Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Ketangkap basah


__ADS_3

Tak ada yang tahu kemana perginya Rania. Seluruh pelayan dan pekerja di kediaman Alexander kembali di sibukkan untuk mencari Rania, min juga ikut mencari keberadaan ketuanya.


Kepala pelayan menginformasikan kepada seluruh pelayan wanita di rumah utama untuk segera menemukan Rania. Mengingat cctv pengintai di rumah utama tak menemukan jejak sedikit pun keberadaan Rania yang mencoba kabur.


Kali ini, Adelio langsung turun tangan bersama ketiga anak buahnya mencari keberadaan Rania di kediamannya. Mereka terlebih dahulu memasuki ruang kendali sistem keamanan yang dijaga oleh ketiga orang kepercayaan ayahnya. Mereka bekerja memantau dan memonitoring tempat-tempat yang telah dipasangi cctv secara langsung melalui komputer client dan induknya.


Ketiga pekerja yang berjenis kelamin wanita terkejut mendapati tuan mudanya berada di dalam ruangan pengawasannya.


"Perlihatkan rekaman cctv di malam hari khusus area kamar tamu, Cepat!"


Mereka langsung bergerak membuka kembali rekaman cctv yang dimaksud majikannya.


“Sangat aneh, tak ada yang mencurigakan kaburnya gadis ini. Coba perjelas kembali rekaman di area kamar tamu” ucap Adelio, sambil mengamati rekaman cctv yang sedang berlangsung.


“Baik tuan muda”ucapnya, kemudian segera melaksanakan perintah majikannya.


Sama sekali tak membuahkan hasil, dari rekaman cctv, titik terakhir Rania saat memasuki kamar tamu bersama Adelia. Setelah itu, tak ada lagi tanda-tanda akan keluarnya gadis itu dari kamar tamu.


“Lanjutkan kembali pekerjaan kalian” ucap Adelio, lalu meninggalkan ruang kendali tersebut.


Adelio sangat kesal hari ini, dia hanya disibukkan mencari keberadaan Rania. Sedangkan urusan kantor ditangani oleh Kendrick, orang kepercayaannya sekaligus kerabat dekatnya. Adelio beristirahat sejenak di kursi taman sambil memperhatikan jendela kamar tamu dari tempatnya.


Berkali-kali Adelio menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dan kembali meneguk minuman dingin yang disediakan untuknya. Adelio terus berpikir keras menatap jendela kamar tamu hingga sebuah ide terlintas di benaknya.


“Sangat konyol, tidak mungkin gadis itu melakukan hal gila.”


Adelio tersenyum tipis diiringi gelengan kepala yang terlintas dipikirannya saat ini.


“Jack, apa kamu sudah periksa gorong-gorong halaman depan”ucap Adelio enteng lalu bangkit dari duduknya.


“Belum tuan.”


“Ayo.”


Adelio melangkahkan kakinya menuju gorong-gorong halaman depan. Kebetulan di halaman depan terdapat gorong-gorong yang digunakan untuk pembuangan air dari kolam ikan yang berukuran besar.


“Buka pipa pembuangannya”ucap Adelio menyeringai.


“Baik tuan.”


Mereka lansung melakukan perintah tuan mudanya, membuka pipa pembuangan dan air langsung menyembur keluar melewati gorong-gorong.


Gadis yang berusaha keras kabur dari kediaman Alexander begitu bersemangat merangkak di dalam gorong-gorong.


“Semangat Rania, sebentar lagi kamu akan mencapai finish”ucapnya dengan napas ngos-ngosan.


Rania tak tinggal diam, sebelum dia benar-benar keluar dari kediaman Alexander. Hal gila yang saat ini dia lakukan tak penting baginya, yang jelas dia harus keluar dari kediaman Alexander.


“Suara apa itu”ucap Rania terkejut saat mendengar suara deras air yang semakin mendekat kearahnya.


“Akhh..sial”ucap Rania dan semakin mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Byurrrr


Derasnya air dari saluran langsung menerpa tubuhnya.


“Uhukkk, bau apa ini….uweeekkk amis..amis.”


Rania sangat kesal hingga kepalanya ikut terbentur di gorong-gorong. Rambut panjangnya ikut terkena imbasnya dari bau amis itu.


“Aww, apes banget hidupku”ucapnya kesal sambil berpegangan di gorong-gorong tersebut.


Tongg


Tongg


“Ada apa lagi ini” ucap Rania sambil memegangi kepalanya yang terasa ngilu akibat benturan keras di gorong-gorong.


“Hah”


Rania terkejut bukan main melihat dinding atas gorong-gorong terbuka. Rania segera bersembunyi dan menyemplungkan dirinya ke dalam air.


“Cepat keluar, kamu sudah ketangkap basah”ucap Adelio yang berjongkok menatapnya ke bawah.


Rania masih saja berdiam diri di tempat persembunyiannya.


“Jack, bawa hewan alligator ku kemari. Sepertinya hewan kesayanganku cocok untuk mencincang tubuh gadis pembangkang ini” ucap Adelio dengan ancamannya.


Rania terlonjat kaget, dia langsung ketakutan dan kembali terbentur di dinding gorong-gorong. Rania begitu kesalnya, lalu kembali menarik tangan Adelio. Hingga terjadi aksi tarik menarik diantara keduanya.


Rania tak tinggal diam, dia pun menarik kaki Adelio. Sedangkan Adelio berusaha mempertahankan posisinya, namun kalah licik dari Rania.


Byurrr


Adelio ikut terjatuh ke dalam gorong-gorong. Keningnya ikut terluka akibat hantaman keras dari dinding gorong-gorong. Rania kembali berulah menyirami tubuh Adelio.


“Hei Kau, berhenti!”


Adelio begitu marah besar dengan ulah gadis itu. Adelio segera menarik tubuh Rania lalu menindihnya. Rania terlonjat kaget hingga tangannya mencengkeram erat punggung Adelio. Pandangan mata keduanya bertemu hingga terkunci beberapa detik. Adelio segera memutus pandangannya dan dengan kesalnya menyemplungkan kepala Rania berulang kali di dalam air.


“Hentikan brengsek!”ucap Rania marah yang sudah ngos-ngosan.


Adelio segera menghentikan aksinya. “Itu akibatnya karena sudah mempermainkan ku”ucap Adelio dingin lalu menjauh dari tubuh Rania.


Sementara Rania mengepalkan tangannya dengan kesal. Kamu harus membayar semua perlakuanmu kepadaku. Batinnya.


Adelio dan Rania sudah naik ke permukaan. Tampak Rania kembali memakai hijabnya yang sempat dililitkan dilehernya dan kembali adu mulut dengan Adelio, tanpa mereka sadari seseorang tersenyum melihat pertengkaran keduanya.


Mereka benar-benar cocok.


“Seret gadis ini ke kamarnya. Kalau perlu borgol, hingga dia tidak kabur lagi” ucap Adelio kesal.


“Ha ha haha, jangan marah-marah calon suamiku. Kamu pasti kesal mencariku bukan”ucap Rania dengan tawa misteriusnya.

__ADS_1


Kepala pelayan hanya mampu menundukkan pandangannya mendengar perdebatan mereka berdua.


Adelio bergengus kesal, lalu melenggang pergi meninggalkan Rania. Sementara Rania bersama kepala pelayan berlalu menuju kamar tamu.


Sementara di tempat lain….


Malfin tidak fokus bekerja hari ini. Beberapa rapat pentingnya tidak berjalan dengan baik karena tindakannya. Malfin terpaksa menunda rapat penting tersebut demi menjaga sikap profesionalnya di mata para karyawannya.


Sepulang dari negara A, kedua orang tuanya mendesaknya untuk segera menikah. Sementara dirinya sama sekali belum menemukan wanita yang cocok untuknya.


Hanya Adelia satu-satunya wanita yang menjadi teman dekatnya. Sungguh dirinya tipikal pria yang tidak mudah bergaul dengan siapapun termasuk wanita-wanita diluaran sana yang mengincarnya.


Malfin bersandar di kursi kebesarannya sambil menatap tumpukan berkas di meja kerjanya. Sekretarisnya senantiasa mendampinginya.


“Apa aku terlihat tua, sampai-sampai mama dan papa mendesakku menikah?” tanya Malfin kepada sekretarisnya.


Sekretarisnya bernama Niko Mubarak, putra dari pasangan Chiko dan Novi.


“Tidak tuan, anda masih terlihat muda”ucap Niko sambil menundukkan pandangannya.


“Kalau begitu mengapa mereka mendesakku untuk menikah?”


Malfin kembali mempertegas pertanyaannya kepada sekretarisnya.


“Kedua orang tua tuan hanya ingin melihat anda berkeluarga” jawab Niko seadanya.


“Hemm, ya sudah cari wanita yang cocok untukku dan bersedia dibawah tekanan ku. Mampu menuruti seluruh perintahku, pintar, tidak pembangkang, tidak pecicilan apalagi penggoda dan terakhir dia harus muslimah.”


“Bawa saja kak Adelia kemari, karena kriteria kakak sesuai dengan kak Adelia”ucap Morgan yang baru saja memasuki ruangan kakaknya bersama Nino kembaran dari Niko.


Malfin berdengus kesal menatap adiknya. Niko hanya tersenyum mendengar ucapan Morgan.


“Sebaiknya Niko dan Nino yang harus cari pasangan. Kakak tak pernah memberikan ruang mereka untuk berkencan atau berpacaran dengan wanita cantik di negeri ini” ucap Morgan sambil menopang dagu menatap sang kakak.


“Kau ini, keluar dari ruangan ku” ucap Malfin tegas.


“Sayang sekali, padahal aku datang membawa kabar penting untukmu” ucap Morgan tersenyum.


Malfin mengerutkan keningnya mendengar ucapan adiknya.


“Cepat katakan”ucap Malfin.


“Kak Adelia akan dilamar oleh pemilik perusahaan RR group. Pebisnis muda di negara C, juga akan melamar kak Adelia. Dokter bedah berprestasi rekan kerja Kak Lia juga mempersiapkan diri untuk melamar kak Adelia. Sepertinya saingan kakak hebat-hebat. Tapi kita tunggu saja, siapakah yang menjadi jodoh kak Lia, aku sih berharap kakak yang bakalan menjadi jodoh kak Lia”ucap Morgan entengnya.


Malfin menjadi diam seribu bahasa mendengar ucapan menohok adiknya.


Bersambung......


Jangan lupa like, love, komen dan vote yang banyak 🤗


Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2