
Adelio kembali lembur di kantornya. Kemungkinan larut malam dia baru pulang ke kediamannya. Adelio masih saja berkutat dengan laptopnya. Tumpukan berkas penting memenuhi meja kerjanya.
Kendrick juga sedang membantunya memeriksa berkas penting tersebut mengenai laporan keuangan perusahaan The Lion group.
"Saya baru saja mendapat kabar tentang tuan Alfhat. Sekretaris nya membuat janji bertemu dengan tuan malam ini" ucap Kendrick menjelaskan.
"Atur saja Ken, aku ingin memperingatkannya untuk tak menggangu keluarga ku" ucap Adelio dingin sambil memijit pelipisnya.
"Baik tuan, kemungkinan besar lokasi pertemuan anda di club malam Claro" ucap Kendrick dengan hormat.
Inilah saatnya memberikan perhitungan kepada Alfhat. Aku harus membuatnya bicara tentang hubungannya dengan si gadis gila. Batin Adelio.
"Satu lagi tuan."
"Hemm."
Adelio mengalihkan pandangannya menatap Kendrick dengan tatapan mengintimidasi.
"Tuan dan nyonya mengajak nona Rania mengunjungi pusat perbelanjaan sore tadi. Ayah saya ikut bersama dengan keluarga tuan untuk melakukan pengawalan, mereka sangat bahagia bisa jalan bareng. Tadi dia sempat mengirimkan pesan singkat untukku" ucap Kendrick tersenyum.
Adelio menghela nafas panjang kemudian menyandarkan punggungnya di sandaran kursinya.
"Apa saja yang mereka lakukan?" ucap Adelio sambil memainkan bolpoin nya.
Adelio begitu acuh mengatakannya, namun ingin mengetahui informasi keluarga nya lebih banyak lagi.
"Berbelanja kebutuhan kehamilan nona Rania" ucap Kendrick tersenyum.
"Hanya itu?"
"Iya tuan, hanya itu informasi yang saya dapatkan" ucap Kendrick hati-hati.
"Oh, lanjutkan pekerjaan mu" ucap Adelio dingin kemudian membuka ponselnya.
Deretan foto ibu nya dengan Rania mulai memenuhi grup chat keluarganya . Adelio tersenyum tipis melihat foto kebersamaan mereka dan membaca banyaknya pesan singkat yang memberikan selamat untuk Rania atas kehamilannya.
Pandai juga mengambil hati bunda dan keluarga lainnya. Batin Adelio.
Melihat foto kedua wanita itu membuat Adelio kembali bersemangat bekerja. Seperti magnet hebat yang dimiliki foto tersebut hingga membuat putra Darren Alexander lebih giat lagi menyelesaikan pekerjaannya.
Sementara Kendrick segera menghubungi sekretaris Alfhat untuk menyetujui lokasi pertemuan antara atasannya dengan Alfhat.
Adelio dan Kendrick kembali melanjutkan pekerjaannya mencocokkan nominal pendapatan bulan kemarin. Setelah semuanya rampung, mereka akan mendatangi club Claro.
Tepat pukul 21.30 waktu setempat, pekerjaan mereka selesai juga. Adelio meregangkan otot-otot nya yang kaku seharian full bekerja. Sedangkan Kendrick membereskan berkas penting di atas mejanya.
__ADS_1
"Berikan kompensasi untuk para pekerja proyek yang mendapatkan musibah bulan lalu. Dan seperti biasa bagikan 30 persen pendapatan perusahaan kepada seluruh fakir miskin di negeri ini" ucap Adelio dingin.
"Baik tuan, siap laksanakan tugas anda. Malam ini saya usahakan uang itu diberikan kepada orang-orang yang layak mendapatkan nya. Saya akan mengerahkan seluruh anggota The Lion X untuk membagikan uang sedekah tuan kepada para pekerja yang mendapat musibah dan para fakir miskin. Semoga rezeki tuan semakin berlimpah" ucap Kendrick tersenyum.
"Hemm, kerjakan seperti biasa. Jangan sampai kalian ketahuan" ucap Adelio sambil menepuk pundak orang kepercayaannya.
"Saya jamin semuanya pasti aman tuan" ucap Kendrick dengan hormat. Kemudian mengikuti langkah atasannya yang mulai berjalan menuju lift.
Kemudian Kendrick mempersilahkan tuannya masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai dasar.
Hingga saat ini niat baik Adelio tak pernah diketahui oleh orang lain. Adelio begitu tertutup menyumbangkan sebagian hartanya kepada para fakir miskin. Sifatnya persis dengan ayahnya selama ini, menyisihkan sebagian hartanya untuk para fakir miskin yang sedari kecil diajarkan oleh kedua orang tuanya.
Pintu lift terbuka, Adelio segera melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, Kendrick dengan setia mengikuti langkahnya. Tampak mobil hitam legam sudah siap membawanya pergi.
Salah satu bodyguard nya dengan cepat berlari membukakan pintu mobil untuknya. Adelio bergegas masuk ke dalam mobilnya kemudian di susul Kendrick yang akan mengemudikan mobilnya menuju club malam Claro
Sementara di tempat lain.....
Adelia bersama keluarga besar Malfin tengah makan malam bersama. Semuanya terlihat lahap menikmati makanannya dengan suasana baru atas hadirnya Adelia ditengah-tengah keluarga Malfin.
Selesai makan malam bersama, Malfin segera membawa istrinya ke kamarnya. Adelia begitu senangnya mengikuti langkah kaki suaminya.
"Jangan lupakan hadiahku sayang" gumam Malfin sambil mengusap lengan istrinya.
"Iya kak Malfin, aku nggak bakalan lupa kok" ucap Adelia tersenyum tipis.
"Kak Adelia kamu melupakan hadiah dari mama" teriak Morgan sambil tertatih-tatih menghampiri pasangan suami istri itu.
"Oh iya, astaga..aku sempat menyimpannya di atas pantry jadi kelupaan deh" ucap Adelia sambil menundukkan pandangannya yang merasa tidak enak kepada adik iparnya.
Malfin segera mengambil kotak hadiah tersebut. Kemudian menyerahkan kepada istrinya.
"Hemm, sana pergi. Kami ingin beristirahat" ucap Malfin ketus.
"Iya, selamat malam kakak ipar" ucap Morgan tersenyum.
"Malam" timpal Adelia sambil merangkul lengan Malfin.
Malfin segera membawa Adelia masuk ke dalam kamarnya dan tak lupa langsung mengunci pintu kamarnya.
Sementara Adelia berlalu masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum tidur. Malfin duduk di pinggir tempat tidur sambil senyum-senyum yang sebentar lagi akan mendapatkan hadiah istimewa dari istri tercintanya.
Adelia keluar dari kamar mandi sambil merapikan bando di kepalanya. Kemudian memilih duduk di meja rias untuk memakai krim wajah dan lation ke seluruh tubuhnya.
"Istriku sangat cantik dan sholehah. Aku harus bersih-bersih dulu lalu bersolek seperti dia sebelum melakukannya" gumam Malfin, kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Adelia tersenyum sambil menepuk-nepuk wajahnya. Kemudian memilih membuka laci untuk mengambil hadiah istimewa untuk suaminya.
"Semoga kak Malfin suka dengan hadiah ini" gumam Adelia sambil tersenyum tipis.
Adelia memilih naik ke tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya mencari posisi nyaman. Adelia mengamati kotak hadiah tersebut kemudian memilih menyelipkan nya di bawah bantalnya. Kemudian Adelia memainkan ponselnya.
Terdengar pintu kamar mandi terbuka lebar dan menampilkan Malfin tampak segar yang sudah berganti baju dengan piyama tidur. Malfin masih berdiri di ambang pintu sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Adelia.
"Aku yakin tak ada yang bisa menandingi pesona ku termasuk istriku" gumam Malfin sambil tersenyum dengan pandangan lurus ke depan yang tertuju ke arah tempat tidur.
Dengan langkah yakin dan percaya diri, Malfin berjalan mendekati tempat tidur dimana istrinya sudah berbaring di sana.
"Ehemm, sayang kamu sudah tidur?" tanya Malfin dengan langkah lambat.
Adelia segera bersandar di kepala tempat tidur karena menyadari kehadiran Malfin.
"Belum kak, aku masih chattingan dengan Reva" ucap Adelia yang tak beralih dari layar ponselnya.
Malfin mengerutkan keningnya melihat tingkah laku istrinya yang sedang mengacuhkannya. Malfin segera naik ke tempat tidur, lalu berbaring di sampingnya.
"Mana hadiah ku sayang" ucap Malfin sambil memeluk erat tubuh istrinya.
"Tunggu sebentar" ucap Adelia lalu meletakkan ponselnya.
Malfin tersenyum girang yang sudah tak bisa berkata-kata lagi dengan hadiah istimewa dari istri tercintanya.
"Tara...ini hadiah istimewanya kak Malfin" ucap Adelia sambil memperlihatkan kotak hadiah berukuran sedang.
Malfin membulatkan matanya melihat kotak hadiah tersebut.
Aku yakin ini pasti hanya hadiah pembuka. Batin Malfin.
Malfin segera mengambil hadiah tersebut sambil menatapnya dengan teliti. Adelia memilih duduk di sampingnya.
"Ayo dibuka kak Malfin, dijamin kak Malfin sangat suka dengan hadiahnya " ucap Adelia antusias sambil bergelayut manja di lengannya.
Dengan hati-hati Malfin membukanya yang sudah mencurigai ucapan Adelia. Malfin terlonjat kaget melihat isi dari kotak hadiah tersebut.
"Bagaimana, ini hadiah istimewa untuk kak Malfin" ucap Adelia tersenyum bahagia.
Malfin langsung menjatuhkan hadiahnya.
Tak sesuai ekspektasi, Adelia ternyata kamu...arghh, ada-ada saja, istri tak peka. Batin Malfin.
Bersambung.....
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya teman-teman ššš