
Adelio menempati kamar VIP yang berada di lantai tertinggi hotel LX. Hotel LX merupakan salah satu hotel bintang lima miliknya di negara C, memiliki 50 lantai dan sekitar 2000 kamar di dalamnya dengan fasilitas lengkap dan super mewah. Membuat para pengunjung lebih betah dan bermanja-manja ria di hotel tersebut ibarat rumah sendiri.
Pandangan Adelio lurus ke depan yang tengah berdiri di depan jendela kaca anti peluru yang tembus pandang hingga leluasa menatap bangunan kokoh pada pusat kota negara C.
Adelio melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat. Adelio menghela nafas panjang lalu bergegas membuka koper nya untuk mengambil baju ganti untuk berganti pakaian.
Kendrick berdiri di depan pintu kamarnya yang sedang mencoba membuka akses masuk. Setelahnya pintu kamarnya terbuka lebar.
"Bagaimana? kamu sudah menemukan tempatnya?" tanya Adelio yang tengah duduk di kursi yang sedang mengotak-atik komputernya.
"Tuan bisa memeriksa flashdisk ini. Mata-mata yang selalu kita percayai menyimpan segala data yang dia dapatkan selama masa pencarian" ucap Kendrick menjelaskan.
"Hemm. Kamu boleh keluar" ucap Adelio sambil menatap flashdisk di pegang nya. Kendrick segera meninggalkan kamar tersebut.
Adelio segera mencolok flashdisk tersebut di komputer nya. Dia ingin memastikan apa-apa saja data yang didapatkan mata-mata nya selama ini.
Adelio dengan seksama mulai membuka file-file di dalam flashdisk tersebut. Mata Adelio sempat membulat sempurna melihat deretan foto wanita yang dicarinya selama ini.
"Lokasinya tempat pemakaman umum. Apa yang dia lakukan di tempat seperti ini?"
Adelio kembali melihat deretan foto lainnya. Sehingga mampu menarik kesimpulan mengenai foto-foto tersebut.
"Jadi gadis gila ini mengunjungi makam Paman nya. Tak ada kabar tentang kematian Zayn. Sepertinya keberadaan mereka begitu disembunyikan" gumam Adelio sambil menghembuskan nafasnya kasar.
Adelio kembali membuka file yang berisi tentang identitas Alfhat.
"Alfhat Ramous Sanders, Putra tunggal Aldo Ramous Sanders. Menjadi pewaris tunggal kerajaan bisnis keluarganya. Hemm...rupanya dia salah satu keturunan musuh ayah, Aldo. Aku pernah mendengar nama silsilah keluarga mereka" ucap Adelio yang berusaha mengingat kembali keluarga Aldo, musuh ayahnya.
Adelio menghela nafas panjang sambil memijit pelipisnya membaca seluruh identitas Alfhat. Rupanya Alfhat satu-satunya penerus keluarga Aldo.
Alfhat Ramous Sanders pria 32 tahun yang selama ini keberadaannya begitu disembunyikan oleh orang tuanya bahkan mengarungi berbagai negara demi bisa hidup untuk menjadi penerus keluarga Aldo, bahkan identitasnya sangat tersembunyi. Namun Mata-mata Adelio mampu meretas identitasnya.
"Rupanya Alfhat menetap di kota Zoyo. Sekitar dua jam perjalanan kita akan tiba di kota ini. Baiklah, pagi-pagi buta aku akan berangkat ke kota Zoyo untuk memberikan perhitungan kepadanya" gumam Adelio sambil bersandar di sandaran kursi.
Setelah itu, Adelio memilih untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya. Masih ada hari esok menantinya memulai pencarian di kota Zoyo.
ššššš
Pagi-pagi buta Rania sudah siap berangkat bersama Alfhat untuk melihat dolphin di lautan lepas. Musim semi menjadi waktu yang tepat untuk melihat kawanan dolphin dan hewan mamalia laut lainnya.
Tampak dua pelayan wanita mengemas beberapa pakaiannya. Rania cuman duduk sambil memperhatikan mereka.
"Mengapa kalian mengemasi pakaian ku begitu banyak. Apa kita akan tinggal berminggu-minggu di lautan?" tanya Rania yang begitu polos nya.
__ADS_1
"Saya kurang tahu nona, saya hanya mengikuti perintah tuan muda" ucap pelayan itu sambil menundukkan pandangannya.
"Ooh, ya sudah selesaikan pekerjaan mu" ucap Rania tersenyum sambil memijit keningnya.
Astaga apa-apaan ini, seperti mau pindahan saja. Semoga ada celah bagiku untuk kabur dari Alfhat. Aku tidak ingin terus bersamanya. Aku harus mencari keberadaan mama. Batin Rania.
Pelayan selesai mengemasi pakaian nya, mereka lalu berjalan bersama-sama menuruni anak tangga. Tampak Alfhat sedari tadi menunggu kedatangan nya.
"Ayo kita berangkat, kapal pesiar Sanders sudah menunggu kedatangan kita" ucap Alfhat tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
Rania bergegas berjalan terlebih dahulu tanpa meraih uluran tangan Alfhat. Alfhat hanya mampu tersenyum lalu mengelus rambutnya kemudian mengikuti langkah kaki Rania yang sangat pelan.
"Apa kamu sakit? tubuhmu tampak lemas" ucap Alfhat khawatir.
Rania hanya menggeleng cepat lalu masuk ke dalam mobil. Alfhat ikut masuk ke dalam mobil dan tak lupa mengecek kening Rania untuk memastikan suhu tubuh nya. Rania terlonjat kaget dan segera menggeser tubuhnya ke pinggir.
"Sedikit hangat, apa kamu baik-baik saja?" tanya Alfhat.
"Ahh aku baik-baik saja, terkadang kepala ku sedikit pusing lalu membaik lagi" ucap Rania tersenyum di balik cadarnya.
"Baguslah, aku tak tega membawamu dengan kondisi sakit. Lain kali saja kita melihat dolphin, aku tak ingin kamu kenapa-kenapa" ucap Alfhat yang ingin membatalkan rencananya.
"Jangan, aku baik-baik saja. Aku ingin sekali melihat dolphin di lautan lepas masa kamu batalkan hari spesial ini" ucapan Rania antusias.
Mungkin inilah jalan satu-satunya agar aku bisa lepas dari mu Alfhat. Batin Rania.
Mobil segera melaju meninggalkan kediaman nya. Diikuti tiga mobil yang melakukan iring-iringan untuk mengawal mereka.
Tak berselang lama kemudian dua unit mobil yang berisi rombongan anak buah Adelio berhenti tepat di depan pintu gerbang kediaman Alfhat, mereka kembali menunggu kedatangan ketuanya yang masih dalam perjalanan. Dan akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga
Sudah beberapa hari mereka menjelajah kota Zoyo untuk mencari kediaman Alfhat dan akhirnya mereka mendapatkan titik terang menemukan alamat hunian mewah itu lewat anggota The Posse yang berhasil dibekuk.
Adelio melambaikan tangannya untuk membuka gerbang kediaman Alfhat. Seluruh anak buahnya bergerak cepat membuka pintu gerbang tersebut. Para penjaga Alfhat langsung menghadangnya, hingga terjadi aksi perkelahian.
Adelio dan Kendrick bergegas masuk di kediaman Alfhat. Mereka berpencar untuk mencari keberadaan Rania. Tampak pelayan wanita yang sibuk bekerja histeris ketakutan melihat kedatangan Adelio yang menodongkan pistol ke arah mereka. Adelio mulai berlari mencari di setiap ruangan
"Mana Alfhat" ucap Kendrick yang meringkus salah satu pelayan wanita di rumah Alfhat.
"Saya tidak tahu tuan" ucapnya ketakutan.
"Aku tidak akan menyakitimu jika kamu berkata jujur. Cepat katakan dimana Alfhat?" ucap Kendrick yang mencoba bernegosiasi dengan pelayan wanita.
"Tu-tuan muda dan nona baru saja berangkat. Mereka akan menyaksikan dolphin di lautan lepas " ucap pelayan wanita ketakutan.
__ADS_1
Kendrick segera melepaskan pelayan itu. Terlihat Adelio begitu kesal lalu bergegas keluar dari rumah Alfhat, Kendrick segera menyusulnya.
"Ayo, Kita harus menyusulnya" ucap Adelio lalu bergegas masuk ke dalam mobil, lalu di susul Kendrick yang akan mengemudikan mobilnya.
Kemudian rombongannya bergerak meninggalkan tempat tersebut yang juga ikut menyusulnya. Kendrick menggunakan rute perjalanan menuju pelabuhan terdekat di kota Zoyo. Sekitar satu jam perjalanan akhirnya mereka tiba di pelabuhan.
Adelio dan Kendrick bergegas turun dari mobil lalu berlari menuju dermaga. Terlihat kapal pesiar bertuliskan Sanders sudah berlayar mengarungi lautan.
"Sial! mereka sudah pergi" ucap Adelio kesal.
Kendrick menghampiri kapal nelayan yang sudah siap menangkap ikan di lautan. Kendrick tampak mengobrol bersama salah satu nelayan, setelah itu mereka saling berjabat tangan. Sepertinya mereka habis melakukan negosiasi bersama.
"Sebaiknya kita gunakan kapal nelayan ini untuk menyusul mereka" ucap Kendrick hati-hati.
"Hemm, jangan biarkan lolos"
Adelio dan Kendrick segera naik di kapal nelayan. Adelio berulang kali mual mencium aroma amis dari ikan dan cumi-cumi yang di keringkan di kapal nelayan tersebut.
"Jauhkan cumi-cumi itu, aku begitu mual menciumnya. Aku akan membayar semua hasil tangkapan kalian" ucap Adelio kesal sambil menutup hidungnya.
"Maaf tuan, seperti ini kondisi kapal kami" ucap nelayan merendah dan segera membereskan hasil tangkapannya.
"Lebih cepat lagi, kami akan membayar lebih kepada kalian" ucap Kendrick sambil menatap kapal pesiar yang terus berlayar dengan kecepatan tinggi.
Rania berada di kabin kapal bersama Alfhat untuk menyaksikan dolphin dan hiu raksasa penghuni lautan lepas. Namun sampai sekarang hewan tersebut belum muncul di permukaan.
"Sebaiknya kamu beristirahat di kamar, sepertinya sore hari sangat cocok untuk menyaksikan kawanan dolphin" ucap Alfhat tersenyum.
Rania mengangguk lalu segera berjalan mengikuti kedua pelayan wanita yang disiapkan untuknya. Rania kembali mengedarkan pandangannya melihat beberapa kapal nelayan berlayar ke arahnya.
Semoga salah satu kapal nelayan itu menghampiri kapal pesiar ini. Aku harus kabur.
Rania kembali menjalankan trik nya untuk mengelilingi kapal pesiar itu bersama kedua pelayan wanita hingga berada di bagian mesin kapal. Rania mencoba mengelabui mereka dan bersembunyi di salah satu peti. Kedua pelayan wanita mulai kewalahan mencari nya hingga memilih keluar dari ruangan tersebut.
Sementara kapal nelayan yang digunakan Adelio berhasil menyusul kapal pesiar itu. Melalui perjuangan panjang hingga nyaris meredang nyawanya, Adelio berhasil naik di kapal pesiar itu bersama Kendrick menggunakan tali dan jaring nelayan yang dikaitkan di kabin kapal.
Adelio dan Kendrick melambaikan tangannya kepada kelima nelayan yang sempat membantunya. Adelio dan Kendrick bergegas mencari keberadaan Rania, mereka kembali berpencar.
Rania berjalan mengendap-endap mencari jalan keluar. Saat mendapati anak buah Alfhat berjalan ke arahnya, Rania segera bersembunyi. Setelah merasa aman, Rania segera berlari menuruni anak tangga.
Rania terus berlari hingga tak sengaja bertabrakan dengan seseorang. Rania dan orang itu sama-sama membulatkan matanya hingga terjadi aksi saling pandang-pandangan.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like, love komen dan vote ya šš¤
Terima kasih ššš