Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Rumah untukmu


__ADS_3

Adelio tak bisa tidur di gubuk tersebut. Matanya terus terjaga melihat atap gubuk yang sudah bolong. Jika hujan turun, maka sudah dipastikan gubuk tersebut digenangi air hujan.


Ternyata tindakannya selama ini salah. Adelio sangat menyesal memerintahkan anak buahnya mengasingkan ibu mertuanya ke tempat seperti itu.


Adelio mengusap wajahnya dengan kasar melihat yang dialaminya sekarang. Sungguh tega dirinya membawa Rania yang tengah hamil di tempat tersebut.


Sementara di dalam kamar, Rania juga tak bisa tidur di samping mama nya. Rania mencari posisi yang nyaman, namun tetap saja tak berpengaruh terhadap dirinya.


Rania memilih turun dari tempat tidur dengan hati-hati, takutnya membangunkan mama nya yang sedang tertidur pulas. Kemudian bergegas keluar untuk menghampiri suaminya.


"Mengapa belum tidur" ucap Adelio yang terkejut melihat istrinya menghampirinya.


Rania hanya tersenyum sambil menyimpan telunjuknya di bibirnya, agar Adelio tak berbicara lagi. Rania bergegas duduk di samping nya.


"Aku lapar, tolong berikan makanan untukku" ucap Rania tersenyum sambil menggenggam tangan Adelio.


Adelio memilih duduk di sampingnya lalu mengangguk setuju dengan permintaan Rania.


"Tunggu sebentar, aku akan memasak makanan enak untukmu Ani" ucap Adelio tersenyum lalu berdiri tegak.


"Lalu aku yang akan mencicipinya" ucap Rania tersenyum sambil mendongak menatapnya.


Adelio tersenyum hangat, kemudian segera menghubungi Kendrick, namun sayangnya sinyal tak mendukung. Hingga dengan terpaksa dia sendiri yang akan terjun memasak untuk istrinya.


Adelio terlonjat kaget melihat suasana dapur yang sangat manual. Berasa kembali pada Zaman dahulu mana kala orang-orang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Adelio menghembuskan nafasnya dengan kasar hingga tersenyum melihat sesuatu yang bisa mengenyangkan perut Rania.


Nasib baik masih berpihak kepadanya. Terdapat buah-buahan segar di atas meja. Adelio segera mengupas buah mangga dan pepaya yang yang sangat baik untuk pencernaan. Kemudian bergegas menghampiri Rania.


"Cuman ini yang bisa mengganjal perutmu. Aku sama sekali tak tahu menggunakan dapur mama mu" bisik Adelio lalu meletakkan piring yang berisi buah segar.


"Tak apa, kamu sudah berusaha untuk menyiapkan makanan untukku" ucap Rania tersenyum lalu mengambil potongan buah mangga.


Adelio tersenyum sambil mengelus puncak kepala Rania. Dia begitu senang bisa menyiapkan makanan untuk Rania. Selesai menghabiskan buah segar yang menyehatkan. Rania duduk selonjoran di kursi. Sedang Adelio duduk di sampingnya sambil memijit punggungnya.


"Emm ada bau-bau yang ingin minta jatah" bisik Rania sambil mengedipkan matanya.


"Tidak mungkin aku melakukannya di tempat seperti ini. Aku tidak ingin punggung mu sakit" bisik Adelio lalu mencium punggungnya.


Rania tergelak tawa, secepat mungkin Adelio menutup mulutnya.


"Jangan berisik, Kendrick dan lainnya sedang berjaga-jaga di luar rumah" bisik Adelio sambil membalikkan tubuh Rania.


"Terima kasih, ternyata hatiku tidak salah memilihmu, menyukaimu, menyayangimu dan mencintaimu serta menjadikanmu sebagai ayah dari anakku" ucap Rania dengan raut wajah bahagia yang baru saja mengungkapkan perasaannya.


Adelio menangkup wajah Rania sambil menatap dalam manik mata Rania hingga pandangannya tertuju pada bibir ranumnya, tak ingin hilang kesempatan, Adelio langsung mendaratkan ciumannya di bibir manis yang sudah menjadi candu baginya.

__ADS_1


Mereka berciuman mesra dengan penuh kasih sayang. Bahkan kursi kayu yang mereka duduki bergoyang heboh dan berisik. Adelio segera melepaskan ciumannya.


"Kita lanjutkan di bawah saja" ucap Adelio dengan nafas memburu.


Rania hanya mengangguk setuju. Kemudian mereka mulai berbaring dan kembali melanjutkan aksinya di bawah sinar remang-remang dari lampion.


Sarah terbangun yang menyadari putrinya sudah tak berada di sampingnya bergegas keluar kamar. Adelio yang asyik berciuman dengan Rania segera menghentikan ciumannya mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya.


"Ada apa" bisik Rania. Adelio segera menariknya dalam pelukannya. "Mama kesini, sepertinya mencari mu" bisik Adelio, kemudian berpura-pura tidur. Rania juga ikut memejamkan matanya persis yang dilakukan suaminya sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Adelio.


Sarah tersenyum melihat anak dan menantunya tidur bersama.


"Mereka memang pasangan serasi dan saling mencintai. Aku sangat bersyukur putra Ziva sangat mencintai putriku" ucap Sarah tersenyum.


Sarah mampu melihat bagaimana menantunya mencintai putrinya dan terlihat jelas memperhatikan segala keinginan putrinya.


Sampai detik ini, sarah tak tahu mengapa dirinya berada di tempat seperti itu dan sekarang dia tak ingin lagi tahu siapa dalangnya. Yang jelas dirinya masih bisa dipertemukan kembali dengan putri tercintanya.


Sarah memilih masuk kembali ke dalam kamarnya. Dia sangat beruntung memiliki putri dan menantu yang masih memperhatikannya. Merekalah yang akan membawanya pulang.


Adelio dan Rania bernapas lega. Mereka langsung cengengesan yang berhasil mengelabui mama nya. Setelah itu, mereka mulai tertidur dan terbuai mimpi.


Keesokan harinya.....


Suma tampak murung akan ditinggal oleh sahabatnya. Padahal Sarah mengajaknya untuk ikut bersamanya ke negara A, hanya saja Suma tidak ingin meninggalkan kampung halamannya.


"Aku pergi dulu, sampai jumpa" ucap Sarah berpamitan kepada sahabatnya. Kemudian memberikan gelang emas yang selalu dia simpan selama ini.


Suma tak ingin mengambil pemberian sahabatnya, namun Sarah begitu kekeh memintanya untuk mengambil pemberiannya.


Rania juga memberikan segapok uang untuk Suma dan menyumbangkan uang pemberian suaminya kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu.


Setelah itu mereka mulai berbondong-bondong naik ke helikopter yang akan membawanya pulang. Masyarakat setempat mulai melambaikan tangannya menatap kepergian helikopter yang mulai terbang tinggi meninggalkan tempat tersebut.


Sementara di tempat lain.....


Adelia mulai bertingkah aneh-aneh pagi ini dengan ngidamnya yang merepotkan semua keluarganya. Mulai dari ngidam mangga muda yang penuh dramatis yang hanya ingin mangga muda berasal dari Savana yang berada di atas bukit.


Sehingga mau tak mau Malfin bergegas mencarikan mangga muda yang diinginkannya, walaupun penuh rintangan dan perjuangan mendaki bukit yang dipenuhi tumbuhan berduri.


Kemudian ngidam Adelia di lanjut dengan melihat bayi kuda poni. Untungnya Darren tak sengaja membeli kuda poni tiga tahun yang lalu dan sekarang kuda poni nya sudah memiliki anak yang berumur lima bulan.


"Iih lucunya, besok-besok ayah harus beli kuda poni yang banyak ya, agar cucu ayah bisa menunggang anak-anak kuda poninya" ucap Adelia antusias dengan mata berbinar melihat kuda poni berusia lima bulan tersebut.


Fino hanya mampu tersenyum dengan tingkah ngidam menantunya yang cukup aneh.

__ADS_1


"Iya nak, nanti ayah usahakan. Ya sudah, sebaiknya kita pulang ke rumah. Bunda pasti sudah memasak makanan lezat untukmu" ucap Darren tersenyum dengan penuh kasih sayang.


Adelia mengangguk setuju, kebetulan sudah berjam-jam dia berada di Savana hanya untuk melihat anak kuda poni.


🍁🍁🍁🍁


Tak terasa perjalanan yang hampir lima jam lamanya, akhirnya Adelio tiba di negara A. Kali ini Adelio tak membawa istri dan mertuanya kembali ke kediaman orang tuanya, melainkan ke kediamannya sendiri yang terletak di pusat kota negara A.


Kediamannya berupa bangunan tiga lantai yang tampak kokoh di atas lahan dengan halaman yang super luas. Kebetulan rumah mewahnya juga bersebelahan dengan rumah Malfin. Keinginannya sedari dulu ingin tetanggaan dengan kembarannya dan sekarang semuanya sudah tercapai dengan baik.


Rania bingung dengan rumah mewah yang mereka singgahi. Adelio menuntunnya masuk ke dalam rumah dan disambut hangat oleh lima Pelayan wanita. Sedangkan Sarah ikut masuk ke dalam rumah mewah tersebut.


"Emm... suamiku, ini rumah siapa?" tanya Rania dengan hati-hati yang begitu bingung.


"Rumah untukmu. Mulai sekarang kita akan tinggal disini bersama. Mungkin selang-seling kita menginap di rumah bunda. Tidak mungkin aku membawa mama pulang ke rumah orang tuaku. Satu lagi, jika kau ingin mengajak mama mu dan juga kakakmu Raka tinggal di sini tak masalah. Mulai sekarang kita harus membangun rumah tangga bersama" ucap Adelio tersenyum tipis.


Rania diam seribu bahasa sambil mengalihkan pandangannya menatap rumah yang sudah menjadi miliknya.


"Perlu kau ingat, kediamanmu yang berada di negara C masih tetap menjadi milikmu. Aku baru saja meminta orang kepercayaan ku untuk merenovasi rumah kalian. Jika mama dan kakakmu Raka ingin kembali ke negara C,aku siap mengurusi keberangkatannya" ucap Adelio tersenyum sambil mengusap pundaknya.


Rania langsung berhambur memeluknya.


"Aku tidak tahu harus membalas mu seperti apa. Hanya jiwa dan ragaku yang bisa ku berikan untukmu" ucap Rania dengan mata berkaca-kaca.


"Apa aku perlu membayar psikiater untuk menyembuhkan trauma kakak mu?" tanya Adelio sambil mengelus punggungnya.


"Iya lakukanlah. Aku ingin melihat kakakku sembuh seperti sedia kala" ucap Rania tersenyum bahagia.


"Hemm, nanti aku kabari Kendrick untuk mengurus semuanya" ucap Adelio tersenyum lalu mencium puncak kepalanya.


Sarah ikut tersenyum mendengar pembicaraan mereka. Putrinya sudah menceritakan semuanya yang dialami keluarganya. Hanya sabar dan berlapang dada atas ujian yang dialami keluarganya.


"Sebaiknya kita beristirahat di kamar. Kau terlihat sangat lelah dan aku tidak ingin janin di dalam perutmu kenapa-kenapa. Nanti pelayan wanita yang akan menyiapkan makan malam kita di kamar" ucap Adelio tersenyum lalu menggendong istrinya.


"Mama kami ke kamar dulu. Sebaiknya mama juga beristirahat di kamar" ucap Rania tersenyum sambil berpegangan erat di leher suaminya.


"Iya sayang, mama juga ingin istirahat" ucap Sarah lemah lembut, kemudian mengikuti langkah kaki dua pelayan wanita yang akan membawanya ke kamar.


Sementara Adelio segera membawa istrinya menuju kamarnya. Melakukan perjalanan seharian ini membuatnya lelah dan butuh istirahat.


Bersambung.....


Terima kasih buat teman-teman yang selalu mendoakan kesembuhan author πŸ™πŸ™πŸ™


Dan terima kasih juga buat seluruh teman-teman semua tanpa terkecuali yang terus memberikan dukungannya selama cerita Mafia vs Gadis Bercadar Season 2 masih ongoing dan terus nungguin ceritanyaπŸ™πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2