Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Tetap berada di sampingku


__ADS_3

Adelio segera membawa Rania menuju kabin kapal, rombongan anak buah Alfhat terus mengejarnya. Untungnya Kendrick segera menghadang mereka.


"Biar saya yang membereskan mereka tuan, sebaiknya tuan segera membawa nona Rania pergi" ucap Kendrick yang menghadang para anak buah Alfhat.


“Ya, bereskan mereka. Jangan sampai kau tertangkap dengan anak buah Alfhat. Kita bertemu di kapal pesiar” ucap Adelio sambil menggenggam tangan Rania.


“Yang semangat Ken, terima kasih sudah datang mencariku bersama tuan Adelio” ucap Rania tersenyum di balik cadarnya.


Kendrick hanya mengangguk lalu menyerang para anak buah Alfhat. Kericuhan pun terjadi di dalam kapal pesiar. Para penumpang memilih untuk berlari menjauhi kericuhan tersebut.


Sementara Adelio segera membawa Rania ke atas kabin kapal. Sayangnya cuaca malam ini tak bersahabat, angin berhembus kencang menggulung air laut hingga menerpa permukaan kabin kapal, membuat Adelio dan Rania kesusahan berjalan di atas kabin kapal. Rania segera bersembunyi di belakang tubuh Adelio.


“Aku takut, cuacanya sangat buruk. Sepertinya sangat aman bersembunyi di belakang tubuh mu” ucap Rania sambil memejamkan matanya.


“Ku pikir gadis gila sepertimu tak punya rasa takut. Ini tak seberapa, kau pasti bisa mengalahkan rasa ketakutan mu” Ucap Adelio tersenyum sinis.


Rania dengan terpaksa keluar dari tempat persembunyiannya.


“Aku juga manusia biasa, apa lagi ini gejala alam jelaslah aku takut suamiku” ucap Rania sambil menundukan pandangannya.


Adelio hanya menghela nafas panjang yang tidak ingin lagi berdebat dengan Rania yang berbuntut masalah sepele. Pasangan suami istri itu saling diam sambil mondar-mandir menatap di sekelilingya hingga pandangan keduanya berbinar melihat kedatangan kapal pesiar berlawanan arah bergerak ke arahnya.


“Lihat, kapal pesiarnya berlayar ke arah kita. Apa mungkin kapal pesiar itu yang kita tunggu sedari tadi?” tanya Rania sambil melirik Adelio.


“Hemm, bersiaplah karena kita harus melompat ke dalam air” ucap Adelio sambil melipat kemejanya.


“Iya iya yang jelas kita melompat bersama. Kalau perlu gendong aku” ucap Rania tersenyum sambil membenturkan kepalanya di lengan Adelio.


Kira-kira berapa kedalaman air laut ini ? sangat menakutkan. AKu tidak akan melepaskan genggaman tangan suamiku, aku tidak ingin tewas di lautan ini. Batin Rania.


"Bisakah kamu membantuku?" ucap Rania sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Adelio berdengus kesal yang begitu jengah menatapnya.


"Yang jelas jangan aneh-aneh" ucap Adelio dingin.


"Hemm jangan khawatir" ucap Rania tersenyum sambil mendekap hangat lengan Adelio.


"Aku ingin terbang bersama mu seperti di film-film romantis " ucap Rania sambil menyandarkan kepalanya di pundak Adelio.


Adelio kembali mengerutkan keningnya mendengar ucapan Rania. Rania benar-benar mengambil kesempatan darinya.


"Sana terbang bersama burung bangau, kau selalu saja membuat ku kesal" ucap Adelio geram, disaat genting seperti ini pikiran Rania semakin aneh-aneh saja.


"Bukan seperti itu, jangan bawa-bawa burung bangau. Aku akan tunjukkan kepada mu" ucap Rania pelan sambil melepaskan genggaman tangannya.


Kemudian Rania bersandar di tubuh Adelio. Rania dengan hati-hati melingkarkan tangan Adelio di perutnya. Sementara Adelio hanya mampu mengikuti permainannya. Biarlah gadis gila nya mengakalinya, tapi jika sudah berada di kediamannya dirinyalah yang akan menjadi raja.


"Nah seperti ini..ha ha ha ha ha.... aku terbang bersama mu..yeey yeey" ucap Rania sambil tertawa terbahak-bahak sambil merentangkan kedua tangannya, sementara kedua tangan Adelio melingkar sempurna di perutnya.

__ADS_1


"Aku terbang....aku terbang bersama suamiku ha ha ha ha" ucap Rania bersorak gembira diiringi gelak tawa.


Adelio mendekap tubuhnya dengan eratnya membuat Rania menghentikan tawanya. Raut wajahnya langsung berubah, pikirannya mulai berkelana mengartikan Adelio sedang marah, entah apa yang akan Adelio lakukan kepadanya.


Kapal pesiar bertuliskan LX semakin dekat hingga lampu sorot nya mengarah kepadanya. Adelio membalikkan tubuhnya menghadap ke arahnya, membuat Rania terlonjat kaget. Tanpa basa-basi Adelio menarik cadar Rania hingga mampu melihat wajah Rania yang tampak gugup. Adelio langsung membungkam mulut Rania yang disaksikan lampu sorot kapal pesiar.


Rania hanya mampu memejamkan matanya sambil berpegangan di pinggang Adelio, karena ciuman Adelio semakin menggila dan membuatnya kewalahan menghadapinya.


Mati aku, ternyata aku sudah membangunkan aligator nya. Batin Rania.


Alfhat yang baru saja tiba di kabin kapal mengepalkan tangannya melihat pasangan suami istri itu bermesraan di atas kabin kapal pesiar nya.


Sialan!, aku tak pernah menyentuh Rania sampai detik ini karena begitu menjaganya. Sementara musuhnya sendiri mulai leluasa menyentuhnya. Batin Alfhat.


Terdengar suara kehebohan dari kapal pesiar yang semakin mendekat. Rupanya rombongan Morgan histeris melihat sepasang insan sedang bermesraan di atas kabin kapal yang sedang disoroti lampu sorot.


Adelio segera melepaskan ciumannya mendengar teriakkan kehebohan yang semakin mendekat ke arahnya.


"Pakai ini, itu salah satu hukuman untukmu" ucap Adelio dingin sambil menyerahkan cadar Rania lalu menjauh darinya.


Rania masih saja mengatur debaran jantungnya yang semakin heboh. Rania tersenyum manis menatap cadarnya lalu segera memasangnya kembali.


"Tangkap mereka, jangan biarkan lolos dari ku"teriak Alfhat dengan amarah menggebu-gebu.


Seketika anak buahnya berlarian mengepung Adelio dan Rania. Tampak Adelio begitu menjaga Rania dari para anak buah Alfhat.


Sementara di atas kapal pesiar LX.


Di sebuah kamar mewah terlihat sepasang suami istri saling berpegangan tangan. Sang istri begitu kekeh tidak ingin ditinggal oleh sang suami.


"Kak Malfin, bolehkah aku ikut bersamamu? aku sudah bosan di dalam kamar ini" ucap suara lembut seorang wanita yang tidak lain adalah Adelia.


"Di sini aman, aku tidak ingin kamu kedinginan, di luar cuaca sedang tak bersahabat. Min yang akan menjagamu" ucap Malfin sambil membujuknya.


"Baiklah, hati-hati. Selamatkan kak Lio dan kakak ipar" ucap Adelia tersenyum.


"Pasti, beristirahatlah. Aku akan segera kembali menemuimu" ucap Malfin tersenyum tipis.


Adelia mengangguk lalu mengantar Malfin keluar kamar. Tampak Min sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Min tugas mu menjaga istriku, jangan pernah tinggalkan kamar ini" ucap Malfin mengingatkan.


"Baik tuan" ucap Min sambil menundukkan pandangannya.


Adelia mencium punggung tangan suaminya lalu disusul Malfin mencium keningnya. Setelah itu Malfin bergegas menuju kabin kapal untuk bergabung dengan yang lainnya. Adelia terus menatap punggungnya hingga semakin menjauh dan tak terlihat lagi dari pandangannya.


"Mari nona" ucap Min kemudian membawanya masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


Adelio dan Rania berhasil melumpuhkan satu persatu anak buah Alfhat. Akan tetapi, anak buah Alfhat terus saja berdatangan begitu banyaknya. Kendrick sudah bergabung bersama nya melawan anak buah Alfhat.


Niko bersama anggota The Tiger mulai melempar tali tambang dengan pengaitnya di badan kapal pesiar Sanders. Setelah merasa aman, Niko, Morgan bersama rombongan anggota The Tiger dan anggota The Lion X mulai menyebrangi kapal tersebut menggunakan tali katrol.


"Kak Lio, aku datang membantu mu" teriak Morgan yang meluncur ke arahnya.


Rania tersenyum melihat kedatangan rombongan Morgan. Adelio dan Kendrick sudah menghajar habis-habisan anak buah Alfhat.


"Kita datang untuk membajak kapal pesiar ini, ayo habiskan mereka" teriak Morgan bersama rombongannya dan langsung menyerang anak buah Alfhat yang merupakan anggota The Posse.


Terjadi aksi perkelahian di atas kabin kapal. Terdengar suara tembakan terus menggema di kapal pesiar tersebut. Alfhat terus membidik Adelio dengan senapan panjangnya.


"Kau harus mati di tanganku" ucapnya lalu menarik pelatuknya.


Dor


Tembakannya salah sasaran malah melukai anak buahnya. Alfhat kembali membidik ke arah Adelio yang sibuk menghajar anak buahnya. Alfhat menyeringai menatap bidikannya lalu menarik pelatuknya.


Dor


Dor


Diluar dugaan timah panas malah bersarang di dada kirinya. Sementara tembakannya tak sesuai target. Alfhat mengepalkan tangannya melihat siapa pelaku yang menembak nya.


Tampak Malfin berdiri di atas kabin kapal LX sambil melambaikan tangannya ke arah Alfhat.


"Sialan!"


Alfhat memegangi dada kirinya yang sudah bercucuran darah. Alfhat memilih mundur di bandingkan harus melawan Adelio dan Malfin, bisa-bisa dia tewas di tangan mereka.


Sedangkan anak buahnya sudah berjatuhan dan sebagian memilih mundur untuk mencari aman.


"Hei jangan kabur" teriak Morgan sambil mengejar mereka.


"Sudah hentikan. Ayo, tinggalkan kapal ini" ucap Adelio lalu menarik tangan Rania untuk ikut bersamanya.


Rania hanya mampu tersenyum mengikuti langkahnya.


Kini Adelio dan Rania beserta rombongan Morgan sudah berada di kapal pesiar LX. Mereka semua hanya mampu menatap kepergian kapal pesiar Sanders dengan bagian kabin kapal yang tampak rusak parah.


Malfin menghampiri mereka dan merasa lega melihat Adelio dan Rania selamat. Sementara Adelio membulatkan matanya melihat kehadiran Malfin di kapal tersebut.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2