
Sesaat jari jemari pak Broto mengetuk meja bergantian, melirik ke arah Marsya seakan keberatan.
"Pak..saya akan terima semua syarat dari pak Broto" Ujar Marsya memelas
"Hufftt baiklah, sebelum membuka mata batin kamu kita harus mengurung nyi Marni kedalam sumur supaya ndak mengganggu warga sekitar" Sahut pak Broto
"Kalian harus membawa sesajen, kamenyan, membawa ayam kampung yang hitam, bunga 7 rupa untuk memandikan kalian, dan untuk nak Marsya bawalah segenggam tanah kuburan yang masih baru dan bungkus menggunakan kain hitam ya" Lanjut pak Broto
Waktu menunjukan pukul 9 malam, dan mereka menyanggupi apa yang diperintahkan oleh pak Broto. Tak mudah ternyata mencari seekor ayam yang berwarna hitam, cukup lama mereka berkeliling akhirnya dapat juga ayam yang merek cari. Tepat pukul setengah 12 malam mereka harus ke Tempat Pemakaman Umum mancari cari kuburan yang umurnya belum genap 40 hari
"Syaa kamu yakin? Aku takut ihh" Ucap Karin begidig
"Iya Sya, kalo kuburan yang masih baru itu ga ada gimana?" Tanya Vina
"Udah kita cari dulu, ayoo" Ajak Marsya menarik tangan Vina
Marsya, Karin dan Vina jalan saling berpegangan tangan seakan takut tiba tiba pocong atau kuntilanak muncul dari arah yang tak terduga. Lumayan lama mereka mencari kuburan itu akhirnya mereka menemukan kuburan yang meraka cari cari. Marsya buru buru mengambil tanahnya dan membungkusnya dengan kain hitam, persyaratan sudah lengkap semua dan meraka harus segera kembali kerumah pak Broto.
Setelah sampai dirumah pak Broto, ternyata pak Broto telah menunggu kedatangan mereka dengan secangkir kopi yang menemaninya. Marsya, Vina dan Karin menghampirinya dengan membawa syarat syarat yang diminta oleh pak Broto.
"Gimana nduk? Apa syaratnya sudah kalian kumpulkan semua?" Tanya pak Broto sambil menengguk kopinya
"Sudah ada semua pak" Sahut Marsya
"Ya sudah mari kita segera kesumur tua itu nanti kuburu subuh" Ajak pak Broto
"Buk... bapak pergi sebentar, jaga diri baik baik yoo tutup pintunya rapat rapat" Pamit pak Broto pada sang istri
"Iyoo pak kalian juga hati hati.." Sahut sang istri
"Kok atiku ra tenang yo.." Batinnya sambil menutup pintu
Lalu pak Broto dan yang lainnya bergegas menuju sumur tua yang ada dirumah angker itu, tepatnya dibelakang rumah. Rumah yang kosong sejak puluhan tahun lalu itu tentu saja dipenuhi rumput dan ilalang yang cukup tinggi sehingga membuat mereka sedikit susah untuk melewatinya.
__ADS_1
"Ini dia sumurnya..mari kita lakukan ritualnya" Ujar pak Broto sambil berbenah dan menyiapkan ritualnya
Sumur tua itu tidak pernah kekeringan air walaupun sudah ditinggal bertahun tahun bahkan sampai puluhan tahun. Pak Broto menyalakan api dan mulai membakar kamenyan, bau dari kamenyan itu cukup menganggu hidung ke 3 gadis ini. Pak Broto pun melanjutkan menyembelih ayam matanya terpejam dan mulutnya komat kamit membaca mantra entah apa yang pak Broto ucapkan.
Namun ada perasaan aneh pada Marsya, ia terus saja memegang pundaknya yang terasa berat suhu tubuhnya seakan akan naik.
"Ada apa ini? Aku kenapa?" Tanya Marsya dalam hati yang terus saja memegang pundaknya
"Nak Marsyaa, nyi Marni sekarang ada dibelakangmu ia mencoba merasukimu" Ujar pak Broto
Belum sempat Marsya menjawab tiba tiba ia pingsan dan membuat takut teman temannya, pak Broto tak henti membacakan mantra dan melempar segenggam demi segenggam bunga 7 rupa pada tubuh Marsya.
"Pakk..saya takut" Ujar Karin dan Vina saling erat berpelukan
"Uwiss kalian ndak usah takut, kan kalian sendiri yang memanggil dia. Lagian ada bapak disini.. Nyi Marni sepertinya mencoba untuk berkomunikasi melalui Marsya"
Tiba tiba Marsya menangis kencang layaknya kuntilanak dengan mata masih terpejam
" Huhuhuhu sakitttt huhuhuu sakittt tolong sayaa" Ucap Marsya mengulurkan tangannya,
"SAKIT" Bentak Marsya tiba tiba marah dan membelalakan matanya
Marsya yang dirasuki kuntilanak itu hanya menggelengkan kepalanya
"Saya bantu supaya nyai tidak kesakitan lagi.." Lanjut pak Broto
"KENAPA MEREKA MENGGANGGU SAYA?" Ujar Nyi Marni membentak menatap kearah Vina dan Karin
"SAKIT, Saya dipukul apa salah saya?" Lalu kembali ia menangis dan menaruh tangannya diperut seperti sedang menggendong bayi
"Saya diusir, kasihan anak saya"
"Tolong maafkan orang orang yang sudah menyakiti nyai, saya sangat mengerti perasaan nyai dan kembalilah ketempat asal nyai, mereka tak ada disini mereka sudah tiada sama seperti nyai" Sahut pak Broto. Tapi Marsya hanya cekikikan khas kuntilanak tertawa dengan sangat melengking. Pak Broto membacakan mantra sambil menciprat cipratkan air pada wajah Marsya, nyi Marni yang kepanasan menjerit kesakitan
"Panassss huhuhuu sakittt jangann, kenapa kamu selalu menyakiti saya? Saya mau disini. Saya mencari Tejo huhuhuu" Jawab Nyi Marni sambil menangis namun tak ada air mata yang keluar sedikitpun. Setelah pak Broto membasuhkan air pada wajah Marsya barulah Marsya sadar dan muntah darah disediakannya kantung kresek oleh pak Broto ia tau akan terjadi hal seperti ini.
__ADS_1
"Astaga darah Vin Marsya muntah darah, apa dia TBC ya?" Ucap Karin
"Hahhh Karinn kamu jangan ngarang deh itu kayanya gara gara dia kesurupan" Jawab Vina
"Ini sudah biasa terjadi pada orang yang kesurupan" Sahut pak Broto
"Marsyaa.. kamu gak apa apa kan Sya?" Tanya sahabat sahabatnya khawatir
"Aku kesurupan lagi?" Tanya Marsya sambil memegang perutnya yang mual
"Iya Syaa, serem banget tapi kamu gak papa kan?" Tanya Vina
"He'emm gak papa, cuman lemes aja mual" Jawabnya
"Itulah resikonya, kalian nekat memanggil makhluk halus tapi setelah makhkuk itu datang kalian malah ketakutan seperti ini" Ujar pak Broto dengan wajah datarnya
Lalu pak Broto meneteskan darah ayam yang ia sembelih kedalam sumur itu, serta menaburkan bunga yang kemudian sumur itu ia tutup rapat rapat dengan sebilah kayu.
"Alhamdulillah.. sekarang insya alloh kuntilanak itu ndak akan bisa keluar dan ndak akan mengganggu kalian maupun warga sini lagi, asal jangan ada yang membuka sumur ini" Ujar pak Broto sambil menaruh bunga 7 rupa diatas kayu yang menutupi sumur tua itu
"Sebaiknya kita kembali kerumah saya, ada beberapa hal yang akan saya sampaikan" Ucap pak Broto singkat
Mereka bertiga hanya mengangguk dan mengikuti perintah pak Broto, Vina dan Karin membantu memboyong Marsya karena ia masih sangat lemas. Buru buru pak Broto masuk dan menanyakan keadaan sang istri
"Syukurlah bapak sudah datang" Sang istri berada di depan pintu dan terlihat ketakutan
"Ono opo to buk??" Tanya pak Broto cemas
"Tadi ada yang mengetuk pintu pak, ibuk buka tak pikir itu bapak pas ibuk buka tidak ada siapa siapa tapi tiba tiba seperti ada angin kencang sampai sampai kepala kerbau yang diatas itu jatuh" Sahut sang istri yang bernama bu Suti itu
"Ya alloh bu.. tapi ibuk ndak apa apa to buk?? Sudah saya duga nyi Marni benar benar marah karena tak terima saya kembalikan ketempat asalnya" Ucap pak Broto sambil mengepalkan tangannya dan menghela nafas
"Ia mencari Tejo dan marah karena kalian tekah mengusiknya"
**************
__ADS_1
Makasih untuk pembaca setiaa jangan lupa like dan untuk sarannya silahkan komen, kasih rate juga yaa
Feedback ask aja! See u di eps selanjutnya๐๐๐๐