
Ditengah malam yang gelap bercampur ketakutan, susah payah Karin dan Vina menggotong Marsya kedalam mobil. Setelah selesai memasukan Marsya kedalam mobil, Vina juga Karin berjalan kaki mencari warga sekitar berharap ada yang bisa membantu mereka. Kondisi ditengah malam yang baru saja diguyur hujan sepertinya tak akan ada warga yang berkeliaran diluar rumah, dengan hanya membawa senter mereka tak lelah mencari bantuan.
"Vin sepi banget, ga ada siapa siapa kita mau minta bantuan sama siapa? Aku khawatir sama keadaan Marsya disana kalo di culik genderewo gimana?" Ujar Karin mengkerutkan dahi seraya memegang lengan Vina
"Jangan berfikiran yang macem macem Rin kita kan lagi usaha cari bantuan, aku juga khawatir sama Marsya mudah mudahan dia baik baik aja disana" Sahut Vina menenangkan
"Lagian kalian tuh macem macem aja segala pengen liat hantu, tuh hantunya udah masuk ke tubuh Marsya sekarang mau diapain? Mau dimasukin kebotol? Mau dibawa pulang?? Mau dinikahin?" Tanya Karin panjang lebar
"Karinnn aduhhh bisa gak kamu diem dan fokus cari bantuan? Berisik ini udah malem sstttt..." Pungkas Vina sambil naruh telunjuknya dibibir
Saat sedang berjalan sambil berdebat dan berisik tidak jelas mereka tak sadar sedang melewati pohon beringin tua yang begitu besar.
"Rinn.. pohonnya serem banget ya" Ujar Vina
Sesaat setelah Vina berujar tiba tiba ada sesosok wanita dengan ukuran tubuh yang lumayan besar, rambutnya menutupi sebagian tubuhnya, dari atas pohon muncul perlahan sambil tertawa cekikikan. Itu jelas kuntilanak, terbang lalu hilang begitu saja. Vina dan Karin yang sadar akan hal itupun langsung berteriak sambil berlari ketakutan
(Jebrukk) tiba tiba Vina dan Karin menabrak seorang laki laki berkumis, berjanggut tebal dan memakai banyak batu cincin
"Aaaaaaaaaaa" Teriak Vina dan Karin
"E.. ehhh ada apa ini ndukk?" Tanya seorang laki laki paruh baya
"Kuntiii kuntii pak tolong ada kuntiii.." Sahut Karin sambil ngos ngosan
"Kunti??" Tanya bapak bapak itu
"Iyaaa pak iyaa.. disana ada kunti dipohon beringin itu" Jawab Vina sambil menunjuk pohon beringin tua tadi
"Sudahhh sudah kalian tenang dulu, mari ikut saya"
Bapak bapak tersebut mengajak Vina dan Karin kerumahnya yang tidak terlalu jauh dari kejadian tadi, lalu dipersilahkan masuk. Rumah yang dipenuhi pernak pernik hal mistis seperti banyaknya keris, kepala kerbau dan lainnya, Vina dan Karin melirik kiri kanan seakan aneh dengan rumah itu
"Perkenalkan nama saya Broto.." Ujar pak Broto memperkenalkan dirinya
__ADS_1
"Silahkan diminum" Disuguhkannya air putih oleh istri pak Broto
"Makasih.." Sahut Vina dan Karin
"Saya Vina"
"Karin pak"
"Emm nduk.. kalian sedang apa malam malam seperti ini? Saya belum pernah melihat kalian sebelumnya, kalian sepertinya bukan orang sini yaa?" Tanya nya
"Bukan pak, itu loh pak temen kita kesurupan dirumah kosong yang angker itu kita mau minta tolong"
"Huusttt... Karinn, e.. emm maaf pak teman saya kurang sopan hehe" Ujar Vina cengengesan
"Begini pak.. kita memang sedang ada masalah dan kita sedang mencari bantuan pak temen kita pingsan" Lanjut Vina
"Saya lihat ada yang mengikuti kalian dari tadi, emm teman kalian dimana sekarang? Nda dibawa kesini to?" Tanya pak Broto
"Iyaa teman kita ada dimobil pak karena desa ini gak bisa dilewatin mobil jadiii kita tinggal aja disana, tapii...siapa yang ngikutin kita pak? Dari tadi kita berdua aja" Tanya Vina penasaran
"Perempuan..." Jawab pak Broto datar
"Hufttt.. dimana teman kalian itu? kita bawa dulu teman kalian itu kesini kasian dia disana sendirian," Lanjut pak Broto
"Dirumah kosong pak dari pohon beringin agak kesana sedikit"
"Apaa?? Rumah kosong yang disebelahnya ada sumur? Ndukkk sedang apa kalian disana? Rumah itu terkenal sangat angker karena warga sini sering melihat penampakan dan tak ada yang berani kesana" Wajah pak Broto sedikit cemas
"Ya sudah mari kita kesana bahaya dia sendirian" Ajak pak Broto buru buru
Dengan buru buru pak Broto, Vina dan Karin menuju rumah kosong tadi untuk membawa Marsya kerumah pak Broto, jalanan yang masih tanah begitu licin setelah diguyur hujan lebat membuat jalan mereka sedikit melambat untuk sampai kerumah kosong yang angker itu. Sesampainya disana pak Broto cepat cepat melihat kondisi Marsya
"Sudah saya duga" Ujar pak Broto, lalu masuk kedalam rumah dan melihat ada sesajen dan jelangkung
"Ya allohhh apa yang sedang kalian lakukan disini??? Kalian mencoba memanggil makhluk halus ditempat ini??" Tanya pak Broto marah
"Pantes ada yang mengikuti kalian dari tadi, wong kalian maen jelangkung. Itu teman kalian kerasukan ya Alloh ndukk untuk apa kalian melakukan hal hal kaya gini? Sudah banyak orang seperti kalian datang kesini, melakukan hal yang sama dan selalu memakan korban kalau tidak segera ditangani" Lanjutnya
__ADS_1
"Sudahh.. ayo bawa teman kalian kerumah saya nanti jelaskan disana"
Marsya pun dibawa kerumah pak Broto dalam keadaan masih pingsan, sesampainya dirumah pak Broto dibaringkannya Marsya diatas tikar, lalu pak Broto meminta segelas air pada sang istri dan mulai membacakan mantra, dibasuhkan dan diminumkannya air itu pada Marsya. Tak lama kemudian Marsya mulai membuka mata dan sadar.
"Marsya sadar Vin" Ujar Karin
"Marsyaaa.. kamu gak apa apa Sya?" Tanya Vina
"A..aku gak apa apa, aku dimana? Kenapa bisa disini" Tanya Marsya, celingak celinguk lalu duduk
"Kamu dirumah saya nduk" Sahut pak Broto
"Coba jelaskan apa yang kalian lakukan disana?" Tanya pak Broto
"Emmm kita lagi ritual pemanggilan arwah pak" Jawab Marsya
"Untuk apa?? Kamu kerasukan, arwahnya datang dan marah pada kalian, Bahkan Vina dan Karin dari tadi kalian diikuti oleh kuntilanak yang kalian temui di pohon beringin" Tegas pak Broto
"Hahhh apa pak kunti itu ngikutin kita?" Tanya Vina sambil saling lirik pada Karin yang sedari tadi ketakutan dan Marsya hanya mengkerutkan dahinya
"Jadiii kita berhasil manggil arwah itu" Lirik Marsya pada teman temannya
"Emm dan memang niat saya melakukan itu semua semata mata karena saya penasaran dengan makhluk astral dan hal hal ghoib pak" Lanjut Marsya
"Maksudnya kamu pengen buka mata batin?? Pengen bisa liat makhluk ghoib dengan cara melakukan ritual dan main jelangkung gitu? "
"Iyaa pak" Sahut Marsya
"Penunggu rumah itu marah sama kamu kamu dan kamu, kalian harus di bersihkan supaya kalian tidak diganggu sama mereka" Jawab pak Broto sambil menunjuk satu persatu dari mereka
"Tapii saya belum melihat makhluk itu pak walaupun saya kerasukan sayaaa masih penasaran" Ujar Marsya
"Saya mau dibersihkan aja pak" Ujar Karin
"Saya juga, saya udah melihat makhluk itu dan cukup membuat saya bener bener ketakutan" Lanjut Karin
"Baikk akan saya pagari terlebih dahulu, besok kalian kembali kesini termasuk Marsya"
__ADS_1