
Adelio segera mengeluarkan kotak beludru biru dari saku texudo nya dan memberikannya kepada Istrinya. Kotak beludru berwarna biru itu merupakan hadiah pemberian almarhumah oma Ratu yang selalu dia jaga sampai sekarang.
Kelak jika dia menikah, maka Adelio harus memberikan kotak beludru itu kepada istrinya. Karena dibalik kotak beludru itu terdapat perhiasan turun-temurun keluarganya.
Rania mengambilnya dengan acuh, lalu meminta Adelio untuk kembali memasukkan nya di saku texudo nya. Karena dirinya tak tahu harus menyimpannya di mana.
Pak penghulu sedikit bingung melihat interaksi pengantin baru itu yang hanya saling kode tanpa buka suara.
Setelah melihat urusan pengantin baru itu selesai. Pak penghulu lalu meminta pengantin baru itu untuk menandatangani buku nikah mereka. Adelio dan Rania tanpa sungkan segera menandatangani buku nikahnya.
"Selamat, kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri di mata agama dan negara" ucap Pak penghulu.
Adelio dan Rania hanya bisa mengangguk pasrah.
"Alhamdulillah. Selamat ya sayang atas pernikahan mu, selamat menempuh hidup baru. Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah, aamiin." ucap Ziva dengan mata berkaca-kaca yang diselimuti perasaan haru.
Baik Adelio dan Rania berusaha menunjukkan bahwa mereka sangat bahagia menikah.
Ziva meminta putranya untuk memakaikan cincin pernikahan di jari manis Rania yang sudah sah menjadi istrinya. Adelio segera mengikuti perintah ibunya.
Membuka kotak beludru merah yang disediakan untuknya itu yang berisi sepasang cincin berlian, yang satu memiliki batu permata yang menghiasi cincin berlian itu dan satunya hanya polos.
Adelio perlahan menyematkan cincin berlian itu di jari manis Rania. Sedangkan Rania juga melakukan hal yang sama, menyematkan cincin pernikahan mereka di jari manis suaminya.
Semua orang kembali bertepuk tangan melihat kekompakan pengantin baru itu. Adelia tampak bahagia dengan pernikahan kembarannya, dia duduk bersama Milan dan rombongan Malfin yang begitu heboh.
"Cium."
"Cium."
"Cium."
Teriak Morgan bersama sahabatnya yang begitu heboh di kursinya saat pertukaran cincin selesai di lakukan. Para tamu undangan juga melakukan aksi yang sama dengan Morgan.
Adelio refleks memegangi tengkuknya mendengar teriakkan kehebohan itu. Rania mengepalkan tangannya sambil melirik tajam Adelio.
Jangan coba-coba menciumku, lutut ku akan menghajar mu aligator. Batin Rania.
Ziva tersenyum bahagia mendengar teriakkan keras para tamu undangan yang meminta Adelio mencium istrinya.
"Emm... bunda rasa kalian harus melakukan permintaan mereka." ucap Ziva tersenyum.
"Mama juga setuju jika kalian berdua melakukan nya. Rania cium punggung tangan suami mu untuk mendapatkan ridho nya. Sekarang kamu sudah menjadi istrinya, wajib seorang istri mematuhi ucapan suaminya." ucap Sarah yang menasihati putrinya.
Adelio dan Rania saling pandang dengan tatapan tak suka. Rania lalu menundukkan pandangannya dan menatap tajam tangan suaminya.
Aku tak Sudi mencium punggung tangannya. Tapi, apa boleh buat, aku tidak bisa berbuat apa-apa kali ini. Batin Rania.
__ADS_1
Benar yang dikatakan ibumu. Mulai sekarang kamu harus patuh kepada ku. Batin Adelio.
Rania dengan kesal mencium punggung tangan suaminya. Setelah selesai, dengan kesal dia menepuk-nepuk tangannya di gaun nya.
Sekarang giliran Adelio yang akan mencium kening istrinya. Adelio perlahan mendekat lalu memegangi kedua pundak Rania.
"Ehh."
Rania memundurkan tubuhnya. Adelio perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Rania. Rania langsung melotot tajam menatap Adelio.
"Cepat selesaikan ini."
Adelio berbisik tepat di telinganya yang terdengar mengancamnya. Rania langsung memalingkan wajahnya. Tanpa menunggu lama, Adelio langsung mencium keningnya.
Cup
Seluruh tamu undangan kembali bersorak gembira dengan tepukan tangan. Sementara Rania berdengus kesal dan tak terima di cium oleh musuhnya.
"Yuuhuy.... cieciee pengantin baru, yang langgeng ya" teriak Morgan dari tempat nya.
Selanjutnya, Pasangan pengantin baru itu melakukan sungkeman kepada orang tua mereka. Dan para tamu undangan mulai menikmati jamuan nya.
Raka sama sekali tak hadir di acara pernikahan adiknya. Hanya mama Sarah dan paman Zayn yang menjadi keluarga Rania. Mungkin Raka masih menunggu kedatangan adiknya di gerbang depan kediaman Alexander.
Sementara Min berhasil kabur dari acara tersebut. Min begitu takut hingga gerak-geriknya mampu diketahui oleh Kendrick. Min dengan terpaksa membongkar penyamarannya sendiri di hadapan ibu ketuanya dan Kendrick, sebelum memasuki tempat acara.
Jika saja penyamarannya tidak terbongkar, maka terjadi masalah besar di acara ijab kabul itu. Karena terdapat dua pengantin wanita. Bisa saja dirinya menjadi pengantin di sana.
Tak jauh darinya Malfin tampak mengobrol bersama rekan bisnisnya. Sesekali Malfin melirik ke arah calon istrinya, entah mengapa dia ingin sekali menyapa nya.
Malfin memilih mengakhiri obrolannya, lalu berjalan menghampiri Adelia.
“Mengapa masih berdiri disini? Sepertinya kamu belum memberikan selamat kepada kembaranmu” ucap Malfin dengan tebakannya.
“Ah iya, aku masih menunggu sahabatku.” Ucap Adelia dengan perasaan canggung sambil menundukkan pandangannya dan tak enggan bersitatap dengan calon suaminya.
“Pria atau wanita?” tanya Malfin.
Entah mengapa Malfin menjadi kepo dengan sahabat calon istrinya.
“Wanita lah, Reva, gadis yang pernah meminta nomor ponsel kak Malfin” ucap Adelia antusias.
Malfin hanya manggut-manggut dan merasa aman dengan ucapan Adelia barusan.
“Itu dia orangnya” ucap Adelia tersenyum yang melihat kedatangan sahabatnya.
“Maaf Lia, aku telat datangnya. Aku benar-benar patah hati kali ini. Kak Adelio nikahnya sama orang lain. Padahal aku sangat berharap menjadi kakak ipar mu” ucap Reva dengan tatapan sendunya.
__ADS_1
“Tak pa, bukan jodoh, yang jelas kamu masih sahabat ku. Kamu habis nangis?”tanya Adelia dengan penuh kecurigaan yang melihat mata sahabantnya tampak sembab.
“Heemm, aku benar-benar patah hati ditinggal nikah oleh kakak mu, huaaaa ingin rasanya aku menangis histeris di sini.” Ucap Reva lalu menghambur memeluk Adelia.
Malfin mengerutkan keningnya melihat tingkah laku sahabat Adelia. Dengan terpaksa Adelia menenangkan sahabatnya.
“Oh iya, siapa pemuda ini?” ucap Reva yang sudah tenang, sambil melirik ke arah Malfin.
“Dia_”
Adelia tidak melesaikan ucapannya karena Malfin yang langsung memotongnya.
“Saya calon suami Adelia”ucap Malfin dengan entengnya.
“Wah, beruntung sekali Lia ku. Aku juga mau, kalau dilamar pemuda tampan seperti ini, walaupun sepupuan.” ucap Reva sambil menaikkan satu alisnya.
Malfin tersenyum tipis mendengar ocehan sahabat Adelia yang sedikit menggelitik baginya. Adelia melirik ke arah Malfin hingga pandangan mereka bertemu. Adelia segera menundukkan pandangannya, malu rasanya tatap-tatapan dengan calon suaminya.
Adelia lalu membawa sahabatnya menjauh dari Malfin, dia benar-benar canggung jika bersama dengan Malfin. Dan takutnya omongan Reva semakin menjadi-jadi hingga membuatnya malu di hadapan calon suaminya.
Malfin tersenyum melihat kepergian Adelia yang terlihat malu-malu kucing dengannya. Malfin tidak tahu bagaimana kah hubungannya dengan Adelia setelah menikah.
Sifat Adelia berbanding terbalik dengannya, Adelia gadis yang baik, pemalu, cerdas dan Sholehah, sementara dirinya hanyalah pria dingin nan kejam dan bergelimang dosa.
Acara ijab Kabul Adelio dan Rania berjalan lancar. Seluruh tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru itu. Kemudian berlanjut melakukan sesi foto bersama dengan keluarga.
Tak ada raut kebahagian di wajah pengantin baru itu. Tatapan Rania tampak kosong di setiap foto, tak ada gurat senyuman di wajah Adelio. Namun seluruh keluargannya begitu bahagia atas pernikahannya.
Rania berkali-kali mengembuskan napasnya dengan kasar dan begitu gerah mengenakan gaun pengantinnya.
Kapan acaranya selesai. Aku begitu bosan dengan semua ini. Batin Rania.
“Lio, bawa istrimu ke kamar. Kasihan Rania tampak lelah mengikuti serangkain acara. Sebaiknya kalian beristirahat di kamar saja. Nanti malam kita kembali berkumpul untuk makan malam bersama”ucap Ziva mengingatkan.
“Baik bunda.” Ucap Adelio yang sama sekali tak pernah membantah ucapan ibunya.
Lagi-lagi Rania kembali memeluk ibunya sebelum di bawa Adelio ke kamarnya.
“Apa kamu tidak ingin ke kamar!” ucap Adelio yang masih melihat Rania tidak bergeming di tempatnya.
Rania berdengus kesal dan merasa geli dengan ucapan Adelio yang ingin membawanya ke kamarnya.
"Ada-ada saja pengantin baru ini, masa masih sore sudah mau cabut ke kamar aja. Nanti malam aja olahraga bolanya” ucap Morgan yang menggoda mereka.
Adelio melotot tajam menatap Morgan. Morgan hanya bisa tertawa cengengesan. Malfin menutup mulutnya, agar suara tawanya tidak terdengar yang lainnya, begitu halnya Kendrick yang memilih menundukkan pandangannya.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like, love komen dan vote yang banyak 🤗
Terima kasih 🙏🙏 🙏