Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Jangan katakan itu


__ADS_3

“Ayo” Adelio menarik tangan Rania, sehingga mau tak mau Rania mengikuti langkahnya.


Rania begitu kewalahan mengimbangi langkah lebar suaminya. Kaki jenjangnya terseok-seok mengikutinya.


“Kak Lio, kakak ipar masih malu-malu tuh. Jangan galak-galak kepadanya, nanti tak dapat_”ucap Morgan membelalakkan matanya dan langsung meringis kesakitan.


Morgan tidak melanjutkan ucapannya karena telinga kirinya sudah dipelintir oleh mama nya.


“Dasar bocah nakal, bisanya menggoda pengantin baru” ucap Milan yang berpura-pura marah kepada putra bungsunya.


“Ampun ma, aku tidak akan menggoda kak Lio lagi” ucap Morgan cepat.


Milan segera menghentikan aksinya dan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah kekanak-kanakan putra bungsunya. Keluarga lainnya hanya mampu tertawa terbahak-bahak melihat ibu dan anak itu.


Adelio segera masuk ke dalam mobilnya. Namun Rania masih uring-uringan di samping mobilnya.


“Mengapa masih berdiri di situ, ayo masuk!”ucap Adelio yang terdengar satu oktaf.


“Aku tidak akan menaikki mobil sialan mu” ucap Rania ketus, lalu berjalan meninggalkan Adelio.


Adelio menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mulai melajukan mobilnya dengan pelan mengikuti istrinya.


“Orang-orang akan curiga kepadamu gadis gila.” Ucap Adelio sambil mengikuti Rania menggunakan mobilnya.


Rania berbalik badan lalu menatap tajam Adelio.” Lebih baik aku berjalan kaki, daripada satu mobil dengan alligator sepertimu.” Ucap Rania ketus sambil menunjuk Adelio.


Adelio mengepalkan tanganya mendengar embel-embel yang digunakan Rania menamainya.


“Jangan katakan itu! Sekali lagi kau menamaiku embel-embel, aku tidak akan mengampuni mu. Dasar serigala licik” ucap Adelio menyeringai. Lalu menancap gas meninggalkan Rania.


Rania hanya mampu terbatuk-batuk dari kepulan asap tebal mobil Adelio yang mengelilinginya.


“Huff…sialan! aku tidak akan menyerah melawan mu. Menghancurkan keluargamu adalah cita-cita ku!” gumam Rania. Dan kembali


melangkahkan kakinya.


“Hai Kakak ipar, mengapa dirimu berjalan kaki. Mana kak Lio?” tanya Morgan yang dan segera menepikan mobilnya.


“Ah…Aku tadi menjatuhkan antingku, jadi aku harus mencarinya lebih dulu.” Ucap Rania berbohong.


“Apa kakak ipar sudah menemukannya?”tanya Morgan yang sudah turun dari mobilnya.


“Aku sudah menemukannya” ucap Rania cepat.


“Ya sudah, biar aku yang mengantar kakak ipar ke rumah utama. Kasian kalau kakak ipar berjalan kaki. Nanti malam special kakak ipar dan kak Lio tidak berjalan lancar” ucap Morgan sambil tersenyum tipis.


Apa sih ini, bicaranya ngacau dan sok akrab. Tapi tak masalah, karena dia masih memberiku tumpangan.

__ADS_1


“Ah iya, baiklah”ucap Rania setuju dan segera naik ke mobil Morgan. Lumayan jauh juga, aku bisa ngos-ngosan tiba di rumah si alligator kalau hanya berjalan kaki. Batinnya.


Kini Adelio dan Rania sudah menempati kamar mereka. Terdapat dua pelayan wanita yang membantunya melepas akseseoris dan gaun pengantinya. Sedangkan Adelio sudah berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sambil di bantu oleh dua pelayan wanita. Rania sibuk memainkan ponselnya dan mengirimi pesan kepada kakak nya.


Semoga kak Raka membacanya, aku benar-benar tidak bisa kabur di hari pernikahan ku. Batin Rania.


“Kalian boleh keluar.” Ucap Rania yang menyuruh pelayan wanita itu keluar dari kamarnya.


Rania berlalu ke ruang ganti untuk menyimpan gaun pengantinnya di keranjang kotor. Walaupun dia sama sekali tidak tahu menahu tentang setiap ruangan di kamar tersebut. Namun instingnya begitu kuat.


Rania mengamati ruang ganti milik suaminya dengan seksama. Lemari berjejer rapi dan didalamnya berisi setelan jas, kemeja dan pakaian santai lainnya. Rania lalu membuka salah satu lemari tersebut, dia pun membulatkan matanya melihat salah satu lemari yang berisi pakaian wanita.


“Apa si alligator sudah menyiapkan untukku.”


Rania memilah-milah pakaian tersebut. “Sayang sekali, pakaiannya sama sekali bukan seleraku.” gumam Rania


“Aku pikir seorang pencuri memasuki kamarku, ternyata serigala licik rupanya” ucap Adelio dan berlalu mengambil pakaian santainya.


“Apa katamu, serigala licik. Kamu tuh Aligator bodoh” Ucap Rania dengan suara lantang dan berbalik badan menatap Adelio.


"Jangan katakan itu" bentak Adelio yang menutup keras pintu lemari pakaiannya.


Rania terlonjat kaget hingga dadanya ikut bergemuruh.


“Ini ruang ganti, harusnya kamu keluar” ucap Adelio dingin.


Rania bergegas keluar dari ruang ganti sambil mengomel tak jelas. Saat benar-benar melihat Rania keluar dari ruang ganti, Adelio segera memakai pakaiannya.


Rania berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dia butuh berendam itu juga. Badannya terasa pegal dan lelah seharian mengikuti serangkaian acara pernikahannya.


Untungnya tidak ada resepsi di malam hari, jadi dia hanya perlu beristirahat setelah ini.


Rania keluar dari kamar mandi dan terlihat sudah berpakaian lengkap. Kaos putih dipadukan celana panjang tampak dia kenakan. Handuk putih dililitkan di kepalanya. Rania mengedarkan pandangannya dan mendapati Adelio sudah menempati tempat tidurnya dan tengah bersandar di kepala tempat tidur.


"Aku tidur di mana?" ucap Rania sambil melipat kedua tangannya.


"Di lantai sangat cocok untuk mu" ucap Adelio tersenyum sinis.


"Benarkah, aku rasa satu ranjang dengan mu tak masalah" ucap Rania sambil mengedipkan sebelah matanya.


Adelio menatap malas istrinya, dia mengganggap Rania seperti wanita penggoda saat ini.


"Ya sudah naiklah, tapi aku tekan lagi apa kamu masih bisa bernafas esok hari."


Adelio mengatakannya dengan santai. Namun wanita yang berstatus sebagai istrinya sudah kesal setengah mati.

__ADS_1


"Ha ha ha ha, kau sangat pandai bercanda" ucap Rania tergelak tawa yang berpura-pura menyembunyikan wajah kesalnya.


"Siapa yang menyuruhmu tertawa dan memakai baju ku hah!" ucap Adelio yang sudah berdiri di hadapan Rania.


"Hah, jadi ini bajumu. Santai aja kali, baju wanita yang ada di ruang ganti sama sekali bukan selera ku, sangat kampungan." ucap Rania sambil mencodongkan kepalanya.


"Apa baju-baju itu pilihan ibumu atau siapa lah benar-benar kampungan, uupps."


Rania tergelak tawa sampai-sampai menutup mulutnya.


"Kau!"


Adelio tak terima jika hal menyangkut Ibunya diejek atau diremehkan.


"Jangan galak-galak kepadaku nanti kamu cepat tua" ucap Rania tersenyum mengejek sambil mencolek dada Adelio.


Sepertinya aku harus terus membuat si aligator kesal hingga akhirnya dia kapok dan segera menceraikan ku.


Adelio mulai tersulut emosi melihat tingkah gadis dihadapannya.


"Aku harus menemui ibumu untuk memintanya mengganti seluruh pakaian wanita di kamar ini. Oh atau aku meminta bantuan kepada kembaran mu saja. Aku melihat dia gadis yang baik dan sangat patuh" ucap Rania yang mulai melancarkan rencananya.


"Cukup! kau terlalu banyak bicara. Aku bisa saja membuat seluruh keluarga mu menderita!. Apa perlu aku menyeret mu keluar dari rumah ini juga hah!" ucap Adelio dengan kepalan tangan.


"Serius, ayo lakukan suamiku. Tapi sayang, kamu tak mendapatkan apa-apa dariku setelah mengusirku" ucap Rania sok imut.


Adelio merasa geli Rania memanggilnya dengan sebutan suami. Adelio mendorong kasar tubuh Rania hingga terjerambah di tempat tidur.


"Jangan katakan itu!" ucap Adelio dengan tatapan tajam dan berlalu meninggalkan Rania.


"Jangan katakan itu, dasar aligator sialan"


Rania mengambil ponselnya dan melihat deretan pesan singkat masuk dari kakaknya.


Jangan khawatir, kakak tak masalah kamu menikahi musuh kita. Tapi terus jalankan rencana mu menghancurkan keluarga Alexander.


Pertama-tama buat Adelio ilfil kepadamu dan jangan pernah libatkan hatimu apalagi sampai menyukai pria itu. Kedua habisi satu persatu anggota keluarganya. Namun target utama mu adalah Adelia, jangan biarkan dia menikah dengan Malfin Alexander.


Rania tersenyum dengan seringai licik diwajahnya membaca pesan singkat tersebut.


"Pasti kak, aku tidak akan pernah mengampuni mereka. Dan jangan khawatir, urusan hati tak penting bagiku saat ini" gumam Rania.


Bersambung.....


Jangan lupa like, love komen dan vote yang banyak 🤗


Terima kasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2