Main Dukun

Main Dukun
Eps. 8


__ADS_3

Malam hari kemudian


Marsya beserta sahabat sahabatnya bergegas pergi menuju kampung Cimalaka untuk mengunjungi rumah pak Broto, setelah Marsya menyadari bahwa dirinya sudah bisa melihat makhluk halus matanya seperti lebih teliti jika melihat sesuatu dan pandangannya lebih tajam serta waswas jantungnya selalu berdegub kencang takut takut ia melihat makhluk yang sangat menyeramkan.


Saat Marsya sedang asyik menjalankan mobilnya dan menikmati alunan alunan musik untuk mengusir rasa takutnya tiba tiba Marsya mengerem mobilnya, di tengah tengah jalanan yang sangat sepi matanya tertuju pada satu arah dan mematung, matanya tak bekedip sama sekali. Vina dan Karin hanya celingak celinguk kebingungan


"Syaa ada apa?? Kenapa berhenti?" Tanya Vina


"Kamu ngeliat apaan Sya?" Lanjut Karin seperti ketakutan karena duduk di belakang sendirian


"Marsya jangan bercanda ahhh aku merinding nih..." Kata Karin semakin ketakutan dan memegang pundaknya


"Ppp..po..poccconggggg" Ujar Marsya bergetar lalu menundukan kepalanya


"Ada pocong di depan.. mukanya itemmmm banget dia melihat kearah kita a..aku takut Vin" Lanjut Marsya memejamkan matanya dan memegang tangan Vina


"Aaaaa..." Tiba tiba Karin yang di belakang loncat kedepan


"Alloh ya allohhh, allohumma bariklanaa fiimaaaa.."


"Karinnnn... salahh itu doa makan astagfirullohh ini bocah ngelawak mulu heran yaa allohhh" Potong Vina gemeteran sambil menundukan kepalanya memotong doa doa yang Karin ucapkan


"Akuu takuuttt cepet jalan Syaaa.." Rengek Karin kepada Marsya


"Ka..kamu serius Syaaa??" Tanya Vina yang masih menunduk dan memejamkan matanya


"Huhuhuuu....pocongnya pas didepan mobil kita aku ga bisa jalan Rin" Sahut Marsya seakan mau menangis



"Uhuhuhuuu ya allohhhh" Ujar Karin merengek


Kemudian Marsya menengok sekali lagi ke depan mobilnya memastikan apa pocongnya masih ada atau tidak, hufttt perasaan Marsya lega ternyata pocongnya sudah tidak ada dan menghilang begitu saja mata Marsya seakan masih berjaga jaga dan memutar mutar bola matanya kekiri dan kekanan.


"Huftttt..." Marsya menghela nafas

__ADS_1


"Masih ada ga Sya setannya?? Jalan dong Syaaa cepetan aku takut iihhh" Oceh Vina panik


"Udah gak ada pocongnya huftt...pasti takut sama Karin deh soalnya Karin mau makan setannya kan tadi?" Ejek Marsya


"Iihhh kalian apaan sih aku kan tadi panik mau baca ayat kursi lupa malah doa makan" Sahut Karin cemberut


"Aduhhhh lega... lagian Karin mah ngelawak mulu lagi panik juga, ayoo Sya ayooo jalan nanti setannya balik lagi kalo lama lama" Ujar Vina protes


Lalu Marsya pun tancap gas menuju rumah pak Broto, lagi lagi ada yang menghambat perjalan mereka. Kali ini ada seorang nenek nenek di pinggir jalan sambil menangis sesegukan namun bukan hanya Marsya yang melihat nenek tua itu Vina dan Karin pun juga melihatnya.


"Ehh eh ehhh ada nenek nenek tuh Sya.." Ujar Karin menepuk nepuk pundak Marsya, Marsya pun langsung berhenti dan melihat kearah nenek nenek tua itu


"Malem malem begini ngapain ya nenek nenek nangis di pinggir jalan?" Tanya Vina, Marsya heran berarti kali ini bukan setan karena Karin dan Vina pun melihat nenek tua itu. Marsya terdiam melihat nenek nenek itu


"Ituu..hantu bukan ya?" Ujar Marsya dalam hati


"Terus gimana? Mau di samperin? Kalo ternyata itu setan gimana?" Tanya Marsya


"Emm kayanya bukan deh kan aku sama Vin juga liat berarti dia orang, yukk.." Ajak Karin


"Tumben Karin pinter" Ledek Vina


Mereka bertiga pun turun untuk menghampiri nenek nenek tua itu, Marsya sebenarnya sedikit takut kalau nenek tua itu adalah setan, makanya ia berjalan belakangan sambil memperhatikan sang nenek dengan tajam


"Nek... nenek kenapa? Kok malem malem nenek disini sendirian?" Tanya Karin memegang pundak sang nenek


Namun tak ada jawaban dari nenek nenek itu ia hanya menangis sesegukan sambil menunduk dengan rambut yang tidak rapih dan sangat lusuh


"Sya, dia manusia setan atauuu jangan jangan dia orang gila lagi?? Coba di fikir masa jam segini nenek nenek diluar sendirian udah gitu penampilannya lusuh banget iya gak sih?" Bisik Vina pada Marsya


"Rin kamu jangan terlalu deket sama nenek itu" Marsya berbisik pada Karin sambil menarik tangannya


"Takutnya dia orang gila.." Lanjut Masya


(Hahahahhaha.... hahahahahahah) Nenek tua itu tertawa seakan ada yang lucu. Vina, Marsya dan Karin langsung segera mundur menjauh dari sang nenek sambil ketakutan, kemudian mereka lari buru buru masuk kedalam mobilnya

__ADS_1


"Ya ampunnn itu setan bukan sih?" Tanya Marsya dengan nafas terengah engah. Saat mereka bertiga sudah merasa aman di dalam mobil, tiba tiba dengan mukanya yang seperti cacat nenek tua itu melihat kearah mobil Marsya dengan tajam


"Pergiii kalian pergii" Teriak nenek nenek itu sambil menunjuk nunjuk


"Kalian sudah membuat mereka marahh dendammmm.. pergiiiiiiii" Lanjut nenek tua itu


Deggg Marsya seakan ditegur oleh nenek tua itu secara tidak langsung.


"Apa maksud nenek itu ya Sya??" Tanya Vina ketakutan


"Kayanya dia orang gila.." Sahut Marsya menenangkan membuang jauh jauh pikiran bahwa omongan nenek itu memang untuk dirinya dan sahabat sahabatnya


"Ayoo pergi Sya takutt.." Ujar Karin ketakutan


Marsya melanjutkan perjalanannya kerumah pak Broto, ada yang aneh perjalanan ke Cimalaka itu tidak terlalu jauh namun kali ini Marsya merasa tidak kunjung sampai ke kampung itu.


"Kenapa lama ya..? Perasaan deket tapi ini udah 3 jam setengah kita dijalan dan gak sampe sampe" Ujar Vina merasa aneh


"Kirain aku doang yang ngerasa aneh kita kayanya muter muter doang" Sahut Marsya merasa kelelahan


"Iiii..ituuu bukannya nenek tadi ya Sya?" Tanya Karin sambil menunjuk nenek tua tadi


"Gak mungkin..." Sahut Marsya sambil mengerem mobilnya


"Ituu.. ituuu ya ampunnn aku takut Syaa aku mau pulang aja" Ujar Vina dia ketakutan dan menangis


"Kok bisa nenek itu ada disitu?" Ujar Marsya dalam hati


"Ini mobil jalannya udah lumayan jauh ga mungkin dia tiba tiba ada disana.."Lanjutnya


Marsya terdiam mematung merasa lelah hatinya bertanya tanya kenapa bisa begini? Melihat ke dua sahabatnya panik, ketakutan, menangis ia merasa bersalah


"Ini semua salahku aku melibatkan kedua sahabat sahabatku demi ego dan rasa penasaranku aja" Gumamnya dalam hati


Dalam sekali perjalanan mereka mengalami banyak hal dicegat pocong dan perjalanan seakan jauh sekali padahal hanya butuh waktu satu jam setengah saja tapi ini sudah tiga jam setengah mereka belum sampai ketempat tujuan mereka. Apa meraka tersesat? Ah tidak mungkin mereka sudah dua kali kesini dan baik baik aja tidak seperti sekarang kampung Cimalaka seakan menjauh. Sekarang apalagi? Bertemu dengan nenek tua yang sama dua kali, mana mungkin nenek tua itu bisa jalan mendahului mobil Marsya? Apa dia ironmen? Ahh mana mungkin, dia bukan odading mang oleh. Semua pikiran pikiran aneh memenuhi otak Marsya dan ini membuat dia merasa lelah dan bersalah~~

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2