
Di sebuah kediaman mewah, tampak lelaki paruh baya berdiri di depan gerbang yang menjulang tinggi dengan penjagaan ketat.
Penampilan lelaki paruh baya itu tampak pincang dengan pakaian compang camping yang tengah berusaha untuk masuk di kediaman mewah tersebut.
Namun sayangnya banyaknya penjaga membuatnya hanya mampu berdiri di depan pintu gerbang mewah itu sepanjang hari. Lelaki paruh baya itu terus meminta tolong untuk dibukakan pintu gerbang rumah mewah tersebut.
“Buka pintunya, aku ingin bertemu dengan tuan Alfhat, kalian tidak dengar, aku orang penting yang akan di temui tuan Alfhat” teriak Lelaki paruh baya itu dengan raut wajah lelah dan tenggorokannya sudah kering berteriak seharian ini.
“Pergi, kamu hanya orang gila yang ingin bertemu majikan kami” ucap Penjaga yang menyuruhnya pergi.
Sementara lelaki paruh baya itu tak bergeming di tempatnya dan masih berusaha berteriak agar pemilik rumah mewah itu mampu mendengar teriakannya. Aksinya pun terhenti saat melihat mobil silver yang ingin melewati gerbang masuk tersebut.
“Tuan Alfhat, ini aku Zayn, paman Raka dan Rania” teriak Lelaki paruh baya itu yang tidak lain adalah Zayn. Zayn berusaha menjadi pusat perhatian di depan gerbang rumah mewah tersebut. Sementara penjaga tadi berusaha untuk mengusirnya, karena bisa saja mengganggu kenyamanan majikannya.
Tampak seorang pria dewasa turun dari mobil silver tadi dan diikuti seorang pria jauh lebih muda darinya berdiri di sampingnya. Pria dewasa itu langsung mengedarkan pandangannya ke arah pintu gerbang. Pria itu melambaikan tangannya ke arah penjaga agar mendekat ke arahnya.
Setelah sempat berbisik-bisik kepada penjaganya, pria itu melangkah masuk ke rumah utama. Dan setelah nya, Akhirnya Zayn diperbolehkan masuk di kediaman mewah tersebut. Tampak Zayn dikawal dua penjaga untuk bertemu pemilik rumah mewah tersebut, Zayn berjalan begitu bangga ingin bertemu pria tadi.
“Silahkan masuk tuan, tuan muda menunggu anda di ruang pribadinya” ucap Pelayan wanita yang membukakan pintu untuknya.
“Hemm” tak Lupa Zayn mengedipkan sebelah matanya kepada pelayan itu. Kedua penjaga segera membawanya ke ruang pribadi pria yang dia maksud tuan Alfhat.
“Apa yang membawamu datang menemuiku” ucap suara dingin di dalam ruangan itu, di mana Zayn baru saja berada di ambang pintu.
__ADS_1
Zayn mampu melihat pria yang ingin ditemuinya tengah duduk bersantai di sofa sambil menyilangkan kakinya. Pria itu terlihat melipat kemejanya hingga sebatas siku dan kembali membuka dua kancing kemejanya yang membuatnya sedikit sesak dengan kemeja yang begitu pas di tubuh atletisnya.
“Ahh apa kabar tuan Alfhat, anda semakin berkharisma saja dan makin tampan, pasti wanita sudah berlomba-lomba mendekati anda” ucap Zayn yang terlebih dahulu bersilat lidah. Lalu segera mendekat ke arah pria tersebut.
Pria yang bernama Alfhat hanya mampu menyeringai mendengar tutur kata Zayn. Sorot mata Alfhat sama sekali terlihat mengintimidasi Zayn dengan penampilan compang camping dan terlihat kotor.
“Aku membutuhkan perlindungan darimu tuan Alfhat, keluarga Alexander kembali menghancurkan keluargaku” ucap Zayn serius yang sudah duduk di sofa tak jauh dari Alfhat.
“Tak perlu seformal itu menyebut namaku, panggil saja sesuai namaku. Dan hemm…Apa imbalan yang ku dapatkan setelah berhasil melindungimu?” tanya Alfhat dengan seringai licik diwajahnya.
“Baiklah Alfhat. Bukankah kamu menginginkan ponakanku? Rania yang akan menjadi imbalanmu, kamu bisa memiliknya selamanya dan kalau perlu jadikan dia sebagai istrimu. Bagaimana?” ucap Zayn menyeringai.
“Ha ha ha ha.setega itu kamu menjadikan ponakanmu sebagai imbalan kesepakatan kita. Sungguh luar biasa.” Alfhat tertawa terbahak-bahak mengatakannya.
“Apapun akan ku korbanku demi kepentinganku, termasuk ponakanku sendiri. Sudah jauh-jauh hari aku sudah meracuni pikiran kedua ponakan bodohku demi misi balas dendam ku. Dendam ku kepada keluarga Alexander belum juga terbayarkan hingga detik ini. Kedua ponakan bodohku sudah ditahan di kediaman Alexander dan sama sekali tak bisa berbuat apa-apa. Maka dari itu bawa Rania keluar dari kediaman Alexander dan ambillah semaumu, jika kamu sudah bosan, buang saja seperti sampah yang sering kamu lakukan kepada wanita mu” ucap Zayn yang menjelaskan akal bulusnya.
Bagus, siasat licikku akan kembali berjalan. Seorang Zayn tak pernah menyerah. Kali ini putra Aldo bisa diandalkan untuk menghancurkan keluarga Alexander. Mengingat dendam keduanya belum usai sampai saat ini. Aku hanya perlu mengadu domba mereka berdua. Dan untuk ponakan tersayangku, Rania maafkan paman ini sudah menjadi takdir untukmu, jadi terima lah. Batin Zayn.
“Bagaimana, apa kamu setuju dengan kesepakatan kita bersama”
“Tentu, aku sangat setuju dan tidak sabar memiliki Rania”
Kedua pria berbeda generasi itu saling setuju sambil melakukan chiers bersama untuk merayakan kesepakatan mereka berdua.
__ADS_1
Hari terus berlalu, perihal perceraian Adelio dan Rania sudah diketahui oleh ayahnya. Adelio terus saja bungkam dan tak ingin membahas nya kepada siapapun di keluarganya, termasuk ayahnya sendiri. Tidak hanya itu, kondisi Adelia juga semakin membaik, Adelia sudah sering berkunjung ke rumah sakit miliknya untuk melihat kondisi para pasiennya.
Dan kedua belah pihak keluarga Alexander kembali merencanakan pernikahan Adelia dan Malfin. Mengingat hubungan keduanya harusnya resmi sebulan yang lalu, hanya saja musibah menimpa Adelia, sehingga keluarga memilih mengundur pernikahan mereka berdua. Bahkan Malfin memilih untuk menetap di negara A demi menjaga calon istrinya.
Malfin sendiri sudah terang-terangan memberikan perhatiannya kepada Adelia. Malfin bertugas mengantar jemput Adelia ke rumah sakit, walaupun Adelia sering melakukan penolakan terhadapnya tapi tetap saja putra tertua Fino Alexander mampu mengatasinya dengan baik.
Seperti siang ini, Malfin sudah menunggu Adelia di parkiran karena calon istrinya sudah beraktifitas seperti biasa namun belum sepenuhnya normal.
Saat melihat kedatangan Adelia, Malfin bergegas turun dari mobil dan segera membukakan pintu mobil untuk Adelia. Entah mengapa Adelia menjadi canggung jika terus bertemu dengan Malfin, langkahnya pun sangat lambat hingga dia tak melihat anak kecil tengah mengayung sepeda kearahnya.
“Adelia”
Malfin segera melangkah dan langsung menarik tangan Adelia hingga menubruk tubuhnya. Pandangan mereka bertemu, tangan kiri Malfin tampak mendekap pinggang Adelia yang tak ingin wanitanya kenapa-kenapa.
Mata keduanya masih saja terkunci satu sama lain, hingga anak kecil yang bersepeda tadi membuyarkan keduanya.
“Kakak pacaran ya” ucapnya.
Malfin segera menjauh dari tubuh Adelia, sedangkan Adelia masih berusaha mengatur debaran jantungnya yang tiba-tiba berdebar entah apa penyebabnya.
Keduanya kembali canggung masuk ke dalam mobil. Hingga mobil melaju meninggalkan rumah sakit tersebut. Tak ada obrolan hingga mereka tiba di kediaman Alexander.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa, like love komen dan vote ya 🤗
Terima kasih 🙏🙏🙏