
“Kau ingin buktinya hah!” ucap Adelio sambil mengepalkan tangannya yang sama sekali tak ingin melihat wajah gadis yang sudah berstatus sebagai istrinya. Adelio melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya, tak berapa lama dia kembali menghampiri Rania yang masih duduk di sofa.
Rania mendongak menatap Adelio dengan tatapan kebencian, dia sangat membenci pria yang sudah menjadi suaminya. Kini di hadapannya pria itu kembali berdiri sambil memegang sebuah amplop kecil. Rania cukup curiga dengan amplop kecil tersebut.
“Apa kau ingin menunjukkan buktinya?” tanya Rania yang sudah curiga dengan amplop yang dipegang Adelio.
Adelio membuka amplop tersebut lalu mengeluarkan isinya tepat di hadapan Rania. Rania hanya mampu membulatkan matanya melihat lembaran foto yang berjatuhan di hadapannya. Dia pun segera mengulurkan tangannya mengambil selembar foto yang mampu dijangkau nya.
“Itu bukti dari rekaman cctv di kediamanku, terlihat jelas wanita yang selalu bersamamu merusak rem mobil yang digunakan Adelia. Satu lagi, percakapan kalian juga menjadi bukti di ponsel ini” ucap Adelio dingin, lalu memutar suara rekaman antara Rania dengan bodyguardnya.
Adelio memiliki banyak mata di kediamannya, dia tak perlu bersusah payah mencari buktinya. Ahli IT di kediamannya lebih dulu bergerak cepat menyadap ponsel pintar Rania melalui akses jaringan.
Rania hanya mampu menutup mulutnya mendengar ucapan Adelio, sungguh musuhnya kali ini bukanlah orang sembarang, bahkan lebih cerdik darinya.
“Ya aku memang pelakunya, apa kamu puas!. Atau kau ingin segera mengakhiri hidupku sekarang juga hah!. Yang perlu kamu ingat tuan Adelio Alexander Damanik, aku tidak tinggal diam jika tidak menghancurkan satu persatu keluargamu!” ucap Rania dengan sorot mata tajam yang sudah berdiri di hadapan Adelio.
Adelio mengepalkan tangannya dengan rahang mengeras yang siap membunuh Rania sekarang juga. Tangannya terulur untuk menghajar gadis itu. Rania dengan cepat memegang tangannya untuk menyuruhnya melakukan yang ingin Adelio lakukan kepadanya.
“Ayo pukul aku!, kau akan puas setelah membunuhku. Asal kamu tahu, Keluargamu sudah menghancurkan hidup keluargaku. Papa ku mati karena ulah kalian, menjalani kehidupannya dengan keterbatasan fisik, papa begitu menderita hingga maut menjemputnya. kakek dan nenekku juga mati sia-sia ditangan orang kejam seperti kalian. Keluargamu seorang pembunuh, kalian begitu kejam, aku sangat membenci keluarga Alexander sampai kapan pun. Sekarang, aku datang untuk balas dendam kepada keluargamu” ucap Rania dengan mata memerah yang sedang diselimuti amarah.
Adelio langsung mencengkram wajah Rania setelah mendengar seluruh ucapan Rania.
“Kau sangat bodoh ingin balas dendam di keluargaku!, tak seharusnya kau melakukan hal licik ini kepada Lia, kembaran ku sama sekali tak tahu apa-apa. Apa yang dialami Lia, keluargamu harus menanggungnya. Malam ini seluruh keluargamu akan hancur” ucap Adelio dengan tatapan dingin dan semakin mencengkram kuat wajah Rania hingga gadis itu meringis kesakitan sambil memberontak.
__ADS_1
Rania berusaha memberontak untuk lepas dari cengkraman tangan Adelio. Namun tenaganya tak sebanding kuat dengan tenaga ketua Mafia The Lion X. Adelio dengan kasar mendorong tubuh gadis itu hingga membentur dinding.
“Aku sama sekali tak takut dengan ancaman mu, kak Raka pasti melindungi keluarga kami” ucap Rania sambil menghapus peluh keringat di kening nya.
Adelio hanya menyeringai, lalu membuka ponselnya. Adelio segera mengirim pesan kepada orang kepercayaannya dan seluruh anggota the Lion X melalui pesan broadcast untuk menjalankan misinya kali ini. Adelio tak main-main dengan ucapannya, sekali mengusik keluarganya, maka balasannya harus setimpal itu juga.
Adelio mengeluarkan pistol di balik saku celananya lalu di arahkan ke arah Rania yang tengah bersandar di dinding.
Adelio menyeringai sambil membidik musuhnya dari jarak beberapa centimeter saja. Rania memilih berdiam diri di tempatnya yang sama sekali tak kenal takut kepada musuhnya.
Dor
Tembakan Adelio tepak di atas kepala Rania, gadis itu terlihat memejamkan matanya dengan kedua lututnya bergetar hebat. Adelio tersenyum sinis lalu meniup ujung pistolnya.
“Ini masih tahap awal, kau bahkan sudah terlihat ketakutan. Apa hanya ini kemampuan ketua mafia The Posse. Dimana taring gadis yang akan balas dendam kepadaku” ucap Adelio dengan raut wajah sulit diartikan.
Rania dengan perlahan membersihkan telapak tangannya di wastafel. Sesekali dirinya meringis kesakitan mencabut serpihan kaca di telapak tangannya. Matanya masih memancarkan kilat amarah, namun gadis itu berusaha mengontrol dirinya. Biarlah semuanya berakhir malam ini, walaupun dirinya ikut tewas di tangan musuhnya sendiri.
Sementara Kendrick bersama anggota The Lion X yang merupakan anak buahnya mulai bergerak menjalankan misinya. Mereka akan menyerang kediaman Raka. Sedangkan para anggota The Lion X bergerak menghancurkan perusahaan RR Group. Seluruh anak buah Adelio bergerak cepat menjalankan titah ketuanya.
Tampak Kendrick beserta anak buahnya sudah tiba di kediaman Raka. Mereka langsung menyerang para penjaga di kediaman Raka. Bunyi suara tembakan terus menggema di tempat tersebut. Aksi tembak menembak dan saling menyerang terus terjadi di kediaman Raka. Seluruh penjaga sudah berjatuhan.
Raka muncul di balik pintu utama bersama anak buahnya dengan kemampuan mumpuni, Raka langsung menembakkan senapan panjangnya ke arah anak buah Kendrick. Sementara anak buahnya berhamburan menyerang mereka.
__ADS_1
“Kalian sudah berani masuk di kandang singa, maka nyawa kalian semua harus tewas di tanganku” teriak Raka dengan amarah menggebu-gebu.
Dor
Dor
Dor
Beberapa anggota The Lion X mulai berjatuhan. Raka tersenyum puas dan kembali menyerang mereka. Anggota The Lion X kembali berdatangan begitu banyaknya untuk menghancurkan kediamannya. Beberapa dari mereka mulai melakukan aksi membakar di rumah Raka. Sedangkan Raka tak tinggal diam, dia terus melawan mereka bersama anak buahnya yang tersisa.
Para pelayan wanita mulai berhamburan keluar melihat kepulan asap tebal yang sudah melalap rumah mewah itu. Raka mengepalkan tangannya melihat kediamannya hancur berantakan. Raka dengan penuh amarah kembali menyerang mereka.
Sementara orang-orang terpilihnya sudah tewas di tangan Kendrick. Raka dengan kesal membuang senapan panjangnya yang sudah tak berguna, dia pun menarik baju Kendrick dari arah belakang.
Tak tinggal diam, Kendrick langsung menghajarnya. Terjadi aksi pertarungan sengit antara Kendrick dan Raka. Raka terus melayangkan pukulan ke wajah kendrick, sedangkan Kendrick dengan lihainya mampu menghindari setiap serangan Raka. Tenaga Raka mulai terkuras abis melawannya, dengan pandai nya Kendrick memanfaatkan kesempatan itu, dan langsung melayangkan tendangan ke wajah Raka. Raka langsung terhempas ke tanah dengan wajah babak belur.
Kendrick langsung meringkus Raka dan tak lupa memborgolnya layaknya buronan, lalu menyeretnya masuk ke dalam mobil. Dia akan membawanya ke markas besarnya. Kendrick tak akan membunuh Raka, biarlah pria itu tewas di tangan ketuanya.
Sementara di perusahaan RR group si jago merah dengan cepat melahap perusahaan tersebut. Banyaknya mobil kebakaran di kerahkan untuk memadamkan api yang semakin menggila melalap perusahaan RR Group.
Para anggota The Lion X yang di kerahkan untuk menghancurkan perusahaan RR Group tampak berdiri di atas bangunan yang bersebelahan dengan perusahaan RR Group. Mereka dapat menyaksikan langsung si jago merah melahap habis perusahaan tersebut.
Bersambung….
__ADS_1
Jangan lupa, like love komen dan vote yang banyak 🤗
Terima kasih 🙏🙏🙏