
Adelio dan Rania saling diam-diaman beberapa hari ini. Tidur bersama namun tak pernah saling menyapa atau berbicara sepatah katapun. Sudah tiga hari kapal pesiar LX berlayar mengarungi lautan menuju perairan negara A. Mereka hanya mampu menikmatinya.
Kini pasangan suami istri itu menikmati sarapan bersama. Adelio terlihat santai menikmati sarapannya. Sedangkan Rania sesekali merasakan mual hingga harus pulang balik masuk ke kamar mandi.
Adelio segera menghabiskan makanannya. Setelah itu memilih mencari udara segar di luar. Kemungkinan besar kapal pesiar LX akan bersandar di malam hari di pelabuhan wilayah barat negara A.
Rania keluar dari kamar mandi dan tak mendapati Adelio di dalam kamar tersebut. Rania bernapas lega dan segera menghabiskan makanannya. Dia pun berencana untuk berkeliling di kapal pesiar tersebut.
"Syukurlah dia sudah pergi, sekarang giliran ku yang harus menikmati suasana luar" ucap Rania tersenyum.
"Mana ya kamar Adelia? jangan-jangan berada di lantai empat. Kapal pesiar ini begitu mewah, bisa-bisa aku kewalahan hanya mencari kamar Adelia. Sudahlah, sebaiknya aku berkeliling saja" ucap Rania sambil melangkah pelan mencari tempat yang indah dan nyaman.
Rania terus berjalan hingga tak sengaja berpapasan dengan Morgan dan Nino.
"Mengapa kakak ipar berkeliaran seorang diri, mana kak Lio?" tanya Morgan.
"Ahh suamiku ada urusan. Mau tak mau aku harus berkeliling seorang diri" ucap Rania tersenyum di balik cadarnya.
"Ya sudah sebaiknya ikut bersama kami, kebetulan aku dan Nino ingin bermain golf" ucap Morgan antusias.
"Baiklah, aku akan ikut bersama kalian" ucap Rania dengan mata berbinar.
Mereka berjalan bersama-sama menuju kabin kapal yang juga tersedia arena golf. Suara kehebohan mereka menjadi objek perhatian para wisatawan kapal pesiar itu yang tengah bermain golf.
Rania duduk di kursi sambil menyemangati mereka yang tengah bermain golf. Rania terlihat senang bisa menyaksikan Morgan dan Nino bermain golf.
Tidak jauh darinya Adelio juga berada di sana yang tengah duduk bersama anggota The Lion X dan tengah menyaksikan Morgan bermain golf.
"Mengapa Gadis gila itu berada di tempat seperti ini" gumam Adelio sambil melirik ke arah Rania.
Morgan dan Nino segera menghampiri Rania dan tak lupa mereka saling tos.
"Kalian sangat hebat permainannya" ucap Rania yang memuji kehebatannya.
"Tentu kakak ipar, kami selalu berlatih bersama" ucap Morgan berbangga diri.
Adelio mengepalkan tangannya melihat keakraban mereka.
Sialan, rupanya dia sedang mencari mangsa.
"Sebaiknya kita makan siang bersama, aku yang akan mentraktir Kakak ipar" ucap Morgan tersenyum.
"Alhamdulillah, kebetulan sekali aku sedang lapar" ucap Rania dengan mata berbinar.
__ADS_1
Mereka bertiga kembali berjalan bersama-sama sambil bergandengan tangan. Rania berada di tengah-tengah kedua pria tampan itu.
Sesekali mereka bercanda gurau hingga tergelak tawa bersama. Sepasang mata memperhatikan mereka sambil mengepalkan tangannya.
"Benar-benar gadis penggoda" ucapnya sambil berdengus kesal yang tidak lain adalah Adelio.
Rania tampak acuh melihat Adelio yang tengah duduk bersama dengan anggotanya. Seolah mereka tidak saling mengenal. Hingga akhirnya mereka tiba di restoran kapal pesiar tersebut.
Morgan dan Nino mempersilahkan Rania duduk di kursi. Rania segera duduk sambil tersenyum dibalik cadarnya. Tampak makanan lezat sudah tersaji di atas meja. Mereka begitu senang makan siang bersama.
Setelah selesai makan siang bersama, Morgan dan Nino kembali mengantar Rania kembali ke kamarnya.
"Terima kasih adik-adik tampan, kalian begitu baik kepada ku" ucap Rania yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
"Kakak ipar pintar banget memuji kami" ucap Morgan dan Nino kompak sambil mengusap rambutnya ke belakang.
Rania tergelak tawa lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya. Sedangkan Morgan dan Nino kembali memperbaiki penampilannya, setelah itu mereka kembali berjalan sambil tebar pesona dengan penumpang kapal lainnya.
"Alhamdulillah, aku sangat bahagia hari ini" ucap Rania sambil berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya. Rania segera mengenakan pakaiannya lalu melaksanakan sholat dhuhur. Selepas sholat, Rania kembali berganti baju mengenakan piyama tidur yang cukup seksi entah dari mana asalnya yang jelas dia benar-benar ingin mengenakan piyama tidur itu.
Rania kembali mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil yang tengah duduk di pinggir tempat tidur. Setelah itu Rania memilih merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Setiap dirinya bergerak piyama tidurnya ikut tersingkap hingga menampilkan paha mulus nya.
Rania sama sekali tak peduli yang jelas saat ini dia sangat lelah. Diluar dugaan Rania sama sekali tak menyadari kehadiran Adelio di dalam kamarnya. Adelio mendekati tempat tidur hingga langkahnya terhenti dan langsung diam membisu ditempatnya, matanya tak berkedip menatap Rania yang begitu menggoda.
Rania yang menyadari kehadirannya segera menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Rania tampak kesal diperhatikan oleh Adelio.
"Mengapa dia menatap ku seperti itu, dasar menyebalkan" gumam Rania sambil memegang selimut nya
"Sial, mengapa jadi panas begini. Gadis gila itu kembali menguji ku. Kamar ini sungguh panas" ucap Adelio kesal dan segera berlalu ke kamar mandi.
Melihat penampilan Rania membuatnya panas dan gerah. Sepertinya dia harus mendinginkan tubuh nya di dalam kamar mandi. Adelio berdiri di bawah shower. Bayangan tubuh Rania terus menghantui pikirannya.
"Bagaimana bisa aku terpesona melihatnya"gumam Adelio yang tengah mendinginkan tubuhnya.
Sementara Morgan dan Nino berpapasan Min di lorong kamar. Dengan cepat mereka menyeret Min untuk ikut bersamanya ke sebuah ruangan.
"Hei gadis penyusup, apa saja yang sering kamu lakukan semenjak bersama kak Adelia" tanya Morgan yang tengah duduk di kursi kebesarannya sambil menatap penuh selidik Min yang tengah berdiri di hadapannya.
"Saya hanya melakukan pengawalan kepada nona Adelia dan selebihnya melaksanakan perintah tuan Malfin" ucap Min sambil menundukkan pandangannya.
Morgan segera bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Min.
__ADS_1
"Benarkah! kamu itu gadis berbahaya, aku belum sepenuhnya percaya kepada gadis penyusup seperti mu"ucap Morgan dingin sambil menunjuk kening Min lalu membersihkan dengan jijik tulunjuk nya menggunakan sapu tangannya.
Setelah itu melemparkan sapu tangannya di wajah Min membuat Min mengepalkan tangannya namun tak ingin melawannya. Min hanya mampu menggenggam sapu tangan itu yang terus berdiri tegak di tempat nya.
Morgan memiliki dua kepribadian, saat bersama keluarganya dia akan menjadi pria hangat dan terlihat imut, tapi jika sedang bersama orang-orang jahat taringnya pun tak segan-segan dia tunjukkan.
"Geledah gadis penyusup ini! jangan sampai dia menyembunyikan sesuatu mencurigakan di tubuhnya" ucap Morgan dingin sambil melambaikan tangannya kepada dua pelayan wanita yang juga berada di ruangan itu.
Min membulatkan matanya hingga hanya mampu pasrah digeledah oleh dua pelayan wanita. Seluruh tubuhnya di geledah paksa layaknya seorang pencuri. Namun tak ada sesuatu yang mencurigakan di tubuh Min.
"Tak ada yang mencurigakan tuan" ucap pelayan itu kompak.
Min dengan kesal merapikan pakaiannya dan sedikit memperbaiki kunciran rambutnya yang sudah berantakan. Penampilan Min seperti bodyguard sesungguhnya yang sering dia lakukan semenjak menjadi bodyguard Rania. Memakai setelan jas lengkap dengan erphone, rambutnya yang sebahu di kuncir agar terlihat rapi.
Morgan mengibaskan tangannya mengusir Min keluar dari ruangannya. Dengan langkah lebar, Min berlalu meninggalkan ruangan tersebut.
"Masih belum percaya kepadanya? apa kamu ingin terus mengerjainya" ucap Nino tersenyum sinis.
"Ya... selama ide ku masih ada" ucap Morgan menyeringai.
"Hah, terserah kamu saja yang jelas jangan sampai kelewatan batas" ucap Nino tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Morgan hanya cengengesan sambil memukul pundaknya. Mereka tertawa bersama yang baru saja mempermalukan Min.
Tak terasa kapal pesiar LX tiba di pelabuhan negara A. Seluruh penumpang kapal bergegas turun dari kapal. Tak terkecuali rombongan Adelio dan Malfin.
Malfin berpegangan tangan bersama istrinya menuruni tangga kapal. Sementara Rania hanya mampu mengekor di belakang mereka. Untuk Adelio sudah lebih dulu menuruni anak tangga bersama Kendrick.
Terlihat deretan mobil berjejer rapi yang siap mengantar mereka ke kediamannya. Adelio dan Kendrick berjalan menghampiri mobil tersebut.
"Saya yang akan mengantar tuan ke rumah utama" ucap Kendrick sambil membukakan pintu untuk nya.
"Hemm, panggil gadis gila itu pulang bersama kita" ucap Adelio dingin lalu bergegas masuk ke dalam mobil.
"Baik tuan" ucap Kendrick dan segera menutup pintu mobil tersebut.
Kendrick menghampiri istri atasannya. Namun Rania sudah ditarik masuk ke dalam mobil oleh Adelia. Sehingga mau tak mau dia pun mengurungkan niatnya dan kembali ke mobil atasannya.
"Nona Rania akan pulang bersama Adelia" ucap Kendrick yang menempati kursi kemudi.
"Jalan" ucap Adelio acuh.
Mobil pun melaju kencang menuju kediamannya.
__ADS_1
Bersambung.....
Terima kasih atas dukungannya teman-teman ššš