Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2

Mafia Vs Gadis Bercadar Season 2
Tak bisa diampuni


__ADS_3

"Apa kau ingin terus menatap kepergiaan Adelia!" ucap Malfin yang masih setia menatap minibus yang melaju kencang.


"Bagaimana dengan anda tuan?" ucap Kendrick yang juga tidak mengalihkan pandangannya.


"Omong kosong" ucap Malfin, lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya.


Kendrick hanya mampu tersenyum tipis melihat gelagat Malfin. Kemudian ia pun segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.


Disepanjang perjalanan, rombongan Adelia begitu bersemangat bernyanyi riang gembira di dalam minibus.


"Adelia, siapa pemuda tampan tadi? aku tidak pernah melihatnya" ucap salah satu rekannya.


"Emm yang mana ya?" ucap Adelia yang pura-pura lupa.


"Yang kasih kamu bolpoin Adeliaaa" ucap rekannya lagi.


"Ooh, dia itu kakak ku" ucap Adelia sambil tersenyum tipis di balik cadarnya.


"Boleh ya kenalin aku sama si tampan tadi" ucapnya sambil merangkul lengan Adelia.


"Reva, apa-apaan sih kamu. Tak perlu seperti ini" ucap Adelia sambil melepaskan tangan rekannya yang bernama Reva.


"Adelia, please.... please" ucapnya kembali.


"Baiklah, tapi tolong lepaskan tanganmu" ucap Adelia yang begitu risih.


"Hehehe, janji ya Adelia. Aku iri sama kamu, hidupmu selalu saja dikelilingi pemuda tampan" ucap Reva sambil mengerucut bibirnya.


"Kamu bisa saja" ucap Adelia tersenyum di balik cadarnya.


Minibus yang mereka tumpangi terus melaju kencang membelah jalanan kota menuju desa terpencil yang akan mereka tuju.


šŸšŸšŸšŸ


Sementara di tempat lain.....


"Pelajari dengan detail semua buku-buku ini, setelah itu kalian berdua harus bisa memperagakannya dengan baik setiap hal yang ada dalam buku ini. Tiga jam lagi saya akan kembali" ucap wanita paruh baya dengan tatapan tajamnya.


"Apa maksudmu hei!" teriak wanita bercadar sambil membanting kursi di sampingnya.


"Lakukanlah dengan baik, karena tuan Darren masih berbesar hati menerima wanita pemberontak seperti kalian" ucap wanita paruh baya itu, lalu melenggang pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Akkhhhh,,... sialan!!!"


Brakk.... brakk....


Kursi kayu dan benda lainnya mulai berhamburan di lantai. Terlihat wanita bercadar itu begitu kesal dan emosional tidak terima dengan ucapan wanita paruh baya tadi.

__ADS_1


"Tenang tuan putri, kita bisa melewatinya dan mencari jalan keluar agar bisa meninggalkan tempat ini" ucap wanita disampingnya.


Wanita bercadar itu malah melayangkan pukulan keras kepada wanita yang baru saja mengingatkannya.


Bugh


Bugh


"Saya siap menjadi pelampiasan kemarahan tuan putri"ucapnya sambil bersimpuh di kaki wanita yang dia anggap sebagai tuan putri.


"Kau ingin aku tenang hah. Min, aku bahkan selalu menghindari semua ini selama berada di kediaman ku. Hampir setiap hari, mama terus mengomeli ku dan berceramah tidak ada habisnya untuk menyuruh ku....sholat. Seperti yang dikatakan musuh ku tadi" ucap wanita bercadar itu dengan sorot mata indahnya yang tidak lain adalah Rania.


"Kita bisa menjadi ular berbulu domba di kediaman musuh tuan putri " ucap Min menyeringai. "Tak ada yang curiga jika kita menjadi baik sesuai yang mereka inginkan, patuhi seluruh setiap peraturan di rumah ini, yakin dan percaya, tuan putri akan mendapatkan kepercayaan dari mereka" ucap Min tersenyum, lalu menghapus darah segar di sudut bibirnya.


"Aku tak yakin" ucap Rania kesal.


"Kita coba dulu tuan putri, setelah itu, saya akan segera memberikan sinyal kepada tuan Raka tentang keberadaan tuan putri di kediaman Alexander" ucap Min sambil menepuk pundak ketuanya.


"Jika misi kita gagal, aku tidak segan-segan untuk...." ucap Rania tidak melanjutkan ucapannya.


"Saya siap mati di tangan tuan putri" potong Min cepat sambil membungkuk dengan hormat.


"Hufff, baiklah" ucap Rania yang sudah tidak punya pilihan lain.


Rania dan bodyguardnya kembali memunguti buku-buku yang berserakan di lantai untuk dipelajarinya dengan cepat. Mereka tidak ingin ada kesalahan kali ini, yang terpenting mengambil hati seluruh penghuni di kediaman Alexander.


Di sebuah bangunan tua, terdapat segerombolan orang sedang melakukan transaksi barang ilegal yang begitu mencurigakan. Mereka terdiri dari dua kelompok yang bersekutu.


Tampak sosok pemuda yang paling dominan diantara segerombolan tersebut mulai melakukan transaksi barang ilegal dengan seorang lelaki paruh baya yang terlihat bringas menghisap rokok. Lelaki paruh baya tersebut sangat diyakini bandar dari barang-barang ilegal tersebut.


"Apa kau sudah menyiapkan semuanya Bonar?" ucap pemuda tersebut sambil menyeringai.


"Semuanya aman terkendali tuan, semua barang yang anda butuhkan sudah tersedia. Dan barang yang ku butuhkan bagaimana tuan?" ucap lelaki paruh baya itu sambil mengepulkan asap rokok nya.


"Sesuai keinginan mu, anak buah ku yang membereskan semuanya. Jadi tak perlu kau risau" ucap pemuda itu dengan sorot mata tajam, sambil mengusap rambutnya ke belakang.


"Aku sangat mempercayai mu tuan Adelio. Senang rasanya bisa bekerja sama dengan tuan Adelio, pemuda terhormat, hebat, terkuat, tampan dan kaya raya yang sangat menakjubkan" ucap Lelaki paruh baya itu yang bernama Bonar, yang sedang memuji ketua mafia The Lion X.


"Tak perlu memujiku seperti itu, aku sama sekali tak menyukai orang yang pandai bersilat lidah" ucap Adelio menyeringai.


Raut wajah Bonar langsung berubah total mendengar ucapan Adelio.


"Saya mengatakan sesuai fakta tuan Adelio" ucap Bonar tersenyum sambil menginjak puntung rokoknya dengan kesal.


Terlihat Kendrick mulai mendekati ketuanya, lalu membisikkan sesuatu kepada ketuanya. Adelio mengerjapkan matanya dengan kepalan tangannya yang siap menghajar mangsanya, mendengar setiap kata yang dilontarkan Kendrick. Misi kali ini adalah membereskan orang yang diincarnya yang tidak salah lagi adalah Bonar.


Bonar bersama anak buahnya merupakan seorang kriminal kelas kakap yang begitu diincar oleh Adelio. Menggeluti bisnis ilegal, perdagangan organ tubuh manusia, perdagangan anak dan mempekerjakan para gadis di bawah umur sebagai psk ke berbagai negara.

__ADS_1


Setelah itu, Adelio mengibaskan tangannya meminta Kendrick menjauh darinya.


Dor


Dor


Terdengar suara tembakan dari arah belakang yang membuat satu persatu anak buah Bonar mulai berjatuhan.


"Sialan, apa kau sedang menjebak ku tuan Adelio!" teriak Bonar dengan kesal sambil menodongkan pistol kearah Adelio.


"Kau sendiri yang cari masalah denganku Bonar" ucap Adelio dingin.


"Keparat kau!..."


Tanpa buang-buang waktu, Adelio langsung menembak Bonar tanpa ampun.


Dor


Dor


Dor


Timah panas mulai bersarang di kepala Bonar, hingga tubuh lelaki paruh baya itu terhempas ke tanah yang sudah tak berdaya.


Semua anak buah Bonar tampak terkejut dan bergidik ngeri melihat bos nya di tembak mati oleh ketua Mafia The Lion X.


"Bereskan tempat ini, bakar mereka hidup-hidup bersama bos nya. Kesalahan mereka tak bisa di ampuni"teriak Adelio dengan suara lantang.


"Siap ketua" ucap Kendrick di kancah paling depan bersama anggota The Lion X lainnya.


Adelio berbalik badan berjalan menuju pintu keluar bangunan tua tersebut. Tampak kobaran api dan teriakkan orang-orang mulai menggema dalam bangunan tua itu.


Adelio tak peduli dengan teriakkan mereka, dia pun melangkah lebar dengan sorot mata tajam yang baru saja menghabisi nyawa orang yang diincarnya selama ini. Kemudian di susul oleh anggota nya yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya.


"Anda memang hebat tuan Adelio" gumam Kendrick tersenyum yang juga melangkah mengikuti jejak kaki ketuanya.


"Apa jadwal ku selanjutnya" ucap Adelio dingin yang sedang duduk tenang di dalam mobilnya.


"Tak ada lagi tuan, bukankah anda sudah membatalkan jadwal pertemuan anda dengan perusahaan Malker Grand malam ini" ucap Kendrick mengingatkan.


"Hemm, kembali ke mansion orang tuaku. Bunda ku menyiapkan makan malam untukku malam ini" ucap Adelio sambil memainkan ponselnya.


"Baik tuan" ucap Kendrick dengan anggukan kecil.


Mobil melaju kencang membelah jalanan kota menuju kediaman Alexander.


Bersambung.....

__ADS_1


Alhamdulillah, akhirnya author bisa lanjutkan kembali cerita Mafia vs Gadis Bercadar Season 2. Terima kasih untuk teman-teman semua tanpa terkecuali yang senantiasa mendoakan kesembuhan author dan berbagai dukungan yang selalu di berikan untuk author, pokoknya author sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya šŸ™šŸ™šŸ™


__ADS_2