Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Masalah ini membuatku pusing


__ADS_3

Para anggota The Lion X dan anggota The Tiger segera membereskan ballroom hotel dan membawa beberapa mayat untuk dimakamkan dengan layak. Beberapa rekan mereka ikut gugur dalam penyerangan tersebut.


Tampak Adelio berjalan menuju ruang VIP untuk menemui keluarganya. Kendrick yang sedang bersama anak buahnya segera menghampiri ketuanya.


"Tuan, ada yang ingin saya sampaikan" ucap Kendrick yang berhasil menghentikan langkah Adelio.


Adelio berbalik badan dengan raut wajah sulit diartikan, yang sama sekali tak menimpali ucapan Kendrick.


"Para pelaku penyerangan adalah anggota The Posse, semuanya memiliki tanda pengenal di bagian leher belakangnya. Selama 24 jam saya akan menemukan dalang sesungguhnya" ucap Kendrick dengan yakin.


"Tak perlu, aku sudah tahu siapa dalang nya. Kalau kau menemukannya langsung habisi saja" ucap Adelio dingin.


"Maaf tuan, saya tidak mengerti maksud ucapan anda" ucap Kendrick hati-hati yang merasa janggal.


"Bodoh! Gadis gila yang berada kediaman ku adalah ketua mafia The Posse. Tak perlu kau risau mencarinya, jika kau menemukan nya habisi saja. Dia benar-benar licik, kembali melakukan balas dendam di pesta pernikahan kembaran ku dan aku sama sekali tak akan mengampuninya."


Adelio mengatakannya dengan amarah menggebu-gebu.


"Jangan sampai anda salah paham. Kelompok The Posse memiliki banyak anggota yang tersebar di berbagai negara dan ketua mereka sama sekali tak diketahui hingga detik ini. Saya harap tuan tidak terpancing dengan masalah ini" ucap Kendrick memperingatkan nya.


"Kerjakan saja sesuai perintah ku, jangan membantah!" ucap Adelio kesal lalu melenggang pergi meninggalkan Kendrick.


Kendrick geleng-geleng kepala melihat sikap ketuanya.


Saya sama sekali tak tahu jalan pikiran anda tuan, saya tidak yakin jika nona Rania dalang masalah ini. Sepertinya saya harus mencari tahu sendiri masalah ini. Batin Kendrick.


Kendrick bergegas keluar dari hotel sepertinya dia sangat tahu siapa orang yang harus di temui nya.


Adelio berdiri di depan pintu ruang VIP, saat ingin membuka pintu ruangan tersebut, tiba-tiba seseorang dari dalam lebih dulu membukanya.


"Adelio, apa kamu baik-baik saja nak?" ucap wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu nya.


Adelio hanya tersenyum hangat menatap ibu nya yang masih saja mengkhawatirkannya. Ziva kembali celingak-celinguk keluar mencari seseorang di sekeliling Adelio.


"Istrimu mana?" tanya Ziva yang sedari tadi tak melihat menantunya.


Adelio hanya mampu diam seribu bahasa yang tak bisa menjawab pertanyaan ibu nya.


"Lio, Rania mana!"


Ziva kembali mempertanyakan keberadaan Rania menantunya, sambil menggenggam tangan putranya.


"Bibi, Rania di culik oleh penjahat dan entah kemana mereka akan membawa pergi Rania" timpal Etha yang baru saja tiba dan sedang berdiri di belakang Adelio.

__ADS_1


"Ya sudah, mengapa kamu masih berdiam diri. Ayo selamatkan Rania, jangan sampai penjahat itu semakin jauh membawa Rania. Tolong bawa menantuku kembali" ucap Ziva dengan tatapan memohon dan raut wajah yang tampak khawatir.


"Tenang bunda, anak buah ku yang akan mencarinya" ucap Adelio dingin yang mencoba mengelak. Dan tak akan pernah aku biarkan gadis gila itu menginjakkan kakinya di kediaman kita, batinnya.


"Apa! kakak ipar di culik?" ucap Adelia terkejut yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


Ziva dan Etha hanya mampu mengangguk sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar. Mereka berharap Rania baik-baik saja.


"Kak Lio, tolong bawa kakak ipar pulang di kediaman kita. Kak Rania istri kakak, harus nya kakak begitu ekstra menjaganya. Aku tidak ingin kakak ipar kenapa-kenapa, karena aku sangat menyayangi nya dan kami berteman baik" ucap Adelia dengan mata berkaca-kaca yang sedang memohon di hadapan kembarannya.


Adelio semakin kesal saja, keluarganya sudah mengetahui bahwa Rania diculik oleh orang tak dikenal, semua itu karena Etha. Etha lah yang membongkar semuanya.


Adelio menghela nafas panjang lalu segera angkat bicara.


"Anak buah ku sudah turun tangan untuk mencarinya. Jadi kalian tak perlu khawatir."


Setelah selesai mengatakan itu, Adelio segera undur diri. Adelio tak ingin banyaknya pertanyaan yang selalu mengarah kepada Rania membuatnya semakin kesal saja.


🍁🍁🍁🍁


Sementara Alfhat sudah tiba di bandara, dan akan membawa Rania pulang ke negara C. Alfhat bersama seorang wanita cantik tampak berjalan beriringan memasuki bandara.


Wanita cantik itu terlihat mendorong kursi roda di sampingnya. Rupanya yang berada di kursi roda tersebut adalah Rania. Seluruh tubuh Rania di tutupi selimut layaknya orang yang tengah sakit parah agar orang-orang tak curiga kepadanya.


"Ini jalan satu-satunya agar membuat mu berada di samping ku Nia. Jangan pernah membenci ku, aku tahu tak seorang pun menganggap mu ada di kediaman Alexander. Aku hanya ingin membahagiakan mu."


Alfhat menatap Rania yang duduk di samping nya yang masih saja terpengaruh obat bius. Alfhat menggulung senyuman melihat penampilan Rania yang berubah total.


"Aku semakin menyukai mu Rania. Aku suka gadis muslimah dengan pakaian tertutup sepertimu. Aku sangat bahagia bisa memiliki mu" gumam Alfhat sambil mengelus puncak kepala Rania.


Setelah puas memandangi gadis pujaan hatinya. Alfhat memilih ikut memejamkan matanya karena rasa kantuk juga menyerangnya.


🍁🍁🍁🍁


Seluruh keluarga Alexander bersiap untuk pulang ke kediamannya masing-masing. Mereka menginginkan pesta meriah malah menjadi bencana.


Adelia dan Malfin berjalan bergandengan tangan keluar hotel di ikuti oleh orang tuanya. Ziva merasa kurang tanpa hadirnya Rania, karena Ziva sudah menganggap Rania sebagai anaknya sendiri.


Semoga Rania segera ditemukan. Batinnya.


Mereka semua bergegas masuk ke dalam mobilnya masing-masing. Adelia bersama ibunya terlihat murung dan jarang berbicara selama mobil melaju menuju kediaman nya.


Malfin mampu membaca pikiran istrinya dan tahu betul semua ini ada kaitannya dengan di culik nya Rania.

__ADS_1


"Jangan bersedih, aku akan berusaha mencarinya" ucap Malfin sambil mengelus punggung tangan istrinya.


Adelia meliriknya lalu bersandar di pundaknya.


"Tolong selamatkan kakak ipar dan bawa kakak ipar pulang ke rumah" ucap Adelia lembut.


"Hemm pasti" ucap Malfin sambil mendekap nya.


Tak terasa mobil yang membawa mereka tiba di kediaman Alexander. Seluruh anggota keluarga bergegas turun dari mobil.


Malfin kembali membantu istrinya turun dari mobil mengingat gaun pengantin Adelia begitu merepotkan. Setelah itu, pasangan pengantin baru itu berjalan sambil bergandengan tangan menuju kamarnya untuk beristirahat.


Adelio sama sekali tak pulang di kediamannya malam ini. Dia hanya menyendiri di apartemennya dan tengah berdiri di depan jendela kamarnya.


Beberapa menit yang lalu Kendrick mengabarinya bahwa istrinya tak ada kaitannya dengan masalah ini, bahkan Kendrick sempat mengirimkan rekaman cctv dari hotel diselenggarakannya pesta tersebut.


Adelio sudah melihat rekaman cctv tersebut berulang kali dan hanya mendapati Rania dibawa kabur oleh orang misterius, karena dirinya memang tak mengenal pria di dalam cctv tersebut.


Adelio menghembuskan nafasnya kasar ucapan Kendrick selalu saja mempengaruhi isi pikiran nya.


Nona Rania sama sekali tak ada kaitannya dengan masalah ini. Jadi tolong jangan menyalahkan nya, dia benar-benar diculik dan dibawa kabur oleh orang misterius. Saya masih berusaha mencari identitas orang misterius itu, semoga nona Rania tidak mendapatkan siksaan dari penculiknya.


"Arrgghhh"


Adelio mengusap wajahnya lalu meninju dinding tembok berulang kali. Bahkan tangannya sudah memar.


"Mengapa gadis gila itu selalu membawa masalah di keluarga ku" ucap Adelio kesal sambil menjambak rambutnya yang belum bisa percaya kepada istrinya.


"Aku pikir dia sudah berubah, tenyata ancaman ku selama ini hanya main-main untuknya."


Adelio lalu menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Logikanya masih menyalakan Rania, namun dari relung hatinya yang paling dalam ada sedikit keraguan tentang Rania.


Adelio begitu pandai mampu mengetahui gerak-gerik Rania selama seminggu ini, Rania sudah terbiasa sholat semenjak bergaul dengan kembarannya dan terkadang dia mendapati Rania menangis secara sembunyi-sembunyi di kamar mandi. Bahkan setiap kali mendapatinya berada di kamar, Rania bergegas ke ruang ganti atau kamar mandi untuk menghindarinya.


"Hufff... masalah ini membuatku pusing" gumam Adelio sambil mengusap wajahnya.


Bersambung....


Jangan lupa dukungannya teman-teman πŸ™πŸ™πŸ™


Apakah Adelio akan menyelamatkan Rania???? jeng jeng jeng.....


makanya ikutin terus kelanjutan ceritanyaπŸ€—

__ADS_1


Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2