Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Syarat Malfin untuk Adelia


__ADS_3

Adelia dan Malfin juga bermesraan di dalam kamarnya. Mereka sedang menyaksikan langit malam. Malfin memeluk Adelia dari belakang sambil menikmati suasana malam yang tampak indah persis dengan suasana hatinya yang sedang berbunga-bunga. Adelia selalu saja memancarkan senyuman manisnya sambil mengelus lengan kekar suaminya.


"Kak Malfin."


"Hemm"


Malfin selalu saja memberikan kehangatan untuk kepada orang yang dicintainya.


" Aku belum pernah berkunjung di rumah mama dan papa semenjak kita menikah. Aku ingin sekali mengunjunginya, boleh ya aku ikut bersama kak Malfin ke negara B" ucap Adelia tersenyum sambil meliriknya.


Malfin hanya tersenyum mendengar ucapannya yang tengah memeluknya mesra. Malfin begitu nyaman menghirup aroma tubuh istrinya. Memang dirinya berencana ke negara B untuk mengurus perusahaannya yang baru-baru ini mendapatkan sedikit masalah tentang tender proyek yang dimenangkannya.


"Apa kak Malfin akan mengajakku atau tidak?" tanya Adelia sambil mendongak meliriknya.


"Baiklah, aku akan mengajakmu, ikutlah bersama ku ke negara B. Tapi dengan satu syarat! kamu harus memberiku hadiah" ucap Malfin dengan seringai licik diwajahnya sambil membalikkan tubuh istrinya.


"Oke, apapun syaratnya, insyaallah aku pasti bisa mengabulkan nya. Kak Malfin minta hadiah apa?" ucap Adelia tersenyum sambil mengelus lembut lengannya.


"Aku hanya butuh kamu" ucap Malfin tersenyum sambil mencolek gemas hidung mancungnya.


"Iih kak Malfin, hadiah seperti apa yang kamu inginkan dariku" ucap Adelia yang sama sekali tidak ngeh arah pembicaraan Malfin.


"Rahasia, nanti aku bocorkan hadiah itu, yang jelas kamu harus siap menyerahkannya untukku. Bagaimana?" ucap Malfin sambil menaikkan alisnya.


"Insyaallah aku siap menyerahkannya untukmu. Kira-kira hadiah apa yang bagus untukmu, aku akan memikirkannya mulai dari sekarang" ucap Adelia tersenyum sambil membelai wajahnya.


Malfin dengan gemes mencium punggung tangannya, lalu mulai mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya, hingga rona memerah di wajah Adelia terpampang jelas.


Adelia memejamkan matanya yang begitu deg-degan melihat wajah suaminya yang berjarak beberapa senti saja dari wajahnya. Hingga deru nafas Malfin mulai menerpa wajahnya.


Malfin tersenyum melihat tingkah menggemaskan istrinya, tanpa basa-basi Malfin mendaratkan ciumannya di bibir manis istrinya. Adelia hanya mampu membeku di tempatnya dengan debaran jantung yang semakin heboh.


Ciuman pertama kami. Batin Adelia


Malfin sangat menikmati ciumannya, bibir ranum istrinya benar-benar manis dan membuatnya candu, Malfin menciumnya dengan sangat lembut dan penuh cinta. Adelia yang begitu polos hanya mampu menikmati sentuhan lembut suaminya tanpa membalas ciumannya.

__ADS_1


Hingga keduanya tampak menikmati ciumannya. Seolah dunia milik mereka berdua. Ciuman Malfin mulai menuntut membuat aset berharganya sesak nafas.


Malfin segera menggendong tubuh istrinya tanpa melepaskan pangutannya, sedangkan Adelia begitu pasrah dengan perlakuan suaminya yang bergerak naik ke tempat tidur.


Dengan hati-hati Malfin menurunkan tubuh istrinya, dan ciumannya juga terlepas. Wajah keduanya terlihat memerah dengan nafas ngos-ngosan.


Malfin menatap wajah cantik istrinya yang sedang berada dibawahnya dengan tatapan penuh nafsu. Adelia terus saja mengatur debaran jantungnya hingga bibir Malfin kembali menempel sempurna di bibirnya.


"Kak Malfin hah hah....emmpph"


Adelia sudah kewalahan menghadapi ciuman Malfin yang tiada hentinya. Hingga tangannya mulai memukul kecil pundak Malfin. Membuat Malfin menghentikan aksinya.


Malfin tersenyum puas sambil membelai wajah istrinya, jemarinya kembali turun mengusap bibir ranum Adelia yang selalu saja terlihat menggoda. Adelia kembali memejamkan matanya yang begitu malu tatap-tatapan dengan suaminya.


"Kamu sangat menggemaskan, makanya aku terlalu bersemangat mencium mu" ucap Malfin tersenyum.


"Maaf, ini pengalaman pertama ku berciuman, aku belum pernah melakukannya" ucap Adelia pelan sambil menutup wajahnya menggunakan salah satu tangannya.


"Terima kasih, kamu menjaganya untukku" ucap Malfin tersenyum sambil memindahkan tangan istrinya.


Adelia tersipu malu mendengar ucapan suaminya. Pandangannya pun mulai tertuju kepada suaminya. Malfin dengan gemesnya kembali mencium keningnya.


Cup


"Aku sangat menyayangimu istri ku" ucap Malfin tersenyum hangat.


Adelia tersenyum manis menatapnya, tangannya dengan lembut membelai wajah tampan suaminya. Malfin kembali menikmati sentuhan lembut tangan Adelia membuat kelopak matanya ikut terpejam.


Malfin hanya bisa menahan diri dan terus menahan diri sebelum tiba waktunya, dia berjanji akan menyentuh istrinya jika sudah sembuh total. Atau kemungkinan baik dirinya maupun Adelia sama-sama sudah yakin untuk melakukannya.


Dengan syarat ini! Aku tidak sabar memiliki mu Lia, menjadikanmu istri seutuh ku. Batin Malfin.


Adelia langsung berhambur memeluknya. Sungguh perasaannya tak bertepuk sebelah tangan. Rupanya suaminya juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.


"Aku juga sangat menyayangi mu kak Malfin, sangat menyayangi mu" ucap Adelia lembut sambil menyembunyikan wajahnya.

__ADS_1


Malfin tergelak tawa sambil mengelus punggung istrinya.


"Bisakah kamu memberikannya untukku. Aku menginginkannya sekarang" ucap Malfin menyeringai sambil mengelus lembut punggung nya.


"Maaf kak Malfin..Ini sudah larut malam, aku belum menyiapkan hadiah untuk mu" ucap Adelia manja yang tidak peka dengan ucapan suaminya.


Istriku benar-benar polos. Tapi tak masalah karena aku sangat mencintainya. Batin Malfin.


"Tak masalah, jika kamu belum menyiapkannya. Aku akan selalu siap menunggunya" ucap Malfin tersenyum tipis. Angan-angan nya tak kesampaian juga. Adelia benar-benar tak peka dengan keinginannya.


Tapi Malfin begitu bahagia, karena hubungannya dengan Adelia semakin membaik bahkan sudah meningkat dari biasanya. Malfin sudah berhasil mencium Adelia, istri tercintanya.


Pasangan suami istri itu kembali berpelukan mesra dengan benih-benih cinta mulai bersemi. Hingga mereka terlelap dan terbuai mimpi.


šŸšŸšŸšŸšŸ


Sementara di kamar Adelio, pertempuran pasangan suami istri itu baru saja selesai. Adelio begitu puas menuntaskan hasratnya. Sementara Rania masih saja mengatur debaran jantungnya yang tak henti-hentinya berdemo semenjak beraktivitas bersama suaminya.


Aku tak menyangka dia melakukannya dengan lembut sampai-sampai aku terbuai dengan sentuhannya. Batin Rania sambil menggigit bibir bawahnya.


Adelio berbaring di sampingnya yang tengah memejamkan matanya. Rania mengubah posisinya menghadap ke arah Adelio sambil memegangi selimutnya.


Wajahnya sangat tampan dan terlihat begitu polos seperti anak kecil. Aku tidak menyangka dia menjadi mesum dan sangat menyebalkan.


Ahh tidak tidak, aku tidak boleh memujinya. Aku harus berusaha melupakannya demi buah hatiku. Masa dia meragukan darah dagingnya sendiri, benar-benar jahat dan tak punya hati. Batin Rania kesal.


Rania menaikkan kepalan tangannya untuk memukul wajah Adelio, namun aksinya dia hentikan karena mendengar suara dingin sang empunya.


"Tidurlah, sebelum aku berubah pikiran! aku bisa saja kembali melakukannya" gumam Adelio.


Terdengar seperti ancaman, membuat Rania gelagapan dan segera memejamkan matanya. Jika itu terjadi bisa-bisa esok hari dia tak bisa berjalan dengan baik.


Adelio menyeringai sambil memejamkan matanya. Sedangkan Rania sudah komat-kamit membaca doa dalam hati sambil memejamkan matanya hingga tertidur dengan pulas nya.


Bersambung.....

__ADS_1


Selamat berlebaran teman-teman šŸ¤—


__ADS_2