Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Serangkaian acara Adelia


__ADS_3

Keluarga besar David beserta Opa dan Oma tercintanya mulai berdatangan di kediaman Alexander siang ini. Tak lupa mereka membawa oleh-oleh khas dari negara B. Darren beserta keluarganya begitu antusias menyambut kedatangan mereka.


Terlihat pemuda tampan dan gadis cantik yang begitu muslimah berdiri di samping David yang mulai memberikan salam kepada Ziva.


"Lama ya tidak berjumpa, bibi sampai tidak bisa mengenali kalian berdua. Masya Allah Etha makin cantik dan muslimah. Eehh ponakan tampan bibi juga makin sukses dengan karirnya" ucap Ziva yang memuji ponakannya anak-anak dari Lexa saudara angkatnya.


"Maaf bibi, kami terlalu sibuk dengan urusan bisnis sampai-sampai jarang silaturahmi ke rumah bibi" ucap Etha tersenyum dengan lesung pipi yang semakin menambah kecantikan nya lalu berhambur memeluk bibi nya.


Ziva hanya mampu tersenyum sambil mengelus punggung ponakan tersayang nya.


" Adelio dan Adelia mana bibi?" tanya pemuda tampan dengan setelan jas bercorak kotak-kotak yang begitu trendy dan tidak lain adalah Dilan.


"Adelio masih di kantor, dan Adelia sedang berada di kamarnya untuk mempersiapkan diri sebelum acara siraman nanti. Ya sudah, ayo duduk" ucap Ziva tersenyum.


"Iya bibi" ucap Dilan tersenyum lalu segera duduk di sofa.


"Opa benar-benar sudah tua, sekarang opa hanya perlu menikmati hari tua opa bersama anak dan cucu. Semoga opa juga bisa melihat Etha dan Dilan segera menikah" ucap Tuan Alvin dengan wajah yang semakin menua.


"Tuh dengar kata opa, Etha tidak boleh lagi nolak lamaran anak orang. Masa kalian tidak kasihan sama opa, sebenarnya opa berharap bisa melihat cicit dari kalian" ucap David yang menyindir putrinya.


"Sudah mas belum jodoh" ucap Lexa tersenyum yang menjadi penengah mereka.


Ziva dan Darren hanya mampu tersenyum tipis mendengar perdebatan mereka. Kemudian obrolan mereka kembali berlanjut. Lama tak bertemu membuat kedua belah pihak keluarga ingin saling berbagi pengalaman.


Tak berselang lama kemudian, keluarga Jones turut hadir di acara tersebut. Jones bersama istri tercinta ikut bergabung dengan keluarga Alexander. Rissa sama sekali tak menua, masih saja tetap cantik dan awet muda tak ada perubahan dalam bentuk tubuhnya. Membuat Jones semakin cinta kepada nya.


Semua keluarga sudah berkumpul sambil menunggu acara siraman yang sebentar lagi akan dilaksanakan, lalu berlanjut pengajian di malam hari.


Malam harinya.....


Serangkaian acara siraman Adelia berjalan lancar sore ini. Acara siraman Adelia di lakukan secara tertutup di dalam kamar sang mempelai wanita. Kedua orang tuanya turun tangan memulai acara siraman lalu dilanjutkan oleh kerabat wanita terdekatnya saja.


Termasuk di dalamnya Lexa, Rissa, Etha dan Oma tercintanya Nyonya Ira serta Rania turut hadir mengikuti acara siraman tersebut walaupun agak terlambat, maklum dirinya habis menjalani hukumannya.


Acara pengajian dihadiri oleh anak panti dan anak pesantren yang diundang khusus untuk melakukan tilawah Al-Qur'an bersama ustadz pendamping mereka dan toko masyarakat.


Adelia sudah menempati kursi khusus untuknya di tengah-tengah acara yang sedang berlangsung di ruang paviliun. Tampak Adelia tersipu malu yang tidak lama lagi akan menjadi nyonya Malfin.


Dengan balutan gaun berwarna biru langit menambah kesan ceria untuk nya. Seluruh keluarga juga mengenakan baju couplean untuk setiap pasangan suami istri.


Termasuk Rania dan Adelio mengenakan pakaian Couple berwarna navi. Tempat duduk wanita dan pria di pisah di dalam ruangan tersebut guna khidmatan acara tetap berjalan dengan baik dan acara pengajian sifatnya kekeluargaan.

__ADS_1


"Selamat ya Adelia, sebentar lagi kamu akan berstatus sebagai seorang istri. Aku jadi iri jadinya" ucap Etha tersenyum.


"Sama-sama, nanti juga kamu akan nyusul sis. Terus ikutin acaranya ya" ucap Adelia yang tersenyum di balik cadarnya.


"Doakan aja, semoga bisa ngikutin jejak mu. Karena doa Gadis muslimah baik hati dan tidak sombong seperti mu selalu cepat diijabah oleh Tuhan. Sip deh, aku akan ikutin serangkaian acara ini" ucap Etha tersenyum. "Oh iya, apa wanita yang duduk di sebelah bibi Rissa istri Adelio?" tanda Etha curiga.


"Iya, dia kakak ipar ku" jawab Adelia cepat.


"Huss, acaranya sebentar lagi akan di mulai" ucap Ziva memperingatkan mereka.


Adelia dan Etha segera diam dan kembali duduk tenang di tempatnya. Adelia terkadang melambaikan tangannya ke arah Rania untuk memintanya duduk mendekat, namun Rania tak bergeming di tempatnya.


Tampak Adelio terlihat berbeda kali ini yang hanya mengenakan kemeja berwarna navi persis dengan warna gaun istrinya. Raut wajah Adelio tetap saja datar di acara pengajian kembarannya yang tengah duduk bersama dengan Kendrick dan Dilan.


"Selamat bro atas pernikahan mu. Nikah nggak bilang-bilang menggemparkan keluarga ku saja. Untung nya opa dan Oma yang membongkar pernikahan mu" ucap Dilan sambil menyenggol lengan Adelio.


"Hemm, pernikahan ku tertutup dan bersifat privat. Hanya beberapa kerabat yang diundang, jadi jangan salah paham" ucap Adelio acuh.


"Haisshhh benar-benar kamu ini, pria yang super dingin dengan pernikahan yang super tertutup nggak bisa di bayangin. Aku salut dengan istri mu bisa menaklukkan hati pria dingin seperti mu" ucap Dilan tersenyum sinis.


Adelio menghela nafas panjang dan memilih diam. Adelio tipikal pria yang tidak suka dikulik masalah pribadinya, wajah menunjukkan dengan jelas bahwa dirinya mulai kesal jika lawan bicaranya terus mengoceh tak ada habisnya.


"Ehemm"


"Semoga kalian segera diberikan momongan. Ngomong-ngomong kalian berbulan madu di mana sih" ucap Dilan yang begitu kepo nya.


Adelio sudah berdengus kesal lalu bangkit dari kursinya. Kendrick yang tahu akan hal tersebut segera angkat bicara.


"Tuan David sedari tadi mencari anda sebaiknya cepat temui di teras paviliun" ucap Kendrick cepat.


Adelio memilih keluar dari acara pengajian yang sedang berlangsung melewati kerumunan anak yatim yang tengah mengaji bersama.


Dasar setan edang, acara pengajian kembarannya baru saja di mulai main pergi saja. Batin Rania.


Rania ikut bangkit dari duduknya, dia akan menyusul Adelio. Saat berhasil keluar dari acara tersebut, Rania mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Adelio dan dengan cepat mampu melihat sosok yang dicarinya.


Itu dia, aku harus berani dan berusaha mendekatinya.


"Tunggu suamiku, kamu mau pergi kemana?" teriak Rania.


Adelio yang tengah berjalan segera menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" Jangan pergi, apa kamu tidak menghargai kembaran mu. Harusnya kamu terus mengikuti acara pengajian ini sampai selesai" ucap Rania yang terdengar memohon.


"Apa urusanmu, tak perlu ikut campur dengan hidup ku" bentak Adelio.


"Aku ini istrimu, aku tidak ingin melihat mu pergi dari acara spesial Adelia" ucap Rania sambil menundukkan pandangannya.


"Apa katamu, istri!" ucap Adelio dingin.


Rania langsung menutup mulutnya yang baru sadar dengan ucapannya dan lebih terkejutnya lagi melihat Oma dan opa nya berjalan ke arahnya bersama para pelayan.


"Jangan mim_"


Rania segera menarik tangan Adelio untuk bersembunyi bersamanya, namun langkahnya ketangkap basah oleh Oma dan opa Adelio.


"Wah pengantin baru semakin lengket saja. Segera beri kabar bahagia untuk opa" ucap Tuan Alvin tersenyum.


Adelio dan Rania jadi kikuk bersama yang tanpa sadar berpegangan tangan.


"Maksud opa mu cepat beri kami cicit nak, biar kami semakin bahagia menikmati masa tua" ucap nyonya Ira dengan senyuman bahagia.


Rania ikut tersenyum dengan wajah semakin bingung saja mendengar ucapan opa dan Oma Adelio.


"Kami akan berusaha opa Oma, doakan saja" ucap Adelio yang dengan terpaksa menimpali ucapan mereka karena tidak ingin membuat mereka kecewa.


"Ah iya benar, doakan saja" ucap Rania ikut-ikutan.


"Hahaha, opa akan selalu mendoakan kalian. Semoga kabar bahagia segera menghampiri kalian" ucap tuan Alvin lalu segera membawa istrinya menuju acara.


Adelio dengan kesal mulai mengangkat tangannya untuk menjitak kening Rania, namun dengan cepat Rania menarik dalam pelukannya.


"Hei apa yang kau lakukan bodoh."ucap Adelio terkejut dengan tingkah Rania.


"Opa dan Oma masih melihat kesini."ucap Rania dengan perasaan dag dig dug yang sedang memeluk Adelio.


"Kau mencari kesempatan dari ku!" gumam Adelio sambil memelintir telinga Rania.


"Awww, sakit tahu" ucap Rania meringis kesakitan dan segera menjauh dari tubuh Adelio.


Adelio menyeringai lalu bergegas meninggalkan Rania.


Aku akan segera membuat mu jatuh cinta kepada ku. Batin Rania.

__ADS_1


Bersambung..


Terima kasih atas dukungannya teman-teman šŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2