
Adelio begitu kesal dan terus meneriaki Rania dengan sebutan gadis gila. Adelio bergegas turun dari tempat tidur dan kembali memunguti pakaiannya lalu memakainya kembali.
Tak ada sahutan dari Rania membuatnya kesal dan ingin mencari keberadaan nya. Adelio berdengus kesal masuk ke dalam kamar mandi dan tak mendapati Rania.
Adelio kembali masuk ke ruang ganti dan cukup terkejut mendapati Rania duduk di atas sajadah yang tengah mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. Adelio berdengus kesal lalu keluar dari ruangan tersebut dan tak lupa membanting keras pintu ruang ganti, membuat Rania yang khusyuk berdoa terlonjat kaget.
"Astaghfirullah!, dia pasti marah besar. Sudahlah, sebentar lagi semuanya akan berakhir. Aku akan pergi bersama kak Raka sejauh mungkin dari kehidupan keluarga Alexander" gumam Rania. Dan segera membereskan peralatan sholatnya.
Sementara Adelio berada di kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Adelio begitu tenang berendam di dalam bathtub sambil terus berkelana memikirkan kejadian semalam.
"Terakhir kali aku berada di dalam mobil dan merasa tubuhku seperti terbakar. Lalu Kendrick berusaha membawaku pulang dengan cara berkendara ugal-ugalan."
Adelio kembali mengusap rambutnya ke belakang.
"Aku masuk ke dalam rumah setengah sadar karena kepala ku terasa berat dan seluruh tubuh ku terbakar geleyar aneh seperti gelora nafsu yang harus dituntaskan. Aku yakin pengaruh dari minuman semalaman. Dan gadis gila itu membuat ku kesal karena tak kunjung membuka pintu kamar."
Adelio kembali berpikir keras berusaha mengingat kejadian semalam. Adelio tak ingin Rania mengambil keuntungan darinya.
"Tidak mungkin aku dan gadis gila itu tidur bersama. Apa jangan-jangan dia berusaha menjebak ku agar perceraian kami tidak terjadi hingga menggoda ku untuk meniduri nya. Agar dia leluasa balas dendam kepada keluarga ku" ucap Adelio sambil mengepalkan tangannya.
"Sepertinya aku harus memeriksa cctv di kamar ini, supaya dugaan ku tak mengada-ada."
Adelio segera menyelesaikan ritual mandinya. Tanpa bukti, dia sama sekali tak akan percaya kepada Rania, mengingat perbuatan Rania terhadap keluarganya.
Rania keluar dari ruang ganti dan langsung menatap di sekelilingnya mencari keberadaan Adelio. Rania menghela napas panjang lalu menghampiri tempat tidur dimana menjadi saksi dirinya dan Adelio melakukan hubungan suami istri. Rania merasa malu melihat bercak darah di selimut putih itu, dia lantas segera membawa selimut itu di keranjang kotor. Setelah itu, dia pun mengganti sprey tempat tidur dengan yang baru.
Membereskan kekacauan di dalam kamarnya, memunguti beberapa helai pakaian dirinya dengan Adelio yang masih tergeletak di lantai. Membuka tirau horden agar cahaya leluasa masuk ke dalam kamar dan tak lupa menghidupkan pengharum ruangan agar aroma lavender memberikan aroma sejuk di dalam kamar nya.
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Rania segera mengalihkan pandangannya kea rah tersebut dan mendapati Adelio masih mengenakan handuk yang dililitkan dipinggang nya.
Rania buru-buru mengalihkan pandangannya, kejadian semalam kembali menghantui pikirannya. Langkah kaki seseorang terdengar jelas diindera pendengarannya, Rania sangat tahu siapa orangnya, jantung nya langsung memompa cepat seperti mau copot.
“Kamu memang serigala licik. Dengar! Anggap kejadian semalam tak pernah terjadi di antara kita!” ucap Adelio dengan sorot mata tajam sambil mengibaskan rambut basahnya.
Rania hanya diam sambil menundukkan pandangannya dan tak ingin bersitatap dengan Adelio.
Adelio kembali mencengkram kuat wajahnya agar mendongak menatapnya.
__ADS_1
“Aku sedang mengajakmu berbicara, tapi kau seolah tuli di hadapanku!” bentak Adelio sambil mencengkram kuat dagu Rania.
Adelio mampu menyaksikan bekas tamparannya masih terlihat jelas di wajah mulus Rania sedangkan Rania menatapnya dengan tatapan dinginnya. Adelio mendekatkan wajahnya persis di telinga Rania.
“Apa kamu ingin menerima imbalan dariku atas kejadian semalam. Sebutkan berapa nominal tarif mu” ejek Adelio sambil menyeringai.
Rania begitu kesal mendengar ucapan Adelio yang menganggapnya sebagai wanita bayaran, dengan cepat dia menghempaskan tangan Adelio yang mencengkram kuat wajahnya.
“Cukup, jangan membentakku lagi! Dan jangan pernah menuduhkun sebagai wanita bayaran. Apa kamu tidak puas menyakitiku! Kamu sudah mengambil paksa sesuatu yang berharga dalam diriku dan sekarang kembali menuduhku yang tidak-tidak” ucap Rania dengan kilatan amarah dari manik matanya.
Semalaman dia berusaha menahan amarahnya yang tidak mampu mengendalikan sikap Adelio. Memberontak, berteriak, membentak dan momohon kepadanya sama sekali tak pernah di dengarkan oleh pria yang tengah berdiri di hadapannya.
“Kita selesaikan hari ini juga, dan aku tidak akan pernah lagi mengingat kejadian semalam, jadi jangan khawatir tuan Adelio. Dimana berkas perceraiannya, aku sudah tidak sabar untuk menandatanganinya” ucap Rania kesal dan tak ingin lagi ditindas oleh Adelio.
“Kau! Setengah jam lagi Kendrick akan tiba membawa berkas perceraian. Ingat! ini salah satu balasan untuk mu atas apa yang kau perbuat kepada kembaran ku” ucap Adelio sambil menunjuk kening Rania lalu berjalan menuju ruang ganti untuk mengenakan pakaiannya.
Sementara Rania hanya mampu memegangi dadanya yang terasa sesak.
“Bertahanlah, sedikit lagi semuanya akan berakhir” gumam Rania yang menyemangati dirinya.
“Astaga, aku jadi lupa dengan janji kami. Aku harus segera menemui Adelia” ucap Rania dan bergegas keluar kamar untuk menemui Adelia.
“Berkas perceraian, ya berkas perceraian mereka. Aku harus mendapatkannya dulu, kata ayah hari ini berkas perceraiannya sudah rampung dan pasti nya orang kepercayaan kak Lio yang selalu mengurusnya. Berarti Kendrick, aku harus lebih dulu bertemu dengan Kendrick sebelum semuanya menjadi runyam” gumam Adelia.
Adelia dengan cepat masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Adelia tidak ingin semuanya terlambat. Setelah selesai, tak lupa dia menghubungi Kendrick, namun panggilannya tak kunjung di angkat.
“Aduh Ken-ken, tak kunjung diangkat” oceh Adelia.
“Sebaiknya aku tunggu di halaman saja, aku tidak ingin Kendrick bertemu dengan kak Lio.”
Adelia bergegas keluar kamarnya, namun langkahnya terhenti saat melihat Rania berjalan menuju kamarnya.
“Bisa gawat, aku harus menghindari kakak ipar” gumamnya.
Adelia segera berlari menjauhi Rania, demi rencanannya berjalan lancar. Untungnya Rania sama sekali tidak melihatnya saat beberapa pelayan sedang sibuk bekerja.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
“Adelia buka pintunya, maaf aku lupa dengan janji kita” teriak Rania dari luar. Namun tak ada jawaban di dalam sana.
“Aku tidak akan mengulanginya.”
Lagi-lagi tak ada jawaban di dalam sana, Rania mengedarkan pandangannya melihat para pelayan yang tengah sibuk bekerja. Rania tidak tega mengganggu mereka hanya untuk menanyakan keberadaan Adelia. Rania menghembuskan nafasnya dengan kasar dan kembali berjalan menuju kamarnya.
Sementara Adelio sudah rapi dengan setelan jasnya. Adelio sempat menatap pintu ruang kerjanya.
“Nanti saja aku mengecek cctv nya, aku hanya perlu menunggu Kendrick sekarang”ucapnya dan memilih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
Sementara Adelia sudah berada di halaman dan tengah duduk di kursi besi sambil menunggu kedatangan Kendrick. Matanya berbinar saat melihat mobil Kendrick memasuki halaman rumahnya. Adelia bangkit dari duduknya dan bergegas menghampiri mobil Kendrick.
Kendrick yang baru saja turun dari mobil terkejut mendapati Adelia sudah berdiri di samping nya.
“Selamat pagi Kendrick” ucap Adelia yang memberi sapaan.
“Pagi Adelia” ucap Kendrick sambil mengerutkan keningnya, tidak biasanya Adelia menyapanya seperti ini.
“Eeh kak Lio memintaku untuk mengambil berkas pentingnya, katanya kamu yang membawanya pagi ini” ucap Adelia sambil mengelus punggung tangannya.
“Apa yang terjadi pada tuan Adelio sampai-sampai memintamu untuk mengambil berkas pentingnya”ucap Kendrick dengan sedikit curiga.
“He he he kak Lio sedang berunding dengan kakak ipar jadi tidak ingin diganggu” elak Adelia sebisa mungkin.
Apa karena pengaruh obat perangsang itu hingga tuan berunding dengan istrinya. Batin Kendrick.
“Ayo berikan padaku, jangan sampai kak Lio marah besar karena menunggu lama” ucap Adelia sambil mengulurkan tangannya.
Kendrick bergegas membuka tas kerjanya lalu mengeluarkan map hijau berisi berkas perceraian atasannya.
“Ini berkasnya, sepertinya semalam sesuatu hal terjadi pada tuan Adelio.” Gumam Kenrick sambil menyerahkan berkas penting itu kepada Adelia.
Benar, dan aku harus menggagalkan perceraian nya. Batin Adelia.
__ADS_1
Bersambung....
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🙏🙏