Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Kalian tidak boleh bercerai


__ADS_3

Kendrick bersama kelima anak buahnya masih saja sibuk mencari dalang pelaku penyerangan di bandara. Beberapa orang sudah mereka bereskan, hanya pelaku utamanya yang masih menjadi tanda tanya.


Sudah dini hari, Kendrick dengan kelima anak buahnya masih berkeliaran di halaman bandara. Mereka begitu antusias mencari dalang sesungguhnya.


"Saya sudah menemukan pelakunya tuan"ucap anak buahnya yang tengah membawa seorang wanita, lalu mendorong wanita berambut sebahu dihadapan bos nya.


Kendrick merasa tidak asing dengan wanita yang ditangkap tangan oleh anak buahnya.


Wanita ini... bukankah salah satu pramugari di pesawat ketua. Batin Kendrick.


"Masukkan ke dalam mobil, kita harus ke markas untuk membuatnya mengaku" ucap Kendrick dingin lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya.


Sementara anak buahnya segera memasukkan wanita itu ke dalam mobil yang mereka tumpangi. Tiga unit mobil melaju kencang membelah jalanan yang tampak senggang di malam hari. Ketiga unit mobil itu bergerak menuju marka The Lion X.


“Tolong, jangan sakiti saya. Saya sama sekali tak tahu apa-apa dan hanya menjalankan tugas. Baiklah, saya akan mengatakan sejujurnya, semoga kalian percaya." ucap wanita itu sambil menghembuskan nafasnya kasar.


Kendrick kembali memasukkan pistol di saku celana. Dia tidak ingin gegabah sebelum mendengarkan penjelasan tawanannya. Kendrick mengangguk pelan dan meminta wanita itu menjelaskan secara rinci perihal penyerangannya.


"Saya hanya di bayar mahal oleh orang misterius untuk menjebak bos kalian. Air mineral yang saya berikan kepada bos kalian berisi campuran obat perangsang. Tidak hanya itu, saya kembali di tuntut untuk membawa boss kalian ke sebuah hotel pelangi dekat dari bandara. Dan orang misterius itu sudah menyiapkan kamar hotel beserta wanita bayaran yang akan menemani bos kalian. Jika saya tidak berhasil melakukannya maka nyawa ibu dan adik saya yang menjadi taruhannya ” ucap wanita yang berprofesi sebagai pramugari dengan jujur tanpa adanya kebohongan.


Terlihat kedua tangan terikat di kursi yang di didudukinya.


“Siapa yang menyuruhmu melakukan rencana licik kepada bos kami? Berapa biaya yang kamu dapatkan dengan tugas seperti ini hah!” hentak Kendrick sambil mencengkeram rambut wanita itu hingga mendongak menatapnya.


“Saya sama sekali tidak tahu orang nya tuan, saat di bandara, orang misterius memberikan saya satu botol air mineral beserta obat perangsang dan uang tunai sebesar 250 juta. Awalnya saya menolak, namun ancamannya tak main-main terhadap keluarga saya, hingga saya menyetujui nya "ucap wanita itu dengan wajah murungnya.


"Baiklah, sampai kita menemukan pelaku utamanya, maka kamu harus bekerja dengan kami. Jika tidak, maka kami tidak segan-segan untuk membunuh mu sekarang juga, bagaimana?" ucap Kendrick.


"Oke, saya setuju" ucapnya.


Keesokan harinya...


Di kediaman Alexander.....


Pagi-pagi buta, Adelia tampak sudah siap di dalam kamarnya dengan pakaian olahraga lengkap. Pagi ini Adelia berencana berolahraga bersama Rania. Kebetulan Adelia sudah membuat janji dengan Rania untuk berolahraga bersamanya pagi ini.

__ADS_1


Kebetulan Rania juga memintanya untuk membangunkannya pagi-pagi untuk menjalankan sholat subuh, karena kebiasaan buruknya belum juga hilang yang tidak bisa bangun pagi atau subuh.


Adelia bergegas keluar dari kamar nya. Langkahnya riang gembira menghirup udara segar di pagi hari menaiki anak tangga lantai tiga.


Teknik kebugaran tubuh sempat dia peragakan sambil terus berjalan menuju kamar Rania. Hanya beberapa ruangan yang masih terlihat cahaya lampu penerangan.


Saat di depan pintu kamar Rania. Adelia sempat menempelkan telinganya di depan pintu, namun tak mendengar suara di dalam sana. Tangannya mulai terulur untuk mengetuk pintu kamar itu, namun kembali diurungkan.


"Benarkan, pasti kakak ipar belum bangun"gumamnya.


Adelia mencoba membuka pintu kamar milik kembarannya dan kakak iparnya. Matanya berbinar saat mendapati pintu kamarnya tidak terkunci.


Ceklek


Perlahan Adelia mencodongkan kepalanya untuk melihat suasana di dalam kamar. Samar-samar cahaya penerang yang hanya dari lampu tidur membuat Adelia tidak mampu melihat dengan jelas orang yang berada di dalam sana.


"Aku gunakan saja ponsel ku untuk membangunkan kakak ipar" gumamnya pelan.


Dengan hati-hati Adelia masuk ke dalam kamar menggunakan pencahayaan dari ponselnya. Baru beberapa langkah, Adelia tak sengaja menginjak baju entah siapa pemiliknya.


Tanpa ingin melihat lebih jauh, dengan seribu langkah Adelia bergegas keluar dari kamar tersebut dan dengan pelan kembali menutup pintu kamar kakak ipar nya.


Jantungnya ikut memompa lebih cepat dengan rona wajah memerah melihat keadaan di dalam sana. Adelia segera berjalan menjauh dari kamar tersebut.


Aaah rupanya mereka habis perang dunia. Mengapa pintu tidak di kunci sih. Astaga, mata suci ku sudah ternodai dengan ulah kakak ipar dan kak Lio.


Adelia menutup mulutnya sambil memejamkan matanya yang tak ingin lagi pikirannya tertuju kepada pasangan suami istri itu.


"Anggap saja aku tidak melihatnya" gumam Adelia sambil mengerucutkan bibirnya yang sedang menuruni anak tangga.


"Sebaiknya aku, kembali ke kamar saja."


Adelia terus merutuki kebodohannya pagi ini dan memilih kembali ke kamarnya. Saat berjalan menuju kamarnya, samar-samar Adelia kembali mendengar suara ayah dan ibunya terdengar dari ruang mushola.


Adelia berinisiatif untuk menemui mereka. Dan lagi-lagi dia pun kembali mendengar pembicaraan orang tuanya tentang hubungan Adelio dan Rania.

__ADS_1


"Hari ini berkas perceraian Adelio dan Rania sudah rampung. Tinggal mereka berdua menandatangani nya dan setelah itu mereka resmi bercerai. Rania akan meninggalkan rumah ini selama-lamanya" ucap Darren sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Kita tak bisa berbuat apa-apa, karena keputusan ada ditangan mereka."


Ziva juga sangat menyayangkan perihal perceraian putranya.


Astaghfirullah...apa!!! mereka akan bercerai? lalu tadi yang kulihat apa coba mereka habis...aaahh...Mata ku..mata suci ku.....aku bahkan tidak ingin mengingat nya lagi.


Kalian tidak boleh bercerai. Pokoknya kak Lio dan kak Rania tidak boleh bercerai, aku akan menggagalkan nya. Batin Adelia.


Sementara di kamar pasangan suami istri yang habis melakukan perang dunia pertama, salah satu penghuni kamar tersebut mulai mengerjapkan matanya dan berusaha mengumpulkan kesadarannya.


Perlahan tubuhnya dia gerakkan, namun benar-benar tak menyangka seluruh tubuhnya menjadi remuk habis dipukuli oleh orang banyak.


Mata lentiknya mulai menyapu di sekitarnya hingga mampu melihat wajah teduh pria yang sempat menggempurnya semalaman masih tertidur pulas. Wanita yang sudah tidak gadis lagi, mulai menggeser tubuhnya untuk turun dari tempat tidur, namun dia kembali meringis kesakitan.


"Awwww... sakit" rintihannya pada bagian hartanya yang sudah di rampok paksa oleh suaminya.


Rania berusaha keras turun dari tempat tidur dengan langkah gontai, dia berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Mata Rania kembali berkaca-kaca melihat penampakan tubuhnya di dalam cermin.


Rania bertekad bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dengan Adelio. Rania bergegas membersihkan tubuhnya dan tak lupa melakukan ritual mandi wajib yang sempat di ajarkan Adelia padanya. Dan sekarang dia kembali mempraktekkan ilmu tersebut.


Setelah selesai, Rania melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk mengenakan pakaiannya lalu melaksanakan sholat subuh di ruangan tersebut.


Sementara Adelio juga mulai mengerjapkan matanya sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya. Adelio kembali memegangi kepalanya yang sedikit pusing lalu mengedarkan pandangannya di sekelilingnya.


"Apa yang terjadi semalaman" ucapnya yang menyadari tubuhnya polos di balik selimut.


"Darah, apa aku melukai atau membunuh seseorang" ucap Adelio terbengong-bengong melihat bercak darah di selimut nya yang sama sekali seperti hilang ingatan sekejap dengan perbuatannya semalaman.


Adelio melihat pakaiannya dan pakaian Rania berserakan di lantai. Adelio langsung mengusap wajahnya melihat semua itu.


"Gadis gila!!!" teriaknya menggelar.


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏 🙏🙏


__ADS_2