
Adelio pulang cepat hari ini, pekerjaannya bisa kembali dia lanjutkan di ruang kerjanya. Adelio begitu menghawatirkan kondisi ibu nya. Sudah seminggu ibu nya kurang enak badan dan hanya mengurung dirinya di dalam kamar.
Untuk Adelia juga selalu saja menghindarinya dan lebih suka mengurung diri di kamar persis seperti ibu nya. Adelio semakin heran dengan tingkah laku mereka semenjak Rania meninggalkan kediamannya.
Sementara Keluarga Fino dan Keluarga David sudah kembali bersama ke negara B. Padahal Lexa dan Milan yang selalu menemani hari-hari ibu nya. Namun semenjak mereka kembali ke negara B membuat kediamannya makin sepi.
Tak terasa mobil yang membawa Adelio tiba di kediaman nya. Para penjaga segera membukakan pintu mobil untuknya. Adelio bergegas turun dari mobil lalu disusul Kendrick.
"Kembali ke kantor dan jangan lupa lanjutkan pencarian mu. Mungkin dua atau tiga hari lagi kita harus ke negara C untuk mencari gadis gila itu" ucap Adelio dingin.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Kendrick dengan hormat.
"Hemm."
Adelio bergegas masuk ke dalam rumah dan beberapa pelayan dengan hormat menyambut kedatangannya. Adelio selalu saja acuh melihat mereka yang tengah berbaris menyambut kedatangannya.
Adelio berjalan menuju kamarnya untuk terlebih dahulu bersih-bersih sebelum menemui ibu nya. Langkahnya terhenti mendengar seseorang sedang mengobrol bersama di ruang keluarga. Adelio berbalik badan dan mendapati Adelia dan Malfin sedang bersantai bersama menikmati secangkir teh hijau.
"Tumben dia pulang cepat, apa dia juga mengkhawatirkan kondisi Adelia?" gumam Adelio. Adelio kembali melanjutkan langkahnya, dia tidak ingin memergoki pasangan suami istri itu bersantai bersama.
Adelio masuk ke dalam kamarnya dan langsung mendudukkan tubuhnya di sofa. Adelio memandang foto pernikahan dirinya dengan Rania yang terpajang di dinding.
"Kau selalu saja membuat masalah di keluarga ku. Semua orang sibuk mencari keberadaan mu gadis gila. Bahkan tak sengaja kau membuat ibu ku menjadi murung dan hilang nafsu makan, akibatnya ibu ku jatuh sakit hanya karena memikirkan mu" ucap Adelio yang sedang memaki-maki foto pernikahan nya.
"Adelia juga mulai menjauhi ku, biasanya dia menjadi cerewet atau banyak bicara jika berpapasan dengan ku. Tapi sekarang, Adelia seolah melihat ku seperti hantu" ucap Adelio kesal sambil mengepalkan tangannya.
Adelio segera bangkit dari duduknya dan berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menjernihkan pikirannya.
Sementara Malfin dan Adelia sudah berada di dalam kamar ibu nya. Tampak Ziva bersandar di tempat tidur yang sepertinya habis baca buku dengan beberapa cover buku yang masih terbuka lebar di atas bantal.
Adelia tersenyum lalu membereskan buku-buku tersebut.
"Ayah mana bunda?" tanya Adelia yang tidak mendapati keberadaan ayahnya di dalam kamar tersebut.
"Ayah mu ke Savana untuk membuka festival pertandingan kuda balap tahunan. Tadi Papa Kendrick datang menjemputnya" ucap Ziva tersenyum dengan wajah tampak pucat.
Adelia memijit betis ibunya dengan penuh kasih sayang. Sementara Malfin duduk di kursi yang tidak jauh darinya.
"Wah asyik banget, biasanya kita bersama-sama dengan ayah, kak Lio menonton pertandingan kuda balap" ucap Adelia sambil menunduk.
"Jangan khawatirkan bunda. Bunda tak apa-apa, hanya kurang enak badan. Bukankah dokter meminta bunda untuk istirahat total dan tak banyak pikiran. Sekarang lihat bunda sudah mendingan, bisa baca buku, namun belum bisa melakukan aktivitas lainnya....dan bunda... bunda merindukan Rania" ucap Ziva dengan tatapan sendunya.
Adelia dan Malfin hanya saling pandang lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kami masih mencoba mencari keberadaan nya. Min sudah dua kali melihat wanita yang sama persis dengan Rania berkeliaran di negara C. Jadi kita hanya perlu menunggu kabar dari nya bunda" ucap Malfin yang mencoba memberikan angin segar untuk ibu mertuanya.
"Benarkah, semoga Rania cepat ditemukan, Bunda sangat merindukannya. Sementara Adelio sama sekali tak pernah ingin mencarinya. Bunda jadi kasihan kepada Rania, punya suami tapi tak pernah...huh_"
Ziva tak mampu melanjutkan ucapannya dan memilih untuk mengubah posisinya menghadap ke arah jendela. Sementara Adelia terkejut melihat Adelio sedang berdiri di ambang pintu. Sepertinya ibu nya sudah menyadari kehadiran Adelio.
"Bunda, kak Lio juga sudah berusaha mencari nya" ucap Adelia yang berusaha menenangkan ibu nya.
__ADS_1
Adelio menghela nafas panjang lalu berjalan menghampiri ibu nya. Adelia dan Malfin memilih untuk keluar dari kamar tersebut. Mereka tidak ingin menggangu pembicaraan Adelio dan ibu nya.
Adelio menggenggam tangan ibunya lalu mengecupnya dengan penuh kasih sayang.
"Lio sangat sedih melihat bunda seperti ini. Lio sudah merindukan masakan bunda, merindukan tawa bunda, berkumpul bersama bunda di meja makan, bercanda gurau bersama. Semua itu Lio rindukan bunda" ucap Adelio dengan tatapan sendunya.
Ziva mengubah posisinya menghadap ke arahnya.
"Berjanjilah untuk membawa Rania pulang ke rumah ini" ucap Ziva dengan mata berkaca-kaca.
Adelio menundukkan pandangannya sambil memejamkan matanya. Adelio berusaha menurunkan egonya demi ibu nya.
"Lio berjanji akan membawanya pulang ke rumah ini. Bunda jangan khawatir dan jangan pernah lagi bersedih, bunda harus sehat selalu" ucap Adelio tersenyum dengan tatapan sendunya.
Ziva langsung berhambur memeluk putranya.
"Bunda sangat percaya kepadamu, putra bunda memang pria sejati"ucap Ziva hingga air matanya ikut luruh membasahi pipinya.
Cukup lama ibu dan anak itu saling berpelukan. Hingga akhirnya mereka saling melepaskan pelukannya. Adelio benar-benar tak kuasa melihat air mata ibu nya, hatinya ikut teriris.
Adelio segera menghapus air mata ibu nya dengan lembut.
"Maafkan Lio bunda, Lio tak akan pernah membiarkan air mata bunda menetes seperti ini" ucap Adelio dengan tatapan sendunya.
Ziva hanya mampu tersenyum menatap putranya.
"Sebaiknya bunda beristirahat. Hari ini aku akan berangkat ke negara C untuk mencarinya" ucap Adelio mantap yang tak ingin lagi menunda waktunya.
Adelio segera menghubungi Kendrick untuk mempersiapkan keberangkatannya
"Kendrick, bersiaplah, hari ini kita harus ke negara C untuk mencari gadis gila" ucap Adelio di ujung telepon lalu memutuskan secara sepihak.
Tunggu kedatangan ku gadis gila.
Adelio segera mengganti pakaiannya. Setelah selesai, dia pun bergegas keluar kamar. Tampak di halaman depan mobilnya sudah siap membawanya ke Bandara. Negara tujuannya kali ini negara C, mengingat negara tersebut tempat berkumpulnya anggota The Posse.
Tak butuh lama Adelio dan bawahannya sudah berada di dalam pesawat jet pribadi miliknya. Adelio tampak tenang mendengarkan musik yang akan mengiringi perjalanannya menuju negara C.
šššš
Sementara Rania kembali mengunjungi makam Paman nya. Rania berlama-lama di tempat perkuburan umum itu demi bisa menghirup udara luar.
"Samar, tolong belikan aku minuman dingin. Aku sangat haus" ucap Rania sambil membasuh keringat di keningnya.
"Baik nona" ucap pria bertubuh kekar yang bernama Samar dan segera menghubungi anak buahnya.
Mengapa dia masih di sini, padahal aku hanya ingin sendiri. Batin Rania.
"Bisakah kamu mengambil mangga muda itu" ucap Rania tersenyum di balik cadarnya sambil menelan ludah nya menatap mangga muda di pekarangan rumah orang.
"Baik nona" ucap Samar dan lagi-lagi menghubungi anak buahnya.
__ADS_1
Rania hanya terbengong melihat dua orang memanjat pohon mangga untuk memetik buahnya.
Tak berselang lama kemudian, datanglah dua orang tadi sambil menenteng keranjang buah yang berisi mangga muda yang begitu besar dan masih segar.
"Ini nona" ucap nya.
"Terima kasih" ucap Rania dan segera mengambil keranjang buah tersebut.
Rania kembali duduk di bawah pohon sambil menikmati minuman dingin yang diberikan Samar. Hingga sore hari, barulah Rania bergegas pulang ke kediaman Alfhat.
Malam harinya.....
Selesai menunaikan sholat isya, Rania kembali melanjutkan membaca buku iqro yang sempat dibelikan Alfhat untuknya. Rania belum bisa mengaji dengan lancar, namun dia sudah mampu mengetahui huruf tajwid.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, membuat Rania segera menghentikan aktivitasnya. Rania bergegas membuka pintu kamar nya. Tampak pelayan wanita berdiri di depan pintu kamarnya.
"Tuan muda menunggu anda di ruang keluarga" ucap pelayan dengan ramah.
"Baik, aku akan segera menemui nya" ucap Rania tersenyum.
Rania bergegas membereskan peralatan sholatnya, lalu memakai cadarnya. Setelah itu Rania berjalan keluar kamar untuk menemui Alfhat.
Tampak Alfhat duduk bersandar di sofa sambil memegang majalah. Saat melihat kedatangan Rania, Alfhat segera menyimpan majalah tersebut di atas meja.
"Duduklah, ada yang ingin ku sampaikan kepada mu" ucap Alfhat tersenyum hangat.
Rania segera duduk di sofa yang berhadapan dengannya.
"Apa kamu ingin melihat dolphin?" tanya Alfhat.
Rania sempat berpikir sejenak mendengar ucapan Alfhat.
"Besok pagi aku akan membawamu melihat dolphin dan menjelajahi lautan bersamaku" ucap Alfhat tersenyum.
"Tapi aku tidak bisa ik_"
"Semuanya sudah siap, pagi-pagi kita sudah berangkat. Sebaiknya kamu kembali ke kamar " potong Alfhat yang tak ingin dibantah.
Rania menghentak-hentakkan kakinya berjalan menuju kamarnya.
"Sangat menyebalkan, bertindak sesuka hatinya" ucap Rania kesal lalu masuk ke dalam kamarnya.
šššš
Sementara Adelio baru saja tiba di negara C. Pesawat jet pribadinya mendarat sempurna di Bandara internasional negara C. Dua unit mobil sudah siap membawanya ke hotel. Adelio berjalan beriringan dengan Kendrick keluar Bandara.
Beberapa anggota The Lion X yang menetap di negara C menyambut kedatangan nya. Sang supir segera membukakan pintu mobil untuk nya. Adelio dan Kendrick bergegas masuk ke dalam mobil, setelah itu mobil melaju menuju hotel miliknya.
Bersambung......
Jangan lupa dukungannya teman-teman š šš
__ADS_1