
"Kendrick, carikan kamar kosong untuknya. Nanti aku menyusul kalian" ucap Adelio sambil melirik Rania.
"Baik tuan" ucap Kendrick dengan hormat.
Adelio berjalan menghampiri Malfin yang tengah berkumpul bersama dengan anggota The Tiger. Rania terus menatapnya yang tak ingin ditinggal oleh Adelio.
"Mari nona, saya yang akan mengantarkan anda ke kamar tuan " ucap Kendrick dengan hormat.
"Ayo, tubuhku memang butuh istirahat" ucap Rania ramah.
Mereka lalu berjalan bersama-sama menuju kamar pribadi Adelio di dalam kapal pesiar tersebut. Kendrick menjadi petunjuk jalan, sedangkan Rania mengekori nya.
Terlihat dua pelayan wanita sudah menunggu kedatangannya di depan pintu kamar yang berbeda dengan lainnya. Hanya satu-satunya pintu kamar tersebut memiliki hiasan kaligrafi dan tanduk rusa yang menempel di atas pintu kamar tersebut.
Pelayan wanita segera membuka pintu kamar tersebut, lalu mempersilahkan Rania masuk dengan ramah nya
"Silahkan masuk nona" ucap mereka kompak.
Rania tersenyum di balik cadarnya lalu berjalan masuk ke dalam kamar. Pelayan wanita segera menutup kembali pintu kamar tersebut.
"Ini kunci kamarnya tuan" ucap pelayan wanita sambil menyerahkan kunci kamar tersebut.
"Hemm, siapkan dua kamar kosong. Saya dan tuan Adelio yang akan menempatinya" ucap Kendrick kepada pelayan wanita.
"Mohon maaf tuan, hanya tersisa satu kamar di kapal pesiar ini. Semuanya sudah penuh" ucap salah satu pelayan wanita.
"Ooh baguslah, siapkan saja kamar yang kalian maksud. Saya yang akan menempatinya" ucap Kendrick lalu bergegas menemui atasannya.
Benar dugaan ku, ada baiknya jika tuan Adelio sekamar dengan nona Rania. Mungkin mereka butuh pendekatan mengingat sudah sebulan mereka berpisah. Batin Kendrick.
Sementara Rania mulai mengamati suasana kamar tersebut. Rania menyapu pandangannya di sekelilingnya hingga berjalan menghampiri mini bar dalam kamar tersebut.
Deretan botol anggur berjejer rapi di dalam lemari. Rania hanya melihat-lihat saja tanpa ingin menyentuh botol anggur tersebut.
Rania kembali berjalan masuk ke kamar mandi. Matanya berbinar mendekati bathub yang sudah berisi air dan aromaterapi. Rania memasukkan jemarinya ke dalam air bathtub tersebut.
"Hangat, aaah aku butuh berendam" ucap Rania antusias lalu mulai membuka satu persatu pakaiannya. Setelah itu, Rania segera masuk ke dalam bathtub dan mulai menikmati ritual berendam nya.
Sementara Adelio duduk bersama dengan Malfin sambil menatap pemandangan langit malam yang tak mendukung.
"Kau datang bersama Adelia?"ucap Adelio sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Hemm, Lia kekeh ingin ikut bersama ku untuk mencari Rania. Mau tak mau aku harus membawanya demi mengabulkan permintaannya dan bunda mengizinkan kami" ucap Malfin tersenyum yang kembali mengingat dirinya berdebat dengan Adelia.
"Adelia belum sepenuhnya sembuh! dan bunda sedang sakit, mengapa membiarkan kalian pergi menyusul kami. Aku tak ingin kembaran ku sampai kenapa-kenapa, karena jika itu terjadi aku tidak akan pernah mengampuni mu" ucap Adelio kesal lalu bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Ayah dan bunda mengizinkan kami pergi. Karena kami sempat mengatakan ingin berbulan madu di pulau Marina. Jika kamu keberatan besok pagi kamu bisa berpindah kapal. Karena seluruh rombongan kami ingin berlibur ke pulau Marina" ucap Malfin dingin sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kau sama sekali tak ada hak untuk mengatur ku. Rupanya kau membohongi orang tuaku demi bisa membawa Adelia pergi bersamamu, benar-benar picik" ucap Adelio kesal.
"Adelia sudah menjadi tanggung jawabku. Jadi kemanapun aku membawanya tak ada yang berhak untuk melarang kami, termasuk kamu saudara yang begitu posesif terhadapnya. Ingat baik-baik, Adelia adalah istri ku! jadi jangan mencampuri urusan kami" ucap Malfin dengan penekanan yang mulai terpancing dengan ucapan Adelio.
Kendrick dan Niko hanya mampu saling pandang mendengar perdebatan atasannya.
Adelio mengepalkan tangannya dan memilih untuk meninggalkan Malfin. Jika Adelio terus meladeni Malfin bisa saja mereka saling membunuh. Kendrick segera menyusulnya untuk memberikan kunci kamarnya.
Malfin menghembuskan nafasnya dengan kasar. Tidak seharusnya dia meladeni ucapan Adelio. Malfin sangat tahu seperti apa sifat asli saudara sepupunya yang kini menjadi kakak iparnya. Keluarga dan keluarga yang menjadi prioritas utama seorang Adelio. Walaupun selalu bersikap dingin dan acuh terhadap keluarganya, namun kasih sayangnya patut diacuhkan jempol.
"Arrgghhh, aku tidak ingin hubungan ku dengan Adelio semakin memanas. Aku harus memperbaiki secepatnya" ucap Malfin lalu mengusap wajahnya.
Malfin memilih kembali ke kamarnya, karena Adelia pasti sudah menunggunya sedari tadi.
Sementara Adelio masuk ke dalam kamarnya sambil berdengus kesal. Adelio membuka satu persatu kancing kemejanya sambil berlalu masuk ke kamar mandi.
Adelio semakin kesal mendapati Rania berada di kamar mandi yang hanya mengenakan kimono.
"Apa yang kau lakukan di kamarku hah! bukanya aku sudah meminta Kendrick menyiapkan kamar kosong untukmu" bentak Adelio dengan raut wajah kesalnya.
"Tak ada kamar kosong, jadi aku menempati kamar ini tuan Adelio suamiku" ucap Rania dengan suara meninggi sambil bertolak pinggang yang mulai berani melawan Adelio.
"Kau keluar!" ucap Adelio dingin dengan suara terdengar satu oktaf.
"Kau!" ucap Adelio kesal dengan tatapan tajam yang siap melahap Rania. Sedangkan Rania nyalinya mulai menciut.
Bagaimana ini, jangan sampai dia memukuli ku atau mencekik leher ku sampai mati. Ya Tuhan lindungilah hamba mu. Batin Rania.
"Uhukk uhukk...aduhh kepala ku pusing" ucap Rania berpura-pura pusing sambil berjalan sempoyongan mencari pintu keluar.
Adelio yang melihat tingkah Rania langsung meninju dinding kamar mandi membuat Rania terlonjat kaget dan segera berlari keluar yang begitu takut melihat amukan Adelio.
Rania membuka lemari pakaian yang berada di dalam kamar tersebut. Deretan pakaian Adelio tertata rapi di dalam lemari tersebut.
"Aku tak punya baju ganti. Sebaiknya aku pakai saja salah satu kemejanya" ucap Rania lalu mengambil satu kemeja Adelio. Kemudian kembali mengulurkan tangannya mengambil pakaian dalam Adelio.
Rania bergegas memakainya sebelum Adelio melihatnya. Setelah selesai, Rania segera menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan tak lupa menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya hingga sebatas leher.
Sementara di kamar Malfin, Adelia masih saja membolak-balikkan tubuhnya mencari tempat yang aman. Sedari tadi dia menunggu kedatangan Malfin.
Terdengar suara pintu kamarnya terbuka lebar, Adelia segera membalikkan tubuhnya menghadap ke arah pintu. Tampak Malfin sedang mengunci pintu kamarnya.
Adelia segera mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidur.
__ADS_1
"Kamu belum tidur" ucap Malfin menatap hangat istrinya.
"Aku tak bisa tidur, kapal pesiar nya terus bergoyang membuatku sedikit pusing" ucap Adelia dengan raut wajah memelas.
Malfin hanya tersenyum lalu mengambil piyama tidurnya kemudian berjalan masuk ke kamar mandi. Tak berselang lama kemudian muncullah Malfin yang sudah mengenakan piyama tidurnya.
Malfin mendekati tempat tidur untuk mengambil bantal. Tampak Adelia sudah bersandar di kepala tempat tidur.
"Tidur yang nyenyak, semoga kamu mimpi indah" ucap Malfin sambil mengelus puncak kepalanya, Adelia tersenyum dengan perlakuan Malfin. Kemudian Malfin mengambil satu bantal lalu melangkah mendekati sofa yang terus menerus digunakan tidur semalaman.
"Kak Malfin" ucap Adelia lembut membuat Malfin menghentikan langkahnya.
"Bisakah kita tidur bersama. Aku tak bisa tidur jika terus terombang-ambing seperti ini" ucap Adelia sambil menundukkan pandangannya.
Malfin segera berbalik badan menatap ke arahnya.
"Tolong kali ini saja" ucap Adelia memohon sambil mengatupkan kedua tangannya. Mau tak mau Malfin mengabulkan permintaan istrinya.
Kini Malfin dan Adelia sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat, ini momen pertama kali mereka semenjak menikah tidur bersama.
"Bolehkah aku memelukmu?" tanya Malfin yang melirik Adelia menatap langit kamarnya.
Adelia mengangguk sambil tersenyum manis menatapnya. Tak ingin membuang kesempatan langka, Malfin memeluk erat tubuhnya menghirup aroma manis tubuh istrinya. Adelia hanya mampu membeku di peluk oleh suaminya. Tak berselang lama pasangan suami istri itu sudah terlelap sambil berpelukan mesra.
Sementara di kamar Adelio terjadi perang dingin. Adelio sedari tadi adu mulut dengan Rania memperebutkan tempat tidur lalu kembali berebut selimut dengan Rania layaknya anak kecil berebut mainan. Hingga akhirnya Adelio menjadi pemenangnya.
Adelio menatap Rania dengan raut wajah sulit diartikan melihat penampilan Rania. Sedangkan Rania bergegas mengalihkan pandangannya yang mengerti maksud tatapan Adelio.
"Aku tak punya baju ganti, dengan terpaksa aku memakai kemeja mu dan...dan pakaian dalam mu he he he" ucap Rania cengengesan sambil menggaruk kepalanya.
Adelio memilih acuh lalu membaringkan tubuhnya membelakangi Rania. Rania mengepalkan tangannya di udara untuk menghajar Adelio, dan segera mungkin dia pun ikut berbaring di samping Adelio.
Rania terus menatap punggung Adelio dan terlintas sebuah ide gila untuk mengerjai Adelio. Rania memeluk tubuh Adelio dari belakang sambil menggesek-gesekkan tubuhnya dengan tubuh Adelio.
Adelio mengerjapkan matanya merasakan benda kenyal menyentuh punggungnya. Jemari lentik Rania mulai nakal masuk di piyama tidurnya hingga menyentuh perut kotak-kotak nya.
Adelio merasakan gelenyar aneh. Tak dipungkiri dirinya pria normal hingga membuat pusaka nya langsung on. Adelio dengan cepat memegang tangan Rania untuk menghentikan aksinya.
Rania tersenyum kemenangan yang berhasil mengerjai Adelio. Padahal sesuatu hal akan terjadi padanya setelah ini. Adelio menendang kecil kaki Rania yang melingkar di kakinya.
Adelio mengubah posisinya menghadap ke arahnya. Rania mulai berpura-pura tidur. Adelio langsung menindih tubuhnya mau tak mau Rania langsung mengerjapkan matanya. Pandangan mereka langsung bertemu.
"Penggoda Sesungguhnya. Aku tidak akan melepaskan mu malam ini" ucap Adelio dingin dengan ancamannya.
Adelio langsung menggigit leher jenjang Rania membuat Rania memaki Adelio. Adelio tak tinggal diam dan kembali membungkam bibir Rania. Yang terjadi kembali terjadi, malam panjang bagi pasangan suami istri itu kembali dimulai. Mereka kembali bersama-sama melakukan perjalanan surgawi yang lumayan jauh hingga sama-sama berhenti di titik finish.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa, like love komen dan vote ya ššš