
Bagi sebagian orang memiliki kemampuan melihat hal ghoib adalah anugerah, sama seperti pemikiran Marsya mempunyai indera ke 6 adalah kelebihan yang harus ia miliki. Namun Marsya adalah orang yang tidak seberuntung itu, segala macam cara sudah ia lakukan bersama Vina dan Karin untuk bisa melihat makhluk halus tersebut. Mengusap tanah kuburan kemata, melihat kebelakang dengan posisi membungkuk, menyisir rambut depan cermin tengah malam dan masih banyak lagi tapi hasilnya tetap sama yaitu nihil.
"Hemmm kira kira apalagi yang harus kita lakukan?" Tanya Vina pada ke dua sahabatnya
"Kalau menurut aku sihh... jelangkung! Kayanya jelangkung ampuh juga atau kita nyanyiin lagu lingsir wengi malem jumat kliwon jam 12 malem. Gimana menurut kalian??" Ujar Marsya
"Tapiii jujur yaa.. nih aku jujur banget sama kalian aku takut liat gitu gituan lagian aku kan maunya ditempelin cowok cowok kaya raya bukan ditempelin hantu emang hantu banyak uangnya apa" Jawab Karin memajukan bibirnya
"Aduhh simata duitan iniii.. kamu tuh pikirannya uang terus, kamu tau gak kalau kita bisa melihat hantu itu tantangan lagian aku mau tau makhluk halus itu gimana, dan kita bisa terkenal juga iya kan?" Ujar Marsya
"Yaudahhh kamu gausah ikut aja Rin kalau kamu takut, lagian nanggung loh udah setengah jalan iya kan Sya?" Ujar Vina pada Marsya seraya menyilangkan tangannya
"Yaudahhh iya iya aku ikutt.. kita harus ke kampus nih nanti kita telat loh yuk" Ujar Karin
"Yaudah.. yuk" jawab Marsya dan Karin
Mereka bertiga bersahabat yang masih duduk dibangku kuliah, mereka sangat suka hal hal mistis Marsya sangat ingin melihat makhluk halus, Vina yang terobsesi dengan satu pria dan ingin memilikinya dengan cara dipelet sedang Karin tentu saja si mata duitan yang ingin memasang susuk untuk memikat pria pria kaya raya.
(Ini kira kira gamabaran mereka bertiga Disisi kiri itu Vina, tengah Karin dan paling kanan Marsya)
Di kampus pun tak sedikit orang tau bahwa mereka sangat nekat dan akan melakukan apa saja untuk melihat makhluk halus, tak jarang pula ada yang mengejek
(Sya kalo ketemu kunti tolong tanyain ya pernah keramas ga? hahaha)
Namun meraka tak perduli dengan ejekan mereka bahkan cuek dan berlalu begitu saja.
Sesampainya di kampus tiba tiba ada salah satu teman mereka menghampiri dan memanggil Marsya
"Syaa... Marsyaa" Teriak seseorang
"Iya.. kenapa?"
"Aku ada info buat kalian" Lanjut temannya tersebut
"Info apa??" Tanya Marsya penasaran
"Di jalan hj.Toha ada tabrakan Sya, korbannya meninggal di tempat dalam keadaan kepalanya pecah terlindas truk"
"Terus?"
"Ya ampun Sya masa harus di jelasin, bukannya kalian pengen liat makhluk halus ya?? dan belum berhasilkan? Nahh kalian nanti kesana jam 12 malem bawa lilin"
__ADS_1
"Wahhh ide bagus tu Sya.." Seru Vina
"Iihhh kenapa harus bawa lilin?? Emangnya mau ngepet apa?" Lanjut Karin
"Astagaaa Kariinn.. kalau ngepet emang kamu mau jadi babinya? di jalan hj.Toha ada tabrakan meninggal ditempat nahh si arwahnya pasti masih disana, dan disana itu gelap makanya harus bawa lilin"
"Aduhhh ya udah lah.. makasih ya infonya nanti kita kesana" Lanjut Marsya panjang lebar seakan tau bahwa otak Karin tidak sampai
Marsya, Vina dan Karin pun menyusun rencana untuk pergi kesana pukul 12 malam
Jam menunjukan pukul 12 malam
Sesampainya di tempat tersebut Marsya cepat cepat menggelarkan tikar dan menyalakan lilin, meskipun sudah di bersihkan bau amis bekas darah korban masih tercium oleh mereka.
"Gelap banget kalian ga takut apa? mana bau banget darah" Seru Karin
"Udahh Rin tahan dulu ya, ya memang sedikit bau darah" Ujar Marsya
Saat menggelarkan tikar tiba tiba ada seorang laki laki yang menghampiri mereka
"Emm.. Maaf kalian sedang apa ya disini? Tadi siang disini ada korban tabrakan dan si korban meninggal dunia" Ujar laki laki tersebut
"Ee..emmmm kitaaa kitaa"
"Lohhhh bukannya kita mau melihat ma..."
"Kariinnn... Iii iya pak kita mau membacakan doa untuk beliau" Lanjut Marsya membungkam mulut Karin
"Ohhh begitu, ya sudah jika kalian memang mau mendoakan beliau tapi alangkah baiknya setelah selesai kalian langsung pulang tidak baik perempuan malam malam masih disini" Pungkas laki laki itu
"Iya pak iyaa kita akan langsung pulang begitu selesai"
Laki laki itu pun pergi meninggalkan mereka dan menghilang bagai ditelan malam
"Haduuhhh Karinn lain kali harus hati hati, kalau ketahuan kita bisa di amuk masa" Ancam Marsya
"Ehehe iyaa iya maaf"
"Yasudahh.. ayo duduk dan lingkarkan tangan kalian" Ajak Marsya melingkarkan tangan dan lilin ditengah sebagai penerang di gelapnya malam
Semilir angin malam bercampur bau darah terasa menusuk kian malam kian gelap, namun mereka tak menyerah begitu saja meskipun tak ada satupun makhluk halus yang menampakan diri.
__ADS_1
"Udah berjam jam kita disini tangan aku pegel, kaki kesemutan tapii aku belum liat apa apa" Ujar Vina
"Lebih baik kita pulang aja sepertinyaa kita sia sia" Lanjutnya
"Hemmm apa mungkin kita melupakan sesuatu? Harusnya kita bawa sesajen" Sahut Karin
"Lahh Karin tumben pinter, kenapa gak bilang dari tadi? Tapi udah mau subuh lebih baik kita pulang takut ada orang yang liat kita disini kan gawat" Ujar Marsya
Diperjalanan pulang mereka berdiskusi lagi, mencari cara lain agar bisa melihat makhluk tak kasat mata tersebut, mereka yang suka tantangan menganggap hal ini sangat menantang bagi mereka bertiga
"Fix.. cara ini gagal" Ucap Marsya
"Kita harus cari cara lain" Lanjutnya sambil menyetir
"Gimana kalau kita cari rumah kosong? Nanti malem jumat bawa bunga 7 rupa bawa jelangkung sama bawa lilin"
"Ide bagus Sya.. aku setuju" Sahut Vina
"Okee deh.. kalau kamu gimana Rin setuju ga?" Tanya Marsya
Tak ada jawaban dari Karin, namun Marsya mendengar ada suara aneh dibelakang, samar samar terdengar seperti suara hembusan nafas
"Suaraa apa itu?" Batin Marsya
"Karin..??" Tanya Marsya sekali lagi sambil sesekali menengok ke kursi belakang
"Ya ampuunn.. Kupikir suara apa ternyata Karin tidur Vin ngorok bikin kaget" Ujar Marsya
"Jadi dari tadi kita ngobrol dia malah tidur? Pantes anteng" Sahut Vina
Rencana pun sudah disusun matang matang dan mereka akan bermain jelangkung dirumah kosong yang terkenal angker tepat pada malam jumat kliwon.
Mereka bertiga pun pulang kerumah masing masing diantar oleh Marsya, sesampainya dirumah Marsya kaget melihat kedua orang tuanya sedang duduk di ruang tamu seakan menunggu kedatangan Marsya
"Duduk kamu!" Perintah seorang laki laki yang ternyata papanya Marsya
Marsya pun mengikuti perintah sang papa dengan santai
"Dari mana saja kamu semalaman? Papa sama mama nunggu kamu dari semalam? Jadi begitu kelakuan kamu selama papa sama mama diluar kota? Nakk kamu perempuan Marsya anak satu satunya papa.."
"Aku bosen pa, aku sendiri.. aku butuh temen sedangkan dirumah ga ada siapa siapa kalian sibuk dengan pekerjaan kalian" Sahut Marsya
"Marsya kami takut kamu kenapa kenapa, tolong stop permainan gila kamu ini" Ujar mama Marsya
__ADS_1