindukanmu." ucap pria bernama Alfhat dan segera memegang tangan Rania untuk dikecupnya.
Rania refleks segera menarik tangannya dengan kesal.
"Jangan coba-coba menyentuh ku" geram Rania.
"Aku suka dengan tingkah mu sayang, aku sangat mencintaimu Nia ku sayang" ucap Alfhat dengan tatapan mesumnya.
"Kau!" Rania melayangkan tangannya untuk menampar pipi Alfhat, namun secepat kilat Alfhat menangkisnya lalu segera menyuntikkan obat bius di leher Rania. Rania langsung tak sadarkan diri.
"Maafkan aku sayang" ucap Alfhat dan segera membawa Rania.
Alfhat mulai mengangkat tangannya untuk memberikan hadiah terindah untuk keluarga Alexander.
Terdengar suara tembakan dan granat mulai terdengar di ballroom hotel. Seluruh tamu undangan mulai berlarian. Pesta meriah itu berubah menjadi perang senjata. Anggota The Lion X dan anggota The Tiger mulai beraksi. Sementara Adelio dan Malfin segera mengamankan keluarganya.
"Sialan, siapa yang berani-berani melakukan semua ini" Teriak Adelio dengan amarah menggebu-gebu.
Bersambung.....
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏 🙏🙏
Mohon maaf baru update 🤗