
Sementara di tempat lain tepatnya negara B......
Perubahan sikap Malfin membuat Adelia semakin bingung dan menjadi murung pagi ini. Tak ada lagi kata-kata romantis yang dilontarkan suaminya untuknya.
Sarapan bersama keluarga Malfin membuatnya tak berselera makan, sampai-sampai tak menghabiskan jus apel favoritnya.
Milan dan Fino merasa aneh dengan sikap anak dan menantunya. Tapi mereka hanya mampu diam dan tak berani untuk ikut campur.
"Aku berangkat" ucap Malfin dingin yang berpamitan kepada keluarganya.
Adelia segera bangkit dari duduknya untuk mencium punggung tangan suaminya, namun Malfin keburu pergi hingga tak mampu dia susul.
Morgan merasa kasihan dengan kakak iparnya.
"Kak Malfin ada rapat pagi ini, jadi jangan khawatir kakak ipar" ucap Morgan tersenyum kemudian bergegas menyusul Malfin.
Adelia menundukkan pandangannya dan merasa ada yang salah dalam dirinya hingga Malfin menjauhinya. Adelia terus saja menghela nafas panjang berjalan menuju ruang tamu.
"Sayang, mama ingin mengajakmu berbelanja" ucap Milan tersenyum.
"Wah kebetulan sekali ma, Adelia tak punya kesibukan di rumah" ucap Adelia antusias.
Adelia berusaha tetap ceria, dia tidak ingin terlihat murung di depan ibu mertuanya.
"Ya sudah sayang, sebaiknya kita berangkat" ucap Milan sambil merangkul pundaknya.
Adelia hanya mengangguk sebagai jawabannya. Adelia ingin sekali menjelajahi negara B, namun sayangnya Malfin belum juga mengajaknya jalan bersama berkeliling negara B.
Kali ini Milan membawa menantunya di salah satu pusat perbelanjaan miliknya. Adelia sangat senang bisa berbelanja bersama dengan ibu mertuanya.
"Ma, aku pilih yang ini. Sepertinya kemeja ini sangat cocok untuk kak Malfin" ucap Adelia tersenyum sambil mengelus kemeja putih tersebut.
"Iya sayang, pilih saja mana suka" ucap Milan tersenyum sambil menenteng belanjaannya.
Semoga kak Malfin suka dan tak mendiamkan aku. Batin Adelia.
Berjam-jam Milan dan Adelia berbelanja bersama. Mereka begitu kompak dan sangat akrab layaknya ibu dan anak. Setelah puas berbelanja, mereka memilih pulang ke kediamannya.
Sementara di tempat lain.....
Kendrick tepat waktu menjemput istri atasannya. Rania tampak tenang duduk di kursi belakang. Sedangkan mobil melaju kencang menuju salon terkemuka yang menyediakan layanan fasilitas kecantikan termasuk di dalamnya membuat tato dan menghapus tato.
Hingga tak terasa mereka sampai di salon terkemuka tersebut. Kendrick membukakan pintu mobil untuk atasannya. Rania bergegas turun dari mobil.
Dua karyawan wanita langsung menyambut kedatangannya. Kendrick mempersilahkan istri atasannya untuk mengikuti kedua karyawan tersebut. Pasalnya dia sudah lebih dulu menghubungi manager salon perihal kedatangannya.
Rania hanya mampu mengikuti kedua karyawan wanita tersebut. Hingga tiba di sebuah ruangan khusus untuk menghapus tato. Rania terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebelum melakukan proses penghapusan tato.
Sementara Kendrick mengurus administrasi nya, dan beberapa anak buahnya berjaga-jaga di sekitar salon tersebut. Mereka semua mendapat tugas langsung dari ketuanya, sang bos besar di dunia hitam.
Sekitar dua jam lebih akhirnya Rania keluar dari ruangan tersebut. Kedua karyawan wanita kembali mengantarnya ke depan. Tampak Kendrick sudah menunggunya di sana.
"Apa anda baik-baik saja?" tanya Kendrick kepada istri atasannya.
Kendrick sedikit khawatir mengingat istri atasannya tengah hamil. Namun apa boleh buat atasannya begitu egois kepada istrinya.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja" ucap Rania tersenyum di balik cadarnya.
"Mari nona, saya akan mengantar anda pulang" ucap Kendrick dengan hormat.
"Emm... aku ingin sekali memakan es krim strawberry. Bisakah kamu mampir ke kedai es krim?" ucap Rania sambil mengelus perutnya.
"Baik nona" ucap Kendrick sambil membukakan pintu mobil untuknya.
Rania tersenyum kemudian bergegas masuk ke dalam mobil. Tak berselang lama kemudian mobil melaju meninggalkan tempat tersebut.
Tampak kedai es krim di pinggir jalan sudah di dipenuhi anak kecil. Rania tergelak tawa turun dari mobil melihat antusiasme anak-anak membeli es krim.
"Nona tunggu disini" ucap Kendrick yang meminta Rania duduk di kursi kayu.
"Ya, bawakan es krim yang banyak untukku" ucap Rania tersenyum.
Tak mungkin dirinya berdesak-desakan dengan anak kecil yang tengah mengerumuni kedai es krim tersebut.
Rania hanya mampu tersenyum sambil mengelus perutnya melihat tingkah anak kecil yang begitu menggemaskan menikmati es krim nya.
"Rania."
Rania mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang memanggil namanya.
"Alfhat."
Rania terlonjat kaget melihat Alfhat berada di belakangnya. Tanpa basa-basi Alfhat duduk di samping nya.
"Bisakah kita bicara, ada satu hal yang ingin ku sampaikan kepada mu tentang hubungan kita" ucap Alfhat bersungguh-sungguh.
Kini Alfhat dan Rania duduk bersama di kedai kopi seberang jalan. Rania begitu malas meladeni Alfhat. Sedangkan Alfhat tersenyum menatapnya yang baru saja selesai memesankan makanan dan minuman untuknya.
"Aku senang melihat mu berpakaian seperti itu. Aura kecantikan mu semakin terpancar walaupun kamu menyembunyikan wajahmu" puji Alfhat sambil senyum-senyum.
"Jangan basa-basi, cepat katakan!" timpal Rania.
"Aku mencintaimu Rania, aku tidak bisa hidup tanpa mu. Hanya kamu satu-satunya wanita dalam hidupku. Kembalilah kepadaku, aku akan membahagiakan mu sampai akhir hayatku" ucap Alfhat tulus sambil menatap Rania dengan tatapan hangat dan penuh cinta.
"Maaf, aku tidak bisa, karena aku tidak mencintaimu. Aku selalu menganggap mu sebagai sahabat ku, tidak lebih" ucap Rania dengan tegas.
"Aku tidak percaya, kamu pasti bohong. Mengapa kamu seperti ini Rania. Jelas-jelas sekarang kamu berada di dalam neraka musuhmu" timpal Alfhat sambil mengepalkan tangannya.
"Tolong jangan ganggu kehidupan ku. Aku sangat bahagia tinggal bersama keluarga Alexander" ucap Rania sambil bangkit dari duduknya.
Alfhat langsung mencengkeram erat tangan Rania.
"Kamu hanya milikku sampai kapan pun. Biarlah aku yang mencintaimu lebih dari apapun. Aku tidak akan membiarkan si brengsek Adelio mengambil mu dariku"
Rania menghempaskan tangan Alfhat dengan kasar sambil menatapnya dengan tajam.
" Cukup Alfhat, aku tidak akan pernah mencintaimu karena aku sudah mencintai suamiku, Adelio Alexander Damanik. Didalam rahimku sebagai bukti cinta kami. Aku mengandung anaknya sekarang! jadi pergilah sejauh mungkin dari kehidupan ku!"
Alfhat tak mampu berkata-kata lagi mendengar ucapan Rania.
"Jika kamu mencintaiku biarkan aku bahagia bersama pria yang ku cintai, jangan egois seperti ini. Aku tetap menganggap mu sahabat sampai kapan pun" ucap Rania dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Alfhat mengusap wajahnya dengan kasar. " Tidak seharusnya kamu mencintai musuhmu, dialah yang sudah menghancurkan keluarga mu Nia" ucap Alfhat dengan tatapan sendunya.
"Tapi hatiku sudah memilihnya, jadi mohon biarkan aku bahagia" ucap Rania sambil mengatupkan kedua tangannya, bahkan air matanya ikut lolos membasahi cadarnya.
Alfhat mengepalkan tangannya lalu menjambak rambutnya.
"Baiklah, aku merelakan mu bersamanya. Tapi sekali Adelio menyakitimu, aku tidak akan mengampuninya dan langsung merebut mu kembali!" ucap Alfhat menyerah.
"Terima kasih, kamu memang sahabat ku dan akan terus menjadi sahabat ku. Aku doakan kamu segera mendapatkan wanita yang terbaik untukmu" ucap Rania tersenyum sambil menghapus sisa-sisa air matanya.
"Pergilah sebelum aku berubah pikiran Nia" ucap Alfhat sambil memegangi kepalanya.
Rania berbalik badan kemudian berjalan menuju pintu keluar hingga tak terlihat lagi. Sementara Alfhat mulai membanting kursi dan menjatuhkan vas bunga beserta minuman di atas meja nya.
Hatinya benar-benar hancur ditolak oleh wanita yang sangat dicintainya. Para pengunjung hanya mampu menjadi penonton kekacauan yang dia perbuat.
Sementara Kendrick mulai panik tak melihat keberadaan Rania. Kendrick segera berlari ke sana kemari mencari keberadaan Rania di lokasi tersebut.
Untungnya saat ingin menyebrang ke seberang jalan, Kendrick mampu melihat dengan jelas Rania berjalan di pinggir jalan lalu menyebrang kembali untuk menghampirinya.
"Ini es krim pesanan anda" ucap Kendrick yang membawa beberapa cap es krim rasa strawberry.
"Bagikan saja kepada anak kecil itu, aku mau pulang" ucap Rania sambil menunjuk anak kecil yang masih mengantri es krim.
Kendrick mengangguk, kemudian membagikan es krim tersebut kepada anak kecil yang sedang mengantri. Kelima anak kecil begitu gembira dan langsung mengucapkan terima kasih kepada Rania.
Rania tersenyum melihat tingkah menggemaskan mereka, kemudian memilih masuk ke dalam mobil. Kendrick ikut menyusulnya masuk ke dalam mobil dan langsung menancap gas meninggalkan tempat tersebut.
Tak terasa mereka tiba di kediaman Alexander. Rania bergegas turun dari mobil.
"Terima kasih Kendrick, aku senang bisa jalan bersamamu" ucap Rania tersenyum di balik cadarnya.
"Sama-sama nona" ucap Kendrick mengangguk.
Kemudian kembali melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan lion X. Sedangkan Rania bergegas masuk ke dalam rumah.
Setibanya di perusahaan Lion X, Kendrick berjalan menuju ruangan atasannya. Mengetuk pintu hingga suara dari dalam sana mempersilahkannya masuk.
Raut wajah Adelio terlihat kesal duduk di kursi kebesarannya sambil menatap tajam kearah Kendrick. Kendrick meregangkan otot lehernya berjalan mendekat.
Bugh
Satu pukulan keras menghantam wajahnya. Kendrick langsung memegangi sudut bibirnya yang berdarah.
"Aku memintamu menjaganya! hampir saja kau membuatku kembali pusing mencari wanita gila itu!" ucap Adelio dengan suara lantang.
"Maaf tuan, saya melalaikan tugas ini" ucap Kendrick sambil membungkukkan badannya.
Adelio memiliki banyak mata, hingga hal sekecil pun mampu dia ketahui.
"Aku tidak ingin istriku terluka!" ucap Adelio dingin lalu duduk kembali di kursi kebesarannya.
Kendrick tersenyum tipis dan merasa tidak percaya dengan ucapan atasannya.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like, love komen dan vote ya ššš