
Adelia mengambil kembali hadiah istimewanya yang berupa jam weker. Malfin hanya mampu memijit pangkal hidungnya melihat jam weker pemberian istrinya.
"Kak Malfin, jam weker ini hadiah istimewa untuk kak Malfin. Jam weker ini yang akan membangunkan kak Malfin di waktu subuh guna untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim. Jadi jangan lagi telat bangunnya. Aku jadi sedih jika kak Malfin tak melaksanakan ibadah sholat lima waktu" ucap Adelia sambil menundukkan pandangannya.
Malfin menjadi diam seribu bahasa mendengar ucapan istrinya. Malfin begitu tertegun sejenak dengan sindiran istrinya. Hingga ia pun mengusap wajahnya. Malfin segera mengambil hadiah tersebut.
"Terima kasih, aku akan menyimpan hadiah istimewa mu" ucap Malfin dengan raut wajah kecewa.
Malfin menyimpan jam weker tersebut di dalam laci, kemudian memilih merebahkan tubuhnya. Tanpa memberikan kata-kata cinta nan romantis untuk istrinya yang selalu dia lakukan setiap malam.
Adelia terkejut melihat gelagat Malfin yang tidak seperti biasanya. Biasanya mereka bercanda gurau sebelum tidur.
Ada apa dengannya? apa dia marah atau ngambek. Atau jangan-jangan kak Malfin sudah ngantuk kali. Batin Adelia.
Adelia ikut merebahkan tubuhnya menghadap ke arah suaminya sambil menatapnya dengan tatapan bingung. Adelia jadi tak tahu harus berbuat apa.
"Kak, kamu sudah tidur?" tanya Adelia sambil memeluk erat lengannya. Sementara Malfin sudah tak bergeming di tempatnya.
"Sepertinya sudah tidur. Selamat malam kak Malfin, suamiku" gumam Adelia sambil memeluk erat lengannya.
Malam istriku. Batin Malfin yang lagi ngambek. Malfin benar-benar tak habis pikir dengan hadiah Adelia, sungguh dia kecewa dengan hadiah istimewa istrinya.
Sementara di negara A...
Kendrick begitu fokus mengemudikan mobil atasannya menuju club malam Claro yang terletak di pusat kota negara A. Kendrick mulai angkat bicara melihat atasannya hanya termenung di kursi belakang
"Bulan depan tuan akan melakukan perjalanan bisnis ke negara C selama dua minggu" ucap Kendrick sambil mengemudikan mobil atasannya.
Kendrick selalu mengingatkan jadwal atasannya jauh-jauh hari. Jangan sampai jadwal atasannya bertepatan dengan jadwal lainnya.
"Hemm, aku akan membawa gadis gila itu untuk ikut bersamaku" timpal Adelio sambil menatap keluar jendela.
"Apa tuan dan nyonya mengijinkan anda? mengingat nona Rania tengah mengandung."
__ADS_1
"Aku akan mengusahakan membawanya pergi."
Adelio menatap lurus ke depan dan keputusan nya tak ingin diganggu lagi oleh kedua orang tuanya. Dia berhak memutuskan sesuatu terhadap wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya.
Kendrick hanya manggut-manggut yang begitu fokus mengemudikan mobil atasannya. Tak terasa mobil yang mereka tumpangi tiba di club Claro.
Tak terasa perjalanan yang ditempuh sekitar 40 menit, akhirnya Adelio dan Kendrick tiba di club malam Claro. Kendrick segera memarkirkan mobil atasannya di area parkir. Kemudian bergegas turun dari mobil.
Dengan cepat Kendrick membukakan pintu mobil untuk atasannya. Adelio dengan penuh wibawa turun dari mobilnya dan tak lupa kembali merapikan jas nya.
Bunyi musik DJ yang memecah telinga mulai terdengar di dalam club. Adelio mengedarkan pandangannya melihat suasana club malam tersebut yang dipenuhi kaum muda mudi yang mencari kesenangan dunia hiburan malam. Sedangkan Kendrick mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Alfhat.
Terlihat dua pria bertubuh kekar menghampiri Adelio dan Kendrick.
"Tuan Alfhat sudah menunggu kalian di ruang VIP. Mari ikuti saya" ucapnya.
Adelio dan Kendrick mengikuti langkah kaki kedua pria bertubuh kekar tersebut. Mereka bersama-sama masuk ke dalam lift menuju lantai empat dimana kaum elite berada.
Terlihat Alfhat duduk di sofa ditemani dua wanita cantik sambil menikmati wine kesukaannya. Kedua wanita cantik itu bergantian menuangkan minuman untuknya.
"Kau masih punya nyali rupanya, sampai-sampai ingin menemui ku!"ucap Adelio sinis kemudian memilih duduk di sofa kosong.
"Ha ha ha, aku tak kenal takut tuan Adelio selama sesuatu yang ku miliki belum kembali kepadaku" ucap Alfhat tergelak tawa sambil merangkul kedua wanitanya.
Terlihat dua wanita cantik baru saja masuk di ruang VIP dan segera mendekati sofa Adelio. Tanpa permisi mereka langsung duduk di samping Adelio. Kedua wanita cantik itu mulai cari muka dengan senyuman manis menghiasi bibirnya sambil membusungkan dadanya untuk menggoda pria dingin tersebut.
Sorot mata Adelio begitu tajam yang tidak suka kehadiran kedua wanita malam tersebut. Kendrick segera mengambil tindakan mengusir kedua wanita cantik itu. Bisa-bisa atasannya murka kepada wanita tersebut.
"Kamu bahkan tidak menyukai yang namanya wanita, mengapa sekarang kamu mengambil Nia ku" ucap Alfhat dingin yang terdengar serius.
Adelio begitu kesal mendengar sebutan Alfhat untuk gadis gila nya.
"Jadi itu maksud dibalik pertemuan kau dan aku. Apa kau tidak puas tinggal bersama nya selama sebulan hah!" ejek Adelio sambil menyilangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ya, aku tak pernah puas jika hanya tinggal bersama Rania sebelum memilikinya seutuhnya. Aku akan menukarkan perusahaan ku dengan wanita yang kucintai. Serahkan Rania kepadaku lalu ambil salah satu cabang perusahaan ku. Rania adalah milikku, tidak seharusnya berada di kediaman mu" ucap Alfhat dengan entengnya.
"Semua yang ku miliki tak akan pernah ku lepaskan begitu saja. Perusahaan mu sama sekali tak sebanding dengan perusahaan ku termasuk menukarkan wanita yang sudah menjadi milikku" ucap Adelio dingin dengan tatapan membunuhnya.
Alfhat mengepalkan tangannya mendengar ucapan Adelio, bahkan sudah tersulut emosi. Namun masih berusaha untuk tenang.
"Kami sudah saling mengenal selama sepuluh tahun silam. Nia begitu tahu tentang ku, aku bahkan yang membuat ukiran seni dileher nya sebagai bukti cintaku kepadanya. Jadi jangan coba-coba untuk mengambilnya dariku" ucap Alfhat menyeringai yang memanas-manasi Adelio.
Adelio dengan kesalnya memecahkan dua botol minuman di hadapannya.
"Dia wanitaku! takkan kubiarkan kau mengambilnya dariku" ucap Adelio dingin yang mulai terpancing emosi.
"Benarkah, kamu bahkan sudah mengklaim milikku sebagai milikmu, lalu mengapa kamu menghancurkan seluruh keluarganya?" ucap Alfhat sambil bangkit dari duduknya.
"Dia patut mendapatkan semua itu. Jangan mencampuri urusan pribadi kami, jika kau masih menyayangi hidupmu" ucap Adelio dingin. Kemudian mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
"Adelio! aku takkan menyerah sebelum mendapatkan Rania, ingat itu!" teriak Alfhat dengan emosional.
"Membuang waktu ku saja". Adelio menghentikan langkahnya lalu berbalik badan menatap Alfhat.
"Kau sangat menyedihkan! jelas-jelas dia tak ingin tinggal bersama mu" ucap Adelio tersenyum sinis.
"Rania milikku dan tetap menjadi_" ucap Alfhat yang tak bisa melanjutkan ucapannya.
"Rania Putri Ibrahim adalah wanitaku!...milikku dan istriku! Setiap malam kami menghabiskan waktu bersama, jadi jangan coba-coba mengambilnya dariku!" ucap Adelio dengan suara lantang disertai tatapan membunuhnya.
Alfhat langsung diam seribu bahasa mendengar ucapan Adelio yang seperti memukulnya telak. Sedangkan Kendrick tersenyum tipis mendengar ucapan atasannya yang sudah mengakui istrinya.
"Tidak mungkin, semua itu tidak benar" teriak Alfhat.
Adelio menyeringai sambil melenggang pergi meninggalkan Alfhat di ruangan tersebut.
Bersambung....
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya teman-teman ššš